Popular Posts
-
Sepekan sebelum Liga Super Indonesia (LSI) 2009/2010 digelar, Persija Jakarta belum juga mendapatkan kepastian home ground. Pasalnya, Stadio...
-
Persija Jakarta versi Bambang Sucipto yang tampil di Indonesian Premier League (IPL) memilih menjauh dari ibukota. Pilihan tersebut ditempu...
-
Partai Uji Coba 31 / 10 / 09 PERSIJA vs PERSITA Lap. Mabes TNI Cilangkap Persija.. Kebanggan Ibu Kota !!
3/20/2012
Djohar Arifin Tetap Legal Pimpin PSSI
Karena itu, dirinya menghimbau agar pemerintah mengakui kepengurusan PSSI yang dipimpin oleh Djohar Arifin dan kawan-kawan.
"Hanya ada satu PSSI yang merupakan induk olahraga sepak bola di Indonesia. Selama belum ada ketetapan lain dari FIFA, PSSI di bawah pimpinan Djohar Arifin Husin tetap sah ," kata Rudolf Yesayas, kepada para Bola.net, di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Selasa (20/3).
Menurut Rudolf, kewajiban pemerintah untuk hanya mengakui PSSI yang dipimpin oleh Djohar Arifin Husin karena telah dipilih sesuai aturan dan prosedural. Selain itu, FIFA sebagai federasi sepak bola tertinggi di dunia tidak mengenal organisasi selain PSSI.
"FIFA hanya memberikan mandatnya kepada PSSI di bawah pimpinan Djohar Arifin Husin. Karena itu, tidak benar jika ada pihak-pihak lain yang mengaku sebagai PSSI," tuturnya.
Pernyataan Rudolf tersebut, tidak lain menanggapi terpilihnya La Nyalla Mattalitti dan Rahim Soekasah selaku Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum melalui Kongres Luar Biasa (KLB) yang dihelat Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia , Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Minggu (18/3).
La Nyalla dan Rahim mengklaim telah dipilih oleh lebih dari setengah pemilik suara sah PSSI. Selain memilih keduanya, KLB-KPSI juga memilih sembilan anggota Komite Eksekutif (Exco). Diantaranya yakni Toni Aprilani, Erwin Dwi Budianto, Robertho Rouw, Zulfadli, Dzamal Aziz, Hardi Hasan, Ahmad Zaki Iskandar, Diza Ali dan La Siya
"Yang mengaku-aku sebagai anggota PSSI dan hadir di KLB KPSI sebagai voters, dipastikan tidak jelas asal usulnya. Misalnya saja, Pengurus Provinsi (Pengprov) PSSI asal Kalimantan Barat dan Pengurus Cabang (Pengcab) PSSI pontianak sebanyak 32 orang dan Pengprov PSSI Sulewesi Tenggara dihadiri 14 orang, ternyata jabatannya hanya sopir dan staf Pengprov. Tentunya, kualitas mereka sebagai voters sangat dipertanyakan keabsahannya," terangnya.
Bola.net
3/06/2012
Sebelum Kalah 0-10, FIFA Sudah Ingatkan PSSI
FIFA melalui suratnya kepada Sekjen PSSI, Tri Gustoro, 16 Februari 2012 telah mengingatkan PSSI mengenai soal regulasi Piala Dunia 2014, utamanya pasal lima paragraf 4c, yakni menampilkan tim terbaik di semua laga. FIFA juga mengingatkan mengenai paragraf 4g mengenai penegakan fair play di setiap laga.
Namun PSSI justru membalas himbauan itu dengan menyatakan bahwa pemain-pemain yang bermain di ISL sudah dijatuhi sanksi sehingga dilarang memperkuat Tim Merah Putih saat bertemu Bahrain. Hal ini terungkap dalam balasan FIFA kepada VIVAbola, 24 Februari lalu.
"FIFA dan PSSI sudah berkomunikasi mengenai hal ini dan kami mencatat bahwa PSSI telah menghukum pemain-pemain yang berlaga di breakaway league untuk membela tim nasional," tulis FIFA menjawab pertanyaan mengenai nasib pemain ISL di Tim Merah Putih.
