Popular Posts

Showing posts with label Iwan Setiawan. Show all posts
Showing posts with label Iwan Setiawan. Show all posts

3/04/2012

Kemenangan Persija Buah Spekulasi Iwan Setiawan

Persija Jakarta berhasil meraih tiga poin penting setelah menundukkan Persiba Balikpapan dengan skor meyakinkan, 4-0, dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL) di Stadion Utama GBK.

Kemenangan Bambang Pamungkas cs tak lepas dari spekluasi sang pelatih, Iwan Setiawan, yang merubah pola permainan. Rencana Iwan pun ampuh. Setelah hanya bermain imbang dalam dua laga berturut-turut, Macan Kemayoran berhasil meraup angka penuh saat menghadapi Persiba. Mereka pun kini mengoleksi 23 poin dan bertengger di posisi 6 klasemen sementara ISL.

"Saya berspekulasi hari ini. Kami bermain dengan 4-4-2. Saya berhitung, Bepe biasanya main di second striker, jadi dia harus fokus holding midfielder lawan jika bertahan. Tapi hari ini saya tugaskan Bepe sebagai pencetak gol," katanya usai pertandingan, Minggu (4/3/2012).

"Dan ternyata spekulasinya berhasil. Alhamdulillah akhirnya dengan segala usaha dan kerja keras kami berhasil menggapai poin penuh, setelah dengan susah payah di dua pertandingan kami kehilangan empat poin," imbuhnya.

Perubahan dilakukan bukan tanpa alasan. Absennya Octavianus dan Precious memaksa Iwan untuk melakukan improvisasi permainan.

Meski menang besar, Iwan mengaku belum yakin formasi 4-4-2 kembali bisa dimainkan pada laga selanjutnya melawan Gresik United pada (12/3/2012) mendatang.

"Sebenarnya saya ketar-ketir karena menurut saya banyak celah. Seperti menit-menit awal, Persiba sebenarnya banyak peluang. Karena itu apakah ke depan kami akan mengambil formasi ini, kami akan pelajari dulu dalam rekaman pertandingan," beber Iwan.

"Kami masih punya delapan hari untuk melawan Gresik United," pungkasnya.

Dengan kemenangan ini, Persija menggeser Persib Bandung (21 poin) di posisi keenam klasemen sementara dengan 23 poin. Sementara Persiba Balikpapan tetap berada di urutan kedelapan dengan raihan 18 poin.

Tribunnews.com

2/27/2012

Manajemen Persija Coba Bujuk Iwan Setiawan

Ketua Umum Persija Jakarta, Ferry Paulus terkejut dengan putusan mendadak pelatihnya, Iwan Setiawan. Pelatih Macan Kemayoran itu memutuskan mundur usai Persija ditahan imbang Persisam Samarinda, kemarin malam.

Ferry mengatakan bakal membicarakan kembali persoalan itu dengan Iwan. Menurut Ferry, putusan mengejutkan Iwan itu diambil saat ia dalam kondisi emosi. Ferry berharap semua persoalan bisa diselesaikan dengan kepala dingin.

"Saya pikir saya harus bicara dulu sama beliau. Karena memang suasananya masih kurang bagus, masih ada emosional segala macem. Kita tunggu saja," kata Ferry.

Ferry mengatakan, Iwan tidak pernah membicarakan putusan untuk mundur itu sebelumnya. Hubungan antar pelatih dan klub, juga diakui Ferry tidak pernah ada masalah. Ferry bahkan mengaku puas dengan kinerja pelatih asal Aceh itu.

"Belum ada pembicaraan sebelumnya. Sama sekali tidak pernah," kata Ferry heran. Meski demikian, Ferry mengatakan manajemen Persija masih akan berupaya mempertahankan Iwan.

"Manajemen tentunya masih ingin mempertahankan Iwan. Kalau kita melihat perjalanan Persija di bawah Iwan sekarang, itu masih oke.


Vivanews.com

Emosi, Pelatih Persija Tantang Wasit Berduel

Pelatih Persija Jakarta, Iwan Setiawan, terpancing emosinya saat berpapasan dengan wasit Djumadi Effendi. Iwan bahkan menantang wasit untuk berduel.

