Popular Posts

Showing posts with label vivanews. Show all posts
Showing posts with label vivanews. Show all posts

6/09/2012

Precious Absen

Pertahanan Persija Jakarta akan menghadapi ujian berat saat menghadapi Persisam Samarinda, Minggu 10 Juni 2012. Apalagi, skuad ibukota tidak akan diperkuat oleh salah satu bek tengah mereka, Precious Emuejeraye.

"Precious saat ini masih di Singapura, karena ada urusan keluarga. Dia harus mengurusi akte kelahiran anaknya, jadi kemungkinan besar dia akan absen," ungkap pelatih Persija, Iwan Setiawan, saat dihubungi VIVAbola, Sabtu 9 Juni 2012.

Lini pertahanan Persija saat ini sedang dalam kondisi tidak baik. Setelah mengecap status pemain dengan pertahanan terbaik pada paruh pertama, "Macan Kemayoran" malah harus kebobolan 13 gol dalam 10 pertandingan di paruh kedua. Jumlah itu sama dengan jumlah gol yang bersarang ke gawang mereka selama melakoni putaran pertama.

Menanggapi hal tersebut, Iwan menegaskan pertahanan timnya tidak sedang merosot, namun performa tim-tim lain yang sedang menanjak juga jadi salah satu alasan.

"Seperti yang saya katakan sebelumnya, pertahanan kami tingkat konsentrasinya masih naik turun. Tapi, saya tidak setuju kalau dianggap pertahanan kami sedang merosot performanya," lanjut Iwan.

"Karena tim-tim lain yang kami hadapi selama putaran kedua tampil bagus dan rata-rata gol mereka juga naik. Karena itu, hasil ini ada pengaruhnya dari performa tim lain," ujar pelatih yang sering menggunakan baju koko saat mendampingi timnya itu.

Saat ini, posisi Persija turun ke peringkat lima klasemen Indonesia Super League (ISL) dengan total poin 45 dari 27 kali main. Posisi mereka disalip Persela Lamongan yang berhasil menang 2-1 atas Persidafon Dafonsoro, Jumat 8 Juni 2012.

Vivanews.com

6/03/2012

Soal Penangkapan, Ini Tanggapan Jakmania

Anggota Reserse Mobil Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya telah menangkap 7 orang tersangka pengeroyok yang menyebabkan korban tewas saat pertandingan Persija Jakarta vs Persib Bandung, 27 Mei lalu. Kepada polisi mereka mengaku sebagai pendukung Persija atau akrab disapa dengan The Jakmania.

"Para pelaku ini jumlahnya tujuh orang. Dulu katanya anggota Jakmania Korwil Ciputat, Cipete, dan Korwil Ragunan," kata Kasubdit Reserse Mobil Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP Herry Heryawan dalam jumpa pers siang tadi.

Selain yang terlibat langsung dalam pengeroyokan, satu tersangka yang ditangkap adalah IR, pengguna Facebook yang melakukan provokasi di dunia maya. "IR dikenakan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Toni Harmanto di Jakarta. IR sendiri kepada wartawan mengaku sebagai anggota Jakmania Korwil Cikeas.

Toni Harmanto juga mengatakan pihaknya akan memanggil perwakilan Jakmania untuk meminta keterangan lanjutan untuk pelaku bagi dua korban lain yang meninggal.

Dihubungi terpisah, Sekjen Jakmania, Richard Ahmad mengaku belum mengetahui banyak mengenai penangkapan ini. Menurutnya, pihak kepolisian belum menghubunginya terkait penangkapan para pelaku.

"Terakhir, polisi melayangkan surat untuk meminta data dari anggota korwil. Mengenai penangkapan ini belum ada panggilan atau pemberitahuan kepada kami," kata Richard saat dihubungi VIVAbola.

Richard menambahkan, pihaknya telah menyerahkan kasus ini kepada pihak kepolisian. Jakmania juga siap menindak tegas para anggotanya yang terlibat dalam pengeroyokan di GBK, Minggu lalu.

"Kami akan cek, kalau memang mereka anggota dan sudah ada vonis yang berkekuatan hukum maka kami akan memberikan hukuman terberat, yakni mencabut KTA (Kartu Tanda Anggota) yang bersangkutan karena sudah bertentangan dengan AD/ART organisasi."

Aksi kekerasan yang terjadi pada saat pertandingan Persija vs Persib, Minggu lalu telah menewaskan tiga orang. Salah satu korbannya adalah warga Jakarta, Lazuardi. Warga Menteng, Jakpus itu tewas setelah menjadi korban pengeroyokan di GBK, Senayan.

Selain Lazuardi, korban tewas lainnya adalah Dani Maulana dan Rangga Cipta Nugraha. Keduanya merupakan pendukung Persib Bandung. Polisi telah menangkap tujuh tersangka atas kasus ini. Dalam jumpa pers sore tadi, polisi juga membeberkan peran mereka.

Vivanews.com

3/12/2012

Laga PSMS Vs Persija Diundur

Laga kandang PSMS Medan melawan Persija Jakarta pada lanjutan Indonesia Super League (ISL) diundur satu hari. Laga PSMS melawan Persija di Stadion Teladan, Medan, akan digelar pada 30 Maret 2012.

Semula laga PSMS melawan Persija akan digelar pada 29 Maret, atau tiga hari setelah tim berjuluk Ayam Kinantan tersebut menjamu PSPS Pekanbaru di Stadion Teladan. Perubahan ini dilakukan karena dua laga kandang terakhir PSMS di putaran pertama ISL akan disiarkan langsung oleh ANTV.

"Jadi melawan PSPS akan dilaksanakan tetap tanggal 26 Maret, dan melawan Persija mundur sehari dari jadwal tanggal sebelumnya, tanggal 29. Diundur menjadi tanggal 30 Maret," ujar Manajer PSMS, Benny Tomasoa.

