Popular Posts

Showing posts with label Rahmad Darmawan. Show all posts
Showing posts with label Rahmad Darmawan. Show all posts

1/23/2012

Persija Nodai Debut RD Bersama Pelita Jaya

Persija Jakarta berhasil membawa pulang tiga poin dalam partai lawatannya ke Stadion Manahan Solo, Senin 23 Januari 2012. Menghadapi Pelita Jaya FC, Macan Kemayoran berhasil menang dengan skor 2-0.

Dengan hasil ini, Persija berhasil merangsek ke papan atas klasemen sementara. Bambang Pamungkas dan kawan-kawan kini nangkring di peringkat enam dengan torehan 13 poin dari enam pertandingan.

Sedangkan Pelita berada di posisi 9 dengan torehan 11 poin dari sembilan pertandingan. Kekalahan ini juga menodai debut Rahmad Darmawan atau yang akrab disapa RD sebagai pelatih baru Pelita Jaya.

Sejak awal pertandingan kedua tim langsung memperagakan permainan terbuka. Namun tim tamu Persija mampu membuat kejutan di awal pertandingan ini. Tim berjuluk Macan Kemayoran ini berhasil unggul 0-1 saat pertandingan baru memasuki menit ke-5.

Berawal dari sebuah tendangan bebas dari Octavianus di sisi kiri pertahanan Pelita, bola justru mengenai Safee Sali dan tanpa ampun bola menjebol gawang kiper Pelita, I Made Wardana. Persija sementara unggul 0-1 atas Pelita Jaya.

Tertinggal, Pelita yang dimotori Safee Sali dan Alexander Bajevski mencoba membalas. Namun beberapa peluang yang diperoleh Pelita Jaya selalu berbuah kegagalan karena kurang tenang dalam penyelesaian. Peluang terbaik Pelita didapat Bajevski pada menit 34.

Namun sayangnya Bajevski yang telah berdiri bebas menerima umpan Engelbert Sani gagal memanfaatkan peluang emas itu. Bajevski kurang sempurna menyepak bola yang akhirnya bola melenceng jauh dari sasaran. Skor 0-1 untuk keunggulan Persija ini akhirnya bertahan hingga turun minum.

Pada babak kedua, Persija rupanya tetap tak merubah strategi dengan meladeni permainan terbuka Pelita meski telah unggul. Bahkan, Persija kembali menyuguhkan mimpi buruk bagi Pelita.

Hasilnya, pada menit 56, Persija kembali berhasil menjebol gawang Pelita lewat gol tandukan Pedro Javier dengan memanfaatkan sepak pojok Ismed Sofyan. Pedro sukses memenangkan duel dengan Victor Igbonefo dan ini menjadi gol kedua pedro.

Pelita sebenarnya tetap menciptakan beberapa peluang emas termasuk lewat tendangan keras Bajevski di dalam kotak penalti. Namun bola masih dapat diantisipisai kiper Persija, Galih Sudaryono.

Meski Pelita Jaya sempat mendominasi pada 10 menit sebelum bubaran, namun hingga pertandingan usai skor 0-2 untuk keunggulan Persija tidak berubah.

Susunan Pemain:
Pelita:
I Made Kadek Wardana (GK), Victor Igbonefo, Stanislav, Edi Hafid Murtado, Ruben Sanadi, Egi Melgiansyah, Joko Sasongko, Engelbert Sani, John Tarkpor, Bajevski, Safee Sali (c)

Persija:
Galih Sudaryono (GK), Ismed Sofyan, Leo Saputra, Fabiano Beltrame, Precious, Amarzukih, Robertino Pugliara, Ramdani Lestaluhu, Octavianus, Bambang Pamungkas (c), Pedro Javier.

Vivanews.com

1/20/2012

RD Tak Pedulikan Sanksi dari PSSI

Pelatih anyar Pelita Jaya, Rahmad Darmawan, tidak merasa khawatir terhadap ancaman sanksi dari PSSI terkait keputusannya bergabung dengan "The Young Guns".

Rahmad menerima kontrak di Pelita selama dua tahun setelah ia memutuskan mundur dari jabatan pelatih timnas U-23. Keputusan itu berisiko karena PSSI telah mengeluarkan pernyataan akan mengirimkan nama-nama klub beserta perangkat pertandingan yang terlibat di kompetisi Liga Super Indonesia kepada FIFA. Nama-nama tersebut terancam mendapat sanksi, seperti tak boleh memperkuat tim nasional.

"Saya tidak pernah lihat main di mana. Yang penting, saya senang bisa melatih kembali, apalagi melatih Pelita Jaya. Saya ingat sekali dulu bahwa yang ikut ISL hanya perangkat pertandingan yang dihukum. Buat saya tidak ada masalah. Kalau saya diskors, saya serahkan kepada Tuhan dan semoga Tuhan mengampuni mereka," kata RD seusai meneken kontrak dengan Pelita Jaya di Apartemen Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (19/1/2011).

Rahmad mengakui bahwa keputusan itu ia ambil antara lain karena Pelita memberikan kesempatan kepadanya untuk mengembangkan karier di luar negeri. Pelita merupakan salah satu klub milik keluarga Bakrie. Selain itu, Bakrie juga membeli saham dua klub asing, yaitu VS Vise di Divisi II Liga Belgia dan Brisbane Roar di Liga Utama Australia.