Kejadian ini terjadi saat keduanya berpapasan di lorong menuju pintu keluar Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Minggu malam, usai Persija ditahan imbang tamunya, Persisam Putra Samarinda.

Menganggap wasit tidak adil dalam memimpin pertandingan, pelatih Persija itu lantas mengejar Djumadi hingga sang wasit masuk ke mobil. Iwan lantas mencoba untuk ikut masuk ke dalam mobil yang akan membawa rombongan wasit ke hotel tempat mereka menginap.

Sambil kembali mempertanyakan kinerja sang wasit, pelatih yang sempat menimba ilmu di Belanda itu berusaha mengajak Djumadi keluar mobil. "Djum sini kamu, keluar! Kita buka baju, kita berantem secara jantan," teriak Iwan sambil mencoba masuk ke dalam mobil.

Upaya Iwan tersebut lantas dilerai sejumlah orang, termasuk Sekretaris Tim Persija, Fery Indra Syarief, pelatih kiper, Haryono, dan beberapa official Persija.

Iwan memang sedang kesal dengan kepemimpinan Djumadi yang memimpin laga Persija Jakarta vs Persisam Samarinda, Minggu 26 Februari 2012. Wasit asal Malang, Jawa Timur itu dianggap Iwan tidak berlaku adil. Iwan bahkan menuduh praktik mafia wasit di kancah Indonesia Super League (ISL) masih berjalan.

Pelatih yang memutuskan mundur dari Persija tersebut semakin emosi setelah beberapa orang melerainya untuk tidak berbuat nekad. Meski telah dipegangi dan dilerai beberapa orang, namun Iwan tetap merangsek dan berupaya menggapai Djumadi yang berada di dalam mobil.

Meski mobil yang membawa Djumadi akhirnya meluncur, namun Iwan sendiri tetap memaksa untuk mengejar. Aksi emosional Iwan tersebut disaksikan sejumlah wartawan media cetak dan televisi. "Sudah bang Iwan, istighfar. Tidak enak ada kamera," ujar salah seorang yang ikut melerai dan menenangkan Iwan.

"Biar saja semua orang melihat kejadian ini. Biar semua orang tahu mafia wasit masih ada. Coba nanti kita lihat apa yang dilakukan PT Liga," teriak Iwan sembari berusaha keluar dari sergapan beberapa temannya yang melerai.

Atur Skor

Sebelum kejadian di pintu merah, tempat para pemain keluar stadion tersebut, Iwan sempat bercerita ke beberapa media mengenai kekecewaannya terhadap kinerja wasit. Iwan mengatakan, saat ini kompetisi sepakbola tak jauh berbeda dengan masa lalu. Pengaturan skor maupun suap wasit, masih terjadi.

"Pada saat saya melatih Persikabo, dan main di Bekasi, wasit Djumadi ini yang kurang ajar. Pada saat itu waktu tambahan harusnya 4 menit, ternyata sampai 12 menit baru pertandingan di hentikan," ujar Iwan dengan nada kecewa.

Vivanews.com

2/26/2012

Iwan Mundur dari Pelatih Persija Karena Merasa Dicurangi

Pelatih Persija Jakarta, Iwan Setiawan mundur dari jabatannya sesaat setelah laga Macan Kemayoran melawan Persisam Samarinda dalam lanjutan kompetisi Indonesia Super League (ISL) di Stadion Utama GBK, Minggu (26/2/2012).

Kepada wartawan ia menegaskan, sikap yang diambil tak lepas dari anggapannya di mana sepak bola Indonesia masih diiringi oleh sikap ketidakjujuran. "Hari ini dengan berat hati saya akan mundur dari pelatih Persija karena ada ketidakjujuran dalam sepak bola di Indonesia," katanya lalu bergegas meninggalkan ruangan konferensi pers, Minggu.

Ia mengatakan, hal yang paling disoroti adalah kepemimponan wasit Jumadi dalam laga Persija kontra Persisam. Menurutnya, Jumadi dinilai tidak jujur.

Sejak babak pertama, Iwan menengarai kepemimpinan Jumadi menunjukkan sikap tidak sportif."Bahkan usai babak pertama saya menemui wasit Jumadi dan saya meminta agar dia jujur. Tapi sampai pertandingan selesai Jumadi tidak jujur," ujarnya.

