Perkembangan
yang terjadi dalam tubuh Arema sebagai sebuah nama klub sepak bola di
Malang kian ruwet. Banyak klub sepak bola tentu tidak masalah, dan
bahkan baik, tapi di Malang semua klub sepak bola menggunakan nama
Arema. Warga Malang menyebutnya pecah, sehingga Arema kini disebut pecah
menjadi tiga. Bagi sebagian warga, ini keadaan yang dianggap ruwet dan
malah memprihatinkan.
Pada musim kompetisi Liga Super Indonesia
(ISL) tahun lalu (2010), dan bertahun-tahun sebelumnya, ada satu nama
klub sepak bola yang menimbulkan fanatisme, atau kecintaan yang luar
biasa dari penggemarnya, yakni klub Arema.
Kemudian tahun ini,
bersamaan dengan perpecahan dalam organisasi PSSI, yang menimbulkan dua
kompetisi nasional sepak bola Liga Super Indonesia (LSI) dan Liga Primer
Indonesia (LPI), Arema terpecah menjadi Arema ISL dan Arema IPL.
Sesuai
dengan nama pengurusnya masing-masing, Arema ISL disebut Arema versi
Rendra Kresna, yang kini duduk sebagai Bupati di Kabupaten Malang.
Rendra Kresna tahun lalu duduk sebagai pengurus bersama satu tokoh
birokrasi juga, HM Nur, saat LSI 2010 berjalan. HM Nur adalah mantan
Sekretaris Pemerintah Kota Malang.
Ketika LPI muncul, muncul pula
Arema LPI. Arema yang kedua ini, dipimpin oleh HM Nur itu, yang semula
kawan berorganisasi Rendra Kresna. Lalu kini kabar terbaru, hari Kamis
(8/12/2011) Arema LPI ini para pengurusnya memisahkan diri, memunculkan
sebuah klub baru lagi, yang juga bernama Arema. Masyarakat Malang,
setidaknya media lokal menyebutnya Arema versi Cak Ikul.
Cak Ikul
adalah nama julukan untuk Lucky, warga Kota Malang yang dianggap sebagai
tokoh Arema. Lucky bisa disebut sebagai perintis semangat Aremania
dengan Arema di tahun 1980-an, saat Arema pertama kali muncul sebagai
klub sepak bola. Warga Malang terbiasa memanggil nama orang dengan
sebutan terbalik huruf-hurufnya sehingga Lucky disebut Ikul.
Berbagai
komplikasi muncul semenjak itu, terhadap status masing-masing dalam
arena persepakolaan dunia di bawah FIFA. Humas Arema versi Rendra
Kresna, Sudarmaji, yang duduk dalam kepengurusan satu kubu
itu, mengatakan biarlah masyarakat saja yang memutuskan, mana yang Arema
dan yang mana yang Arema.
Kompas.com
Popular Posts
-
Sepekan sebelum Liga Super Indonesia (LSI) 2009/2010 digelar, Persija Jakarta belum juga mendapatkan kepastian home ground. Pasalnya, Stadio...
-
Persija Jakarta versi Bambang Sucipto yang tampil di Indonesian Premier League (IPL) memilih menjauh dari ibukota. Pilihan tersebut ditempu...
-
Partai Uji Coba 31 / 10 / 09 PERSIJA vs PERSITA Lap. Mabes TNI Cilangkap Persija.. Kebanggan Ibu Kota !!
Showing posts with label Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS). Show all posts
Showing posts with label Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS). Show all posts
12/09/2011
PSSI: Timnas Tertutup untuk Pemain yang Main di ISL
PSSI menegaskan, bahwa mengacu dari Statuta FIFA, tim nasional Indonesia tertutup bagi pemain yang bermain di kompetisi Indonesian Super League (ISL). PT. Liga Indonesia dinilai sebagai penyebabnya.
