Popular Posts

Showing posts with label Ferry Paulus. Show all posts
Showing posts with label Ferry Paulus. Show all posts

5/31/2012

Persija Beri Santunan untuk Keluarga Suporter yang Tewas

Seperti yang sudah ramai diberitakan sebelumnya, sepakbola Indonesia kembali berduka. Insiden kali ini menimpa kedua suporter dari kedua team Persija Jakarta dan Persib Bandung saat duel klasik di SUGBK..

Tercatat tiga korban jiwa meregang nyawa dan beberapa lainya luka-luka. Dari tiga korban meninggal, dua tercatat dari suporter Persija, dan satu dari suporter Persib.

Menyikapi hal ini, pihak Persija akan berkunjung ke rumah korban untuk berbelasungkawa termasuk Walikota Jakarta Pusat, Ketua Umum PSSI versi KPIS, La Nyalla, Ketua Umum Persija Ferry Paulus, beserta jajaran manajemen, dan pemain-pemain Persija.

Ferry mengatakan, “Sebenarnya kunjungan ini sudah mau dilakukan kemarin (28/5/2012). Namun karena menyocokan jadwal agar bisa berbarengan terpaksa ditunda. Yang pasti dalam waktu dekat ini akan dilakukan pemberian santunan, serta ungkapan belasungkawa kepada korban di kedua belah pihak.”

"Semoga ini yang terakhir, dan kedepannya tidak ada lagi jatuh korban di suporter Persija khususnya, dan suporter tim Indonesia lainnya secara umum," ucap Ketua Umum Jakmania, Lariko Ranggamone.

Tribunnews.com

5/30/2012

Persija Beri Santunan untuk Keluarga Suporter yang Tewas

Seperti yang sudah ramai diberitakan sebelumnya, sepakbola Indonesia kembali berduka. Insiden kali ini menimpa kedua suporter dari kedua team Persija Jakarta dan Persib Bandung saat duel klasik di SUGBK.

Tercatat tiga korban jiwa meregang nyawa dan beberapa lainya luka-luka. Dari tiga korban meninggal, dua tercatat dari suporter Persija, dan satu dari suporter Persib.

Menyikapi hal ini, pihak Persija akan berkunjung ke rumah korban untuk berbelasungkawa termasuk Walikota Jakarta Pusat, Ketua Umum PSSI versi KPIS, La Nyalla, Ketua Umum Persija Ferry Paulus, beserta jajaran manajemen, dan pemain-pemain Persija.

Ferry mengatakan, “Sebenarnya kunjungan ini sudah mau dilakukan kemarin (28/5/2012). Namun karena menyocokan jadwal agar bisa berbarengan terpaksa ditunda. Yang pasti dalam waktu dekat ini akan dilakukan pemberian santunan, serta ungkapan belasungkawa kepada korban di kedua belah pihak.”

"Semoga ini yang terakhir, dan kedepannya tidak ada lagi jatuh korban di suporter Persija khususnya, dan suporter tim Indonesia lainnya secara umum," ucap Ketua Umum Jakmania, Lariko Ranggamone.

Tribunnews.com

2/27/2012

Manajemen Persija Coba Bujuk Iwan Setiawan

Ketua Umum Persija Jakarta, Ferry Paulus terkejut dengan putusan mendadak pelatihnya, Iwan Setiawan. Pelatih Macan Kemayoran itu memutuskan mundur usai Persija ditahan imbang Persisam Samarinda, kemarin malam.

Ferry mengatakan bakal membicarakan kembali persoalan itu dengan Iwan. Menurut Ferry, putusan mengejutkan Iwan itu diambil saat ia dalam kondisi emosi. Ferry berharap semua persoalan bisa diselesaikan dengan kepala dingin.

"Saya pikir saya harus bicara dulu sama beliau. Karena memang suasananya masih kurang bagus, masih ada emosional segala macem. Kita tunggu saja," kata Ferry.

Ferry mengatakan, Iwan tidak pernah membicarakan putusan untuk mundur itu sebelumnya. Hubungan antar pelatih dan klub, juga diakui Ferry tidak pernah ada masalah. Ferry bahkan mengaku puas dengan kinerja pelatih asal Aceh itu.

"Belum ada pembicaraan sebelumnya. Sama sekali tidak pernah," kata Ferry heran. Meski demikian, Ferry mengatakan manajemen Persija masih akan berupaya mempertahankan Iwan.

