Komite Penyelamat Sepakbola Nasional (KPSI) yang berisikan mayoritas anggota PSSI akan mengupayakan pemain-pemain yang berada di klub Superliga Indonesia (ISL) kembali masuk ke tim nasional Indonesia.
Ketua KPSI, Toniy Apriliani menyatakan semua pemain sepakbola yang berwarganegara Indonesia berhak menjadi pemain timnas. Ia bahkan mengklaim mendapatkan dukungan Menpora terkait hal tersebut.
Semua pemain mempunyai kesempatan yang sama untuk memperkuat timnas. Menpora juga mendukung. Jadi kami akan mengupayakannya," ujar Tony.
Seperti yang diketahui, saat ini PSSI melarang pemain ISL memperkuat timnas dan hanya memanggil pemain-pemain yang tampil di kompetisi Indonesian Premier League (IPL) guna memperkuat timnas di semua level usia yaitu timnas U-21, U-23 dan timnas senior.
Tony menilai pelarangan tersebut tidak berdasar, apalagi Malaysia masih tetap memanggil Safee Sali untuk memperkuat timnas mereka meskipun dia berstatus pemain Pelita Jaya yang berkompetisi di ISL.
"Seperti FAM (federasi sepak bola Malaysia) memanggil Safee Sali yang saat ini bermain di Pelita Jaya. Berarti tetap bisa memperkuat timnas. Yang jelas tidak ada kata terlambat bagi PSSI untuk memanggil pemain ISL," katanya.
Goal.com
Popular Posts
-
Sepekan sebelum Liga Super Indonesia (LSI) 2009/2010 digelar, Persija Jakarta belum juga mendapatkan kepastian home ground. Pasalnya, Stadio...
-
Persija Jakarta versi Bambang Sucipto yang tampil di Indonesian Premier League (IPL) memilih menjauh dari ibukota. Pilihan tersebut ditempu...
-
Partai Uji Coba 31 / 10 / 09 PERSIJA vs PERSITA Lap. Mabes TNI Cilangkap Persija.. Kebanggan Ibu Kota !!
Showing posts with label Toni Apriliani. Show all posts
Showing posts with label Toni Apriliani. Show all posts
2/07/2012
1/03/2012
KPSI & PSSI Berkantor di Gelora Bung Karno
Ketua Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) Tony Apriliani, menegaskan pihaknya tidak akan mengambil alih kantor PSSI di Senayan, Jakarta. Menurutnya, KPSI hanya menempati salah satu ruangan di lokasi yang tak jauh dari PSSI.
Sebelumnya Anggota Komite Eksekutif PSSI, Roberto Rouw, mengatakan, KPSI akan mengambil alih kantor PSSI mulai Senin, 2 Januari 2012. Namun hal ini diklarifikasi oleh Toni.
"Siapa yang bilang begitu? Saya enggak pernah bilang seperti itu. Yang benar kami berkantor di wilayah di sekitar PSSI. Semua sudah siap," ujar Toni saat dihubungi wartawan.
KPSI sendiri rencananya mulai berkantor di Senayan hari ini. Selanjutnya, KPSI akan bekerja sesuai agenda, yakni mengambil alih peranan dan tugas PSSI sembari mempersiapkan digelarnya Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Surabaya, 6 Maret nanti.
Menurut Toni, pihaknya segera menjalankan roda organisasi sesuai amanat mayoritas anggota PSSI. Seperti diketahui, sebanyak 452 dari total 583 anggota PSSI, baik dari klub maupun Pengprov sepakat untuk mencabut mandat mereka dari kepengurusan PSSI Djohar Arifin Husin, dan menyerahkannya pada KPSI.
Setelah kepengurusan saat ini demisioner, KPSI sebagai pengganti sementara kepengurusan PSSI akan mempersiapkan Kongres Tahunan PSSI pada 21 Januari mendatang di Bandung, Jawa Barat. Agenda pokok kongres tersebut adalah memilih Komite Pemilihan, serta Komite Banding Pemilihan.