Biasanya laga kandang PSMS dilakukan malam hari jika tidak disiarkan langsung. Dengan demikian, pertandingan melawan PSPS dan Persija akan digelar sore hari. 

Kepastian perubahan jadwal tersebut juga diutarakan Produser Eksekutif Sports ANTV Asdedy Mansyur. "Kedua laga kandang PSMS sudah pasti disiarkan live. Laga PSMS lawan PSPS 26 Maret dan kick-off jam 15.30 WIB. Sedangkan, PSMS lawan Persija 30 Maret, kick-off jam 16.00 WIB," papar Asdedy.

PSMS sendiri saat ini berada di peringkat 13 klasemen sementara ISL. Osas Saha dan kawan-kawan mendulang 17 poin dari 15 laga.

Vivanews.com

3/11/2012

FA Ingin Teknologi Garis Gawang Segera Digunakan

Belakangan ini banyak kontroversi terjadi mengenai keabsahan seorang hakim garis menentukan sebuah gol. Beberapa waktu lalu, insiden terjadi pada partai Juventus melawan AC Milan. Saat bola sundulan Sulley Muntari sudah melewati garis gawang, namun hakim garis dan wasit tidak melihatnya dan menyatakan bukan gol.

Hal tersebut kembali terjadi pada laga Bolton kontra Queens Park Ranger, Sabtu (10/3/2012). Pada laga tersebut, sundulan pemain QPR, Clint Hill sudah jelas melewati garis gawang. Namun hakim garis tidak menyatakannya sebagai gol.

Insiden-insiden tersebut membuat Asosiasi Sepak bola Inggris (FA) menginginkan teknologi garis gawang cepat digunakan, demi menghindari hal-hal seperti itu.

"Minggu lalu kami sudah bertemu dengan Asosiasi Petinggi Sepak bola Internasional (IFAB) untuk meminta agar teknologi garis gawang dapat mulai digunakan secepatnya," ungkap mereka.

FA sendiri mengaku sudah mendukung program tersebut sejak beberapa tahun lalu. Namun hingga sekarang, belum ada realisasinya.

"Kami akan terus berupaya agar teknologi ini dapat dipakai. Teknologi ini telah dites pada awal tahun ini. Kami berharap IFAB mau menggunakan teknologi ini, demi sepak bola yang lebih baik," pungkas mereka.

Vivanews.com

3/06/2012

Sebelum Kalah 0-10, FIFA Sudah Ingatkan PSSI

Keputusan PSSI merombak tim Pra Piala Dunia (PPD) 2014 dengan dalih menjalankan instruksi FIFA pantas dipertanyakan. Sebab, FIFA ternyata telah meminta agar PSSI menurunkan pemain-pemain terbaiknya saat bertemu Bahrain, Rabu, 29 Februari 2012.

FIFA melalui suratnya kepada Sekjen PSSI, Tri Gustoro, 16 Februari 2012 telah mengingatkan PSSI mengenai soal regulasi Piala Dunia 2014, utamanya pasal lima paragraf 4c, yakni menampilkan tim terbaik di semua laga. FIFA juga mengingatkan mengenai paragraf 4g mengenai penegakan fair play di setiap laga.

Namun PSSI justru membalas himbauan itu dengan menyatakan bahwa pemain-pemain yang bermain di ISL sudah dijatuhi sanksi sehingga dilarang memperkuat Tim Merah Putih saat bertemu Bahrain. Hal ini terungkap dalam balasan FIFA kepada VIVAbola, 24 Februari lalu.

"FIFA dan PSSI sudah berkomunikasi mengenai hal ini dan kami mencatat bahwa PSSI telah menghukum pemain-pemain yang berlaga di breakaway league untuk membela tim nasional," tulis FIFA menjawab pertanyaan mengenai nasib pemain ISL di Tim Merah Putih.

Qatar yang harus menghadapi Iran di laga terakhir kualifikasi Grup E juga sempat protes dengan keputusan PSSI merombak tim yang akan berhadapan dengan Bahrain. Namun PSSI bergeming dan tetap mengirimkan tim yang berbeda untuk menghadapi tuan rumah Bahrain.

Qatar sendiri punya kepentingan pada laga Bahrain vs Indonesia. sebab, bila Bahrain menang dengan selisih lebih dari 8 gol, maka Qatar yang menghuni posisi runner up Grup E dipastikan tidak lolos seandainya mereka juga kalah dari Iran di laga terakhir.

Kekhawatiran banyak pihak pun terbukti. Indonesia menyerah 0-10 oleh Bahrain. Ini merupakan kekalahan terburuk yang diderita timnas dalam kurun waktu 38 tahun terakhir. Namun Qatar tetap lolos ke babak berikutnya setelah imbang 1-1 lawan Iran.

Namun masalah kembali berlanjut karena FIFA memutuskan untuk melakukan investigasi terhadap duel Bahrain vs Indonesia. FIFA merasa janggal dengan skor kemenangan Bahrain vs Indonesia bila dibandingkan dengan rekor pertemuan kedua negara sebelumnya.

Vivanews.com

3/05/2012

Diminta SBY Introspeksi, Ini Jawaban PSSI

Pasca kekalahan memalukan yang diderita timnas dari Bahrain, Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono meminta PSSI untuk instospeksi diri. Selain itu, SBY juga meminta agar segera menyelesaikan konflik yang melanda sepak bola nasional saat ini.

Menurut Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin imbauan ini tidak ditujukan kepada PSSI semata. Sebaliknya, Djohar beranggapan bahwa semua pihak juga harus menginstopeksi diri termasuk klub-klub yang masih berlaga di Liga Super Indonesia (ISL) 2011-12.

Pada kesempatan yang sama, Djohar juga menyindir kehadiran Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI). Menurut Djohar, hanya ada satu federasi sepak bola resmi di Indonesia, yakni PSSI.

