Popular Posts

Showing posts with label Alfred Riedl. Show all posts
Showing posts with label Alfred Riedl. Show all posts

7/03/2011

Alfred Riedl Umumkan Pemain Timnas Senior & Timnas U-23

Pelatih tim nasional Indonesia Alfred Riedl akhirnya mengumumkan nama-nama pemain yang akan memperkuat timnas senior di Pra-Piala Dunia 2014 dan timnas U-23 di Piala AFF U-23.

Alfred Riedl akhirnya memasukkan nama Boaz Salossa dalam skuad timnas senior. Riedl menilai Boaz layak diberikan kesempatan kedua karena telah menampilkan performa fantastis di liga domestik sehingga mendapatkan dua gelar pribadi sekaligus yaitu pemain terbaik Superliga dan top skor Superliga.

"Boaz bermain bagus selama musim lalu dan ia layak mendapat kesempatan kedua. Saat Persipura bermain di Jakarta ia juga sempat menghampiri saya. Itu tanda-tanda yang bagus. Tapi, jika ia kembali tidak datang, maka akan kami coret," ujar Riedl dalam jumpa pers.

Tetapi Riedl tidak memberikan kesempatan kepada Titus Bonai. Menurutnya, Tibo telah diberikan banyak kesempatan, namun dia selalu berbuat ulah. "Di timnas Pra-Olimpiade lalu, ia mabuk di Hongkong, dan mabuk lagi di Jakarta. Setelah itu, ia kabur dari tempat latihan. Ia sudah mendapat banyak kesempatan," tegas Riedl.<script type="text/javascript" src="http://ad.doubleclick.net/adj/gna.id/level2;tile=3;sz=160x600;ord=960709?area=2l&pos=2&ord=960709"></script>

Selain itu tampaknya Riedl juga memutuskan untuk tetap tidak memanggil pemain-pemain yang mengikuti kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI) seperti Irfan Bachdim, Kim Jeffrey Kurniawan, dan Andik Vermansyah. Pemain-pemain yang dikabarkan akan dinaturalisasi yaitu Stefano Lilipaly, Jhonny van Beukering dan Serginho van Dijk juga masih belum dimasukkan oleh Riedl.


Berikut adalah skuad timnas senior:
Kiper: Markus Horison (Persib Bandung), Ferry Rotinsulu (Sriwijaya FC), Kurnia Meiga (Arema Indonesia).

Bek: Hamka Hamzah (Persipura Jayapura), Ricardo Salampessy (Persipura Jayapura), Muhammad Roby (Persisam Putra Samarinda), Gunawan Dwi Cahyo (Sriwijaya FC), Wahyu Wiji Astanto (Persiba Bantul), Mohammad Nasuha (Persija Jakarta), Beny Wahyudi (Arema Indonesia), Zulkifli Syukur (Arema Indonesia), Supardi (Sriwijaya FC).

Gelandang: Oktovianus Maniani (Sriwijaya FC), Arif Suyono (Sriwijaya FC), Muhammad Ridwan (Sriwijaya FC), Muhammad Ilham (Persija Jakarta), Firman Utina (Sriwijaya FC), Ahmad Bustomi (Arema Indonesia), Eka Ramdani (Persib Bandung), Tony Sucipto (Persija Jakarta), Egi Malgiansyah (Pelita Jaya).

Striker: Cristian Gonzales (Persib Bandung), Bambang Pamungkas (Persija Jakarta), Boaz Salossa (Persipura Jayapura), Ferdinand Sinaga (Persiwa Wamena).


Berikut adalah skuad timnas U-23:

Kiper: Johan Angga Kusuma, Rifki Deython Mokodompit, Chairul Nasri.

Bek: Abdul Rachman, Irfan Raditya, Septia Hadi, Djayusman Triasdi, Fauzan Djamal, Joko Sidik, Hasim Kipau, Herry Susilo.

Gelandang: Dendi Santoso, Stevie Bonsapia, Zulham Zamrun, Joko Sasongko, Mahadirga Lasut, Johan Juansyah, Hendro Siswanto, Munadi, Dedy Kusnandar.


Penyerang: Yongki Aribowo, Jajang Mulyana, Patrick Wanggai, Rishadi Fauzi, Aris Alfiansyah.


Goal.com

1/27/2011

EKSKLUSIF Alfred Riedl: Tanya-Jawab Tentang PSSI, U-23, LPI, Irfan Bachdim, Syamsir Alam & Boaz Solossa

Di sela-sela Kongres Tahunan PSSI di Tabanan, Bali, akhir pekan lalu, Chief Editor GOAL.com Indonesia Bima Said berkesempatan menemui pelatih timnas Indonesia Alfred Riedl di Warung Made, Seminyak. Pelatih yang sedang menyiapkan tim Garuda Muda jelang Pra-Olimpiade dan SEA Games itu ditemani deputi bidang teknis BTN Iman Arif dan manajer timnas U-23 Adjie Massaid. Suasana wawancara berlangsung santai, Riedl berbincang sambil menyantap makan malam nasi goreng spesial. Tidak lupa, sejumlah pertanyaan dari pembaca diajukan pula kepada pria asal Austria itu.