Qatar yang harus menghadapi Iran di laga terakhir kualifikasi Grup E juga sempat protes dengan keputusan PSSI merombak tim yang akan berhadapan dengan Bahrain. Namun PSSI bergeming dan tetap mengirimkan tim yang berbeda untuk menghadapi tuan rumah Bahrain.
Qatar sendiri punya kepentingan pada laga Bahrain vs Indonesia. sebab, bila Bahrain menang dengan selisih lebih dari 8 gol, maka Qatar yang menghuni posisi runner up Grup E dipastikan tidak lolos seandainya mereka juga kalah dari Iran di laga terakhir.
Kekhawatiran banyak pihak pun terbukti. Indonesia menyerah 0-10 oleh Bahrain. Ini merupakan kekalahan terburuk yang diderita timnas dalam kurun waktu 38 tahun terakhir. Namun Qatar tetap lolos ke babak berikutnya setelah imbang 1-1 lawan Iran.
Namun masalah kembali berlanjut karena FIFA memutuskan untuk melakukan investigasi terhadap duel Bahrain vs Indonesia. FIFA merasa janggal dengan skor kemenangan Bahrain vs Indonesia bila dibandingkan dengan rekor pertemuan kedua negara sebelumnya.
Vivanews.com
3/05/2012
Diminta SBY Introspeksi, Ini Jawaban PSSI
Menurut Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin imbauan ini tidak ditujukan kepada PSSI semata. Sebaliknya, Djohar beranggapan bahwa semua pihak juga harus menginstopeksi diri termasuk klub-klub yang masih berlaga di Liga Super Indonesia (ISL) 2011-12.
Pada kesempatan yang sama, Djohar juga menyindir kehadiran Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI). Menurut Djohar, hanya ada satu federasi sepak bola resmi di Indonesia, yakni PSSI.
"Jangan setiap ada kisruh bikin rumah lagi. Hanya satu federasi resmi yakni PSSI. Semua pihak harus berintospeksi termasuk klub-klub ISL agar semua pemain bisa masuk timnas," kata Djohar.
KPSI merupakan lembaga yang dibentuk anggota-anggota PSSI yang tidak setuju dengan kebijakan pengurus baru di bawah kendali Djohar Arifin. Mereka bahkan sudah melayangkan mosi tidak percaya kepada Djohar dan membentuk lembaga baru untuk mengambil alih fungsi PSSI. KPSI sendiri saat ini sedang bersiap-siap menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) untuk membentuk kepengutusan baru.
Sementara itu, SBY saat bertemu dengan wartawan di Istana Negara, siang tadi mengaku kecewa mendengar kekalahan timnas atas Bahrain. Meski tidak menyaksikan langsung pertandingan tersebut, SBY mendapat laporan bahwa tim tidak punya persiapan yang matang untuk menghadapi pertandingan tersebut. Selain itu, SBY juga mendapat laporan bahwa PSSI mempertanyakan kinerja wasit pada laga ini.
"Tim katanya tidak siap, ada perilaku wasit yang tidak baik. Silakan gunakan jalur FIFA. Kalo merasa keberatan, silakan," tegas SBY.
"Lakukan introspeksi mengapa (kita kalah telak) di Bahrain. Yang lainnya saya lihat bagus, luar biasa perjuangan anak-anak kita. Saya mendapat sms, tolong Pak SBY, pemerintah turun tangan."
Vivanews.com
http://bola.vivanews.com/news/read/293678-diminta-sby-introspeksi--ini-jawaban-pssi?utm_source=dlvr.it&utm_medium=facebook
3/02/2012
Timnas Dipermalukan, Djohar Diminta Mundur
Manajer PSMS Medan, Benny Tomasoa contohnya. Pria yang akrab disapa Bento itu menilai Djohar harus bertanggung jawab atas kekalahan 0-10 yang dialami tim Merah Putih dar Bahrain. Benny bahkan menyarankan agar Djohar kembali ke 'habitatnya', kampus.
Menurut Benny, sejak menjabat sebagai ketua umum PSSI, Djohar tidak menunjukkan niatnya untuk memajukan sepak bola nasional. Sebaliknya, mantan staf ahli Menpora itu menurutnya lebih banyak memicu perpecahan di kalangan stake holder sepak bola.