"Jangan setiap ada kisruh bikin rumah lagi. Hanya satu federasi resmi yakni PSSI. Semua pihak harus berintospeksi termasuk klub-klub ISL agar semua pemain bisa masuk timnas," kata Djohar.

KPSI merupakan lembaga yang dibentuk anggota-anggota PSSI yang tidak setuju dengan kebijakan pengurus baru di bawah kendali Djohar Arifin. Mereka bahkan sudah melayangkan mosi tidak percaya kepada Djohar dan membentuk lembaga baru untuk mengambil alih fungsi PSSI. KPSI sendiri saat ini sedang bersiap-siap menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) untuk membentuk kepengutusan baru.

Sementara itu, SBY saat bertemu dengan wartawan di Istana Negara, siang tadi mengaku kecewa mendengar kekalahan timnas atas Bahrain. Meski tidak menyaksikan langsung pertandingan tersebut, SBY mendapat laporan bahwa tim tidak punya persiapan yang matang untuk menghadapi pertandingan tersebut. Selain itu, SBY juga mendapat laporan bahwa PSSI mempertanyakan kinerja wasit pada laga ini.

"Tim katanya tidak siap, ada perilaku wasit yang tidak baik. Silakan gunakan jalur FIFA. Kalo merasa keberatan, silakan," tegas SBY.

"Lakukan introspeksi mengapa (kita kalah telak) di Bahrain. Yang lainnya saya lihat bagus, luar biasa perjuangan anak-anak kita. Saya mendapat sms, tolong Pak SBY, pemerintah turun tangan."

Vivanews.com

http://bola.vivanews.com/news/read/293678-diminta-sby-introspeksi--ini-jawaban-pssi?utm_source=dlvr.it&utm_medium=facebook

3/02/2012

Timnas Dipermalukan, Djohar Diminta Mundur

Banyak pihak yang menganggap PSSI harus bertanggung jawab atas kekalahan memalukan yang dialami timnas dari Bahrain, Rabu, 29 Februari 2012. Bahkan sebagian ada yang meminta Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin untuk mundur dari jabatannya.

Manajer PSMS Medan, Benny Tomasoa contohnya. Pria yang akrab disapa Bento itu menilai Djohar harus bertanggung jawab atas kekalahan 0-10 yang dialami tim Merah Putih dar Bahrain. Benny bahkan menyarankan agar Djohar kembali ke 'habitatnya', kampus.

Menurut Benny, sejak menjabat sebagai ketua umum PSSI, Djohar tidak menunjukkan niatnya untuk memajukan sepak bola nasional. Sebaliknya, mantan staf ahli Menpora itu menurutnya lebih banyak memicu perpecahan di kalangan stake holder sepak bola.

"Jadi dari pada lebih parah lagi Djohar sebaiknya menyerahkan posisinya itu kepada orang yang benar-benar punya kemampuan untuk membentuk tim nasional yang baik dan mampu menyatukan kalangan pesepakbola di Indonesia," kata Benny saat dihubungi VIVAbola.

Hal senada diungkapkan pejabat KONI Medan, Azam Nasution. Menurutnya sebagai tokoh berpendidikan, Djohar seharusnya pintar memposisikan dirinya sebagai ketua umum PSSI. Menurutnya, Djohar yang juga berasal dari Medan sebaiknya legowo untuk mundur.

"Djohar kan seorang pengajar dengan predikat profesor, jadi dia harus sadar dengan posisinya itu bukan ngotot untuk tetap menjadi ketua umum PSSI," kata Azam.

"Seharusnya dia sadar sudah begitu banyak memintanya untuk mundur karena itu lebih baik dan menginjak usianya sekarang lebih memfokuskan diri sebagai pengajar. Itu adalah habitatnya.”

Kekalahan 0-10 atas Bahrain merupakan momen terburuk dalam sejarah sepak bola Indonesia. Kekalahan terburuk timnas sebelumnya adalah saat dibantai Denmark 0-9 pada sebuah laga persahabatan yang digelar di Copenhagen, 1974 lalu.

"Bila kekalahan yang paling besar yang diterima Indonesian ini tidak membuatnya sadar tidak punya kemampuan, maka paling tepat adalah dilakukannya Kongres Luar Biasa (KLB),” tambah Azam.

Vivanews.com

2/27/2012

Manajemen Persija Coba Bujuk Iwan Setiawan

Ketua Umum Persija Jakarta, Ferry Paulus terkejut dengan putusan mendadak pelatihnya, Iwan Setiawan. Pelatih Macan Kemayoran itu memutuskan mundur usai Persija ditahan imbang Persisam Samarinda, kemarin malam.

Ferry mengatakan bakal membicarakan kembali persoalan itu dengan Iwan. Menurut Ferry, putusan mengejutkan Iwan itu diambil saat ia dalam kondisi emosi. Ferry berharap semua persoalan bisa diselesaikan dengan kepala dingin.

"Saya pikir saya harus bicara dulu sama beliau. Karena memang suasananya masih kurang bagus, masih ada emosional segala macem. Kita tunggu saja," kata Ferry.

Ferry mengatakan, Iwan tidak pernah membicarakan putusan untuk mundur itu sebelumnya. Hubungan antar pelatih dan klub, juga diakui Ferry tidak pernah ada masalah. Ferry bahkan mengaku puas dengan kinerja pelatih asal Aceh itu.

"Belum ada pembicaraan sebelumnya. Sama sekali tidak pernah," kata Ferry heran. Meski demikian, Ferry mengatakan manajemen Persija masih akan berupaya mempertahankan Iwan.

"Manajemen tentunya masih ingin mempertahankan Iwan. Kalau kita melihat perjalanan Persija di bawah Iwan sekarang, itu masih oke.


Vivanews.com

Emosi, Pelatih Persija Tantang Wasit Berduel

Pelatih Persija Jakarta, Iwan Setiawan, terpancing emosinya saat berpapasan dengan wasit Djumadi Effendi. Iwan bahkan menantang wasit untuk berduel.