"Saya mendapatkan kesempatan untuk melatih klub di luar negeri. Ini salah satu alasan saya," kata Rahmad. Mantan pelatih Sriwijaya FC itu akan menjalani debut bersama Pelita dalam laga melawan Persija Jakarta di Stadion Manahan Solo, Senin (23/1/2012).

Kompas.com

1/19/2012

RD Kaget Debutnya Lawan Persija

Pelatih anyar Pelita Jaya, Rahmad Darmawan, mengaku kaget karena harus melakoni debutnya melawan bekas klubnya, Persija Jakarta, dalam lanjutan Indonesia Super League di Stadion Manahan Solo, Senin (23/1/2011). Sebelum bergabung dengan Pelita, RD memang pernah dua kali mengarsiteki Persija pada musim 2005-2006 dan 2010-2011.

RD memandang bahwa laga nanti seperti upacara perpisahan dirinya dengan Persija, sekaligus upacara selamat datang di Pelita. "Saya juga kaget tanggal 23 Januari lawannya Persija. Beruntung pertandingannya di tempat yang netral. Saya memiliki banyak kenangan di Solo. Saat menangani Sriwijaya, saya meraih kemenangan di sana. Semoga saya mengalami hal sama di Pelita," kata Rahmad dalam acara penandatangan kontrak di ruang Serba Guna Lantai 5 Apartemen Cilandak, Jalan TB Simatupang kav. 38 B, Citos, Jakarta Selatan, Kamis (19/1/2012).

RD langsung mempersiapkan timnya dengan memimpin sesi latihan tim di base camp Pelita, di Sawangan, Depok, Jumat (20/1/2012). RD juga diharapkan bisa membawa Pelita juara. Saat ini, Pelita berada di peringkat kesembilan. Mereka terpaut delapan poin dari Sriwijaya FC sebagai pemuncak klasemen dengan mengoleksi 19 poin.

Kompas.com

12/15/2011

RD: Sepakbola Jangan Saling Menyakiti

Rahmad Darmawan mengaku tidak setuju dengan adanya kontroversi kompetisi yang terjadi saat ini. Ia berharap sepakbola Indonesia bisa kembali ke jalur yang semestinya, tanpa ada sesuatu yang saling menyakiti.

Pelatih yang baru-baru ini mengundurkan diri sebagai arsitek timnas U-23 itu menyayangkan kesemrawutan sepakbola di tanah air saat ini, termasuk soal adanya lebih dari satu kompetisi, yakni Indonesian Premier League (IPL) dan Indonesian Super League (ISL).

"Jujur, saya kurang setuju. Saya berharap ke depan harus ada sesuatu untuk mengembalikan sepakbola Indonesia, yang bisa diikuti dengan baik tanpa menyakiti," ujarnya dalam jumpa pers di restoran Pulau Dua, Jakarta, Kamis (15/12/2011).

RD menyinggung soal itu karena ia mengaku terkena "imbas" dari situasi yang semrawut itu. Keputusannya mundur juga lantaran tidak nyaman dengan kebijakan PSSI yang melarang pemain klub ISL masuk tim nasional. (Baca beritanya di sini).

Ditanya soal isu sebagian orang menginginkan adanya Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI, ia menolak menanggapi.

"Itu bukan wilayah saya. Tolong hargai saya. Sebagai manusia biasa, saya punya hak jika merasa tidak cocok bekerja di suatu tempat tertentu. Dan saya tidak mau melibatkan pemain, saya tidak mau mereka ada di belakang saya. Ini murni hak saya," tukasnya.

Detik.com

Pengakuan Resmi RD soal Pengunduran Diri

Untuk pertama kalinya, Rahmad Darmawan memberikan keterangan resmi kepada media terkait pengunduran dirinya dari jabatan pelatih timnas U-23 Indonesia. Rahmad pun berharap dengan pernyataan resminya ini tak akan ada lagi spekulasi yang muncul mengenai keputusannya tersebut.

RD, begitu Rahmad kerap dipanggil, menjelaskan, keputusannya ini berawal ketika timnas U-23 yang ia pimpin selesai bertanding melawan Malaysia di final SEA Games XXVI dan kalah adu penalti. Saat itu muncul dalam hati kecilnya niat untuk mundur sebagai pertanggungjawabannya karena gagal mencapai misi meraih medali emas.

"Namun, saat respons dari masyarakat yang justru luar biasa dan membuat saya sempat berubah pikiran. Tetapi, keinginan ini kembali muncul saat saya melihat Presiden memberikan penghargaan kepada atlet yang mendapatkan emas, saya sedih. Mereka yang minim publisitas bisa memberikan emas, sementara sepak bola yang begitu mendapat perhatian justru gagal," kata Rahmad kepada wartawan di Jakarta, Kamis (15/12/2011).

Sampai suatu ketika, ia kembali merasa kecewa karena ada pernyataan bahwa pemain ISL tidak boleh bermain di timnas. Hal ini pun mendorong kembali niatnya untuk mundur. RD mengaku sempat merenung beberapa saat untuk memikirkan hal ini, dan keinginan itu pun muncul lagi.