"Manajemen tentunya masih ingin mempertahankan Iwan. Kalau kita melihat perjalanan Persija di bawah Iwan sekarang, itu masih oke.


Vivanews.com

2/26/2012

Iwan Mundur dari Pelatih Persija Karena Merasa Dicurangi

Pelatih Persija Jakarta, Iwan Setiawan mundur dari jabatannya sesaat setelah laga Macan Kemayoran melawan Persisam Samarinda dalam lanjutan kompetisi Indonesia Super League (ISL) di Stadion Utama GBK, Minggu (26/2/2012).

Kepada wartawan ia menegaskan, sikap yang diambil tak lepas dari anggapannya di mana sepak bola Indonesia masih diiringi oleh sikap ketidakjujuran. "Hari ini dengan berat hati saya akan mundur dari pelatih Persija karena ada ketidakjujuran dalam sepak bola di Indonesia," katanya lalu bergegas meninggalkan ruangan konferensi pers, Minggu.

Ia mengatakan, hal yang paling disoroti adalah kepemimponan wasit Jumadi dalam laga Persija kontra Persisam. Menurutnya, Jumadi dinilai tidak jujur.

Sejak babak pertama, Iwan menengarai kepemimpinan Jumadi menunjukkan sikap tidak sportif."Bahkan usai babak pertama saya menemui wasit Jumadi dan saya meminta agar dia jujur. Tapi sampai pertandingan selesai Jumadi tidak jujur," ujarnya.

Iwan awalnya bukanlah pelatih Persija. Dia diangkat menjadi Direktur Tehnik di Persija (PT Persija Jakarta Jaya). Alhasil, saat itu, ia pun terbang ke Singapura untuk menemui Dejan Glucevic dan meminta untuk melatih Persija. Akan tetapi, ia menolak karena adanya dualisme kompetisi di Indonesia, yakni ISL dan IPL.

Mendapat kenyataan tersebut. Ferry Paulus selaku Ketua Umum Persija langsung meminta kepada Iwan agar mengarsiteki Bambang Pamungkas cs. Akan tetapi, awalnya Iwan menolak permintaan tersebut karena ingin berkonsentrasi sebagai Direktur Tehnik karena masih trauma dengan sikap "kotor" dalam persepakbolaan Indonesia itu.

Namun belakangan Iwan mau menerima tawaran tersebut karena kondisi tim yang belum mendapat pelatih. Terlebih Ferry Paulus mengatakan kompetisi musim ini akan lebih jujur.

"Dan karena saya juga merupakan bagian dari Persija, akhirnya saya menerima," ungkap Iwan.

"Apa yang menjadi kendala di bawah PT Liga Indonesia adalah ketidakjujuran seperti pengaturan skor dan saya yakin tahun ini tidak ada," tandasnya.

"Tapi hari ini saya sangat kecewa. Bahkan saya mengatakan kepada Jumadi jika saya yang salah saat menyaksikan tayangan ulang di TV, saya akan langsung telepon dia dan meminta maaf. Tapi sampai akhir pertandingan beliau tidak jujur. Itu sudah merusak cita-cita orang yang ingin menegakkan kejujuran dalam persepakbolaan Indonesia," tegasnya.

Lebih lanjut Iwan mengaku kerap membuat sensasi. Misalnya, salah satu pelatih yang paling sering dikena skorsing. Atau pelatih yang selalu menggunakan baju koko (taqwa) setiap memimpin laga Persija.

"Walaupun saya orang kecil, mudah-mudahan bisa membawa perubahan di sepak bola, dalam kompetisi ini mungkin saya paling banyak pake baju koko. Kenapa, saya mau sepak bola jujur, malu kalau tidak jujur. Ini baju buat Sholat," sergah Iwan yang telah memegang Lisesnsi A kepelatihan sejak usia 28 tahun dan pernah belajar di KNVB itu.

Tribunnews.com

12/21/2011

Ferry Paulus: Kasus Persija Jakarta & Sriwijaya FC Sudah Selesai

Ketua umum Persija Jakarta Ferry Paulus mengungkapkan, pihaknya dan Sriwijaya FC sudah tidak memperpanjang masalah dalam kasus perkelahian yang melibatkan pemain kedua tim beberapa waktu lalu.

