Popular Posts

Showing posts with label the jakmania. Show all posts
Showing posts with label the jakmania. Show all posts

6/03/2012

Soal Penangkapan, Ini Tanggapan Jakmania

Anggota Reserse Mobil Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya telah menangkap 7 orang tersangka pengeroyok yang menyebabkan korban tewas saat pertandingan Persija Jakarta vs Persib Bandung, 27 Mei lalu. Kepada polisi mereka mengaku sebagai pendukung Persija atau akrab disapa dengan The Jakmania.

"Para pelaku ini jumlahnya tujuh orang. Dulu katanya anggota Jakmania Korwil Ciputat, Cipete, dan Korwil Ragunan," kata Kasubdit Reserse Mobil Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP Herry Heryawan dalam jumpa pers siang tadi.

Selain yang terlibat langsung dalam pengeroyokan, satu tersangka yang ditangkap adalah IR, pengguna Facebook yang melakukan provokasi di dunia maya. "IR dikenakan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Toni Harmanto di Jakarta. IR sendiri kepada wartawan mengaku sebagai anggota Jakmania Korwil Cikeas.

Toni Harmanto juga mengatakan pihaknya akan memanggil perwakilan Jakmania untuk meminta keterangan lanjutan untuk pelaku bagi dua korban lain yang meninggal.

Dihubungi terpisah, Sekjen Jakmania, Richard Ahmad mengaku belum mengetahui banyak mengenai penangkapan ini. Menurutnya, pihak kepolisian belum menghubunginya terkait penangkapan para pelaku.

"Terakhir, polisi melayangkan surat untuk meminta data dari anggota korwil. Mengenai penangkapan ini belum ada panggilan atau pemberitahuan kepada kami," kata Richard saat dihubungi VIVAbola.

Richard menambahkan, pihaknya telah menyerahkan kasus ini kepada pihak kepolisian. Jakmania juga siap menindak tegas para anggotanya yang terlibat dalam pengeroyokan di GBK, Minggu lalu.

"Kami akan cek, kalau memang mereka anggota dan sudah ada vonis yang berkekuatan hukum maka kami akan memberikan hukuman terberat, yakni mencabut KTA (Kartu Tanda Anggota) yang bersangkutan karena sudah bertentangan dengan AD/ART organisasi."

Aksi kekerasan yang terjadi pada saat pertandingan Persija vs Persib, Minggu lalu telah menewaskan tiga orang. Salah satu korbannya adalah warga Jakarta, Lazuardi. Warga Menteng, Jakpus itu tewas setelah menjadi korban pengeroyokan di GBK, Senayan.

Selain Lazuardi, korban tewas lainnya adalah Dani Maulana dan Rangga Cipta Nugraha. Keduanya merupakan pendukung Persib Bandung. Polisi telah menangkap tujuh tersangka atas kasus ini. Dalam jumpa pers sore tadi, polisi juga membeberkan peran mereka.

Vivanews.com

5/31/2012

Persija Beri Santunan untuk Keluarga Suporter yang Tewas

Seperti yang sudah ramai diberitakan sebelumnya, sepakbola Indonesia kembali berduka. Insiden kali ini menimpa kedua suporter dari kedua team Persija Jakarta dan Persib Bandung saat duel klasik di SUGBK..

Tercatat tiga korban jiwa meregang nyawa dan beberapa lainya luka-luka. Dari tiga korban meninggal, dua tercatat dari suporter Persija, dan satu dari suporter Persib.

Menyikapi hal ini, pihak Persija akan berkunjung ke rumah korban untuk berbelasungkawa termasuk Walikota Jakarta Pusat, Ketua Umum PSSI versi KPIS, La Nyalla, Ketua Umum Persija Ferry Paulus, beserta jajaran manajemen, dan pemain-pemain Persija.

Ferry mengatakan, “Sebenarnya kunjungan ini sudah mau dilakukan kemarin (28/5/2012). Namun karena menyocokan jadwal agar bisa berbarengan terpaksa ditunda. Yang pasti dalam waktu dekat ini akan dilakukan pemberian santunan, serta ungkapan belasungkawa kepada korban di kedua belah pihak.”

"Semoga ini yang terakhir, dan kedepannya tidak ada lagi jatuh korban di suporter Persija khususnya, dan suporter tim Indonesia lainnya secara umum," ucap Ketua Umum Jakmania, Lariko Ranggamone.

Tribunnews.com

Ini Penjelasan Ketum Jakmania tentang Kematian 3 Suporter

Pascainsiden yang terjadi setelah pertandingan Persija vs Persib, Minggu (27/5/2012), Larico Ranggamone, Ketua Umum The Jakmania, memberikan pernyataannya.