"Jadi dari pada lebih parah lagi Djohar sebaiknya menyerahkan posisinya itu kepada orang yang benar-benar punya kemampuan untuk membentuk tim nasional yang baik dan mampu menyatukan kalangan pesepakbola di Indonesia," kata Benny saat dihubungi VIVAbola.
Hal senada diungkapkan pejabat KONI Medan, Azam Nasution. Menurutnya sebagai tokoh berpendidikan, Djohar seharusnya pintar memposisikan dirinya sebagai ketua umum PSSI. Menurutnya, Djohar yang juga berasal dari Medan sebaiknya legowo untuk mundur.
"Djohar kan seorang pengajar dengan predikat profesor, jadi dia harus sadar dengan posisinya itu bukan ngotot untuk tetap menjadi ketua umum PSSI," kata Azam.
"Seharusnya dia sadar sudah begitu banyak memintanya untuk mundur karena itu lebih baik dan menginjak usianya sekarang lebih memfokuskan diri sebagai pengajar. Itu adalah habitatnya.”
Kekalahan 0-10 atas Bahrain merupakan momen terburuk dalam sejarah sepak bola Indonesia. Kekalahan terburuk timnas sebelumnya adalah saat dibantai Denmark 0-9 pada sebuah laga persahabatan yang digelar di Copenhagen, 1974 lalu.
"Bila kekalahan yang paling besar yang diterima Indonesian ini tidak membuatnya sadar tidak punya kemampuan, maka paling tepat adalah dilakukannya Kongres Luar Biasa (KLB),” tambah Azam.
Vivanews.com
1/05/2012
Kisruh Tak Kunjung Usai, KONI Segera Bertemu PSSI
Ketua Umum KONI Tono Suratman mengatakan permasalahan yang terjadi di PSSI bisa diselesaikan jika semuanya patuh pada aturan (statuta) yang telah ada.
"Besok, Kamis (05/1), kami akan melakukan pertemuan dengan PSSI untuk membahas kondisi terakhir yang terjadi," katanya di sela persiapan Olimpiade 2012 di Kantor Kemenpora Jakarta.
Pihaknya menegaskan, PSSI saat ini bukanlah terjadi kisruh. Yang terjadi saat ini hanyalah kisruh dalam menjalankan program yang telah ditetapkan. Untuk itu KONI akan berusaha atau memediasi antara PSSI dengan pihaknya yang saat ini kurang mendukung kebijakan yang ada.
Menurut dia, KONI sangat tidak setuju dengan mosi tidak percaya yang diajukan oleh Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) yang merupakan bentukan anggota PSSI dalam Rapat Akbar Sepak Bola Nasional (RASN) beberapa waktu lalu.
"Semua itu ada mekanismenya. Dalam organisasi, keputusan tertinggi itu ada pada kongres," kata pria yang saat ini masih menjabat sebagai Komandan Satlak Prima itu.
Ia menjelaskan, jika melalui mekanisme kongres tidak bisa diselesaikan pihaknya menyarankan untuk membawa permasalahan yang ada ke pengadilan arbitrase atau CAS.
Hanya saja, kata dia, KONI selaku induk organisasi olahraga di Indonesia akan berusaha semaksimal mungkin agar permasalahan yang ada bisa secepatnya dilakukan. Bahkan KONI juga telah melakukan pertemuan dengan KPSI.
Dengan adanya kemelut dalam tubuh PSSI, persepakbolaan Indonesia terpecah menjadi dua termasuk dengan kompetisi tertinggi di Tanah Air. Jika permasalahan ini tidak segera diselesaikan pada terancam sanksi dan FIFA.
Bola.net
1/04/2012
FIFA Tegaskan Hanya Akui PSSI, Bukan ISL
Dalam suratnya yang diterima Republika, FIFA mengemukakan bahwa mereka tetap mengakui PSSI sebagai pengendali seluruh kegiatan sepak bola nasional dan memiliki hak sepenuhnya untuk menjalankan kompetisi sepak bola di tanah air.
Intisari surat tersebut, FIFA tetap mempercayakan pengelolaan sepak bola Indonesia pada kepemimpinan Djohar Arifin Husin, sekaligus tidak mengakui eksistensi dari ISL sebagai liga yang resmi.
Berikut nukilan dari surat FIFA tersebut:
FIFA would like to highlight that the role of the PSSI is to organise and supervise in all its form at national level, as well as to control association football in the territory of its country, as stipulated in the FIFA Statutes (cf. art. 10 and art. 13 of the FIFA Statutes).