“Kasus sudah selesai, dan kedua belah pihak serta pemain sudah sepakat berdamai, dan tidak melanjutkan ke kantor polisi atau apa pun. Kedua belah pihak sama-sama mengalami kerugian,” ujar Ferry.
“Ismed [Sofyan] terluka, dan dioperasi delapan jahitan, Thierry [Gathuessy] juga terluka. Jadi kami tidak ingin memperpanjang lagi masalah ini. Hubungan Sriwijaya dan Persija juga baik-baik saja.”

Kendati demikian, bila ada pemanggilan dari pihak kepolisian, maka proses akan tetap berjalan. Hal ini disebabkan berita acara pemeriksaan [BAP] sudah terlanjur diproses. Namun Ferry menegaskan, kedua belah pihak tetap menganggap kasus ini selesai, dan telah tercipta perdamaian.

Seperti diketahui, sejumlah pemain Persija melakukan pengeroyokan kepada Hilton Moreira dan Thierry di Hotel Swarna Dwipa, Palembang, usai laga kedua tim di Superliga Indonesia (ISL) 2011/12, Minggu (18/12).

Goal.com

12/10/2011

Pedro Dikabarkan Sudah Bisa Perkuat Persija

Di tengah pencarian sosok ideal yang bisa menjamin gol demi gol Persija Jakarta, proses International Transfer Certivicate (ITC) Pedro Javier Velazquez, dikabarkan sudah selesai.

Bomber asal Paraguay tersebut dikabarkan sudah dapat tampil memperkuat Macan Kemayoran setelah absen pada dua pertandingan awal.

"Informasi tersebut saya dapatkan dari manajemen, dalam hal ini Ketua Umum Persija, Ferry Paulus. Disebutkan bahwa besar kemungkinan Pedro bisa main lawan Persiram Raja Ampat," terang pelatih Persija Jakarta, Iwan Setiawan, kepada Bola.net.

Persija memang akan melakoni laga tandang di lanjutan Indonesia Super League (ISL) kontra Persiram di Stadion Surajaya, Lamongan, Minggu (11/12).

Jika ITC Pedro benar beres, tentu ini menjadi modal berharga bagi Iwan Setiawan. Maklum, sosok Pedro dan Bambang Pamungkas jadi tumpuan utama Iwan dalam urusan mencetak gol pada musim ini.

Dengan demikian, Robertino Pugliara yang sebelumnya diplot sebagai gelandang serang, bisa kembali ke posisi aslinya sebagai gelandang yang beroperasi lebih banyak di tengah. Posisi tersebut dianggap Iwan merupakan pos yang ideal bagi Robertino.

Biodata Pedro Javier Velazquez:
  • Kelahiran: Paraguari, Paraguay, 13 Mei 1983
  • Tinggi/Berat:180 cm/85 kg
  • Posisi: striker
  • Karier klub: Libertad 2000/2003, CS Columbia, Guarani, Sol De America, Persiba Bantul (2006), PSDS (2006), Persibom (2007), Deportes Puerto Montt (2008), Deportes Iquique (2008/2009), Sportivo Luqueno (2009/2010), Guabira (2010), Univ De Sucre (2011), The Strongest (2011), Persija (2011)

Bola.net

10/23/2011

Persija Jakarta Versi Ferry Paulus Mantap Ikuti ISL

Persija Jakarta versi Ferry Paulus semakin mantap untuk berpartisipasi dalam kompetisi Superliga Indonesia (ISL) yang berada di bawah pengelolaan PT. Liga Indonesia (PT. LI).

Seperti yang dilansir oleh Indopos, PT. Persija Jaya Jakarta (PJJ) memutuskan untuk mengikuti Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT. LI yang digelar di Hotel Park Lane, Jakarta Selatan, hari ini (23/10).
“Saya dengan Pak Ferry Paulus (ketua umum Persija Jakarta) akan datang dan sudah terdaftar bakal ikut RUPS PT Liga,” ujar Benny Erwin, salah satu pemegang saham PT PJJ.

Benny menegaskan sejak musim lalu, PJJ memang sudah terdaftar sebagai peserta kompetisi yang dikelola oleh PT. LI sesuai amanat kongres yang sejalan dengan Statuta PSSI.

“Itu artinya kami memang sudah valid dan akan tetap menjadi kontestan. Kami juga sudah berkoordinasi dengan PT Liga dan dipastikan ikut,” tambahnya.