“Kami sudah berusaha maksimal untuk mencegah hal yang tidak diinginkan selama dan sesudah pertandingan berlangsung. Kampanye damai dua minggu sebelum pertandingan sudah kami sosialisasikan terhadap Korwil (Koordinator Wilayah), Korlap (Koordinator Lapangan), dan semua anggota kami,“ ungkap Larico dalam sesi konfrensi pers di Kantor Persija pintu VIII SUGBK.

“Menyikapi banyak anggapan bahwa kami melakukan sweeping terhadap penonton, saya dengan tegas sudah mengingatkan seluruh suporter Persija untuk tidak melakukan hal tersebut. Namun karena keterbatasan personel korlap, The Jakmania tidak bisa mencangkup keseluruhan yang hadir di SUGBK,“ jelas Larico.

“Di dalam stadion selama 90 menit praktis tidak terjadi kerusuhan yang berarti. Hanya memang sempat terjadi insiden petasan mengenai wartawan yang bertugas di lapangan."

"Kami akan turut membantu bertanggung jawab terhadap korban insiden, termasuk untuk wartawan yang menjadi korban," pungkas Larico.

Tribunnews.com

Ketua Viking Ajak The Jakmania Berdamai

Duka tengah menyelimuti bobotoh, setelah salah satu anggota Viking Persib Club (PVC), Rangga Cipta Nugraha (22), meregang nyawa pada laga Persija Jakarta kontra Persib Bandung, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta, Minggu (27/5/2012) lalu.

Jatuhnya korban jiwa akibat pertikaian antara kedua kubu pendukung Persib dan Persija, menambah jumlah daftar korban yang meninggal, dari buntut permusuhan tersebut.

Ketua Viking, Heru Joko, mengaku prihatin dengan kejadian tersebut. Dia pun mengucap belasungkawa sedalam-dalamnya atas musibah tersebut. Agar tak lagi jatuh korban, Heru siap mengadakan pertemuan dengan ketua The Jakmania (pendukung Persija), untuk berdamai dan menghentikan permusuhan yang seakan tak ada habisnya.

"Saya sangat kaget saat mendengar kabar ini. Saya mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya, atas kejadian ini," kata Heru kepada wartawan di rumah duka, Jalan RE Edang Suanda (Pasirleutik), Selasa (29/5/2012).

Heru berharap tidak ada lagi Rangga kedua yang menjadi korban. Dia mengaku sangat setuju untuk melakukan perdamaian antara Viking dan The Jakmania. Heru pun mengaku
Sempat membicarakan soal perdamaian dengan pihak The Jak di Bandung.

Heru pun meminta semua pihak untuk membantu dan mendukung perdamian tersebut. Setelah melakukan pertemuan di Jakarta, dia berharap pertikaian tersebut dapat terhenti.

"Harus ada pertemuan dari kedua belah pihak dan semua pihak harus membantu. Bukan hanya suporter saja, tapi semua yang dapat berkaitan dengan masalah ini, termasuk PSSI," tandasnya.

Tribunnews.com

5/30/2012

Persija Beri Santunan untuk Keluarga Suporter yang Tewas

Seperti yang sudah ramai diberitakan sebelumnya, sepakbola Indonesia kembali berduka. Insiden kali ini menimpa kedua suporter dari kedua team Persija Jakarta dan Persib Bandung saat duel klasik di SUGBK.

Tercatat tiga korban jiwa meregang nyawa dan beberapa lainya luka-luka. Dari tiga korban meninggal, dua tercatat dari suporter Persija, dan satu dari suporter Persib.

Menyikapi hal ini, pihak Persija akan berkunjung ke rumah korban untuk berbelasungkawa termasuk Walikota Jakarta Pusat, Ketua Umum PSSI versi KPIS, La Nyalla, Ketua Umum Persija Ferry Paulus, beserta jajaran manajemen, dan pemain-pemain Persija.

Ferry mengatakan, “Sebenarnya kunjungan ini sudah mau dilakukan kemarin (28/5/2012). Namun karena menyocokan jadwal agar bisa berbarengan terpaksa ditunda. Yang pasti dalam waktu dekat ini akan dilakukan pemberian santunan, serta ungkapan belasungkawa kepada korban di kedua belah pihak.”

"Semoga ini yang terakhir, dan kedepannya tidak ada lagi jatuh korban di suporter Persija khususnya, dan suporter tim Indonesia lainnya secara umum," ucap Ketua Umum Jakmania, Lariko Ranggamone.

Tribunnews.com

Polisi Minta Koordinator The Jak Mania Proaktif

Polisi meminta koordinator The Jak Mania proaktif dengan kepolisian apabila pelaku pengeroyokan hingga menewaskan tiga orang diduga berasal dari anggota The Jak Mania.

"Ya kami minta mereka proaktif dengan polisi apabila memang pelakunya dari Jak Mania. Mereka bisa ikut kerjasama maupun menyerahkan pelakunya pada kepolisian," ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, Selasa (29/5/2012) di Mapolda Metro Jaya.