Kejadian ini terjadi saat keduanya berpapasan di lorong menuju pintu keluar Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Minggu malam, usai Persija ditahan imbang tamunya, Persisam Putra Samarinda.

Menganggap wasit tidak adil dalam memimpin pertandingan, pelatih Persija itu lantas mengejar Djumadi hingga sang wasit masuk ke mobil. Iwan lantas mencoba untuk ikut masuk ke dalam mobil yang akan membawa rombongan wasit ke hotel tempat mereka menginap.

Sambil kembali mempertanyakan kinerja sang wasit, pelatih yang sempat menimba ilmu di Belanda itu berusaha mengajak Djumadi keluar mobil. "Djum sini kamu, keluar! Kita buka baju, kita berantem secara jantan," teriak Iwan sambil mencoba masuk ke dalam mobil.

Upaya Iwan tersebut lantas dilerai sejumlah orang, termasuk Sekretaris Tim Persija, Fery Indra Syarief, pelatih kiper, Haryono, dan beberapa official Persija.

Iwan memang sedang kesal dengan kepemimpinan Djumadi yang memimpin laga Persija Jakarta vs Persisam Samarinda, Minggu 26 Februari 2012. Wasit asal Malang, Jawa Timur itu dianggap Iwan tidak berlaku adil. Iwan bahkan menuduh praktik mafia wasit di kancah Indonesia Super League (ISL) masih berjalan.

Pelatih yang memutuskan mundur dari Persija tersebut semakin emosi setelah beberapa orang melerainya untuk tidak berbuat nekad. Meski telah dipegangi dan dilerai beberapa orang, namun Iwan tetap merangsek dan berupaya menggapai Djumadi yang berada di dalam mobil.

Meski mobil yang membawa Djumadi akhirnya meluncur, namun Iwan sendiri tetap memaksa untuk mengejar. Aksi emosional Iwan tersebut disaksikan sejumlah wartawan media cetak dan televisi. "Sudah bang Iwan, istighfar. Tidak enak ada kamera," ujar salah seorang yang ikut melerai dan menenangkan Iwan.

"Biar saja semua orang melihat kejadian ini. Biar semua orang tahu mafia wasit masih ada. Coba nanti kita lihat apa yang dilakukan PT Liga," teriak Iwan sembari berusaha keluar dari sergapan beberapa temannya yang melerai.

Atur Skor

Sebelum kejadian di pintu merah, tempat para pemain keluar stadion tersebut, Iwan sempat bercerita ke beberapa media mengenai kekecewaannya terhadap kinerja wasit. Iwan mengatakan, saat ini kompetisi sepakbola tak jauh berbeda dengan masa lalu. Pengaturan skor maupun suap wasit, masih terjadi.

"Pada saat saya melatih Persikabo, dan main di Bekasi, wasit Djumadi ini yang kurang ajar. Pada saat itu waktu tambahan harusnya 4 menit, ternyata sampai 12 menit baru pertandingan di hentikan," ujar Iwan dengan nada kecewa.

Vivanews.com

2/26/2012

Persija Gagal Taklukkan Persisam di GBK

Persija Jakarta hanya mampu meraih satu poin setelah ditahan imbang tanpa gol oleh Persisam Putra Samarinda pada lanjutan Indonesia Super League (ISL) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu 26 Februari 2012.

Para pemain Persija dibuat frustrasi dengan penampilan apik kiper Persisam Agung Prasetyo di laga ini. Kiper 34 tahun tersebut menjadi pertahanan terakhir Persisam yang tidak mampu dilewati para pemain tim Macan Kemayoran.

Di babak pertama, Persisam mampu meladeni permainan cepat Persija. Pada 45 menit babak pertama, permainan lebih terbuka, dan kedua tim jual-beli serangan. Sayang, hingga turun minum kedudukan imbang tanpa gol tetap bertahan.

Di babak kedua, Persija lebih mendominasi serangan dan mendapat sejumlah peluang emas untuk mencetak gol. Menit ke-59, sebuah sundulan Fabiano memanfaatkan tendangan bebas Ismed Sofyan masih bisa diblok Agung.

Tiga menit kemudian, Persija sebenarnya mampu membobol gawang Persisam melalui tendangan Fabiano. Namun, gol itu dianulir wasit karena Fabiano berada dalam posisi offside ketika menerima umpan Pedro Javier.

Menit ke-66, Yongki Aribowo mendapat peluang emas untuk membuat Persisam memimpin. Berawal dari tusukan di sisi kiri pertahanan Persija, Supriyono melepaskan umpan silang mendatar ke mulut gawang Persija. Namun, tendangan Yongki masih melambung, meski sudah di depan gawang.

Kiper Agung Prasetyo benar-benar menjadi pahlawan Persisam di laga ini. Agung sukses menepis tendangan Bambang Pamungkas pada menit ke-81 menggunakan kaki kanan dan hanya menghasilkan sepak pojok. Dua menit kemudian giliran sundulan Fabiano yang mampu ditepis Agung.

Persija berusaha keras untuk mencetak gol kemenangan. Namun, tim besutan Iwan Setiawan itu gagal membobol gawang Persisam hingga laga usai.

Dengan hasil ini, Persija tetap di peringkat ketujuh klasemen sementara ISL dengan torehan 19 poin dari 12 laga. Sementara itu, Persisam naik satu peringkat ke posisi sembilan dengan 17 poin dari 13 pertandingan.

Susunan Pemain


Persija: Andritany Ardhiyasa; Ismed Sofyan, Fabiano Beltrame, Precious Emuejeraye, Leo Saputra; Johan Juansyah (Amarzukih, 38'), Hasim Kipuw (Rudi Setiawan, 63'), Robertino Pugliara, Ramdani Lestaluhu (Rahmat Affandi, 86'); Bambang Pamungkas, Pedro Javier.

