Popular Posts

Showing posts with label Bobotoh. Show all posts
Showing posts with label Bobotoh. Show all posts

3/16/2011

Terlecut Faktor Pemain ke-12

Pertandingan ke-16 Indonesia Super League (ISL) 2010/2011 bagi tim Persija Jakarta dipastikan akan berbeda dari laga sebelumnya. Laga yang akan dilaksanakan Jumat (18/3), nanti Tim Macan Kemayoran akan dijamu Persib Bandung di Stadion Jalak Harupat, Bandung, Jawa Barat.

Mengapa laga ini berbeda dengan laga lainnya? Pecinta Persija pasti tahu jawabannya. Ya, itu karena Persija akan bertemu dengan musuh bebuyutan. Bukannya mengamini arti sebuah permusahan suporter, namun sudah bukan rahasia lagi kalau kedua suporter dua tim perserikatan The Jakmania (suporter Persija) dan Viking Persib Club (suporter Persib) itu sampai detik ini tidak memiliki hubungan yang harmonis.

Makanya bukan hal yang aneh, jika pemain Persija datang ke stadion kerap menggunakan tank atau kendaraan rantis kepolisian. Faktor pemain ke-12 itulah yang membuat laga yang akan dihelat itu sangat terasa panas.

“Saya memprediksi, kondisi di lapangan nanti akan berbeda karena kami main dengan dibayangi tuntutan suporter yang tidak ingin dipermalukan. Itu yang membuat motivasi kami akan lebih berbeda dari pertandingan-pertandingan lain,” jelas Rahmad Darmawan pelatih Persija kepada Indopos kemarin.

Perseteruan dua suporter yang berdekatan itu memang sudah terjadi sejak tahun 2003. Kendati ada niat baik perdamaian dari kedua petinggi suporter, namun hal itu tidak terealisasi di barisan bawah atau grassroot kerap bergesekan. Ketua Umum The Jakmania Lariko Ranggamone sudah terus berusaha mengadakan pertemuan dengan para petinggi Viking.

“Niat perdamaian sudah kami buka, namun sampai saat ini belum juga terjadi di lapisan bawah kami. Pameo di barisan suporter kami memang saat ini boleh kalah dari yang lain, asal jangan kalah dari Persib,” kata Lariko.

Sementara itu, Persib juga dibalut motivasi lain. Selain tuntutan suporter, kemenangan melawan Persija akan menjadi kado ulang tahun ke-78 yang jatuh Senin, 14 Maret 2011. Kendati Persib sukses mengalahkan Pelita Jaya dipertandingan sebelumnya, Manajer Persib Umuh Muchtar mengatakan pihaknya masih membutuhkan kado istimewa yang lebih ciamik.

“Kami ingin kado yang lebih istimewa. Kemenangan lawan Persija menjadi kado yang lebih berharga dari kemenangan lawan Pelita,” ujar Umuh.

Sebagai sebuah tim, selama ini alur cerita Maung Bandung dinikmati oleh bobotoh. Memori kemenangan Persib di final Liga Indonesia 1994/1995, sampai sekarang masih menjadi kenangan yang diharapkan bisa kembali terulang.

“Saya turut bahagia. Apalagi suasananya Persib baru saja memperoleh kemenangan dari Pelita Jaya. Akan lebih lengkap rasanya jika nanti bisa meraih hasil serupa saat menghadapi Persija Jakarta,” kata Pelatih Persib Daniel Roekito.

Manajer Persib, Umuh Muchtar menyatakan, setelah mendapatkan kado kemenangan atas Pelita 2-1 akhir pekan lalu. Ia berharap para pemain bisa memberikan kado kemenangan kedua yang menurutnya bakal terasa lebih spesial.

Bolaindo.com

1/24/2011

Wasit Dipukuli Penonton di Siliwangi Bandung

Kontroversi kembali mewarnai laga Liga Super Indonesia, kali ini di Stadion Siliwangi Bandung, Minggu, 23 Januari 2011. Keputusan wasit Najamudin Aspiran, wasit yang memimpin laga Persib Bandung melawan Arema FC, yang tidak memberikan waktu tambahan memicu protes keras dari pemain dan ofisial Persib.

Bahkan wasit asal Balikpapan itu sempat mendapatkan beberapa pukulan dan tendangan dari sejumlah bobotoh yang berhasil menerobos ke lapangan pada pertandingan yang berakhir 1-1 itu. Petugas yang mengawal akhirnya berhasil menghentikan aksi kekerasan dan menjaga Najamudin di area dalam stadion.

Keputusan Najamudin yang menghentikan pertandingan serta wasit keempat, Olehadi yang tak memberikan aba-aba ada atau tidak ada waktu tambahan meski selama babak kedua terjadi beberapa momen yang membuat pertandingan terhenti memang cukup membuat kubu Maung Bandung geram.

“Ya kita cukup mempertanyakan keputusannya. Padahal ada sejumlah kejadian yang seharusnya membuat wasit memberikan tambahan waktu,” kata Asisten Pelatih Robby Darwis.

Momen-momen yang dimaksud Robby itu di antaranya ketika wasit harus menghentikan pertandingan pada menit 67, saat Wildansyah tergelatak di tengah lapangan akibat terkena sikutan Muhammad Ridhuan yang akhirnya membuat wasit mengusir pemain sayap Arema asal Singapura itu.

Kejadian pada menit 67 itu, bisa dikatakan mengawali suasana panas di Stadion Siliwangi. Bobotoh yang tak puas oleh kepemimpinan wasit menumpahkan emosi mereka dengan merusak sejumlah fasilitas Stadion seperti papan A-board dan terlibat aksi saling kejar dan lempar dengan petugas keamanan.

Bahkan striker Persib Pablo Frances yang berusaha menenangkan massa bobotoh yang mengamuk pun sempat terlibat salah paham dengan petugas dan makin membuat suasana menjadi kacau. Pablo sempat dikejar sejumlah petugas keamanan yang mencoba meringkusnya karena dianggap telah melakukan tindakan yang tidak pantas kepada petugas berpakaian preman.

“Soal Pablo hanya salah paham, dia menyangka petugas tersebut adalah bobotoh,” jelas Robby.

Akibat kejadian tersebut, tersebut Persib terancam menjalani laga usiran saat kembali menjalani laga kandang berikutnya melawan Pelita Jaya Karawang, 6 Februari 2011.

Ancaman tersebut bukan tanpa dasar, seperti diungkapkan Kasgar Tap II Marsekal Madya Wahyudin yang juga menjabat sebagai Ketua Panpel Persib, selain rusaknya sejumlah fasilitas stadion Siliwangi, ia pesimis pihak Polresta Kota Bandung memberikan izin keamanan untuk laga Persib selanjutnya.

“Kalaupun masih bisa digelar di Stadion Siliwangi, mungkin akan dilaksanakan tanpa penonton. Kejadian malam ini sangat kami sesali,” terang Wahyudin.

sumber : vivanews.com
-----------------------------------------------------------------
This Blog is @2008-2011 MULTI ETNIS Outlet Production

jakmania-utankayu.blogspot.com
Persija ampe mati..
-----------------------------------------------------------------