Rikwanto juga mengharapkan ada kerjasama yang baik antara kepolisian dengan koordinator suporter agar apabila ada info terkait tragedi tewasnya suporter bisa dengan cepat diinformasikan pada polisi.
"Jadi nanti kalau ada info bisa cepat diinformasikan ke polisi. Kenapa seperti ini, kenapa bisa terjadi, hingga siapa pelakunya," jelas Rikwanto.

Tribunnews.com

4/04/2012

Jakmania akan Tinggalkan Stadion Lebak Bulus

Suporter Persija Jakarta, The Jakmania telah diminta untuk meninggalkan sekretariatnya yang berada di Stadion Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Niat Pemeritah Provinsi DKI Jakarta membangun Stasiun Mass Rapid Transit (MRT) di bekas home ground Macan Kemayoran itu memaksa pasukan Oranye mencari sekretariat baru.

Ketua Umum The Jakmania, Larico Ranggamone mengaku pihaknya telah diminta untuk meninggalkan stadion Lebak Bulus pada bulan ini. Namun karena belum mendapat surat perintah resmi dari Pengprov DKI, The Jakmania pun tidak ingin tergesa-gesa untuk meninggalkan markasnya.

"Memang awalnya, bulan ini kami sudah harus mengosongkan sekretariat. Tetapi sampai sekarang kami belum menerima surat resmi perintah pengosongan tersebut. Jadi untuk sementara ini kami masih tetap di Lebak Bulus dulu sampai surat benar-benar turun," ujar Larico saat dihubungi VIVAbola, Selasa 3 April 2012.

Pemprov DKI Jakarta saat ini tengah merancang sebuah megaproyek transportasi massal ibu kota. Stadion Lebak Bulus rencananya akan digusur dan dijadikan sebagai depo stasion MRT yang dipercaya dapat mengurai kemacetan Jakarta. Stasiun ini rencananya akan berdiri di atas lahan seluas 1 hektar sehingga harus menggusur terminal Lebak Bulus yang berada tepat di sebelah stadion.

Rencana ini sebenarnya sempat ditentang banyak kalangan. Namun Pengprov DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Fauzi Bowo berjanji akan membangun kembali stadion pengganti Lebak Bulus.

"Kami sangat menyayangkan persoalan ini. Seharusnya, pemerintah terlebih dahulu menyiapkan stadion baru seperti yang pernah mereka janjikan. Kami sudah menempati stadion ini selama lima tahun terakhir. Jika memang harus digusur, seharusnya mereka juga konsisten dengan janji membangun stadion baru. Sudah saatnya pemerintah DKI merealisasikan janji tersebut," kata Larico.

Jakmania sendiri telah mengincar sejumlah lokasi baru markas mereka. Menurut Larico dari beberapa opsi yang muncul, pilihan terkuat tampaknya mengerucut kepada GOR Ciracas, Jakarta Timur.

"Kami sudah berbicara dengan pihak pengelola GOR jika memang harus segera pindah. Alasan kami memilih Ciracas, karena Persija sendiri menggelar latihan di tempat itu," kata Larico.

"Tapi sekali lagi, kami tidak mau buru-buru pindah. Di Lebak Bulus ini lokasinya strategis. Kami akan tetap di sini dulu sampai ada perintah resmi," ujar Larico menambahkan.

Ini bukan kali pertama The Jakmania harus meninggalkan sekretariatnya. Sebelum ke Lebak Bulus, suporter yang identik dengan warna oranye ini juga harus meninggalkan markasnya di Stadion Menteng, Jakarta Pusat yang saat ini telah disulap menjadi taman kota.

Vivanews.

3/04/2012

Kemenangan Persija Buah Spekulasi Iwan Setiawan

Persija Jakarta berhasil meraih tiga poin penting setelah menundukkan Persiba Balikpapan dengan skor meyakinkan, 4-0, dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL) di Stadion Utama GBK.

Kemenangan Bambang Pamungkas cs tak lepas dari spekluasi sang pelatih, Iwan Setiawan, yang merubah pola permainan. Rencana Iwan pun ampuh. Setelah hanya bermain imbang dalam dua laga berturut-turut, Macan Kemayoran berhasil meraup angka penuh saat menghadapi Persiba. Mereka pun kini mengoleksi 23 poin dan bertengger di posisi 6 klasemen sementara ISL.

"Saya berspekulasi hari ini. Kami bermain dengan 4-4-2. Saya berhitung, Bepe biasanya main di second striker, jadi dia harus fokus holding midfielder lawan jika bertahan. Tapi hari ini saya tugaskan Bepe sebagai pencetak gol," katanya usai pertandingan, Minggu (4/3/2012).