Persisam: Agung Prasetyo; M Robby, Luc Owana Zoa, Supriyono, Diaz Angga (Arifiki Eka Putra, 76'); Akbar Rasid, Eka Ramdani, Fandi Mochtar; Yongky Aribowo (Srdjan Lopicic, 67'), Jerry Boima Karpeh, Christian Gonzales (Fajar Legian, 95').

Vivanews.

2/23/2012

Lini Depan Persija Terancam Tumpul

Striker Pedro Javier terancam absen saat Persija Jakarta bertemu Persisam Samarinda, Minggu, 25 Februari 2012. Pasalnya sampai saat ini, Pedro masih berkutat dengan cedera.

Pedro mengalami cedera saat membela Persija menghadapi Arema Indonesia, pekan lalu. Pagi tadi, pemain asal Paraguay itu bahkan harus dibawa ke rumah sakit untuk memeriksa kondisinya.

Pelatih Persija, Iwan Setiawan sangat mengkhawatirkan Pedro. Sebab, menurutnya, absennya Pedro cukup merugikan timnya saat menjamu Elang Borneo di Stadion Utama Gelora Bung Karno nanti.

"Dia absen latihan. Hari ini Pedro dibawa ke rumah sakit lantaran cederanya saat lawan Arema. Kami belum tahu bagaimana perkembangannya. Kata dokter dia cedera ligamen," kata Iwan.

Pedro merupakan salah satu striker andalan Persija saat ini. Bersama ikon Persija, Bambang Pamungkas, Pedro kerap menebar ancaman bagi barisan pertahanan lawan. Karena itu, absennya Pedro tentu menjadi kerugian yang bagi Macan Kemayoran meski masih memiliki stok striker seperti Rahmat Afandi dan Alan Marta.

"Kami akan lihat siapa yang paling siap untuk diturunkan melawan Persisam nanti. Tapi kami dari tim pelatih berharap Pedro bisa main pada saat laga kandang kami di Jakarta nanti," beber Iwan.

Persija bakal menjamu Persisam di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, saat kedua tim bertemu dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL) 2011-12. Laga yang renananya disiarkan langsung ANTV tersebut diprediksi bakal berjalan alot.

Vivanews.com

Ahmad Riyadh Bulat Tinggalkan PSSI

Klaim Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, yang mengatakan telah merangkul kembali Wakil Ketua Komite Banding, Ahmad Riyadh untuk tetap berada di PSSI, ternyata dibantah advokat asal Jawa Timur tersebut. Riyadh mengaku niat untuk mundur dari PSSI sudah bulat dan tidak bisa dicegah oleh siapapun.

Dalam jumpa pers di kantor PSSI sore tadi, Djohar mengatakan pihaknya menolak keputusan pengunduran diri Ahmad Riyadh. Alasannya, PSSI masih membutuhkan tenaga Riyadh. Djohar bahkan mengaku, PSSI telah berbicara dengan Riyadh, dan pengacara tersebut bersedia kembali bergabung.

"Soal saya mundur, kenapa dia harus menolak? Saya kira dia belum baca surat saya. Mungkin surat pengunduran diri saya belum sampai ke dia. Saya kemarin serahkan lewat sekjen PSSI. Yang pasti niat saya sudah bulat. Saya lebih baik mengurus klub dan SSB saja," kata Riyadh saat dihubungi, Rabu 22 Februari 2012.

Kepada VIVAbola, Riyadh mengaku memilih mengundurkan diri dari PSSI lantaran sudah tidak tahan dengan semerawutnya konflik sepakbola nasional. Terlepas dari itu semua, keputusannya untuk mundur juga didasari kekecewaanya terhadap kebijakan PSSI terkait Kongres Tahunan yang bakal digelar.

"Saya mau istirahat dulu. Saya tetap mundur dan menolak tawaran kembali ke PSSI. Tidak enjoy kerja di wilayah konflik," ujar Riyadh menambahkan.

Keputusan tersebut menurut Riyadh dinilainya merupakan jalan terbaik yang harus dilakukannya dalam kondisi PSSI yang seperti sekarang. Riyadh sendiri mengatakan, pilihannya untuk tetap berada di luar arena konflik merupakan salah satu sikap yang harus dihormati siapapun, termasuk oleh PSSI.

Riyadh sebelumnya telah mengirimkan surat pengunduran diri kepada Ketua Umum PSSI pada 21 Februari 2012 kemarin. Sebelum Riyadh, Ketua Badan Liga Indonesia (BLI), Harbiansyah Hanafiah, yang juga merupakan pentolan Kelompok 78, juga memilih mundur dari kepengurusan PSSI.

"Sepakbola ini kan seharusnya mencari teman, bukan mencari musuh. Kalau suasananya sudah kondisif lagi, saya siap kembali mengabdi untuk sepakbola Indonesia. Sungguh tidak enjoy bekerja di arena konflik seperti ini," tegas Riyadh.

Vivanews.com

2/21/2012

Kembali ke GBK, Persija Ladeni Persisam

Skuad Persija Jakarta bakal kembali beraksi di depan publik sendiri, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan. Setelah beberapa pertandingan home mereka digelar di luar Jakarta, tim berjuluk Macan Kemayoran itu akhirnya bakal menggelar laga kandang pertama mereka di Jakarta pada Minggu 26 Februari 2012 mendatang.

Persija dijadwalkan bertemu Persisam Samarinda dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL) 2011-12 pekan depan. Untuk laga tersebut, pihak panpel Persija telah melepas sebayak 35.000 lembar tiket, yang mulai dijual hari ini, Selasa 21 Februari 2012.

Media Officer Persija, Viola Kurniawati mengatakan, 35.000 tiket tersebut dilepas dengan harga variatif. Untuk kelas VVIP dijual Rp200.000, VIP Rp100.000, Kelas I Rp50.000, dan kategori Kelas II dijual Rp30.000. Untuk kelas VVIP dicetak sebanyak 200 lembar tiket, kelas VIV dicetak 2000 tiket, kategori kelas I sebanyak 4000 tiket, dan kategori kelas II dicetak 31.000 lembar.