Goal.com

10/12/2011

Anggota Exco Dukung Persija Kubu Ferry

Perjuangan kubu Ferry Paulus memenangkan hak pengelolaan Persija Jakarta mendapat dukungan dari anggota Komite Eksekutif PSSI, Robertho Rouw. Dia berjanji akan membawa kembali konflik Persija ke rapat Exco PSSI.

PSSI telah menyatakan PT Persija Jaya di bawah kendali Hadi Basalamah sebagai pengelola Persija yang sah. Namun kubu Ferry Paulus yang membawa bendera PT Persija Jaya Jakarta tak terima, dan mulai melakukan perlawanan.

Siang tadi, Ferry melalui kuasa hukumnya telah resmi melayangkan somasi kepada PSSI. Mereka memberi waktu 3x24 jam kepada PSSI untuk menganulir keputusannya. Bila tidak, PT Persija Jaya Jakarta akan membawa PSSI ke jalur hukum.

Dukungan terhadap Ferry juga datang dari pendukung Persija, The Jakmania. Siang tadi, fans yang identik dengan warna oranye ini 'mengepung' PSSI. Mereka juga meminta PSSI meninjau ulang keputusan pengelolaan Persija.

Aksi ini juga diramaikan oleh beberapa pemain Persija, seperti Ismed Sofyan, Rahmat Affandi, dan Leo Saputra. "Kaputusan yang sudah diambil Exco bersifat kolektif, dan saya harus mendukung itu. Tapi dengan adanya teman-teman, saya akan bawa masalah ini lagi ke rapat Exco," katanya.

"Karena korban dari putusan ini bukan hanya pecinta bola, tapi banyak pihak. Saya akan sampaikan ke Ketua Umum," beber Robertho.

Menurut Robertho, secara pribadi pihaknya mendukung gerbong Ferry sebagai pemilik Persija yang sah. Keputusan PSSI yang memenangkan kubu Hadi Basalamah menurutnya adalah pemicu reaksi dari dalam Persija itu sendiri.

"Kami juga tahu jika awal pemilik persija adalah klub anggota. Bukan keanggotaan orang per orang. Kami akan berbicara dengan klub-klub anggota Persija. Kami lihat asalnya dulu, baru memutuskan yang sah itu siapa. Yang pasti kami harus mendengar siapa pemilik klub," ujarnya.

Tentu tak mudah bagi Robertho untuk mengusulkan rapat Exco. Pasalnya sesuai dengan pasal 36 ayat statuta PSSI, rapat Exco hanya boleh digelar bila mendapat dukungan dari sekurang-kurangnya 50 persen anggota Exco.


Ketua Umum PSSI selanjutnya diwajibkan menggelar rapat maksimal 21 hari setelah permintaan diajukan. Langkah ini dikhawatirkan tidak bisa berjalan mengingat kompetisi Liga Super 2011-2012 sudah dimulai pada 15 Oktober 2011.

• VIVAnews

10/05/2011

PT Persija Jaya Siap 'Tempur' di Jalur Hukum

Pengurus PT Persija Jaya, Hadi Basalamah tak gentar dengan langkah Ketua Umum Persija, Ferry Paulus yang ingin membawa dualisme pengelolaan Persija ke jalur hukum. Sebaliknya Hadi justru mendukung langkah tersebut.

"Itu lebih bagus. Itu benar, bawa saja ke pengadilan. Itu hak dia (Ferry Paulus) karena merasa dirugikan," kata Hadi saat dihubungi VIVAnews, Rabu 5 Oktober 2011.

PSSI telah resmi menunjuk PT Persija Jaya sebagai pengelola Persija musim 2011-12. Namun kubu Ferry Paulus yang berada di bawah bendera PT Persija Jaya Jakarta merasa keberatan dan ingin menempuh jalur hukum.

"Saya tidak tahu bagaimana penilaian Exco PSSI. Tapi, yang jelas kami pemegang lisensi dari 2008. Kami lolos verfikasi saat itu. Saya kira itu jadi acuan Exco," kata Hadi yang juga menjabat sebagai CEO Jakarta FC tersebut.

"Saya punya buktinya. Sekitar 17 klub lainnya yang lolos verifikasi juga tidak berubah. Tapi, kok tiba-tiba mereka (PT Persija Jaya Jakarta) klaim punya hak kompetisi," kata Hadi.