Iwan awalnya bukanlah pelatih Persija. Dia diangkat menjadi Direktur Tehnik di Persija (PT Persija Jakarta Jaya). Alhasil, saat itu, ia pun terbang ke Singapura untuk menemui Dejan Glucevic dan meminta untuk melatih Persija. Akan tetapi, ia menolak karena adanya dualisme kompetisi di Indonesia, yakni ISL dan IPL.

Mendapat kenyataan tersebut. Ferry Paulus selaku Ketua Umum Persija langsung meminta kepada Iwan agar mengarsiteki Bambang Pamungkas cs. Akan tetapi, awalnya Iwan menolak permintaan tersebut karena ingin berkonsentrasi sebagai Direktur Tehnik karena masih trauma dengan sikap "kotor" dalam persepakbolaan Indonesia itu.

Namun belakangan Iwan mau menerima tawaran tersebut karena kondisi tim yang belum mendapat pelatih. Terlebih Ferry Paulus mengatakan kompetisi musim ini akan lebih jujur.

"Dan karena saya juga merupakan bagian dari Persija, akhirnya saya menerima," ungkap Iwan.

"Apa yang menjadi kendala di bawah PT Liga Indonesia adalah ketidakjujuran seperti pengaturan skor dan saya yakin tahun ini tidak ada," tandasnya.

"Tapi hari ini saya sangat kecewa. Bahkan saya mengatakan kepada Jumadi jika saya yang salah saat menyaksikan tayangan ulang di TV, saya akan langsung telepon dia dan meminta maaf. Tapi sampai akhir pertandingan beliau tidak jujur. Itu sudah merusak cita-cita orang yang ingin menegakkan kejujuran dalam persepakbolaan Indonesia," tegasnya.

Lebih lanjut Iwan mengaku kerap membuat sensasi. Misalnya, salah satu pelatih yang paling sering dikena skorsing. Atau pelatih yang selalu menggunakan baju koko (taqwa) setiap memimpin laga Persija.

"Walaupun saya orang kecil, mudah-mudahan bisa membawa perubahan di sepak bola, dalam kompetisi ini mungkin saya paling banyak pake baju koko. Kenapa, saya mau sepak bola jujur, malu kalau tidak jujur. Ini baju buat Sholat," sergah Iwan yang telah memegang Lisesnsi A kepelatihan sejak usia 28 tahun dan pernah belajar di KNVB itu.

Tribunnews.com

2/23/2012

Lini Depan Persija Terancam Tumpul

Striker Pedro Javier terancam absen saat Persija Jakarta bertemu Persisam Samarinda, Minggu, 25 Februari 2012. Pasalnya sampai saat ini, Pedro masih berkutat dengan cedera.

Pedro mengalami cedera saat membela Persija menghadapi Arema Indonesia, pekan lalu. Pagi tadi, pemain asal Paraguay itu bahkan harus dibawa ke rumah sakit untuk memeriksa kondisinya.

Pelatih Persija, Iwan Setiawan sangat mengkhawatirkan Pedro. Sebab, menurutnya, absennya Pedro cukup merugikan timnya saat menjamu Elang Borneo di Stadion Utama Gelora Bung Karno nanti.

"Dia absen latihan. Hari ini Pedro dibawa ke rumah sakit lantaran cederanya saat lawan Arema. Kami belum tahu bagaimana perkembangannya. Kata dokter dia cedera ligamen," kata Iwan.

Pedro merupakan salah satu striker andalan Persija saat ini. Bersama ikon Persija, Bambang Pamungkas, Pedro kerap menebar ancaman bagi barisan pertahanan lawan. Karena itu, absennya Pedro tentu menjadi kerugian yang bagi Macan Kemayoran meski masih memiliki stok striker seperti Rahmat Afandi dan Alan Marta.

"Kami akan lihat siapa yang paling siap untuk diturunkan melawan Persisam nanti. Tapi kami dari tim pelatih berharap Pedro bisa main pada saat laga kandang kami di Jakarta nanti," beber Iwan.