Sementara itu, puluhan orang berkaos hitam sudah terlihat berjaga di kantor PSSI sejak pagi tadi. Mereka mengaku berasal dari Tanah Abang. Pada baju yang dikenakan tertulis SATGAS
"Kami dari Tanah Abang. Ini semua anak-anak dari Tanah Abang. Kami pernah jaga di sini sebelum tahun baru dan sekarang diminta jaga di sini lagi. Belum tahu sampai kapan," ujar salah seorang di antaranya saat ditemui VIVAnews.
Vivanews.com
Sebelumnya Anggota Komite Eksekutif PSSI, Roberto Rouw, mengatakan, KPSI akan mengambil alih kantor PSSI mulai Senin, 2 Januari 2012. Namun hal ini diklarifikasi oleh Toni.
"Siapa yang bilang begitu? Saya enggak pernah bilang seperti itu. Yang benar kami berkantor di wilayah di sekitar PSSI. Semua sudah siap," ujar Toni saat dihubungi wartawan.
KPSI sendiri rencananya mulai berkantor di Senayan hari ini. Selanjutnya, KPSI akan bekerja sesuai agenda, yakni mengambil alih peranan dan tugas PSSI sembari mempersiapkan digelarnya Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Surabaya, 6 Maret nanti.
Menurut Toni, pihaknya segera menjalankan roda organisasi sesuai amanat mayoritas anggota PSSI. Seperti diketahui, sebanyak 452 dari total 583 anggota PSSI, baik dari klub maupun Pengprov sepakat untuk mencabut mandat mereka dari kepengurusan PSSI Djohar Arifin Husin, dan menyerahkannya pada KPSI.
Setelah kepengurusan saat ini demisioner, KPSI sebagai pengganti sementara kepengurusan PSSI akan mempersiapkan Kongres Tahunan PSSI pada 21 Januari mendatang di Bandung, Jawa Barat. Agenda pokok kongres tersebut adalah memilih Komite Pemilihan, serta Komite Banding Pemilihan.
Sementara itu, puluhan orang berkaos hitam sudah terlihat berjaga di kantor PSSI sejak pagi tadi. Mereka mengaku berasal dari Tanah Abang. Pada baju yang dikenakan tertulis SATGAS
"Kami dari Tanah Abang. Ini semua anak-anak dari Tanah Abang. Kami pernah jaga di sini sebelum tahun baru dan sekarang diminta jaga di sini lagi. Belum tahu sampai kapan," ujar salah seorang di antaranya saat ditemui VIVAnews.
Vivanews.com
1/02/2012
KPSI Segera Tuntaskan Dualisme Persija
Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) berjanji akan menyelesaikan dualisme kepemilikan Persija Jakarta dan klub lain yang memiliki persoalan serupa. Menurut Ketua KPSI, Tony Apriliani, dalam penyelesaian sengketa ini, KPSI berjanji akan bersikap adil dan bijaksana.
"Penyelesaian persoalan klub-klub itu memang menjadi konsen kami di KPSI. Saya sendiri menganggap persoalan dualisme di klub ini timbul lantaran hilangnya rasa keadilan dan kejujuran. Misalnya Persija, kita semua tahu Persija mana yang sejak tahun-tahun sebelumnya main di liga. Sekarang tiba-tiba ada Persija baru, dan itu yang dianggap sah. Ini kan aneh," ujar Tony, Minggu 1 Januari 2011.
Senada dengan Tony, anggota KPSI yang juga Ketua Pengprov PSSI DKI Jakarta, Hardi Hasan juga bertekad untuk segera menuntaskan persoalan tersebut. Hardi mengatakan, KPSI dalam kerangka pembentukannya adalah untuk meluruskan PSSI dari segala sesuatu yang dirasa melenceng akibat kepengurusan Djohar Arifin Husin.
"Soal Persija, kami akan kembalikan sesuai semula, menyerahkan pada kubu yang paling berhak. Persija yang ada Bambang Pamungkas, itu yang seharusnya diakui, bukan yang lain. Adanya pengakuan Persija lain tentu mencederai seluruh warga Jakarta. Kedepan, kami akan kembalikan kepada yang berhak," ujar Hardi.