"Saya sebenarnya ingin menyelesaikan masalah ini dalam rapat terakhir pengurus dengan pelatih timnas. Namun, sampai akhir rapat tidak ada keputusan yang membuat saya bisa nyaman. Malam harinya, saya dengan bismillah, tanpa mengurangi rasa hormat saya pada siapa pun, saya sebagai manusia biasa yang ada kesalahan dan kekurangan, memutuskan untuk mengundurkan diri," tutur pria berusia 45 tahun tersebut.

"Keputusan ini murni dari lubuk hati saya yang paling dalam setelah merenung beberapa saat. Ketika pekerjaan sudah tidak sesuai dengan pikiran dan hati saya, maka menjadi sesuatu hal yang wajar jika saya ingin mengundurkan diri, tidak ada yang lain," sambungnya.

Kompas.com

12/10/2011

RD: Dualisme Kompetisi, Kasihan Pemain

Rahmad Darmawan berharap konflik yang terjadi di tubuh sepakbola nasional segera terselesaikan. Kondisi tersebut dikatakan pelatih timnas U-23 itu menjadikan pemain sebagai korban.

Demikian diungkapkan RD saat dimintai komentarnya terkait ketegasan PSSI untuk tidak memanggil masuk timnas pemain-pemain yang klubnya berlaga di ISL. Menurut mantan pelatih Persija Jakarta dan Sriwijaya FC, pemainlah yang menjadi korban dari konflik yang terjadi saat ini.

"Saya tidak terima, ini menyakitkan. Yang terjadi saat ini bukan salah pemain, karena anak-anak tidak tahu apa-apa," sahut RD dalam perbincangan dengan detiksport melalui sambungan telepon.

PSSI, berdasarkan statuta FIFA pasal 79, menutup pintu masuk timnas buat pemain yang timnya berlaga di Indonesia Super League. Kompetisi besutan PT Liga Indonesia itu sudah dinyatakan ilegal oleh Djohar Arifin Husin.

"Acuan yang dipakai adalah Statuta FIFA Pasal 79. Bunyinya, pertandingan yang dilakukan oleh timnas, di mana pemainnya tidak berada dalam klub atau liga yang terafiliasi dengan anggota FIFA adalah dilarang," sahut Djohar malam tadi.

Keharusan mematuhi aturan FIFA tersebut akan membuat timnas Indonesia kehilangan hampir seluruh pemain intinya. Untuk timnas U-23 saja, nama-nama yang menjadi bintang di SEA Games XXVI lalu, seperti Okto Maniani, Patrich Wanggai, Diego Michiels, Titus Bonai saat ini bermain di ISL.

Kondisi tersebut diakui RD sangat menyulitkan dalam membentuk skuad karena pilihan yang jadi sangat terbatas. Karenanya dia berharap kisruh yang terjadi di sepakbola nasional saat ini segera diselesaikan karena pemain menjadi salah satu korban lantaran tak bisa tampil di timnas.

Pemain juga menjadi korban terkait perpecahan yang melanda beberapa klub. Sebagaimana diketahui Persija dan Arema Malang saat ini terpecah dengan masing-masing ada yang berlaga di ISL dan IPL.

''Saya berharap pemain supaya ada payung hukum yang jelas. Kasihan mereka. Bagaimana saya bisa melihat pemain yang berbakat lainnya."

''Saya berharap segera diselesaikan. Sebenarnya masalah ini bukan (masalah) pemainnya, banyak konflik yang lebih urgent (untuk diselesaikan). Kenapa sampai ada dua kompetisi," tuntas dia.

Detik.com

6/22/2011

International All-Star Tekuk Dream Team

International All-Star menekuk Dream Team Indonesia 2-0 dalam laga eksebisi Starbol di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta, Rabu 22 Juni 2011.

Tim International yang diperkuat mantan kapten tim nasional Belanda, Giovanni van Bronckhorst, lebih banyak menguasai jalannya pertandingan di babak pertama.

Mantan pemain Barcelona, Arsenal dan Feyenoord Rotterdam tersebut tidak menempati posisi alaminya, yakni bek kiri, dan dimainkan pelatih Jacksen F Tiago sebagai gelandang bertahan.

Dipimpin Van Bronckhorst di lini tengah, tim International All-Star lebih banyak memberikan tekanan dan berhasil mencetak gol saat pertandingan baru berjalan lima menit melalui gol striker Emmanuel de Porras.

Gol ini sempat diprotes pemain Dream Team Indonesia karena menganggap sundulan De Porras belum melewati gawang. Namun, dalam tayangan ulang terlihat gol sudah melewati garis gawang.

Internasional All-Star berhasil menggandakan keunggulan melalui gol Alberto Goncalves pada menit ke-23. Usai menerima umpan terobosan, striker yang musim lalu memperkuat Persijap Jepara itu berhasil melewati Meiga dan membobol gawang Dream Team Indonesia.

Di babak kedua, pelatih Rahmad Darmawan mengganti hampir seluruh pemain susunan pemain Dream Team Indonesia. Sedangkan Van Bronckhorst hanya bermain di babak pertama dan pelatih Jacksen F Tiago oleh Gustavo Lopez (Persela Lamongan).

Masuknya pemain-pemain anyar membuat permainan Dream Team Indonesia lebih tajam di babak kedua. Menit ke-66, sebuah tendangan Ponaryo Astaman (Sriwijaya FC) membuat kiper Aleks harus kerja keras untuk menghentikannya.