Persija bakal menjamu Persisam di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, saat kedua tim bertemu dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL) 2011-12. Laga yang renananya disiarkan langsung ANTV tersebut diprediksi bakal berjalan alot.

Vivanews.com

2/11/2012

Lawan Persela, Persija Akan 'Matikan' Gustavo

Pelatih Persija Jakarta, Iwan Setiawan, mengakui skuad Persela Lamongan yang bakal dihadapi anak asuhnya, Rabu 15 Februari 2012, tak bisa dipandang sebelah mata. Menurut Iwan, klub racikan pelatih Miroslav Janu itu kini menjadi kekuatan baru di kancah sepakbola nasional.

"Persela saat ini bukan lagi klub yang bisa dipandang sebelah mata. Kalau kami menyaksikan mereka main di televisi, mereka bermain sangat bagus dan enak dilihat. Kerja sama timnya jalan dan alur serangannya bagus. Ini membuktikan kualitas mereka juga bagus. Untuk itu kami tidak mau main-main," ujar Iwan.

Menurut Iwan, salah satu kunci permainan Persela terletak pada figur pemain Argentina, Gustavo Lopez. Gustavo adalah ruh bagi tim berjuluk Laskar Joko Tingkir tersebut. Iwan mengatakan, Gustavo merupakan salah satu pemain yang bakal mendapat perhatian khusus saat pertandingan nanti.

"Dia pemain bagus. Kami harus berhati-hati dengan kemampuannya di lini tengah tim Persela. Saat ini, statistik catatan pertemuan Persija yang unggul atas Persela tidak bisa menjadi patokan. Mereka bisa saja bermain bagus, dan kami harus siap untuk bisa mengatasinya," ucap Iwan.

Gustavo Lopez merupakan pemain Persela pada musim kompetisi 2006-07. Setelah satu musim bersama Laskar Joko Tingkir, pemain Argentina tersebut sempat melanglang buana ke beberapa klub El Savador seperti Alianza FC, Atletico Balboa, dan klub Puerto Rico, River Plate. Setelah satu musim bersama River Plate, Gustavo kembali ke Persela Lamongan.

Kewaspadaan terhadap pemain tersebut juga disampaikan pemain bertahan Persija, Fabiano Beltrame. Menurut dia, Gustavo Lopez memiliki naluri dalam mengacak-acak barisan belakang tim lawan.

"Dia pemain yang harus terus dikawal. Jangan memberikan celah sedikit pun baginya untuk bisa membawa bola ke daerah gawang," ujar Fabiano.

Vivanews.

1/23/2012

Iwan Setiawan: Saya Orang Paling Berbahagia Di Dunia

Hasil positif didapat pasukan Persija ISL di bawah asuhan pelatih Iwan Setiawan dalam lanjutan kompetisi Superliga Indonesia lawan Pelita Jaya di Stadion Manahan Kota Solo, Senin (23/1) sore WIB. Dalam laga tersebut, Persija mampu menumbangkan Safee Saly dan kawan-kawan dengan skor 2-0.

Kepada wartawan usai pertandingan, mantan pelatih Persijatim Solo FC ini mengaku sangat bergembira dan mungkin orang yang paling bahagia di dunia. "Saya hari ini norak, karena kenapa? Saya adalah orang yang paling bergembira di dunia ini," kata sang pelatih.
Iwan memberikan alasan yang unik ketika ditanya tentang kebahagiaan tersebut, yaitu telah mengalahkan mantan pelatih timnas U-23 Rahmad Darmawan. "Semua pelatih di liga terbaik di Indonesia sudah saya kalahkan, dan saya bersyukur sekali," kata Iwan.

Selain itu, Iwan mengakui kemenangan ini adalah berkat kerjasama yang dilakukan semua pemain Persija dari semua lini. "Saya berterima kasih kepada anak-anak kami, karena mereka telah berjuang keras, sehingga mampu megalahkan tim Pelita Jaya," sambung Iwan.

Dengan kemenangan ini, Persija berada di atas angin untuk menatap laga selanjutnya.

Goal.com
-----------------------------------------------------------------
This Blog is @2008-2011 MULTI ETNIS Outlet Production

jakmania-utankayu.blogspot.com
Persija ampe mati..
-----------------------------------------------------------------