Tiket-tiket tersebut hari ini sudah bisa didapatkan di Sekretariat Persija Jakarta yang berlokasi di Pintu VIII Sektor 15 SUGBK.

"Ini laga perdana Persija di Jakarta. Kami yakin antusiasme penonton pasti tinggi. Kami menyiapkan 35.000 lembar tiket yang sudah bisa didapatkan mulai hari ini. Sistem penjualan tiket dari jauh-jauh hari seperti ini bertujuan untuk memudahkan pembeli agar nanti tidak perlu antre, atau kena harga calo," ujar Viola.

Viola mengatakan, pihaknya memprediksi tiket-tiket tersebut bakalan ludes diserbu suporter. Pasalnya, laga Persija yang telah digelar di beberapa kota sebelumnya ternyata mampu menarik ribuan suporter setia mereka. Dengan menggelar laga di Jakarta, pihak panpel berharap seluruh pendukung Macan Kemayoran tersebut dapat membanjiri Senayan.

Vivanews.com

2/11/2012

Lawan Persela, Persija Akan 'Matikan' Gustavo

Pelatih Persija Jakarta, Iwan Setiawan, mengakui skuad Persela Lamongan yang bakal dihadapi anak asuhnya, Rabu 15 Februari 2012, tak bisa dipandang sebelah mata. Menurut Iwan, klub racikan pelatih Miroslav Janu itu kini menjadi kekuatan baru di kancah sepakbola nasional.

"Persela saat ini bukan lagi klub yang bisa dipandang sebelah mata. Kalau kami menyaksikan mereka main di televisi, mereka bermain sangat bagus dan enak dilihat. Kerja sama timnya jalan dan alur serangannya bagus. Ini membuktikan kualitas mereka juga bagus. Untuk itu kami tidak mau main-main," ujar Iwan.

Menurut Iwan, salah satu kunci permainan Persela terletak pada figur pemain Argentina, Gustavo Lopez. Gustavo adalah ruh bagi tim berjuluk Laskar Joko Tingkir tersebut. Iwan mengatakan, Gustavo merupakan salah satu pemain yang bakal mendapat perhatian khusus saat pertandingan nanti.

"Dia pemain bagus. Kami harus berhati-hati dengan kemampuannya di lini tengah tim Persela. Saat ini, statistik catatan pertemuan Persija yang unggul atas Persela tidak bisa menjadi patokan. Mereka bisa saja bermain bagus, dan kami harus siap untuk bisa mengatasinya," ucap Iwan.

Gustavo Lopez merupakan pemain Persela pada musim kompetisi 2006-07. Setelah satu musim bersama Laskar Joko Tingkir, pemain Argentina tersebut sempat melanglang buana ke beberapa klub El Savador seperti Alianza FC, Atletico Balboa, dan klub Puerto Rico, River Plate. Setelah satu musim bersama River Plate, Gustavo kembali ke Persela Lamongan.

Kewaspadaan terhadap pemain tersebut juga disampaikan pemain bertahan Persija, Fabiano Beltrame. Menurut dia, Gustavo Lopez memiliki naluri dalam mengacak-acak barisan belakang tim lawan.

"Dia pemain yang harus terus dikawal. Jangan memberikan celah sedikit pun baginya untuk bisa membawa bola ke daerah gawang," ujar Fabiano.

Vivanews.

2/08/2012

12 Suporter Dilarikan ke Rumah Sakit

Keributan antar penonton yang mewarnai jalannya laga Persija Jakarta vs Persipura Jayapura di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, sore tadi telah menimbulkan korban di kedua belah pihak. Sebelas pendukung Persija dan satu pendukung Persipura terpaksa dilarikan ke rumah sakit.

Korban dari The Jakmania sebagian besar dibawa ke rumah sakit Bethesda Lempuyangwangi, Yogyakarta. Menurut Novi petugas bagian pendaftaran rekam medis IGD Bethesda, rata-rata kobran mengalami luka di bagian kepala akibat terkena lemparan benda keras.

"Satu orang terjatuh dari tribun. Sekarang korban sudah dibawa pulang semua dan tidak ada yang dirawat inap," kata Novi.

Salah seorang pendukung Persipura, Cicilia Desi juga dirawat di rumah sakit Bethesda Lemputengwangi. Wanita berusia 20 tahun ini terluka setelah terkena batu saat hendak kerusuhan terjadi.

Sementara itu, dua Jakmania lainnya juga mendapat perawatan di Rumah Sakit Bethesda Jl Soedirman, Yogyakarta. Keduanya sama-sama menderita luka di bagian kepala akibat terkena lemparan batu.

"Kepala saya bocor terkena lemparan batu," kata salah seorang suporter Persija saat ditemui di rumah sakit. Ahmad mengaku akan kembali ke Jakarta, besok, Kamis, 8 Februari 2012. "Besok kami pulang naik kereta."

Kericuhan yang terjadi pada laga Persija vs Persipura terjadi lima menit sebelum laga usai. Saat itu tim berjuluk Mutiara Hitam ketinggalan 0-1 lewat gol Bambang Pamungkas pada menit ke-44.

Saat laga masih berlangsung, pendukung Persipura tiba-tiba menghampiri tribun Timur yang ditempati pendukung Persija. Situasi semakin memanas saat pendukung Persipura mulai mengejar dan melempari The Jakmania yang ada di tribun. Jakmania terdesak ke arah Selatan dan sebagian melompati tribun untuk menyelamatkan diri. Sebagian lagi mulai terpancing untuk membalas lemparan.

Pihak keamanan yang sudah dipersiapkan sejak awal terlihat kewalahan untuk meredakan keributan. Untuk mencegah jatuhnya korban yang lebih banyak, pihak kepolisian pun memisahkan kedua suporter. Jakmania diminta tinggal di dalam stadion sampai situasi mereda.