Hardi menambahkan, kerangka berpikir KPSI saat ini adalah mengacu pada amanat Kongres PSSI Bali, dan akan membuat seluruhnya dikembalikan pada aturan. "Start awal adalah Kongres di Bali. Saat itu sudah jelas klubnya mana saja. Termasuk Persija yang mana yang ikut dalam kongres itu," tutupnya.
"Penyelesaian persoalan klub-klub itu memang menjadi konsen kami di KPSI. Saya sendiri menganggap persoalan dualisme di klub ini timbul lantaran hilangnya rasa keadilan dan kejujuran. Misalnya Persija, kita semua tahu Persija mana yang sejak tahun-tahun sebelumnya main di liga. Sekarang tiba-tiba ada Persija baru, dan itu yang dianggap sah. Ini kan aneh," ujar Tony, Minggu 1 Januari 2011.
Senada dengan Tony, anggota KPSI yang juga Ketua Pengprov PSSI DKI Jakarta, Hardi Hasan juga bertekad untuk segera menuntaskan persoalan tersebut. Hardi mengatakan, KPSI dalam kerangka pembentukannya adalah untuk meluruskan PSSI dari segala sesuatu yang dirasa melenceng akibat kepengurusan Djohar Arifin Husin.
"Soal Persija, kami akan kembalikan sesuai semula, menyerahkan pada kubu yang paling berhak. Persija yang ada Bambang Pamungkas, itu yang seharusnya diakui, bukan yang lain. Adanya pengakuan Persija lain tentu mencederai seluruh warga Jakarta. Kedepan, kami akan kembalikan kepada yang berhak," ujar Hardi.
Hardi menambahkan, kerangka berpikir KPSI saat ini adalah mengacu pada amanat Kongres PSSI Bali, dan akan membuat seluruhnya dikembalikan pada aturan. "Start awal adalah Kongres di Bali. Saat itu sudah jelas klubnya mana saja. Termasuk Persija yang mana yang ikut dalam kongres itu," tutupnya.
Perpecahan di tubuh Macan Kemayoran dipicu oleh dualisme kepemilikan yang muncul saat pendaftaran peserta liga level satu yang digelar PSSI beberapa waktu lalu. Saat itu ada dua kubu yang mengklaim sebagai pengelola sah Macan Kemayoran. Masing-masing adalah PT Persija Jaya Jakarta dan PT Persija Jaya. Belakangan PSSI memenangkan PT Persija Jaya.
PT Persija Jaya lalu membentuk tim yang berlaga di IPL. Sedangkan tim yang dikelola PT Persija Jaya Jakarta tetap dihuni sebagian besar pemain yang musim lalu memperkuat Persija, ikonnya Bambang Pamungkas. Dukungan fans Persija yang akrab disebut The Jakmania juga mengalir kepada tim ini. Dualisme kepemilikan ini kini bahkan sudah merambah ke ranah hukum.
Vivanews.com
12/31/2011
KPSI Sudah Sampaikan Mosi Tak Percaya ke FIFA dan AFC
Ketua Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) Toni Aprilani menyatakan telah secara lisan menyampaikan kepada FIFA dan AFC mosi tak percaya kepada kepemimpinan Ketua PSSI Djohar Arifin. Menurut Toni, apa yang disampaikan sesuai amanat pemilik suara di PSSI yang berpedoman pada hasil rapat di Jakarta belum lama ini.
"Secara lisan kami memang sudah menyampaikan amanat mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Djohar Arifin ke FIFA dan AFC. Saat ini kami tinggal mengirim berkas resminya. Paling lambat Minggu depan sudah kita kirim," jelas Toni, seperti dikutip Tribunnews, Jumat (30/12/2011).
Toni menyatakan, pihaknya sangat yakin dapat menjalankan amanat para pemilik suara di PSSI. Dia juga yakin kongres tahunan PSSI yang akan digelar di Kota bandung, sesuai hasil rapat KPSI, akan berjalan lancar.
"Sudah disepakati kongres tahunan digelar di Bandung pada 21 Januari 2012 nanti. Dan saya sendiri yang akan mengomandoi penyelenggaraan kongres itu. Saat ini kita masih dalam tahap persiapan," ujarnya.
