Popular Posts

Showing posts with label Arifin Panigoro. Show all posts
Showing posts with label Arifin Panigoro. Show all posts

1/07/2012

Konflik PSSI Korbankan Masa Depan Pemain

Pengamat sepak bola, Avian Tumengkol, menilai kisruh yang terjadi di tubuh PSSI telah mengorbankan nasib dan masa depan pemain.

"Pemain kita adalah profesional yang dibayar mahal untuk berjuang demi nama Garuda (Timnas). Dengan kekacauan ini, para pemain menjadi korban utama yang akan mengecewakan para pecintanya," kata Avian yang juga mantan Wakil Direktur Liga Primer Indonesia (LPI) wilayah Sumatera.

Akibat kekisruhan itu juga, menurut Avian, citra dan kredibilitas PSSI sudah tidak lagi mendapat simpati dan respek masyarakat pecinta sepak bola nasional di Indonesia.

"Jika tidak dihentikan dan segera mengambil langkah-langkah solutif, maka masa depan sepak bola nasional kita akan terancam dan mati konyol," kata Avian.

Ia berpendapat, para petinggi PSSI bertanggung jawab untuk segera mencari jalan keluar atas kekisruhan tersebut karena jika dibiarkan akan merugikan para pemain dan pecinta sepak bola Indonesia.

"Keegoisan petinggi PSSI telah mengorbankan semangat para pemain," kata Avian.

Menurutnya, Arifin Panigoro seharusnya bisa lebih memikirkan para pemain dan industri sepakbola itu sendiri, bukan hanya memikirkan kepentingan dan ego diri sendiri. Ego ini, katanya, tidak lain adalah gengsi terhadap petinggi Indonesian Super League (ISL), dalam hal ini Nirwan Bakrie.

"Arifin dan Nirwan seharusnya duduk bersama-sama untuk membahas solusi dan masa depan sepak bola nasional kita," tambahnya.

Avian menambahkan konflik PSSI ini tidak hanya antara Arifin Panigoro dengan Nirwan Bakrie tapi juga melibatkan sosok-sosok besar yang berada di belakang mereka.

Saat ini timnas Indonesia terancam tidak diperkuat oleh pemain terbaik mereka karena mayoritas pemain timnas bermain di kompetisi ISL yang dinilai ilegal oleh PSSI.

Bola.net

2/04/2011

Tiga Kandidat di Bursa Ketua Umum PSSI

Pendaftaran calon Ketua Umum PSSI periode 2011-2015 akan ditutup pada Sabtu tengah malam besok, 5 Februari 2010. PSSI belum bersedia mengumumkan siap saja kandidat yang akan bertarung pada Kongres Luar Biasa nanti yang akan digelar di Bintan, 19 Maret 2011. Sekretaris Jenderal PSSI Nugraha Besoes menyatakan baru akan mengumumkannya setelah tenggat waktu pendaftaran ditutup.

Dari nama calon yang beredar, adalah Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal George Toisutta yang paling ramai dibicarakan. Hingga Kamis kemarin, baru Jenderal George yang berani mendeklarasikan pencalonannya sebagai orang nomor satu di perhimpunan sepak bola nasional ini.

Deklarasi pencalonan Toisutta digelar di Markas Besar Angkatan Darat, Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu, 2 Februari 2011. Hanya berselang beberapa jam setelah deklarasi, nama George secara resmi diajukan ke PSSI.

Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono mendukung langkah Toisutta ini. Selain itu, Toisutta juga mendapat dukungan dari Umuh Mochtar, manajer salah satu klub terbesar di Indonesia, Persib Bandung.

Saat deklarasi, Toisutta mengaku maju karena dorongan beberapa anggota PSSI. "Sebagai prajurit saya harus siap maju dalam medan tempur apa pun, dan saya juga tak takut kalah," ujarnya usai deklarasi.

Selain George, nama Arifin Panigoro juga sempat mencuat. Pengusaha dan politisi ini sempat disebut-sebut akan menjadi salah satu kandidat kuat.

Arifin adalah pemilik Grup Medco. Salah satu anak perusahaannya, PT Medco E&P Brantas, adalah pemilik 32 persen saham PT Lapindo Brantas. Setelah lumpur menyembur, Medco lalu menjual sahamnya di Lapindo. Arifin juga mantan politisi PDI Perjuangan yang lalu mendirikan Partai Demokrasi Pembaruan (PDP). Dia adalah pendiri Liga Primer Indonesia (LPI) yang hingga kini tak diakui keberadaannya oleh PSSI--dan karena itu, belum diakui oleh asosiasi sepakbola internasional seperti AFC dan FIFa.

Niat Arifin ingin duduk di kursi nomor satu PSSI terungkap setelah ia menyatakan kesiapannya untuk maju pada 26 Januari lalu. Namun, belakangan ia berubah sikap. Kepada beberapa media, Rabu kemarin, dia berbalik mendukung Toisutta.

Politisi lainnya yang digadang-gadang maju dalam bursa pencalonan adalah Jhonny Allen Marbun. Wakil Ketua Umum Partai Demokrat itu bahkan dikabarkan mendapat dukungan penuh dari partainya. Meski demikian, pencalonan Jhonny Allen Marbun tak berjalan mulus. Pasalnya, beberapa petinggi Partai Demokrat terkesan lepas tangan terhadap pencalonan mantan anggota komisi VI DPR itu. Ketua Umum partai itu, Anas Urbaningrum, mengatakan pencalonan Jhonny tidak berkait dengan partainya. Sedangkan Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga Andi Mallarangeng, yang juga kolega Jhonny di Partai Demokrat, memilih mendukung Toisutta.

