Indonesia Football Watch (IFW), organisasi yang dibentuk oleh sekelompok wartawan karena kepeduliannya terhadap sepak bola nasional, menyampaikan komentarnya terhadap kisruh Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang tengah bergulir saat ini.
IFW menyatakan, PSSI di bawah pimpinan Ketua Umum Djohar Arifin Husin harus segera kembali ke aturan yang ada. Ketua IFW, Sumaryoto, menjelaskan, salah satu keputusan Djohar yang tidak sesuai aturan adalah melegalkan Indonesian Premier League (IPL) dan justru mengharamkan Indonesia Super League (ISL).
"Ketika PSSI masih dipegang oleh Komite Normalisasi, sudah ada MOU (memorandum of understanding) antara KN, pihak LPI, dengan FIFA. Ada empat butir kesepakatan dalam MOU tersebut. Salah satunya adalah menyebut IPL harus tetap di luar kompetisi PSSI," ujar Sumaryoto kepada wartawan dalam diskusi sepak bola nasional di Jakarta, Rabu (14/12/2011).
Pria yang dulu menjabat sebagai salah satu anggota KN tersebut kemudian menyatakan bahwa pihaknya akan mendukung PSSI jika Djohar kembali pada statuta yang ada.
"Tetapi kalau sebaliknya, selalu terjadi konflik, maka harus ada pemilihan ketum baru. Namun, kami berharap bisa bicara bersama agar semua kembali kepada aturan," lanjut Sumaryoto.
IFW juga berharap niatan untuk melaksanakan Kongres Luar Biasa (KLB) memang datang dari para anggota PSSI, bukan atas dukungan dari luar. Sebab, lanjutnya, jika ada pengaruh dari luar PSSI maka akan memicu munculnya kudeta lain ke depan.
Kompas.com
Popular Posts
-
Sepekan sebelum Liga Super Indonesia (LSI) 2009/2010 digelar, Persija Jakarta belum juga mendapatkan kepastian home ground. Pasalnya, Stadio...
-
Persija Jakarta versi Bambang Sucipto yang tampil di Indonesian Premier League (IPL) memilih menjauh dari ibukota. Pilihan tersebut ditempu...
-
Partai Uji Coba 31 / 10 / 09 PERSIJA vs PERSITA Lap. Mabes TNI Cilangkap Persija.. Kebanggan Ibu Kota !!
Showing posts with label Indonesia Football Watch (IFW). Show all posts
Showing posts with label Indonesia Football Watch (IFW). Show all posts
12/14/2011
IFW Menilai PSSI Ciptakan Konflik
Sepakbola Indonesia dirasakan masuk periode semrawut lagi. PSSI sebagai induk organisasi semestinya kembali ke tugas awal dan tidak terus memunculkan manajemen konflik.
Demikian antara lain isi diskusi sepakbola yang digelar Indonesian Football Watch (IFW) bersama sejumlah wartawan di Restoran Pulau Nusa Dua, Jakarta, Rabu (14/12/2011) siang WIB.
Ketua IFW Sumaryoto mengatakan, selama pengurus baru terbentuk, PSSI dinilai belum menjalankan tugas-tugasnya yang sesuai dengan aturan.
"Maka saya menginginkan IFW mendukung adanya pembinaan yang baru, yang amanah. Kepemimpinan sekarang kalau bisa menjalankan amanah. Mohon maaf, tapi 6 bulan tidak memanfaatkan ilmunya Ken Arok," ujarnya.
Sumaryoto yang pernah menjadi anggota Komite Normalisasi (KN) itu menilai langkah-langkah pengurus PSSI sekarang bertentangan dengan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MOU) yang di tanda tangani oleh (mantan) Ketua KN Agum Gumelar, dan pengelola Liga Primer Indonesia (LPI) yang diwakili Widjajanto, sesaat sebelum pembukaan Kongres Luar Biasa PSSI di Solo pada 9 Juli.
"Kita tidak setuju, ketua umum menciptakan manajemen konflik, konflik terus. Statuta menjadi konflik awal, kejadian kemarin diulang kembali. Manajemen baru yang lama sama saja," ujarnya.
IFW sebagai lembaga kemudian menghimbau ketua umum PSSI untuk bisa mengembalikan tugas seperti awal,
"Keadaannya kembali tidak normal. IFW ingin mengajak memikirkan kembali. Ketum ini masih bisa mengembalikan tugas seperti awal, atau harusnya diadakan pemililan lagi, kongres lagi," sambungnya.
"Tetapi kongres yang berbudaya dan tidak pragamatis, melalui tahapan pembicaraan langsung oleh ketua umum, yang diwakilkan oleh klub-klub. Jangan ada gerakan dari luar, apalagi ada sponsor yang membiayai kongres."
Detik.com
Demikian antara lain isi diskusi sepakbola yang digelar Indonesian Football Watch (IFW) bersama sejumlah wartawan di Restoran Pulau Nusa Dua, Jakarta, Rabu (14/12/2011) siang WIB.
Ketua IFW Sumaryoto mengatakan, selama pengurus baru terbentuk, PSSI dinilai belum menjalankan tugas-tugasnya yang sesuai dengan aturan.
"Maka saya menginginkan IFW mendukung adanya pembinaan yang baru, yang amanah. Kepemimpinan sekarang kalau bisa menjalankan amanah. Mohon maaf, tapi 6 bulan tidak memanfaatkan ilmunya Ken Arok," ujarnya.
Sumaryoto yang pernah menjadi anggota Komite Normalisasi (KN) itu menilai langkah-langkah pengurus PSSI sekarang bertentangan dengan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MOU) yang di tanda tangani oleh (mantan) Ketua KN Agum Gumelar, dan pengelola Liga Primer Indonesia (LPI) yang diwakili Widjajanto, sesaat sebelum pembukaan Kongres Luar Biasa PSSI di Solo pada 9 Juli.
"Kita tidak setuju, ketua umum menciptakan manajemen konflik, konflik terus. Statuta menjadi konflik awal, kejadian kemarin diulang kembali. Manajemen baru yang lama sama saja," ujarnya.
IFW sebagai lembaga kemudian menghimbau ketua umum PSSI untuk bisa mengembalikan tugas seperti awal,
"Keadaannya kembali tidak normal. IFW ingin mengajak memikirkan kembali. Ketum ini masih bisa mengembalikan tugas seperti awal, atau harusnya diadakan pemililan lagi, kongres lagi," sambungnya.
"Tetapi kongres yang berbudaya dan tidak pragamatis, melalui tahapan pembicaraan langsung oleh ketua umum, yang diwakilkan oleh klub-klub. Jangan ada gerakan dari luar, apalagi ada sponsor yang membiayai kongres."
Detik.com
Subscribe to:
Posts (Atom)
-----------------------------------------------------------------
This Blog is @2008-2011 MULTI ETNIS Outlet Production
jakmania-utankayu.blogspot.com
Persija ampe mati..
-----------------------------------------------------------------
This Blog is @2008-2011 MULTI ETNIS Outlet Production
jakmania-utankayu.blogspot.com
Persija ampe mati..
-----------------------------------------------------------------