Gawang International All-Star hampir kebobolan pada menit ke-71 setelah Fabiano Beltrame (Persela) nyaris melakukan gol bunuh diri saat mengantisipasi tendangan Ponaryo Astaman.

Sebuah usaha Matsunaga Shohei (Persib Bandung) menit ke-86 hampir memperbesar keunggulan International All-Star. Tapi, dengan sigap Ferry Rotinsulu mengantisipasi tendangan pemain asal Jepang tersebut.

Di akhir pertandingan kedua tim mengendurkan permainan. Dan keunggulan 2-0 International All-Star bertahan hingga laga usai.

Susunan Pemain

Dream Team Indonesia:
Kurnia Meiga (Ferri Rotinsulu, 46'); M Roby, Charis Yulianto (Maman Abdurrahman, 46'), Ismed Sofyan (Zulkifli Syukur, 46'), Isnan Ali (M Nasuha, 46'), Ahmad Bustomi (Toni Sucipto, 46'), Bima Sakti (Ponaryo Astaman, 46'), Andik Vermansyah (Samsul Arif, 46'), Oktovianus Maniani (Kim Jefri Kurniawan, 46'), Firman Utina (Arif Suyono, 46'), Kurniawan Dwi Yulianto (Bambang Pamungkas, 46').

International All-Star:
Aleks; Emmanuel de Porras (Matsunaga Shohei, 46'), Giovanni van Bronckhorst (Gustavo Lopez, 46'), Erick Bayemi, Fabiano Beltrame, Greg Nwonkolo (Javier Rocha), Abanda Herman, Otavio Dutra, Amaral (Sahril Ishaq, 55'), Beto Goncalves (Juan Cortez, 60'), Baihakki Kaizan (Luis Feitoza).

Vivanews.com

6/21/2011

Bambang Selamati Arema

Striker Persija Jakarta, Bambang Pamungkas, mengucapkan selamat kepada Arema Indonesia yang menempati posisi kedua klasemen akhir Liga Super Indonesia, menggeser posisi Persija.

Kedua tim sebenarnya mempunyai nilai yang sama, 52 poin. Namun, Persija harus merelakan posisinya digusur Arema karena kalah, setelah pada pertandingan terakhir Persija menang 3-0 atas PSPS Pekanbaru, Minggu (19/6/2011), Arema justru membantai Bontang FC dengan skor 8-0.

"Selamat untuk Arema. Saya setuju dengan pak Rahmad (Darmawan, Pelatih Persija) ini kesalahan kami. Ini bisa menjadi pembelajaran buat kami ke depannya," kata Bambang.

Bambang kemudian berharap musim depan Persija bisa konsisten bermain di Jakarta. Musim ini, "Macan Kemayoran" memang kerap berpindah-pindah kandang. Beberapa kali mereka bermain di Solo dan Semarang akibat tak mendapat izin dari pihak berwenang untuk tampil di Jakarta.

"Tentunya musim ini bisa jadi pembelajaran bagi panpel Persija musim depan. Kalau Persija ya mainnya di Jakarta. Musim ini, kami bukan Persija karena mainnya lebih sering di Solo," kata Bambang.

Soal pertandingan, Bambang berkomentar, "Kami bermain cukup baik diawal. Tapi seperti yang pak Rahmad bilang, kami mungkin terlalu terburu-buru sehingga membuang peluang."

Kompas.com

6/19/2011

Pelatih Masih Berharap Persija ke Asia

Pelatih Rahmad Darmawan tetap bersyukur meski Persija Jakarta gagal menjadi runner up Liga Super Indonesia (ISL) dan terancam tidak bisa berlaga di pentas Asia musim depan.

Persija sukses menggulung PSPS Pekanbaru 3-0 pada laga terakhir ISL di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Minggu 19 Juni 2011 sore, lewat dua gol Greg Nwokolo dan Agu Casmir.

Namun, hasil tersebut tetap gagal membawa Persija menjadi runner up setelah di laga lainnya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Arema FC sukses melumat Bontang FC delapan gol tanpa balas.

Hasil ini membuat Persija terancam berlaga di pentas Asia. Tim Macan Kemayoran masih harus menunggu hasil verifikasi Asosiasi Sepakbola Asia (AFC) untuk menentukan kuota Indonesia di ajang Asia musim depan.

Meski gagal menjadi runner up ISL musim ini, pelatih Persija Rahmad Darmawan tetap memberikan apresiasi terhadap pemainnya.

"Saya tetap memberi apresiasi kepada pemain. Mereka bermain dengan hati. Menang dengan tiga gol itu adalah kemenangan besar. Mudah-mudahan kami masih tetap dapat jatah bermain di Asia musim depan," ujar Rahmad dalam jumpa pers usai pertandingan.

Rahmad menilai kegagalan Persija menjadi runner up ISL musim ini bukan karena pertandingan terakhir melawan PSPS sore tadi. Pelatih akrab yang disapa RD tersebut menilai seluruh tim harus menanggung kesalahan.

"Ini perjalanan yang panjang. Kesalahan ada di kami. Kenapa kami tidak bisa menang di laga home sebelumnya seperti ketika melawan Persiwa Wamena atau Semen Padang. Tetap hasil ini harus bisa kami terima," tegas Rahmad.

vivanews.