Kandidat lain yang akan meramaikan bursa pemilihan adalah Ketua Umum PSSI saat ini, Nurdin Halid. Meski sudah dua periode menjabat, sejak 2003 lalu, statuta PSSI memungkinkan Nurdin maju untuk ketiga kalinya.

Nurdin dalam berbagai kesempatan enggan menanggapi soal kabar dia akan kembali maju. Namun, sudah menjadi rahasia umum, bahwa kader partai Golkar tersebut akan bertarung lagi di kongres nanti.

Tantangan berat ada di hadapan pria kelahiran Watapone, Sulawesi Selatan, 17 November 1958 ini--khususnya untuk mendapatkan dukungan publik yang selama ini keras mengritiknya. Minimnya prestasi Timnas selama kepengurusan dia, membuat masyarakat mendambakan adanya perubahan di tubuh PSSI.

Di kongres nanti, para pengurus daerah dan klub-klub anggota PSSI akan menentukan siapa yang akan menakhodai PSSI periode mendatang.

vivanews.com

1/30/2011

Bepe: LPI Masih Prematur

Striker Persija Jakarta Bambang Pamungkas menegaskan, dirinya belum memikirkan Liga Primer Indonesia [LPI] yang digagas pengusaha nasional Arifin Panigoro. Dalam keterangannya kepada wartawan usai pertandingan Persija melawan Persijap Jepara, Bepe, sapaan Bambang, menyampaikan pendapatnya mengenai kompetisi tersebut.

Bepe mengakui bila pelaksanaan Superliga Indonesia hingga saat ini masih buruk. Namun ia menegaskan hal itu tidak bisa dijadikan alasan untuk menggelar kompetisi di luar naungan federasi.

“Saya akui Liga Indonesia masih belum bagus. Tapi jika diibaratkan pigura, maka itu [kesemrawutan] harus diselesaikan di dalam pigura itu juga. Kalau diselesaikan di luar pigura yang ada, maka akan semakin semrawut. LPI itu masih prematur,” ujar Bepe.

Mengenai rumor yang menyebutkan PSM Makassar sempat mengincar dirinya untuk bergabung ke LPI, Bepe menegaskan hingga saat ini ia belum pernah mendapat tawaran dari klub-klub LPI.

“Sampai sekarang belum ada satu pun klub di LPI yang menghubungi saya. Jadi berita itu tidak benar. Saya akan menyelesaikan kontrak saya bersama Persija yang habis pada akhir musim ini,” tegas Bepe.

“Setelah itu [kontraknya berakhir], saya belum memutuskan apapun juga. Saya juga tidak mempertimbangkan LPI. Saya tetap akan setia bersama Persija.”

Goal.com

1/26/2011

Arifin Siap Maju ke Bursa Ketua Umum PSSI

Pendiri Liga Primer Indonesia (LPI) Arifin Panigoro menyatakan kesiapannya bertarung memperebutkan kursi Ketua Umum PSSI. Mantan politisi PDI Perjuangan yang lantas mendirikan Partai Demokrasi Pembaruan (PDP) ini menyatakan akan berjuang keras pada kongres Luar Biasa PSSI di Bintan, Kepulauan Riau, Maret mendatang.

Hal itu diungkapkan Arifin saat menghadiri pameran dan diskusi dengan tema "Menjaga Tepian Tanah Air' di Gedung Indonesia Menggugat, Jalan Merdeka, Bandung, Rabu, 26 Januari 2011.

"Saya siap (pimpin PSSI) jika dipercaya. Tapi siapapun orangnya saya tegaskan dia harus bisa memimpin PSSI secara profesional," ujar Arifin kepada wartawan.

Menurut dia, siapapun yang menjadi Ketua Umum PSSI, dia dituntut harus bisa menyelesaikan segala persoalan yang selama ini belum terselesaikan, salah satunya adalah kualitas wasit.

Arifin menyatakan dia tetap mengakui PSSI sebagai organisasi sepakbola yang sah yang diakui FIFA maupun AFC (Konfederasi Sepakbola Asia) sebagai organisasi sepakbola yang menaungi langsung roda keorganisasian sepakbola Indonesia.

vivanews.

1/25/2011

Kapolri: Izin LPI Berdasarkan Permohonan BOPI

Kapolri Jendral Timur Pradopo mengungkapkan, pihaknya hanya memberikan izin keramaian kepada Liga Primer Indonesia [LPI] untuk menggelar pertandingan di kompetisi yang digagas pengusaha Arifin Panigoro itu.

Dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR-RI di Jakarta, Kapolri mengatakan, pihaknya memberikan izin berdasarkan permohonan dari Badan Olahraga Profesional Indonesia [BOPI]. Menurutnya, pengajuan itu bukan diminta oleh pelaksana LPI.

“Kami mengeluarkan izin itu terkait dengan keramaian, bukan penyelenggaraan. Izin itu keluar setelah ada permohonan dari BOPI,” ujar Kapolri.

Menpora Andi Mallarangeng melalui BOPI mengakui adanya kompetisi LPI yang selama ini dianggap ilegal oleh PSSI. Beberapa waktu lalu Andi menyatakan, dukungannya kepada LPI tidak diartikan sebagai keberpihakan kepada kompetisi tersebut.

Menurut Andi, pemerintah telah menerbitkan Peraturan pemerintah sebagai dasar pelaksana UU itu. Menpora pada tahun 2007 juga telah menerbitkan Peraturan Menpora No.16/2007 mengenai Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI).

sumber : goal.com
-----------------------------------------------------------------
This Blog is @2008-2011 MULTI ETNIS Outlet Production

jakmania-utankayu.blogspot.com
Persija ampe mati..
-----------------------------------------------------------------