Goal.com: Bagaimana tanggapan Anda tentang acara tadi [Kongres PSSI]?
Riedl: Ini pengalaman yang baru bagi saya, unik karena di Austria tidak ada hal seperti ini. Biasanya jarang ada rapat. Saya tidak mengerti sepenuhnya apa yang disampaikan dalam presentasi ketua umum yang berlangsung tiga jam non-stop. Saya juga memperhatikan ada beberapa orang yang menahan rasa kantuk bahkan ada beberapa anggota tertidur.

Goal.com: Bagaimana kesan-kesan Anda tentang pemain-pemain muda Indonesia selama seleksi U-23 berlangsung?
Riedl: Secara keseluruhan sudah bagus, masih ada beberapa kekurangan di timnas Pra Olimpiade, yang jelas kami harus latihan keras supaya tim lebih solid menjelang SEA Games. Saya yakin anak-anak ini bisa semakin baik.

[Deputi Bidang Teknis Iman Arif menambahkan, "Kami akan menyiapkan ujicoba melawan klub lokal pada awal Februari, lalu pada minggu kedua melawan Australia (Western Regional) atau Hongkong U-23. Kami mengutamakan Hongkong, agar bisa menyesuaikan diri dengan situasi iklim dan cuaca di Ashgabat, Turkmenistan."]

Goal.com: Turkmenistan saat ini rangking 133 di FIFA, tidak terlalu jauh dari Indonesia yang menempati urutan ke-126. Bagaimana Anda menilai Turkmenistan?
Riedl: Turkmenistan adalah lawan yang tangguh. Sebagian dari pemain-pemain yang akan dihadapi adalah pemain-pemain sama yang pernah mencapai final AFC Challenge Cup 2010, ketika kalah dari Korea Utara melalui adu penalti. Tapi di Asian Games 2010, tim U-23 mereka sudah mengalahkan Vietnam 6-2 sebelum kalah tipis dari Thailand [1-0 lewat perpanjangan waktu] pada babak 16 besar.

Goal.com: Banyak yang masih menanyakan tentang Irfan Bachdim yang batal seleksi U-23. Terdapat dua argumentasi. Pertama, Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng menilai ada Program Indonesia Emas (PRIMA) yang dirancang sebagai Peraturan Presiden untuk Olimpiade dan SEA Games. Di dalamnya terdapat izin, seorang pemain dapat dipanggil melalui federasi yang menaunginya atau penunjukan langsung oleh pelatih. Selain itu, kabarnya Philip dan James Younghusband akan tetap dipakai timnas Filipina meskipun pindah ke Liga Primer Indonesia (LPI) nanti. Mereka akan membela Jakarta FC 1928 mulai Maret mendatang. Bagaimana menurut Anda?
Riedl: Saya terikat kontrak di bawah PSSI. Secara pribadi, saya tidak ada masalah dengan LPI atau Irfan Bachdim, tapi yang memberikan saya pekerjaan adalah PSSI, dan kalau mereka mengatakan saya harus memilih pemain dari liga yang direstui mereka, saya tidak punya suara. Saya bisa leluasa di dalam lapangan, dan hal-hal yang terjadi di luar kadang sulit dikontrol. Saya harus mematuhi peraturan ini karena saya di bawah PSSI, meskipun saya ingin mendatangkan Irfan dan Kim [Jeffrey Kurniawan] ke dalam skuad U-23. Kita juga jangan menilai Irfan adalah satu-satunya pilihan. Anda perhatikan pada Piala AFF? Dia bermain baik dalam dua pertandingan awal, tapi untuk pertandingan penting melawan Thailand dan Filipina, performanya justru drop.

Goal.com: Bukankah itu disebabkan faktor nonteknis?
Riedl: Saya melihat kenyataannya saja, penampilan Irfan menurun waktu itu. Apakah disebabkan sorotan media atau acara-acara di luar, saya butuh bukti di lapangan. Sekarang dia ikut LPI dan saya khawatir akan semakin menurun. Seorang pemain hebat akan menurun kualitasnya apabila bermain di liga manapun dengan level permainan yang lebih rendah.

[Iman Arif menambahkan, "Pada waktu itu Badan Tim Nasional sudah menyampaikan undangan resmi kepada Irfan maupun Kim. Kami menunggu pada hari pertama seleksi tapi mereka tidak muncul. Padahal keduanya siap ditampung. Kim diketahui memang masih cedera tapi kehadirannya tetap ditunggu sebagai bukti dia mau bergabung ke timnas. Sayangnya dia tidak datang."]