Kompas.com
"Secara lisan kami memang sudah menyampaikan amanat mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Djohar Arifin ke FIFA dan AFC. Saat ini kami tinggal mengirim berkas resminya. Paling lambat Minggu depan sudah kita kirim," jelas Toni, seperti dikutip Tribunnews, Jumat (30/12/2011).
Toni menyatakan, pihaknya sangat yakin dapat menjalankan amanat para pemilik suara di PSSI. Dia juga yakin kongres tahunan PSSI yang akan digelar di Kota bandung, sesuai hasil rapat KPSI, akan berjalan lancar.
"Sudah disepakati kongres tahunan digelar di Bandung pada 21 Januari 2012 nanti. Dan saya sendiri yang akan mengomandoi penyelenggaraan kongres itu. Saat ini kita masih dalam tahap persiapan," ujarnya.
Kompas.com
12/29/2011
KLB PSSI Digelar 6 Maret 2012
Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) memutuskan untuk segera menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) setelah menyatakan diri mengambilalih mandat kepengurusan PSSI. Rencananya kongres tersebut akan digelar di Surabaya, Jawa Timur, pada 6 Maret 2012.
Menurut Ketua KPSI, Tony Apriliani, pihaknya akan segera menjalankan roda organisasi PSSI setelah diberi amanat oleh 452 anggota PSSI dalam pertemuan di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu 28 Desember 2011. Sebanyak 452 anggota PSSI, baik dari klub maupun Pengprov, sepakat untuk mencabut mandat kepengurusan PSSI di bawah pimpinan Djohar Arifin Husin.
KPSI sebagai pengganti sementara kepengurusan PSSI akan menyiapkan sejumlah agenda, hingga sebelum KLB digelar. Rencananya KPSI akan menggelar Kongres Tahunan PSSI pada 21 Januari 2012 mendatang. Agenda pokok kongres tersebut adalah memilih Komite Pemilihan, serta Komite Banding Pemilihan.
"Tanggal 21 Januari 2012 kami akan menggelar Kongres Tahunan. Agenda utamanya adalah menentukan Komite Pemilihan dan Komite Banding. Rencananya, kongres akan dilaksanakan di Bandung," ujar Tony usai pertemuan di Hotel Sultan.
Setelah Kongres Tahunan, KLB dijadwalkan digelar 6 Maret 2012 di Surabaya, Jawa Timur. Menurut Tony, dari 452 anggota PSSi yang mencabut mandat kepengurusan Djohar, 76 anggota di antaranya merupakan pemilik suara sah PSSI.
Tony menilai langkah untuk menggelar KLB ini dilakukan setelah PSSI kepengurusan Djohar tidak menggubris aspirasi anggotanya yang dilakukan dalam Rapat Akbar Sepakbola Nasional (RASN).
"Pada 23 Desember kemarin, kami sudah sampaikan aspirasi kami. Kami hanya ingin tanggapan mereka. Tapi, ternyata sampai saat ini mereka tidak pernah mau mendengar anggotanya sendiri. Mereka sering bilang, mari bicara, kembali ke rumah dan lainnya. Tapi, telepon mereka semua dimatikan saat kami ingin ajak bicara," beber Tony.
Tony menambahkan, upaya berkomunikasi dengan PSSI juga terus dilakukan hingga sebelum ketuk palu penyerahan mandat dari mayoritas anggota PSSI kepada KPSI. Menurut Tony, seluruh pembesar PSSI saat ini justru terkesan lari dari persoalan.
"Kami mencoba berkomunikasi dengan mereka yang katanya ingin mengajak rekonsiliasi. Tapi, ternyata tidak ada tanggapan sama sekali dari PSSI. Saya coba telepon Sekjen PSSI (Tri Goestoro), tapi tidak diangkat. Lalu saya telepon lagi, ternyata nomornya sudah dimatikan," paparnya.