"Acuan yang dipakai adalah Statuta FIFA Pasal 79. Bunyinya, pertandingan yang dilakukan oleh timnas, di mana pemainnya tidak berada dalam klub atau liga yang terafiliasi dengan anggota FIFA adalah dilarang," ujar Ketua Umum PSSI Djohar dalam pertemuan klub-klub Divisi Utama PT. Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Kamis (8/12/11).
Djohar menambahkan, kebijakan itu harus ditegaskan oleh PSSI karena telah diingatkan oleh FIFA melalui Direktur Pengembangan Organisasi dan Asosiasi, Thierry Regenass.
"Kita maunya semua ke timnas, asalkan prestasinya bagus. Tapi ini FIFA yang mengingatkan, bukan Djohar," tukas Djohar.
"PSSI siap dengan kondisi yang ada. Salahkan klub dan pengurus lama yang bergerak di PT. Liga Indonesia," lanjut dia.
"Yang memecah belah bangsa, hentikanlah. Yang hancurkan timnas bukan kami, tapi mereka. Makanya kita kerja keras lagi bangun timnas, karena tidak mau dihukum FIFA."
Ketua Komite Kompetisi PSSI Sihar Sitorus juga menghimbau kalangan pemain untuk berpikir rasional dan bijak mengenai hal ini. Namun ia juga mengatakan tidak merasa khawatir, karena dengan adanya kompetisi-kompetisi yang dibuat PSSI, pemain yang berprospek bagus tetap akan bisa dipantau dan ditemukan.
"Semua ada konsekuensinya. Ini bukan sesuatu yang baru, karena semua sudah dituliskan dalam statuta FIFA," tandasnya.
36 klub Ikut Divisi Utama
Sementara itu, kompetisi DivisiUtama yang dikelola PT. LPIS akan bergulir mulai 10 Desember. Sebanyak 36 klub akan ikut ambil bagian. PSIS Semarang kontra Persik Kediri menjadi partai pembuka pada hari Sabtu di Semarang.
"Sebanyak 36 klub resmi mendaftar di Divisi Utama, 21 hadir, yang lain berhalangan, tapi sampai sekarang tidak ada yang mundur," terang Djohar.
Kepada klub-klub peserta diberikan dana subsidi sebesar Rp 500 juta untuk kegiatan kompetisi.
''Kita konfirmasi sponsor dua hari yang lalu. Makanya kita baru berani untuk menyerahkan uang hari ini," terang Djohar.
Ke-36 klub Divisi Utama tersebut adalah PSLS Lhokseumawe, PSBL Langsa, PSSB Bireun, Persih Tembilahan, PS Bengkulu, Persitara Jakarta Utara, Persikabo Bogor, Produta FC, Gresik United, PSCS Cilacap, PPSM Magelang, PSS Sleman, PSIS Semarang, Persikab Kabupaten Bandung, Persepar Kalteng Putra, Persires Rengat Bali Devata, Persewangi Banyuwangi, Persid Jember, Persis Solo, PSBI Blitar, Persipasi Kota Bekasi, PSP Padang, Persikota Tangerang, PSIM Yogyakarta, PS Barito Putra, Persik Kediri, PSIR Rembang, Persiku Kudus, Persip Kota Pekalongan, Perseman Manokwari, PS Sumbawa Barat, PSBS Biak, Madiun Putra FC, Persemalra Langgur, Persepam Madura United, Persipro Bondowoso, dan Persebul Buol.
Kemarin, PT. Liga Indonesia juga telah mengumumkan peserta kompetisi Divisi Utama versi mereka, yang akan kickoff 15 Desember. Pesertanya 30 klub, formatnya dua wilayah, Barat dan Timur, masing-masing terdiri dari 15 tim. Subsidi buat setiap klub juga Rp 500 juta.
Detik.com
"Acuan yang dipakai adalah Statuta FIFA Pasal 79. Bunyinya, pertandingan yang dilakukan oleh timnas, di mana pemainnya tidak berada dalam klub atau liga yang terafiliasi dengan anggota FIFA adalah dilarang," ujar Ketua Umum PSSI Djohar dalam pertemuan klub-klub Divisi Utama PT. Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Kamis (8/12/11).