4/13/2011

Persija Keberatan Melepas RD

Manajemen Persija Jakarta keberatan jika harus melepas Pelatih Rahmad Darmawan untuk menangani tim nasional U-23 SEA Games. Alasannya, kelihaian Rahmad meracik strategi masih dibutuhkan tim "Macan Kemayoran" itu untuk mengakhiri Liga Super Indonesia musim ini di peringkat kedua.

Rahmad dan Pelatih Persebaya 1927 Aji Santoso pada Senin (11/4/2011) siang diminta oleh Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) Utama dan Badan Tim Nasional (BTN) untuk menjadi pelatih pelaksana harian timnas U-23 SEA Games.

Kedua pelatih yang lihai meracik strategi itu diminta memaparkan program yang akan dijalankan selama enam bulan membesut timnas pada Kamis pekan ini di kantor Satlak Prima Utama. Kandidat yang lolos seleksi akan bekerja bersama Pelatih Kepala Alfred Riedl.

"Saya baru sebatas diundang sebagai salah satu kandidat untuk menangani tim SEA Games. Artinya, baru kemungkinan dan belum tahu apa dan bagaimana posisinya," ujar Rahmad, yang akrab disapa RD, Selasa (12/4/2011).

"Manajer Persija Haryanto Badjuri pada prinsipnya tidak setuju melepas Rahmad Darmawan. Kami masih membutuhkan Rahmad karena posisi Persija di liga saat ini masih genting di peringkat keempat. Kami menargetkan paling tidak bisa berada di peringkat kedua," ujar Sekretaris Umum Persija Benny Erwin.

Benny menilai, jika Rahmad meninggalkan Persija pada saat liga menyisakan tujuh laga, hal itu akan sangat sulit bagi klub. Pelatih yang baru harus memulai dari awal. Kondisi itu akan sangat berisiko bagi konsistensi penampilan Persija di tujuh laga sisa.

"Kami menghadapi dilema karena RD juga diminta untuk menangani timnas," ujar Benny.

Setelah liga selesai

Manajemen Persija, lanjut Benny, minggu ini akan membahas hal itu. Poin utama yang akan dibicarakan dengan Satlak Prima Utama adalah penundaan pemanggilan Rahmad.

"Kami akan meminta Satlak supaya RD dipanggil setelah liga selesai pada akhir Juni. Itu solusi yang tidak merugikan klub juga bagi timnas," ujar Benny.

Deputi Bidang Teknik BTN Iman Arif menilai, keberatan dari klub sangat wajar. Hal itulah yang harus diselesaikan supaya tidak merugikan klub.

BTN, lanjut Iman, juga akan meminta Pelatih Persipura Jayapura Jacksen F Tiago untuk menjadi pelatih pelaksana harian timnas senior.

"Jacksen kemungkinan juga akan berat meninggalkan klub sebelum liga berakhir. Yang paling realistis memang setelah liga berakhir," ujar Iman.

3/30/2011

Macan Kemayoran Waspadai Serangan Kilat Persipura

Big match Liga Super Indonesia antara Persija Jakarta dan Persipura Jayapura akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Kamis (31/3/2011). Pelatih "Macan Kemayoran", Rahmad Darmawan, mengaku sangat mewaspadai serangan kilat dari Boaz Salossa dan kawan-kawan.

Baik Persija maupun Persipura kini sedang "menguasai" LSI. Keduanya bertengger nyaman di puncak klasemen. Persipura berada di puncak dengan selisih 8 poin dari Persija di posisi kedua. Rahmad mengatakan, timnya siap habis-habisan di laga ini untuk memangkas jarak.

"Secara umum tak ada masalah, semua pemain siap kecuali Toni Sucipto yang cuti menikah, yang lain bisa main semua," papar Rahmad saat dihubungi wartawan, Rabu (30/3/2011).

Rahmad menilai, menghadapi tim sekelas "Mutiara Hitam" perlu persiapan khusus karena mereka memiliki kelas yang berbeda. Apalagi, dalam hal kecepatan, duet Boaz dan Titus Bonai memiliki speed di atas rata-rata.

"Saya sependapat, dibutuhkan strategi khusus untuk menyerang dan bertahan. Mereka memiliki counter attack dan daya juang yang bagus selama 90 menit. Itu sudah mereka buktikan lawan Persib Bandung, di mana kedudukan tertinggal 0-2 bisa mereka samakan," tuntas Rahmad.

Jika "Macan Kemayoran" sanggup menang, maka persaingan juara akan semakin terbuka. Sebaliknya, jika kalah, maka Persipura akan semakin leluasa berlari sendirian di posisi terdepan.

3/20/2011

Bepe: Bermain Di Jalak Harupat Seperti Di Kandang Sendiri

Persija Jakarta sukses memenangi Derby d'Indonesia jilid kedua musim ini dengan mengalahkan tuan rumah Persib Bandung 3-2 di Stadion Si Jalak Harupat, Jumat (18/3) malam WIB. Pada pertandingan yang berlangsung keras tersebut, Bambang Pamungkas yang dikenal memiliki sundulan maut itu menyumbang sepasang gol ke gawang Maung yang dijaga Markus Haris Maulana.