Meski mendapat pengakuan PSSI terhadap PT Persija Jaya sempat mendapat protes dari pendukung Macan Kemayoran. Senin lalu, 200 suporter yang biasa disebut The Jakmania itu sempat menggelar demonstrasi di depan kantor PSSI.

Mereka memprotes keputusan PSSI yang telah menunjuk PT Persija Jaya sebagai pengelola Persija. Bagi massa berbaju oranye itu, PT Persija Jaya Jakarta seharusnya menjadi payung hukum yang sah dari Macan Kemayoran.

Meski demikian, Hadi mengaku tidak khawatir dengan aksi tersebut. Hadi juga sudah siap bila The Jakmania tidak mendukung tim Persija versi PT Persija Jaya. "Kalau mereka enggak dukung, saya enggak bisa paksa. Tapi, insya Allah didukung," pungkas Hadi.

Vivanews

Persija Ambil Langkah Hukum

Ketua Umum Persija Jakarta, Ferry Paulus, memastikan pihaknya akan mengambil langkah hukum terkait keputusan kontroversial PSSI yang memilih  PT. Persija Jaya sebagai payung hukum klub berjuluk Macan Kemayoran tersebut.

"Ya, pasti. Kami akan ambil langkah hukum," kata Ferry kepada VIVAnews.com.

Sebelumnya, ada tiga pihak yang mendaftar mewakili Persija untuk mengikuti liga ke PSSI. Namun, dua kubu yang dominan adalah PT Persija Jaya yang dipimpin oleh Hadi Basalamah dan PT Persija Jaya Jakarta yang dipimpin oleh Ferry Paulus.

Dari hasil rapat Komite Eksekutif yang berlangsung di Hotel Sahid pada 30 September 2011, PSSI akhirnya menjatuhkan pilihan kepada PT. Persija Jaya. Terang saja, hal ini mengejutkan banyak pihak. Pasalnya dari hasil verifikasi, poin PT Persija Jaya Jakarta unggul jauh dari dua saingannya.

"Ini sebenarnya bagian dari dinamika sepak bola. Saya pikir, bukan hanya Persija, mungkin suatu saat tim-tim lain akan merasakan hal yang sama," kata Ferry yang mantan anggota Komite Eksekutif PSSI tersebut.

"Saya beranggapan kalau yang benar tetap benar bahwa kebenaran tidak ada istilahnya abu-abu. Selalu hitam dan putih. Kami tunggu saja," papar Ferry Paulus.

Dari hasil verifikasi, PT Persija Jaya Jakarta yang dipimpin Ferry memiliki poin 90. Sementara dua PT lainnya hanya memiliki 11 dan 14 poin.

Vivanews.

8/12/2011

Persija Mengaku Tak Butuh Merger

Kencangnya wacana merger di antara klub-klub ISL dan LPI juga ikut mendapatkan tanggapan dari Persija Jakarta. Melalui ketua umumnya, Ferry Paulus, Persija menegaskan bahwa mereka tak butuh merger.

Wacana merger muncul setelah Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin menyebut bahwa klub-klub ISL dan LPI bakal dilebur pada musim kompetisi mendatang.

Namun demikian, Ketua Bidang Kompetisi PSSI Sihar Sitorus menjelaskan, peleburan klub-klub ISL dan LPI bukanlah keharusan. "Bola itu aktivitasnya luas, melebur bukan berarti harus. Kebijakan dari kedua klub, mengukur masing-masing, kekurangan ini, kelebihan di sebelah sana," tukasnya.

Wacana peleburan juga melahirkan banyak penolakan. Banyak klub ISL disebut-sebut menolak untuk merger dengan klub LPI, dan Sihar sendiri menganggap wajar jika ada kontra menanggapi wacana tersebut.

Di sisi lain, Persija memberikan pendapat yang tergolong diplomatis mengenai masalah tersebut. Ferry Paulus menyebut, 'Macan Kemayoran' mampu berdiri sendiri sehingga merger bukanlah sebuah opsi.

"Kalau buat Persija yang pasti kita misahkan diri, nggak perlu merger. Kita sanggup dan siap," tegas Ferry kepada detikSport, Jumat (12/8/2011).

"Kalau klub lain, saya nggak bisa komentar. Tapi, kita siap. Kalau merger, itu tergantung yang diajak merger. Sah-sah saja. Tapi, kalau kita siap (berdiri sendiri)," lanjutnya kemudian.

"Ya, nggak mungkin kan, orang yang tinggal di Pondok Indah perlu mendapatkan santunan," lugasnya seraya berseloroh.