"Dan ternyata spekulasinya berhasil. Alhamdulillah akhirnya dengan segala usaha dan kerja keras kami berhasil menggapai poin penuh, setelah dengan susah payah di dua pertandingan kami kehilangan empat poin," imbuhnya.

Perubahan dilakukan bukan tanpa alasan. Absennya Octavianus dan Precious memaksa Iwan untuk melakukan improvisasi permainan.

Meski menang besar, Iwan mengaku belum yakin formasi 4-4-2 kembali bisa dimainkan pada laga selanjutnya melawan Gresik United pada (12/3/2012) mendatang.

"Sebenarnya saya ketar-ketir karena menurut saya banyak celah. Seperti menit-menit awal, Persiba sebenarnya banyak peluang. Karena itu apakah ke depan kami akan mengambil formasi ini, kami akan pelajari dulu dalam rekaman pertandingan," beber Iwan.

"Kami masih punya delapan hari untuk melawan Gresik United," pungkasnya.

Dengan kemenangan ini, Persija menggeser Persib Bandung (21 poin) di posisi keenam klasemen sementara dengan 23 poin. Sementara Persiba Balikpapan tetap berada di urutan kedelapan dengan raihan 18 poin.

Tribunnews.com

Persija Mengamuk di GBK, Bantai Persiba 4-0

Persija Jakarta akhirnya meraih tiga poin pertama mereka sejak kembali berlaga di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan Jakarta. Menjamu Persiba Balikpapan, Minggu (4/3/2012), Persija menang telak 4-0.

Persija memasuki babak kedua dengan unggul 2-0. Persija meraih dua gol pertama pada menit ke-29 dan 38. Kedua gol tersebut dicetak oleh Pedro Javier. Keunggulan 2-0 itu tampaknya cukup mempengaruhi jalannya pertandingan di babak kedua, di mana tim tuan rumah lebih sering membuat peluang yang mengancam gawang Persiba Balikpapan.

Dominasi Persija di babak kedua pun terbukti setelah Bambang Pamungkas menambah keunggulan Persija Jakarta pada menit ke-56. Bepe yang tak terkawal di kotak penalti Persiba menyongsong umpan Ismed Sofyan dan langsung menjebol gawang I Made Wirawan.

Fabiano Beltrame hampir saja menambah pundi-pundi gol Persija pada menit ke-61. Memanfaatkan sepak pojok, Fabiano menanduk bola ke arah gawang. Beruntung bagi Persiba, I Made Wirawan merespon dengan sigap dan menepis bola ke atas.

Rahmat Afandi membuang peluang emas Persija pada menit ke-72. Umpan silang yang dilepaskan Bambang Pamungkas dilewati oleh Pedro Javier yang dikawal pemain bertahan Persiba agar bisa dimaksimalkan oleh Rahmat. Sayang, tembakan Rahmat masih bisa dihalau dengan baik oleh I Made Wirawan.

Leo Saputra yang baru masuk menggantikan Rahmat Afandi pada menit ke-76, pun langsung mendapat peluang satu menit kemudian. Sayangnya tembakan Leo pun masih bisa ditahan oleh I Made Wirawan.

Persija akhirnya berhasil mengubah keunggulan menjadi 4-0 pada menit ke-83. Ramdani Lestaluhu mengoyak jala gawang Persiba setelah menerima umpan silang Hasyim Kipuw dari sisi kiri. Keunggulan 4-0 itu pun bertahan hingga pertandingan usai.

Kemenangan ini membuat Persija naik satu peringkat ke posisi enam klasemen Indonesia Super League (ISL), menggeser Persib Bandung. Persija sekarang mengumpulkan 23 poin dari 14 laga. Sementara Persiba, tetap di posisi kedelapan dengan 18 poin dari 13 laga.

Susunan pemain:

Persija: 1-Galih Sudaryono, 13-Hasyim Kipuw, 14-Ismed Sofyan, 15-Fabiano Beltrame, 28-Ngurah Nanak, 21-Amarzukih (17-Delton Stevano, 63'), 10-Robertino Pugliara, 7-Ramdani Lestaluhu, 27-Rahmat Afandi (23-Leo Saputra, 76'), 20-Bambang Pamungkas, 25-Pedro Javier (9-Rudi Setiawan, 88').

Cadangan: 26-Andritany, 35-Syahroni, 4-Reza Agamal, 19-Johan Juansyah.

Persiba: 15-I Made Wirawan, 19-Iqbal Samad, 26-Tomislav Labudavic (29-Hamdi Hamzah, 78'), 77-Rahmad Latief, 13-Saiful L, 39-Hery Susilo, 6-Asri Akbar, 8-A. Sembiring (22-Sultan Samma, 54'), 18-Matsunaga Shoei, 17-Aldo Baretto, 9-Kenji Adachihara.