Setelah pertandingan, striker tim nasional Indonesia itu mengaku tidak merasa terintimidasi puluhan ribu bobotoh yang memadati stadion Si Jalak Harupat, dia bahkan mengaku seperti bermain di kandang sendiri, demikian dilansir laman resmi Persib.

"Pertarungan antara Persib dan Persija selalu berada dalam tensi tinggi, kami sudah terbiasa. Ini tradisi tahunan," kata Bambang.

"Kami pantas mencuri tiga poin dari Persib. Koordinasi dan komunikasi antar lini yang terjalin baik berbuah manis."

Sikap menghormati lawan pun diperlihatkan Bambang dengan memuji para pemain Persib yang dinilainya telah beraksi dengan sikap sportifitas tinggi.

Inilah Strategi Persija Kalahkan Persib

Persija Jakarta akhirnya mampu membawa pulang tiga poin saat bertandang ke markas Persib Bandung dalam lanjutan Liga Super Indonesia (ISL), di Si Jalak Harupat, Soreang, Bandung, Jumat, 18 Maret 2011. Tim Macan Kemayoran menang dengan skor 3-2.

"Persib lawan Persija, situasinya selalu seperti ini, penuh dengan tekanan," kata striker Persija, Bambang Pamungkas.

Menurut Bambang, tidak mudah untuk mengalahkan tuan rumah Persib. Dengan banyaknya dukungan dari Bobotoh, Persija butuh kerja keras untuk menaklukkan Maung Bandung.

"Saya pribadi sudah 10 musim bermain dalam kondisi ini. Hanya sekali merasakan kekalahan dari Persib (Liga Indonesia musim 2007)," ujar kapten Persija ini.

Andalkan pemain berpengalaman

Sementara itu, pelatih Persija, Rahmad Darmawan, menegaskan ia paham betul situasi saat menghadapi laga penuh gengsi tersebut. Karena itu, ia telah menurunkan pemain berpengalaman untuk memetik kemenangan.

"Saya sendiri belajar dari beberapa pemain yang cukup berpengalaman menghadapi situasi ini. Selebihnya saya hanya memberikan masukan dan melaksanakannya dengan baik," jelas Rahmad.

Rahmad mengungkapkan, menghadapi Persib ia telah mengintruksikan untuk lebih fokus pada penguasaan permainan di lini tengah sebagai system of play. Menurut Rahmad, intruksinya itu telah dijalankan dengan baik oleh para pemain.

"Kami mampu meredam permainan di lini tengah Persib. Setiap pemain mampu saling mengisi. Terutama para pemain yang hari ini saya fungsikan sebagai penyerang,” jelas Rahmad.

“Rotasi di lini depan berjalan dengan baik, selalu ada striker yang menjalankan fungsi sebagai pemain tengah dan itu berjalan selama 90 menit. Bambang, Greg dan Oliver Makor dibantu M. Ilham, selalu bergantian untuk menjaga skema 4-2-3-1 berjalan baik sepanjang pertandingan,” tambahnya.

Vivanews

2/12/2011

Persija Siapkan Rotasi Lawan Persisam

Usai menaklukkan tim Bontang FC dengan skor fantastis 3-1, dua hari yang lalu, skuad Persija Jakarta tak bisa berleha-leha. Ismed Sofyan dkk akan berhadapan dengan Persisam Samarinda dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL) 2010/2011 di Stadion Segiri, Samarinda, besok.

Ancaman kelelahan pemain sudah pasti akan dialami penggawa Persija. Apalagi, dari Bontang, tim besutan Rahmad Darmawan ini hanya bisa melewati jalan darat menuju Samarinda. Sebab itu, agar performa skuadnya tetap terjaga, akan dilakukan rotasi pemain.

“Saya akan merotasi tiga sampai empat pemain. Siapa saja pemain itu, masih saya godok dan melihat kondisi terakhir,” jelas Rahmad Darmawan, pelatih Persija, kepada INDOPOS kemarin. Rencananya Bambang Pamungkas dan Syamsul Chaerudin tidak akan dimainkan saat bertandang ke kandang Persisam.

Aliyudin dan Tony Sutjipto dipercaya menjadi pemain inti. Dia berharap, rotasi itu bisa mengelabui lawan dan efektif untuk menaklukkan Persisam. “Rotasi dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan karakter permainan lawan. Keputusan saya tidak menurunkan Bambang Pamungkas dan Syamsul juga dilihat dari karakter permainan lawan,” jelas RD – sapaan akrab Rahmad Darmawan.

RD mengakui bahwa Persisam bukanlah lawan yang mudah. Sriwijaya FC, Persib Bandung, PSPS Pekanbaru semuanya dipaksa pulang dengan kepala tertunduk. Persisam jika bermain di kandang, para pemainnya tampil sangat trengginas. Mereka juga memiliki materi pemain yang gemar bermain dengan pressing ketat. Semangat dan loyalitas para penggawa Persisam saat melakoni pertandingan perlu diantisipasi dengan baik oleh pemain-pemain Persija.

“Mereka sangat agresif. Di tiga pertandingan saya pantau mereka, dan mereka gemar mengejar bola kemana pun jika bermain di kandang,” jelas mantan pelatih Sriwijaya FC ini. Dia berharap kepada pemainnya untuk terus membuat sulit pemain Persisam. Secara teknis harus bisa melayani permainan menyerang Persisam agar tidak mudah mengembangkan permainan.