Djohar menambahkan, kebijakan itu harus ditegaskan oleh PSSI karena telah diingatkan oleh FIFA melalui Direktur Pengembangan Organisasi dan Asosiasi, Thierry Regenass.
"Kita maunya semua ke timnas, asalkan prestasinya bagus. Tapi ini FIFA yang mengingatkan, bukan Djohar," tukas Djohar.
"PSSI siap dengan kondisi yang ada. Salahkan klub dan pengurus lama yang bergerak di PT. Liga Indonesia," lanjut dia.
"Yang memecah belah bangsa, hentikanlah. Yang hancurkan timnas bukan kami, tapi mereka. Makanya kita kerja keras lagi bangun timnas, karena tidak mau dihukum FIFA."
Ketua Komite Kompetisi PSSI Sihar Sitorus juga menghimbau kalangan pemain untuk berpikir rasional dan bijak mengenai hal ini. Namun ia juga mengatakan tidak merasa khawatir, karena dengan adanya kompetisi-kompetisi yang dibuat PSSI, pemain yang berprospek bagus tetap akan bisa dipantau dan ditemukan.
"Semua ada konsekuensinya. Ini bukan sesuatu yang baru, karena semua sudah dituliskan dalam statuta FIFA," tandasnya.
36 klub Ikut Divisi Utama
Sementara itu, kompetisi DivisiUtama yang dikelola PT. LPIS akan bergulir mulai 10 Desember. Sebanyak 36 klub akan ikut ambil bagian. PSIS Semarang kontra Persik Kediri menjadi partai pembuka pada hari Sabtu di Semarang.
"Sebanyak 36 klub resmi mendaftar di Divisi Utama, 21 hadir, yang lain berhalangan, tapi sampai sekarang tidak ada yang mundur," terang Djohar.
Kepada klub-klub peserta diberikan dana subsidi sebesar Rp 500 juta untuk kegiatan kompetisi.
''Kita konfirmasi sponsor dua hari yang lalu. Makanya kita baru berani untuk menyerahkan uang hari ini," terang Djohar.
Ke-36 klub Divisi Utama tersebut adalah PSLS Lhokseumawe, PSBL Langsa, PSSB Bireun, Persih Tembilahan, PS Bengkulu, Persitara Jakarta Utara, Persikabo Bogor, Produta FC, Gresik United, PSCS Cilacap, PPSM Magelang, PSS Sleman, PSIS Semarang, Persikab Kabupaten Bandung, Persepar Kalteng Putra, Persires Rengat Bali Devata, Persewangi Banyuwangi, Persid Jember, Persis Solo, PSBI Blitar, Persipasi Kota Bekasi, PSP Padang, Persikota Tangerang, PSIM Yogyakarta, PS Barito Putra, Persik Kediri, PSIR Rembang, Persiku Kudus, Persip Kota Pekalongan, Perseman Manokwari, PS Sumbawa Barat, PSBS Biak, Madiun Putra FC, Persemalra Langgur, Persepam Madura United, Persipro Bondowoso, dan Persebul Buol.
Kemarin, PT. Liga Indonesia juga telah mengumumkan peserta kompetisi Divisi Utama versi mereka, yang akan kickoff 15 Desember. Pesertanya 30 klub, formatnya dua wilayah, Barat dan Timur, masing-masing terdiri dari 15 tim. Subsidi buat setiap klub juga Rp 500 juta.
Detik.com
Subscribe to:
Posts (Atom)
-----------------------------------------------------------------
This Blog is @2008-2011 MULTI ETNIS Outlet Production
jakmania-utankayu.blogspot.com
Persija ampe mati..
-----------------------------------------------------------------
This Blog is @2008-2011 MULTI ETNIS Outlet Production
jakmania-utankayu.blogspot.com
Persija ampe mati..
-----------------------------------------------------------------