Wacana merger sendiri memang diadakan sebagai solusi dari klub-klub yang kesulitan mencari dana. Seperti diketahui, dana APBD untuk klub kini sudah dilarang dan oleh karenanya klub-klub dituntut untuk mencari sumber dana sendiri.

Detik.com

8/07/2011

Persija Jajaki Kemungkinan Sewa Jangka Panjang SUGBK

Manajemen Persija Jakarta bertekad mengakhiri persoalan laten terkait stadion dan keamanan. Caranya, manajemen tim di bawah pimpinan Ferry Paulus tersebut, bertekad mempermanenkan stadion yang akan menjadi markas tim berjuluk Macan Kemayoran.

Langkah awal yang dipilih Ferry tersebut, lantaran pertimbangan Persija yang selama ini menjadi tim nomaden karena tidak memiliki stadion permanen.

"Kami tidak ingin masalah yang terjadi pada musim-musim sebelumnya, kini terulang kembali. Kami akan menjajaki untuk mempermanenkan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) selama tiga tahun," ucap Ferry kepada Bola.net, Sabtu (06/8).

"Kami tidak ingin Persija mengalami ketidakpastian saat ingin bertanding. Selain pemain, kami ingin membuat pendukung kami nyaman. Karena itu, kami terus menjajaki kemungkinan menggunakan SUGBK selama tiga tahun," lanjut Ferry.

Apa yang disampaikan Ferry, ternyata dibenarkan oleh Direktur Pengelolaan dan Pengembangan Usaha Gelora Bung Karno, Mahfudin Nigara.

"Persija sudah melakukan komunikasi dan kini kami tengah menjalani proses pra-kontrak soal penggunaan SUGBK," kata Nigara.

"Kami juga terus menjalin konsolidasi internal dengan The Jakmania. Kami sebagai pengurus, akan sama-sama pikirkan untuk membuat suasana yang kondusif. Ini semua untuk menjalin ketertiban dan keamanan," tandas Ferry.

Keinginan Persija untuk berkoordinasi ini tak terlepas dari gagalnya Persija bermain di Jakarta akibat faktor keamanan, untuk itu dirinya bakal lebih berupaya untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Bola.net

8/01/2011

Ini Cara Ketum Persija Siasati Larangan APBD

Peran sponspor akan sangat menentukan bagi perjalanan Persija Jakarta pada musim depan. Pasalnya, Pasalnya, pemeritah telah melarang penggunaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) bagi pendanaan klub profesional. Seperti apa tanggapan ketua umum baru Persija, Ferry Paulus?

"Untuk sponsor, tidak mungkin didapat dalam waktu singkat. Ini perlu diramu dan dipersiapkan dalam jangka waktu yang cukup panjang," kata Ferry saat dihubungi VIVAnews, Minggu, 31 Juli 2011.

"Untuk sementara kami coba cari pemasukan dari penjualan merchandise sembari mencari sponsor," lanjut mantan pengurus exco PSSI era Nurdin Halid itu.

Berstatus sebagai klub plat merah, Persija selalu mengandalkan APBD sebagai sumber pendanaan timnya. Musim lalu saja, Macan Kemayoran mendapat kucuran dana dari Pemerinta Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sebesar Rp22 miliar.

Musim depan, Persija kemungkinan besar tak lagi mendapat kucuran dari APBD. Pasalnya pemerintah telah resmi melarang penggunaan uang rakyat bagi pendanaan klub-klub sepakbola profesional, termasuk Macan Kemayoran.

"Kami akan memaksimalkan status Persija sebagai klub profesional terlebih dahulu. Selanjutnya mungkin lewat merchandise kita bisa memperoleh pemasukan,” beber Ferry yang baru terpilih, Minggu, 30 Juli 2011.

Ferry terpilih sebagai ketum baru Persija lewat Rapat Umum Anggota (RUA) di Hotel Grand Cempaka, Jakarta. Ferry meraih terbanyak, yakni 14 suara mengalahkan rival yakni calon incumbent, Toni Tobias yang hanya mengantongi 6 suara. Sedangkan calon lainnya, Benny Erwin hanya kebagian satu suara.
-----------------------------------------------------------------
This Blog is @2008-2011 MULTI ETNIS Outlet Production

jakmania-utankayu.blogspot.com
Persija ampe mati..
-----------------------------------------------------------------