"Saya juga hubungi Direktur Organisasi PSSI, teleponnya mati juga. Bahkan nomor Ketua Umum PSSI (Djohar Arifin) juga mati. Jika kondisinya sudah seperti itu, kami kemudian sepakat untuk menganggap mereka tidak lagi kredibel sebagai pengurus PSSI. Anggota PSSI sudah tidak lagi mengakui mereka," tutup Tony.
Vivanews.
Menurut Ketua KPSI, Tony Apriliani, pihaknya akan segera menjalankan roda organisasi PSSI setelah diberi amanat oleh 452 anggota PSSI dalam pertemuan di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu 28 Desember 2011. Sebanyak 452 anggota PSSI, baik dari klub maupun Pengprov, sepakat untuk mencabut mandat kepengurusan PSSI di bawah pimpinan Djohar Arifin Husin.
KPSI sebagai pengganti sementara kepengurusan PSSI akan menyiapkan sejumlah agenda, hingga sebelum KLB digelar. Rencananya KPSI akan menggelar Kongres Tahunan PSSI pada 21 Januari 2012 mendatang. Agenda pokok kongres tersebut adalah memilih Komite Pemilihan, serta Komite Banding Pemilihan.
"Tanggal 21 Januari 2012 kami akan menggelar Kongres Tahunan. Agenda utamanya adalah menentukan Komite Pemilihan dan Komite Banding. Rencananya, kongres akan dilaksanakan di Bandung," ujar Tony usai pertemuan di Hotel Sultan.
Setelah Kongres Tahunan, KLB dijadwalkan digelar 6 Maret 2012 di Surabaya, Jawa Timur. Menurut Tony, dari 452 anggota PSSi yang mencabut mandat kepengurusan Djohar, 76 anggota di antaranya merupakan pemilik suara sah PSSI.
Tony menilai langkah untuk menggelar KLB ini dilakukan setelah PSSI kepengurusan Djohar tidak menggubris aspirasi anggotanya yang dilakukan dalam Rapat Akbar Sepakbola Nasional (RASN).
"Pada 23 Desember kemarin, kami sudah sampaikan aspirasi kami. Kami hanya ingin tanggapan mereka. Tapi, ternyata sampai saat ini mereka tidak pernah mau mendengar anggotanya sendiri. Mereka sering bilang, mari bicara, kembali ke rumah dan lainnya. Tapi, telepon mereka semua dimatikan saat kami ingin ajak bicara," beber Tony.
Tony menambahkan, upaya berkomunikasi dengan PSSI juga terus dilakukan hingga sebelum ketuk palu penyerahan mandat dari mayoritas anggota PSSI kepada KPSI. Menurut Tony, seluruh pembesar PSSI saat ini justru terkesan lari dari persoalan.
"Kami mencoba berkomunikasi dengan mereka yang katanya ingin mengajak rekonsiliasi. Tapi, ternyata tidak ada tanggapan sama sekali dari PSSI. Saya coba telepon Sekjen PSSI (Tri Goestoro), tapi tidak diangkat. Lalu saya telepon lagi, ternyata nomornya sudah dimatikan," paparnya.
"Saya juga hubungi Direktur Organisasi PSSI, teleponnya mati juga. Bahkan nomor Ketua Umum PSSI (Djohar Arifin) juga mati. Jika kondisinya sudah seperti itu, kami kemudian sepakat untuk menganggap mereka tidak lagi kredibel sebagai pengurus PSSI. Anggota PSSI sudah tidak lagi mengakui mereka," tutup Tony.
Vivanews.
12/23/2011
"Tujuan KLB Lengserkan Djohar Arifin"
Sekretaris PSSI Sumsel Augie Bunyamin mengatakan, dalam Rapat Akbar Sepakbola Nasional yang digelar Forum Pengprov PSSI (FPP), 18 Desember 2011, disepakati untuk menggelar KLB PSSI.
"KLB memiliki agenda utama untuk melengserkan kepengurusan PSSI di bawah pimpinan Djohar Arifin yang dianggap telah melakukan sejumlah pelanggaran Statuta PSSI," kata Augie.