Cadangan: 1-Yanuar, 2-Deni Joko, 23-M. Bahtiar, 28-Stevanus bungaran, 24-Eky Nurhakim.

Tribunnews.com

2/21/2012

Kembali ke GBK, Persija Ladeni Persisam

Skuad Persija Jakarta bakal kembali beraksi di depan publik sendiri, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan. Setelah beberapa pertandingan home mereka digelar di luar Jakarta, tim berjuluk Macan Kemayoran itu akhirnya bakal menggelar laga kandang pertama mereka di Jakarta pada Minggu 26 Februari 2012 mendatang.

Persija dijadwalkan bertemu Persisam Samarinda dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL) 2011-12 pekan depan. Untuk laga tersebut, pihak panpel Persija telah melepas sebayak 35.000 lembar tiket, yang mulai dijual hari ini, Selasa 21 Februari 2012.

Media Officer Persija, Viola Kurniawati mengatakan, 35.000 tiket tersebut dilepas dengan harga variatif. Untuk kelas VVIP dijual Rp200.000, VIP Rp100.000, Kelas I Rp50.000, dan kategori Kelas II dijual Rp30.000. Untuk kelas VVIP dicetak sebanyak 200 lembar tiket, kelas VIV dicetak 2000 tiket, kategori kelas I sebanyak 4000 tiket, dan kategori kelas II dicetak 31.000 lembar.

Tiket-tiket tersebut hari ini sudah bisa didapatkan di Sekretariat Persija Jakarta yang berlokasi di Pintu VIII Sektor 15 SUGBK.

"Ini laga perdana Persija di Jakarta. Kami yakin antusiasme penonton pasti tinggi. Kami menyiapkan 35.000 lembar tiket yang sudah bisa didapatkan mulai hari ini. Sistem penjualan tiket dari jauh-jauh hari seperti ini bertujuan untuk memudahkan pembeli agar nanti tidak perlu antre, atau kena harga calo," ujar Viola.

Viola mengatakan, pihaknya memprediksi tiket-tiket tersebut bakalan ludes diserbu suporter. Pasalnya, laga Persija yang telah digelar di beberapa kota sebelumnya ternyata mampu menarik ribuan suporter setia mereka. Dengan menggelar laga di Jakarta, pihak panpel berharap seluruh pendukung Macan Kemayoran tersebut dapat membanjiri Senayan.

Vivanews.com

2/08/2012

12 Suporter Dilarikan ke Rumah Sakit

Keributan antar penonton yang mewarnai jalannya laga Persija Jakarta vs Persipura Jayapura di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, sore tadi telah menimbulkan korban di kedua belah pihak. Sebelas pendukung Persija dan satu pendukung Persipura terpaksa dilarikan ke rumah sakit.

Korban dari The Jakmania sebagian besar dibawa ke rumah sakit Bethesda Lempuyangwangi, Yogyakarta. Menurut Novi petugas bagian pendaftaran rekam medis IGD Bethesda, rata-rata kobran mengalami luka di bagian kepala akibat terkena lemparan benda keras.

"Satu orang terjatuh dari tribun. Sekarang korban sudah dibawa pulang semua dan tidak ada yang dirawat inap," kata Novi.

Salah seorang pendukung Persipura, Cicilia Desi juga dirawat di rumah sakit Bethesda Lemputengwangi. Wanita berusia 20 tahun ini terluka setelah terkena batu saat hendak kerusuhan terjadi.

Sementara itu, dua Jakmania lainnya juga mendapat perawatan di Rumah Sakit Bethesda Jl Soedirman, Yogyakarta. Keduanya sama-sama menderita luka di bagian kepala akibat terkena lemparan batu.

"Kepala saya bocor terkena lemparan batu," kata salah seorang suporter Persija saat ditemui di rumah sakit. Ahmad mengaku akan kembali ke Jakarta, besok, Kamis, 8 Februari 2012. "Besok kami pulang naik kereta."

Kericuhan yang terjadi pada laga Persija vs Persipura terjadi lima menit sebelum laga usai. Saat itu tim berjuluk Mutiara Hitam ketinggalan 0-1 lewat gol Bambang Pamungkas pada menit ke-44.

Saat laga masih berlangsung, pendukung Persipura tiba-tiba menghampiri tribun Timur yang ditempati pendukung Persija. Situasi semakin memanas saat pendukung Persipura mulai mengejar dan melempari The Jakmania yang ada di tribun. Jakmania terdesak ke arah Selatan dan sebagian melompati tribun untuk menyelamatkan diri. Sebagian lagi mulai terpancing untuk membalas lemparan.

Pihak keamanan yang sudah dipersiapkan sejak awal terlihat kewalahan untuk meredakan keributan. Untuk mencegah jatuhnya korban yang lebih banyak, pihak kepolisian pun memisahkan kedua suporter. Jakmania diminta tinggal di dalam stadion sampai situasi mereda.