Goal.com: Apakah tadinya terdapat pemain lain dari LPI yang bisa dipertimbangkan untuk bergabung ke timnas U-23?
Riedl: Tadinya hanya Irfan yang ikut seleksi. Kim juga belum tentu dipilih karena dia belum bermain, belum 100 persen fit.

Goal.com: Bagaimana penilaian Anda terhadap Syamsir Alam?
Riedl: Luar biasa! Dia pemain hebat. Memang pada waktu itu [hari pertama seleksi 7 Januari 2011] dia mengalami cedera. Tapi saya melihat dia selama tiga atau empat jam sudah cukup untuk mengetahui potensinya. Syamsir Alam punya bakat yang bagus, sangat kuat dan postur di atas rata-rata untuk seorang pemain Indonesia, dan skills bagus. Mungkin saat ini masih terlalu muda, tapi kita bisa mempertimbangkan lagi 1-2 tahun ke depan. Dia wajib menimba ilmu sebanyak-banyaknya dari Uruguay dan mencari pengalaman bertanding sebanyak-banyaknya. Selanjutnya dia akan menjadi pemain profesional, kemudian kita lihat saja nanti.

Goal.com: Tapi apakah Anda masih di sini tahun depan?
Riedl: Tergantung hasil di SEA Games nanti, kita harus meraih emas. Kalau tidak, saya mungkin lebih baik kembali ke Austria.

Goal.com: Boaz Solossa belakangan ini bersinar di Persipura.
Riedl: Ya, saya masih memantau dia.

Goal.com: Apakah Anda akan mempertimbangkan Boaz untuk kembali memperkuat timnas?
Riedl: Saya tidak perlu mempertimbangkan apapun karena saya akan memanggil dia lagi. Biarkan dia terus bermain di klubnya [Persipura], saya perlu dia membuktikan segalanya di atas lapangan, dan suatu saat akan dipanggil ke Jakarta, tapi saya perlu dia menjaga kedisiplinan di dalam maupun luar lapangan. Kalau melenceng lagi, saya akan kembali coret dia. Tapi yang jelas dia masih diberi kesempatan.

Goal.com: Bagaimana tanggapan Anda tentang politik yang berada di dalam lingkungan sepakbola Indonesia?
Riedl: Tidak peduli.

Goal.com: Apabila Anda sudah bekerja keras untuk menghasilkan sesuatu yang baik, tapi orang lain mengakui itu justru kerja kerasnya dia, bagaimana reaksi Anda?
Riedl: Saya memahami betul maksud Anda. Terus terang saya tidak akan suka, tapi di sisi lain saya juga tidak butuh pujian, jadi saya tidak akan mempermasalahkannya. Saya terus bekerja untuk mendatangkan prestasi.

Goal.com

1/23/2011

Ruben Gabung Timnas Februari

Harapan Ruben Wuarbanaran untuk memperkuat timnas U-23 akan segera terwujud. Pemain keturunan Indonesia-Belanda ini diperkirakan akan segera bergabung dengan timnas awal Februari 2011 nanti.

Hal itu diungkapkan Deputi Bidang Teknik PSSI Iman Arif usai menghadiri kongres II PSSI di Bali, Sabtu 22 Januari 2011. Iman hadir bersama pelatih Alfred Riedl dan asisten pelatih, Wolfgang Pikal.

Menurut Iman, BTN telah mengantongi izin dari ayah Ruben, Nikodemus Wuarbanaran yang berdarah Maluku. Ruben merupakan satu-satunya pemain "impor" yang memikat hati Riedl pada seleksi timnas U-23 lalu.

"Kami telah mendapat izin dari ayahnya dan sekarang tinggal menunggu paspor. Targetnya awal Februari semua sudah beres," ujar Iman Arif.

Sebelumnya Cristian Gonzales juga melepaskan paspor Uruguay miliknya dan berganti dengan paspor Indonesia.

Saat disinggung mengenai rencana BTN menaturalisasi pemain lainnya, Iman Arif membenarkan hal itu. Bahkan Iman mengaku saat ini seorang pemain asal Belanda lainnya, Jorge de Kat sudah tiba di Jakarta.

"Kami memang berniat menaturalisasi beberapa pemain baik jangka pendek maupun jangka panjang sehingga dalam lima tahun ke depan tidak perlu lagi pemain naturalisasi," kata Iman.

"Pemilihannya pun sesuai dengan kebutuhan, yang memang benar-benar susah didapat dari pemain Indonesia," pungkasnya.

sumber : bolaindo.com
-----------------------------------------------------------------
This Blog is @2008-2011 MULTI ETNIS Outlet Production

jakmania-utankayu.blogspot.com
Persija ampe mati..
-----------------------------------------------------------------