“Kita harus lawan dengan pressing juga. Untuk itu saya butuh pemain-pemain bugar agar kondisi pemain kami baik,” jelasnya. “Semoga kami bisa terus melanjutkan tren kemenangan ini dari pertandingan ke pertandingan,” tandasnya. Sebelumnya,- Persija sukses melibas Bontang FC dengan skor 3-1 itu.

Striker Persija Aliyudin mengatakan hal yang sama. Dia mengaku senang kembali diberikan kepercayaan untuk bisa menghiasi skuad inti saat berhadapan Bontang, dua hari yang lalu. Dia berharap melawan Persisam kembali menjadi pemain inti. Aliyuddin memang mendapatkan perlakuan agak “spesial”.

Dia selalu dipasang oleh pelatih jika bermain di kandang. “Mau di kandang ataupun di luar kandang, saya tetap menginginkan bermain yang terbaik untuk Persija. Yang terpenting hasil akhir kami bisa menang. Itu saja,” tandasnya. Selama ini, Ali kerap dibangku cadangkan oleh RD jika bermain di Jakarta.

RD lebih memilih duet Agu Casmir dan Bambang Pamungkas. Alasannya pertimbangan strategi. “Untuk striker yang sifatnya menjadi tembok serangan, saya hanya memiliki Casmir. Masuknya Aliyudin dan Bambang Pamungkas bergantian itu akan membantu kinerja Agu di lini depan,” jelas RD.

Bolaindo.com

2/10/2011

Persija Bidik Posisi Dua Besar

Pelatih Persija Jakarta Rahmad Darmawan menjadikan pertandingan melawan Bontang FC di Stadion Mulawarman, Kamis [10/2], sebagai kesempatan untuk mengatrol posisi tim Macan Kemayoran ke peringkat dua klasemen sementara Superliga Indonesia 2010/11.

Menurut RD, sapaan Rahmad, posisi kedua klasemen merupakan kewajiban yang harus dipenuhi tim besutannya. Jika menang di laga ini, maka Persija bakal mengoleksi 26 poin. Raihan angka itu sama dengan Semen Padang, namun Persija unggul selisih gol.

“Saya selalu meminta pemain untuk berusaha fokus dari satu pertandingan ke pertandingan lainnya. Kami sudah mencuri poin di Balikpapan, dan ingin mengulanginya lagi di Bontang,” ujar RD.

“Kami masih berpeluang menjadi runner-up pada akhir putaran pertama ini. Karena itu, kami harus mengoptimalkan laga sisa di Kalimantan. Walau begitu, kami tetap waspada, dan tidak mau lengah saat menghadapi Bontang.”

Ditambahkan, dengan menempati posisi kedua klasemen, tim besutannya bisa memberikan tekanan kepada Persipura Jayapura yang kini bertengger di puncak. RD pun menyampaikan rasa optimistisnya dapat menyalip Persipura pada putaran kedua.

“Kami juga masih berpeluang juara di akhir musim. Sekarang yang terpenting terus memberi tekanan kepada Persipura. Sisa laga di putaran kedua masih banyak. Kami juga memiliki home lebih banyak dengan dukungan penuh suporter. Sekarang yang terpenting fokus di dua away sisa dan pulang membawa empat angka,” kata RD.

Goal.com

2/03/2011

Persija Layangkan Protes

Persija Jakarta tetap melayangkan protes atas kinerja wasit. Macan Kemayoran tetap bersikap kritis meski menang 1-0 atas tuan rumah Persiba Balikpapan di Stadion Persiba, kemarin sore.

Persija berhasil memutus hasil negatif pada dua away terakhir. Macan Kemayoran berhasil mendapatkan tiga angka setelah Greg Nwokolo melesakkan gol pada menit ke-68. Hasil tersebut menghapus hasil buruk dua away sebelumnya. Bambang ’Bepe’ Pamungkas dkk kehilangan angka setelah takluk 0-2 dari tuan rumah Persiwa Wamena dan kalah 1-2 oleh Persipura Jayapura. Seusai menghadapi Persiba, Persija kembali mengeluhkan kinerja wasit.

’’Pertandingan tadi (kemarin) tidak mudah. Bukan hanya permainan ngotot yang dikembangkan Persiba, tapi kondisi lapangan juga kurang ideal. Kami masih mengkritisi kepemimpinan wasit, meski bisa menang,” ungkap Pelatih Persija Rahmad ’RD’ Darmawan seusai laga kemarin.

Pengadil lapangan dinilai belum memberikan rasa aman bagi pemain. Untuk masalah ini, Persija mengaku akan melayangkan surat protes. RD kesal karena beberapa kali Muhammad Nasuha yang juga berstatus timnas dikasari oleh pemain Persiba.

’’Laga ini live, tapi wasit tetap begitu. Mereka harus dikritisi. Sebab, tidak memberikan perlindungan bagi pemain, terutama timnas. Beberapa kali Nasuha dihantam dari belakang. Tapi, kami puas atas kemenangan ini,” ujarnya.