Korban Luka Akibat Keributan

Pendukung Persija : Fendi Fradana, Rizki Saptiawan, Rieke Hidayat, Rivai Surjo, Kuntoro, Ramadan Syah, Muhammad Akil, Indra S, Budi hasanudin, Ahmad Yani, dan Dimas

Pendukung Persipura : Cicilia Desi

Vivanews.com

2/07/2012

Bepe: Hari Ini Kita Menang, Maka Tersenyumlah

Para pemain Persija Jakarta mencoba menenangkan para pendukungnya yang tertahan di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta. Kapten Timnas Macan Kemayoran, Bambang Pamungkas meminta agar The Jakmania bersedia mengikuti instruksi dari pihak keamanan.

Keributan yang mewarnai jalannya duel Persija vs Persipura sore ini masih belum mereda. Untuk mencegah jatuhnya korban yang lebih banyak, pihak keamanan memutuskan untuk mengisolasi pendukung Persija di dalam stadion. Mereka dikumpulkan di tribun selatan.

Tim Persija yang baru saja memetik kemenangan atas Persipura juga datang untuk menenangkan para pendukungnya. Pihak manajamen juga menjamin akan membantu korban yang terluka dari pihak Jakmania.

"Hari ini kita menang, maka tersenyumlah," kata Bepe kepada The Jakmania. "Yang perlu teman-teman ketahui adalah, sepakbola adalah untuk persahabatan. Saya minta teman-teman ikut instruksi pihak kepolisian. Semoga selamat sampai Jakarta," lanjutnya.

Keributan suporter pada laga Persija vs Persipura pecah lima menit sebelum laga usai. Pendukung Persipura yang marah turun dari tribun dan melempari pendukung Persija di tribun Timur. The Jakmania yang terdesak mencoba menyelamatkan diri ke sisi Selatan. Sebagian mulai membalas lemparan supoter Persipura.

Pihak keamanan terlihat kesulitan untuk meredam keributan ini. Bahkan salah seorang polisi yang bertugas juga terluka akibat lemparan batu. Pantauan VIVAbola, dua The Jakmania harus dilarikan ke rumah sakti dalam kondisi tak sadarkan diri. Sedangkan seorang pendukung Persipura dan dua penonton lainnya terluka. Mereka kini dirawat di ruang VVIP stadion.

vivanews.com

1/18/2012

Bambang Pamungkas: Persija Jakarta Asli Ada The Jakmania

Striker Persija Jakarta Bambang Pamungkas mengungkapkan, untuk menentukan Persija Jakarta yang asli atau tidak terlalu sulit. Bambang mengatakan, Persija asli bisa dilihat dari dukungan yang diberikan kelompok suporternya, The Jakmania.

Menurut Bambang, Persija yang diakui PSSI saat ini bukan lah Persija yang dikenalnya. Seperti diketahui, PSSI mengakui Persija di bawah pengelolaan Bambang Sutjipto dengan bendera PT Persija Jaya.

“Persija Jakarta yang asli itu tidak harus ada Bambang Pamungkas-nya, tidak harus ada Ismed Sofyan-nya, tidak juga harus ada Bang Mansyur-nya (Perlengkapan kami yang sudah kurang lebih 17 tahun melayani pemain Persija Jakarta,” demikian tulis Bepe, sapaan Bambang, di laman pribadinya.

“Persija yang asli itu yang memiliki puluhan ribu pendukung setia bernama The Jakmania, pendukung militan Persija Jakarta yang selalu mendampingi kemanapun tim Macan Kemayoran berlaga. Itu lah tim Persija Jakarta yang sebenarnya.”

“Jika Anda sekalian masih ragu dan sangsi dengan Persija Jakarta yang sebenarnya, maka bertanyalah kepada bus Persija Jakarta yang berwarna oranye, dan bergambar macan itu.”

“Bus yang catnya sudah mulai memudar, mengelupas, serta berkarat itu akan bercerita secara detail siapa-siapa saja pemain, pelatih serta pengurus yang pernah berbaju Persija Jakarta selama 15 tahun terakhir.”

Bepe merasa kesal dengan kebijakan PSSI yang telah mengakui Persija di bawah pimpinan Bambang Sutjipto, dan menganggap tim itu sebagai Jakarta FC. Alasan ini juga yang membuat Bepe memilih bertahan di Superliga Indonesia (ISL).

“Akan menjadi sebuah hal yang aneh dan menjengkelkan ketika saat ini ada sebuah tim lain yang menggunakan nama kami, warna ciri khas kami, dan juga lambang kebesaran kami lengkap dengan satu bintang diatasnya,” cetus Bepe.