Korban Luka Akibat Keributan

Pendukung Persija : Fendi Fradana, Rizki Saptiawan, Rieke Hidayat, Rivai Surjo, Kuntoro, Ramadan Syah, Muhammad Akil, Indra S, Budi hasanudin, Ahmad Yani, dan Dimas

Pendukung Persipura : Cicilia Desi

Vivanews.com

2/07/2012

Bepe: Hari Ini Kita Menang, Maka Tersenyumlah

Para pemain Persija Jakarta mencoba menenangkan para pendukungnya yang tertahan di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta. Kapten Timnas Macan Kemayoran, Bambang Pamungkas meminta agar The Jakmania bersedia mengikuti instruksi dari pihak keamanan.

Keributan yang mewarnai jalannya duel Persija vs Persipura sore ini masih belum mereda. Untuk mencegah jatuhnya korban yang lebih banyak, pihak keamanan memutuskan untuk mengisolasi pendukung Persija di dalam stadion. Mereka dikumpulkan di tribun selatan.

Tim Persija yang baru saja memetik kemenangan atas Persipura juga datang untuk menenangkan para pendukungnya. Pihak manajamen juga menjamin akan membantu korban yang terluka dari pihak Jakmania.

"Hari ini kita menang, maka tersenyumlah," kata Bepe kepada The Jakmania. "Yang perlu teman-teman ketahui adalah, sepakbola adalah untuk persahabatan. Saya minta teman-teman ikut instruksi pihak kepolisian. Semoga selamat sampai Jakarta," lanjutnya.

Keributan suporter pada laga Persija vs Persipura pecah lima menit sebelum laga usai. Pendukung Persipura yang marah turun dari tribun dan melempari pendukung Persija di tribun Timur. The Jakmania yang terdesak mencoba menyelamatkan diri ke sisi Selatan. Sebagian mulai membalas lemparan supoter Persipura.

Pihak keamanan terlihat kesulitan untuk meredam keributan ini. Bahkan salah seorang polisi yang bertugas juga terluka akibat lemparan batu. Pantauan VIVAbola, dua The Jakmania harus dilarikan ke rumah sakti dalam kondisi tak sadarkan diri. Sedangkan seorang pendukung Persipura dan dua penonton lainnya terluka. Mereka kini dirawat di ruang VVIP stadion.

vivanews.com

Duel Persija vs Persipura Diwarnai Keributan

Pertandingan Persija Jakarta vs Persipura Jayapura di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Selasa, 7 Februari 2012 diwarnai keributan suporter kedua tim. Insiden ini telah menimbulkan korban luka di pihak suporter dan aparat kepolisian.

Keributan terjadi lima menit sebelum pertandingan usai. Pantauan VIVAbola di lapangan, insiden ini bermula saat pendukung Persipura turun melempari suporter Persija, The Jakmania yang berada di tribun Timur. Jakmania yang terdesak lalu berusaha menyelamatkan diri ke arah Selatan. Aparat keamanan yang berjaga tak mampu meredam aksi lempar batu tersebut. Bahkan salah seorang polisi yang bertugas terkena lemparan batu. Kasat Intel Polresta Yogyakarta, Sigit Hariyadi terluka di bagian kepala dan kini dirawat di ruang VIP stadion Mandala Krida, Yogyakarta. Dua orang The Jakmania juga terluka dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Kerusuhan yang terjadi di pinggir lapangan tak membuat pertandingan Persija vs Persipura berhenti. Persija akhirnya berhasil memenangkan laga dengan skor 1-0 lewat gol penalti Bambang Pamungkas pada menit ke-44.

vivanews.com

2/02/2012

Persija Sudah Siap Hadapi Persiwa

Persija Jakarta sudah siap menghadapi Persiwa Wamena dalam lanjutan Liga Super Indonesia (ISL), Jumat, 3 Februari 2012. Pagi tadi, Persija menggelar persiapan terakhir di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta yang menjadi arena duel.

Persija memang untuk sementara tidak bisa menggunakan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta. Renovasi terhadap rumput yang belum rampung memaksa tim berjuluk Macan Kemayoran ini untuk sementara pindah kandang ke Yogyakarta.

"Pagi tadi kami telah melakukan uji coba lapangan di Stadion Mandala Krida dan pemain dalam kondisi siap tempur," kata Pelatih Persija, Iwan Setiawan, Rabu, 2 Februari 2012.

Iwan berharap timnya tidak menyia-nyiakan laga lawan Persiwa. Sebab bagi Iwan, hasil pertandingan nanti akan berpengaruh pada mental bertanding timnya saat bertemu tim asal Papua lainnya, Persipura Jayapura, Selasa, 7 Februari 2012.

"Kemenangan akan membangkitkan kembali semangat para pemain setelah kalah dengan Persib Bandung. Kemangan dari Persiwa Wamena menjadi modal awal menjamu Persipura tanggal 7 Februari mendatang," kata mantan pelatih PSMS Medan tersebut.

Mengenai kekuatan lawan, Iwan juga sudah punya gambaran yang cukup. Menurut Iwan, Badai Pegunungan--julukan Persiwa-- merupakan tim yang memiliki kolektivitas yang bagus dan punya mental bertanding yang tinggi. Para pemainnya tidak gampang menyerah.

"Yang perlu kami waspadai adalah permainan kolektif dari Persiwa yang tidak mudah dirusak lawan. Hal kedua ini juga patut kita waspadai. Dengan semangat yang tinggi dan kolektifitas ini mereka mampu berada di klasemen atas."