Menurut dia, keputusan ini disepakati oleh mayoritas anggota PSSI yang hadir dari 27 pengurus tingkat provinsi, perwakilan pengurus 18 klub Indonesia Super League (ISL), perwakilan 23 klub Divisi Utama serta 360 klub Divisi 1, 2, dan 3.
"Hasil Rapat Akbar disepakati membentuk Komite Penyelamat Sepakbola Nasional (KPSN) yang diketuai Anggota Exco PSSI, Toni Apriliani. Tugas KPSN untuk mengawal tuntutan KLB yang disuarakan mayoritas anggota PSSI," kata dia.
Sebagian besar anggota PSSI telah menyatakan meminta diselenggarakan KLB PSSI dengan agenda pemilihan Ketum, Waketum dan Exco PSSI paling lambat 30 Maret 2012. Kemudian, meminta PSSI memberikan jawaban terhadap diselenggarakannya KLB PSSI paling lambat pada 23 Desember 2011.
Selanjutnya, membentuk Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia yang terdiri dari Toni Apriliani (ketua), La Nyalla Mattalitti, Roberto Rouw, Erwin Dwi Budiawan, Benhur Tommy Mano, M Farhan, Dody Reza Alex, FX Hadi Rudyatmo, Sumaryoto, Hardi, Benny Dolo.
"Apabila PSSI tidak bersedia menggelar KLB, maka Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia akan mengambil alih menyelenggarakan KLB PSSI sesuai Statuta PSSI," kata dia.
Dia melanjutkan, KPSN juga bertugas menjalankan roda organisasi PSSI sesuai hasil Kongres II di Bali termasuk memproteksi kredibilitas dan integritas PSSI dan anggotanya sampai dengan terpilihnya Exco PSSI yang baru.
Bola.net
"KLB memiliki agenda utama untuk melengserkan kepengurusan PSSI di bawah pimpinan Djohar Arifin yang dianggap telah melakukan sejumlah pelanggaran Statuta PSSI," kata Augie.
Menurut dia, keputusan ini disepakati oleh mayoritas anggota PSSI yang hadir dari 27 pengurus tingkat provinsi, perwakilan pengurus 18 klub Indonesia Super League (ISL), perwakilan 23 klub Divisi Utama serta 360 klub Divisi 1, 2, dan 3.
"Hasil Rapat Akbar disepakati membentuk Komite Penyelamat Sepakbola Nasional (KPSN) yang diketuai Anggota Exco PSSI, Toni Apriliani. Tugas KPSN untuk mengawal tuntutan KLB yang disuarakan mayoritas anggota PSSI," kata dia.
Sebagian besar anggota PSSI telah menyatakan meminta diselenggarakan KLB PSSI dengan agenda pemilihan Ketum, Waketum dan Exco PSSI paling lambat 30 Maret 2012. Kemudian, meminta PSSI memberikan jawaban terhadap diselenggarakannya KLB PSSI paling lambat pada 23 Desember 2011.
Selanjutnya, membentuk Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia yang terdiri dari Toni Apriliani (ketua), La Nyalla Mattalitti, Roberto Rouw, Erwin Dwi Budiawan, Benhur Tommy Mano, M Farhan, Dody Reza Alex, FX Hadi Rudyatmo, Sumaryoto, Hardi, Benny Dolo.
"Apabila PSSI tidak bersedia menggelar KLB, maka Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia akan mengambil alih menyelenggarakan KLB PSSI sesuai Statuta PSSI," kata dia.
Dia melanjutkan, KPSN juga bertugas menjalankan roda organisasi PSSI sesuai hasil Kongres II di Bali termasuk memproteksi kredibilitas dan integritas PSSI dan anggotanya sampai dengan terpilihnya Exco PSSI yang baru.
Bola.net
Subscribe to:
Posts (Atom)
-----------------------------------------------------------------
This Blog is @2008-2011 MULTI ETNIS Outlet Production
jakmania-utankayu.blogspot.com
Persija ampe mati..
-----------------------------------------------------------------
This Blog is @2008-2011 MULTI ETNIS Outlet Production
jakmania-utankayu.blogspot.com
Persija ampe mati..
-----------------------------------------------------------------