“Mereka mungkin dapat saja membohongi publik dengan segala tipu muslihat dan pemutarbalikan fakta. Tetapi mereka tidak akan pernah dapat membohongi pendukung setia kami The Jakmania, yang akan selalu mengerti mana Persija Jakarta yang sebenarnya.”

“Mereka boleh saja merampas nama kami, warna kami dan juga emblem kebesaran kami. Akan tetapi satu hal yang harus mereka ingat, semangat dan sejarah panjang Macan Kemayoran itu akan tetap berada disini di dalam hati dan sanubari kami sampai kapan pun.”

“Jadi mengapa saya memilih bermain di ISL bukan di IPL (Liga Prima Indonesia)..?? Jawabannya lebih pada ketidakrelaan saya melihat sebuah tim yang telah saya bela selama satu dekade, dan juga telah membesarkan nama saya, diperlakukan dengan semena-mena oleh PSSI,” tambah Bepe.

“Bukan karena saya tidak menghormati institusi PSSI beserta semua orang yang berada di dalamnya. Sekali lagi, bukan karena itu..!!”

“Bambang Pamungkas bisa saja hijrah ke klub lain, cepat atau lambat saya pasti tidak akan menjadi bagian dari tim ini lagi. Tapi tidak di saat-saat seperti ini. Tidak di saat tim kebanggan saya dalam keadaan yang sekarat dan limbung, sehingga membutuhkan dukungan moral untuk bangkit melawan segala ketidak adilan yang menimpa tim ini. Sekali lagi, tidak Disaat-saat Seperti Ini..!!!”

“Saya pernah patah kaki menggunakan seragam oranye kebesaran kami tersebut. Persija Jakarta yang diakui PSSI saat ini bukanlah Persija Jakarta yang saya kenal selama ini. Saya yakin dalam lubuk hati yang paling dalam, semua orang akan mengerti, Mana Persija Jakarta dan mana Jakarta FC.”

“Satu bintang itu milik kami, bukan milik kalian.”

Goal.com

12/19/2011

10/11/2011

Jakmania Pastikan Absen Dukung Merah Putih

Laga Indonesia melawan Qatar, Selasa (11/10) ini dipastikan tidak akan dimeriahkan oleh aksi-aksi The Jakmania. Kelompok suporter Persija Jakarta ini menyatakan tidak akan mendukung perjuangan Skuadra Garuda Merah Putih di ajang penyisihan Piala Dunia Zona Asia.

Menurut Sekretaris Umum The Jakmania, Richard Ahmad Supriyanto, keputusan ini diambil sebagai sikap protes mereka terhadap buruknya kinerja Komite Eksekutif PSSI. Salah satu bentuk buruknya kinerja tersebut, menurut Richard, adalah belum jelasnya sikap PSSI terkait konflik di internal Persija.

"Ini merupakan bentuk sikap kami terhadap buruknya kinerja Komite Eksekutif PSSI. Mereka mengubah jumlah peserta kompetisi musim depan dari 18 menjadi 24 klub," ungkap Richard pada Bola.net.

"Selain itu, mereka juga belum memberikan kepastian terkait permasalahan yang ada di Persija maupun keikutsertaan klub ini di kompetisi mendatang," imbuhnya.

Namun, Richard menampik bahwa tindakan ini merupakan bentuk sikap tidak nasionalis. Menurutnya, persoalan ini tidak ada merupakan hak mereka dan tidak ada hubungannya dengan nasionalisme.

10/04/2011

Persija Kisruh, Gluscevic Tunda Kedatangan

PT Persija Jaya Jakarta telah memilih Dejan Gluscevic sebagai pelatih baru Persija Jakarta. Namun penandatangan kontrak sepertinya bakal terhambat karena pelatih asal Serbia itu tak kunjung datang ke Jakarta.

Selepas ditinggal Rahmad Darmawan ke tim nasional U-23, PT Persija Jaya Jakarta sudah sibuk mencari pelatih baru. Beberapa nama menjadi kandidat seperti Aji Santoso. Namun, pada akhirnya pilihan dijatuhkan kepada Glusevic.

Gluscevic bukanlah sosok asing di Liga Indonesia. Dia pernah membela Bandung Raya dan Pelita Jaya di masa lalu.

Menurut Ketua Umum Persija, Ferry Paulus, Glusevic awalnya akan diperkenalkan kepada publik pada 20 September 2011. Akan tetapi, hal itu tertunda karena adanya kisruh internal yang melanda Macan Kemayoran.

"Dejan Glusevic masih belum. Dia mungkin melihat situasi yang ada di PSSI dengan kondisi seperti sekarang ini. Dia bilang, dia menunggu dalam beberapa saat ini," kata Ferry kepada VIVAnews di GOR Ciracas, Selasa 4 Oktober 2011.