Bepe Dikerubutin Penggemar
Sementara itu, latihan Persija di Stadion Mandala Krida tak luput dari perhatian para penggemarnya, The Jakmania. Mereka dengan setia menyaksikan latihan Macan Kemayoran yang digelar sejak pukul 07.00 WIB hingga 08.30 WIB. Usai latihan, sebagian dari penggemar Macan Kemayoran menyempatkan diri untuk menghampiri pemain idolanya, Bambang Pamungkas. Mereka bergantian meminta tanda tangan dan foto bersama dengan Bepe.

Vivanews.com

1/23/2012

Persija Nodai Debut RD Bersama Pelita Jaya

Persija Jakarta berhasil membawa pulang tiga poin dalam partai lawatannya ke Stadion Manahan Solo, Senin 23 Januari 2012. Menghadapi Pelita Jaya FC, Macan Kemayoran berhasil menang dengan skor 2-0.

Dengan hasil ini, Persija berhasil merangsek ke papan atas klasemen sementara. Bambang Pamungkas dan kawan-kawan kini nangkring di peringkat enam dengan torehan 13 poin dari enam pertandingan.

Sedangkan Pelita berada di posisi 9 dengan torehan 11 poin dari sembilan pertandingan. Kekalahan ini juga menodai debut Rahmad Darmawan atau yang akrab disapa RD sebagai pelatih baru Pelita Jaya.

Sejak awal pertandingan kedua tim langsung memperagakan permainan terbuka. Namun tim tamu Persija mampu membuat kejutan di awal pertandingan ini. Tim berjuluk Macan Kemayoran ini berhasil unggul 0-1 saat pertandingan baru memasuki menit ke-5.

Berawal dari sebuah tendangan bebas dari Octavianus di sisi kiri pertahanan Pelita, bola justru mengenai Safee Sali dan tanpa ampun bola menjebol gawang kiper Pelita, I Made Wardana. Persija sementara unggul 0-1 atas Pelita Jaya.

Tertinggal, Pelita yang dimotori Safee Sali dan Alexander Bajevski mencoba membalas. Namun beberapa peluang yang diperoleh Pelita Jaya selalu berbuah kegagalan karena kurang tenang dalam penyelesaian. Peluang terbaik Pelita didapat Bajevski pada menit 34.

Namun sayangnya Bajevski yang telah berdiri bebas menerima umpan Engelbert Sani gagal memanfaatkan peluang emas itu. Bajevski kurang sempurna menyepak bola yang akhirnya bola melenceng jauh dari sasaran. Skor 0-1 untuk keunggulan Persija ini akhirnya bertahan hingga turun minum.

Pada babak kedua, Persija rupanya tetap tak merubah strategi dengan meladeni permainan terbuka Pelita meski telah unggul. Bahkan, Persija kembali menyuguhkan mimpi buruk bagi Pelita.

Hasilnya, pada menit 56, Persija kembali berhasil menjebol gawang Pelita lewat gol tandukan Pedro Javier dengan memanfaatkan sepak pojok Ismed Sofyan. Pedro sukses memenangkan duel dengan Victor Igbonefo dan ini menjadi gol kedua pedro.

Pelita sebenarnya tetap menciptakan beberapa peluang emas termasuk lewat tendangan keras Bajevski di dalam kotak penalti. Namun bola masih dapat diantisipisai kiper Persija, Galih Sudaryono.

Meski Pelita Jaya sempat mendominasi pada 10 menit sebelum bubaran, namun hingga pertandingan usai skor 0-2 untuk keunggulan Persija tidak berubah.

Susunan Pemain:
Pelita:
I Made Kadek Wardana (GK), Victor Igbonefo, Stanislav, Edi Hafid Murtado, Ruben Sanadi, Egi Melgiansyah, Joko Sasongko, Engelbert Sani, John Tarkpor, Bajevski, Safee Sali (c)

Persija:
Galih Sudaryono (GK), Ismed Sofyan, Leo Saputra, Fabiano Beltrame, Precious, Amarzukih, Robertino Pugliara, Ramdani Lestaluhu, Octavianus, Bambang Pamungkas (c), Pedro Javier.

Vivanews.com

1/10/2012

Lawan PSPS, Persija Bakal Tampil Full Team

Bek sayap Persija Jakarta Ismed Sofyan optimistis timnya mampu mencuri poin di kandang PSPS Pekanbaru, 15 Januari 2012. Pasalnya, Macan Kemayoran bakal tampil dengan kekuatan penuh pada lanjutan Liga Super Indonesia (ISL) 2011-12 nanti.

Persija sampai saat ini masih berada di posisi kesepuluh klasemen ISL 2011-12. Dengan mengantongi tujuh poin dari empat laga, Persija masih butuh perjuangan keras untuk mendaki hingga puncak klasemen yang saat ini masih dikuasai Sriwijaya FC.

Pekan depan, Persija akan bertandang ke kandang PSPS Pekanbaru. Menurut Ismed, ini merupakan momen bagi timnya untuk mendulang poin meski grafik penampilan tuan rumah PSPS sedang meningkat.

"Beberapa pemain kami sudah kembali bisa diturunkan. Sebelumnya memang ada yang terkena kartu merah dan akumulasi kartu. Pertandingan besok kami sudah bisa full team. Peluang mencuri kemenangan juga terbuka," ujar Ismed, Selasa, 10 Januari 2012.

Selain ditopang amunisi yang lengkap, Persija juga tertolong oleh masa persiapan yang cukup panjang. Dengan demikian, pelatih Macan Kemayoran, Iwan Setiawan, memiliki waktu yang cukup untuk mengasah kembali kemampuan punggawa-punggawanya.

"Beberapa hari ini kami fokus untuk barisan belakang. Setelah itu dalam agenda latihan kami juga akan membenahi barisan depan, bagaimana penyelesaian akhir atau finishing touch. Masih ada waktu mempertajam tim sebelum ke Riau," beber Ismed.

Vivanews.com
-----------------------------------------------------------------
This Blog is @2008-2011 MULTI ETNIS Outlet Production

jakmania-utankayu.blogspot.com
Persija ampe mati..
-----------------------------------------------------------------