Sukses mendulang tiga angka membuat Persija berhasil merevisi posisi klasemen. Macan Kemayoran naik satu setrip ke urutan 3 dengan nilai 23 dari 12 laga. Persija terpaut dua angka dari runner-up Semen Padang dengan jumlah laga sama. Mereka menggusur Arema FC yang baru mengumpulkan nilai 20.

Bolaindo.com

2/01/2011

Macan Kemayoran Target Sapu Bersih Poin Tandang

Persija Jakarta hanya bisa sebentar menikmati manisnya kemenangan. Tim besutan Rahmad Darmawan itu kini bersiap menghadapi tiga laga berat dan panjang di tur Kalimantan mulai kemarin hingga 14 Februari mendatang. Usai menekuk Persijap Jepara dengan skor fantastis 3-0, Sabtu (29/1), kemarin anak-anak Macan Kemayoran, julukan Persija, langsung bertolak ke Kalimantan.

”Tur ini akan sangat melelahkan, fisik pemain akan menjadi perhatian kami paling utama,” jelas Francis Wewengkang, asisten pelatih Persija kepada INDOPOS kemarin. Ya, di Kalimantan, Persija akan menjalani tiga pertandingan sekaligus. Yaitu, berhadapan dengan tuan rumah Persiba Balikpapan di Stadion Balikpapan (2/ 2).

Lalu lawan Bontang FC pada 10 Februari di Stadion Mulawarman, Bontang. Laga pamungkas di tur Kalimantan berhadapan dengan Persisam Samarinda pada 13 Februari di Stadion Segiri, Samarinda. Bambang Pamungkas dkk sekitar pukul 8.00 kemarin bertolak ke Kalimantan. Pelatih Persija Rahmad Darmawan menargetkan poin absolut di setiap pertandingan. Ini agar tidak terpeleset dari kejar-kejaran menuju tangga jawara Djarum Indonesia Super League (DISL).

Persija kini duduk diperingkat 4 klasemen sementara. Kendati duduk di empat besar, jarak poin Persija dengan pimpinan klasemen Persipura lumayan jauh. Persija kini meraih poin 20, sedangkan Persipura dengan torehan poin 26. Peringkat 2 Semen Padang poin 24 dan peringkat 3 Arema Indonesia poin 20.

Bolaindo

1/30/2011

RD Kaget Lihat Permainan Persijap

Pelatih Persija Jakarta Rahmad Darmawan mengaku kaget dengan pola permainan yang dikembangkan Persijap Jepara ketika kedua tim saling bentrok di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Sabtu [29/1].

Menurut RD,
sebutan Rahmad, taktik yang diterapkan Persijap diluar dugaannya. Berdasarkan yang ia lihat dari rekaman beberapa pertandingan tim Laskar Kalinyamat, tim besutan Suimin Diharja itu selalu menerapkan pressing ketat, baik kandang maupun tandang.

“Yang s
aya lihat di sini berbeda. Bang SD [Suimin] telah menerapkan taktik berbeda dari yang saya lihat dari rekaman pertandingan mereka. Saya tunggu pressing mereka, tapi tidak keluar. Pemain akhirnya terbawa arus permainan yang dikembangkan Persijap,” ungkap RD.Ditambahkan, kendati tim besutannya memetik kemenangan tiga gol tanpa balas, RD menilai permainan yang diperlihatkan Persija tidak sesuai harapan. Bahkan, RD menganggap kemenangan itu bukan diraih dengan permainan yang bagus.

“Walau menang, tapi permainan kami tidak bagus. Justru permainan kami di Papua lebih bagus dari tadi. Tapi saya memilih permainan tidak bagus, namun kami menang,” kata RD sambil tersenyum.

Goal.com

1/21/2011

RD Keluhkan Kepemimpinan Wasit

Pelatih Persija Jakarta Rahmad Darmawan mengeluhkan kepemimpinan wasit ketika tim besutannya menelan kekalahan 2-1 dari Persipura Jayapura dalam lanjutan Superliga Indonesia 2010/11 di Stadion Mandala kemarin.

RD, sebutan Rahmad, menilai keputusan wasit Retu Slamet Wijaya yang menganulir gol Oliver Makor pada menit ke-76, karena menganggap bola yang ditendang Greg Nwokolo sudah terlebih dahulu meninggalkan lapangan, telah membuyarkan konsentrasi pemainnya.

“Seharusnya sebelum passing dilakukan, dia terlebih dahulu mengangkat bendera, bukan setelah gol terjadi. Tapi, pemain juga seharusnya bisa tetap fokus selama 90 menit. Kami bukan menyayangkan kekalahan, tapi menyayangkan sikap wasit,” ungkap RD.

Kendati menelan kekalahan dari Persipura, RD tetap merasa puas dengan performa anak asuhnya di kandang tim Mutiara Hitam. Menurutnya, pemain telah mengeluarkan kemampuan terbaik melawan salah satu tim papan atas Superliga tersebut.

“Saya merasa puas melihat permainan tim yang diperagakan para pemain di pertandingan itu. Mereka sudah tampil luar biasa, dan kami sempat unggul lebih dulu,” kata RD.

sumber : goal.com
-----------------------------------------------------------------
This Blog is @2008-2011 MULTI ETNIS Outlet Production

jakmania-utankayu.blogspot.com
Persija ampe mati..
-----------------------------------------------------------------