PSSI telah menetapkan pilihan kepada PT Persija Jaya sebagai payung hukum klub ibukota itu untuk musim ini. Ini artinya,  PT Persija Jaya Jakarta yang dipimpin Ferry Paulus tak diperkenankan mengikuti kompetisi musim 2011/12.

Meski demikian, Ferry tak patah arang dan terus mempersiapkan timnya. Beberapa pemain baru telah direkrut, meski ada juga beberapa pilar Persija seperti striker Aliyudin dan gelandang Muhammad Ilham yang hijrah ke klub lain.

"Kalau mengenai pemain-pemain yang sudah pindah itu, ya memang karena tidak sepakat dengan angka-angka yang kita berikan," jelas Ferry.

"Yang pasti, pemain-pemain asing di Persija adalah pemain-pemain jempolan. Ada pemain baru, yaitu Fabiano (Bertrame). Soal striker sudah cukup. Sudah ada Pedro, Bambang Pamungkas, sama Rahmat Affandi," pungkas Ferry.

Vivanews.

8/01/2011

Ini Cara Ketum Persija Siasati Larangan APBD

Peran sponspor akan sangat menentukan bagi perjalanan Persija Jakarta pada musim depan. Pasalnya, Pasalnya, pemeritah telah melarang penggunaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) bagi pendanaan klub profesional. Seperti apa tanggapan ketua umum baru Persija, Ferry Paulus?

"Untuk sponsor, tidak mungkin didapat dalam waktu singkat. Ini perlu diramu dan dipersiapkan dalam jangka waktu yang cukup panjang," kata Ferry saat dihubungi VIVAnews, Minggu, 31 Juli 2011.

"Untuk sementara kami coba cari pemasukan dari penjualan merchandise sembari mencari sponsor," lanjut mantan pengurus exco PSSI era Nurdin Halid itu.

Berstatus sebagai klub plat merah, Persija selalu mengandalkan APBD sebagai sumber pendanaan timnya. Musim lalu saja, Macan Kemayoran mendapat kucuran dana dari Pemerinta Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sebesar Rp22 miliar.

Musim depan, Persija kemungkinan besar tak lagi mendapat kucuran dari APBD. Pasalnya pemerintah telah resmi melarang penggunaan uang rakyat bagi pendanaan klub-klub sepakbola profesional, termasuk Macan Kemayoran.

"Kami akan memaksimalkan status Persija sebagai klub profesional terlebih dahulu. Selanjutnya mungkin lewat merchandise kita bisa memperoleh pemasukan,” beber Ferry yang baru terpilih, Minggu, 30 Juli 2011.

Ferry terpilih sebagai ketum baru Persija lewat Rapat Umum Anggota (RUA) di Hotel Grand Cempaka, Jakarta. Ferry meraih terbanyak, yakni 14 suara mengalahkan rival yakni calon incumbent, Toni Tobias yang hanya mengantongi 6 suara. Sedangkan calon lainnya, Benny Erwin hanya kebagian satu suara.

7/15/2011

Jakmania Berharap Persija Tampil di Piala AFC

Persija Jakarta mendapat hikmah dari tidak digelarnya Piala Indonesia (PI) pada tahun ini. Itu karena, tim berjuluk Macan Kemayoran tersebut bakal menjadi wakil tim Indonesia yang tampil di Piala AFC.

Merujuk pada regulasi, jika PI ditiadakan maka tim yang berhak tampil di Piala AFC adalah tim yang finis di peringkat ketiga. Dengan demikian, Persija Jakarta yang berhak tampil karena finis di peringkat ketiga di klasemen akhir Indonesia Super Liga (ISL) musim ini.

"Tentu kami senang mendengar kabar ini. Tapi harus menunggu perkembangan selanjutnya," tandas Sekretaris Jenderal the Jakmania Richard Ahmad kepada Bola.net, di Jakarta, Kamis (14/7).

Sayangnya, Persija memang masih harus bersabar menunggu. Sebab, anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI sekaligus Koordinator Bidang Kompetisi, Sihar Sitorus, yang belum dapat memastikan mengenai tim yang berhak tampil di ajang Piala AFC.

Sihar hanya memberikan sinyal bahwa PI besar kemungkinan tidak digelar karena berbagai pertimbangan. Diantaranya aspek sponsor dan kesiapan panitia pelaksana kompetisi. Karena itu, wajar jika spekulasi yang berkembang Persija berhak tampil di Piala AFC.

Richard juga berharap, wacana tersebut bisa menjadi kenyataan. Sebab, tim kebanggaannya sudah lama tidak tampil di ajang internasional dan meraih juara.

"Ya, kami semua mengharapkan itu," harap Richard.

Bola.net
-----------------------------------------------------------------
This Blog is @2008-2011 MULTI ETNIS Outlet Production

jakmania-utankayu.blogspot.com
Persija ampe mati..
-----------------------------------------------------------------