FIFA and AFC strongly encourage the PSSI and the clubs that have joined the break-away ISL to find an amicable solution to the current situation for the common good of Indonesian football. However, should this not be possible, the PSSI must take appropriate measures to ensure that all football activities remain under its control.
As you know on 15 December 2011 a meeting between a FIFA/AFC delegation and PSSI took place in Tokyo. PSSI was reminded that Art. 18 al. 1 of the FIFA Statutes prescribes that â€Å“Leagues or any other groups affiliated to a Member of FIFA shall be subordinate to and recognized by that Member.
The ISL is neither subordinate to nor recognized by PSSI. The clubs playing in the ISL, by their action, are jeopardizing the capacity of PSSI to comply with the FIFA statutes. It is thus essential that PSSI takes appropriate measures in order that the clubs playing in the ISL come back under the control of PSSI.
FIFA advises that no PSSI official (in particular referees) should officiate in the ISL. Players playing in the break-away ISL will not be able to be transferred abroad, as the Transfer Matching System (TMS) will be switched off for the ISL clubs. These players should also not be allowed to play in their national team.
Should the situation not be resolved by 20 March 2012, FIFA will have to report the case of the PSSI to the FIFA Associations Committee for review and possible sanction
Kind regards,
FIFA Media department
Atau bila diterjemahkan bebas adalah seperti ini:
FIFA ingin menegaskan jika peran PSSI adalah untuk menyelenggarakan dan mengendalikan semua bentuk kegiatan di level nasional, pun juga mengendalikan asosiasi sepak bola dalam wilayah negaranya, sebagaimana diatur dalam statuta FIFA (pasal 10 dan pasal 13).
FIFA dan AFC memberi dorongan kuat untuk PSSI dan klub yang bergabung dengan liga yang memisahkan diri, ISL, untuk menemukan solusi yang menenangkan bagi situasi saat ini, demi kebaikan persepakbolaan Indonesia. Meski demikian, jika itu tak dimungkinkan, PSSI harus mengambil tindakan yang tepat untuk memastikan semua aktivitas sepak bola masih dalam kendalinya.
Sebagaimana kita ketahui pada 15 Desember 2011 diadakan pertemuan antara delegasi FIFA dan AFC bersama PSSI di Tokyo. PSSI diingatkan bahwa pasal 18 ayat 1 dari Statuta FIFA menetapkan bahwa liga atau semua grup lain yang terafiliasi dengan anggota FIFA harus berada di bawah atau diakui oleh Anggota FIFA tersebut.
ISL tidak tunduk atau diakui oleh PSSI. Klub yang bermain di ISL, lewat aksi mereka, tengah membahayakan kapasitas PSSI untuk menegakkan statuta FIFA. Oleh karenanya amat penting agar PSSI mengambil langkah yang tepat demi klub-klub tersebut kembali berada di bawah kendali PSSI.
FIFA menyarankan agar tak seorang pun ofisial PSSI (terutama wasit) untuk memimpin di ISL. Pemain yang berlaga di dalam liga yang memisahkan diri tak akan bisa hijrah ke luar negeri, karena Transfer Matching System (TMS) akan dimatikan untuk klub-klub ISL. Para pemain ini juga tak akan diijinkan bermain di tim nasionalnya.
Andai situasi ini tak diselesaikan hingga 20 Maret 2012, FIFA akan melaporkan kasus PSSI ini pada Komite Asosiasi FIFA untuk dipelajari dan kemungkinan pemberian sanksi.
Bola.net
12/31/2011
Djohar Tetap Yakin Kepemimpinannya Tetap Diakui FIFA-AFC
"Jangan kacaukan keadaan. Semua harus berpikir untuk kepentingan bangsa. Kita harus berusaha agar bagaimana tetap berada dalam barisan FIFA maupun AFC. Jangan hanya ingin merebut kedudukan, 'Merah Putih' dikorbankan," kata Djohar dikutip dari Humas PSSI.
Menurut Djohar, pihaknya tidak begitu gusar dengan adanya "kudeta" yang dilancarkan Kelompok Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI), terhadap kepemimpinannya di induk organisasi sepak bola nasional.
Djohar yang saat ini tengah pulang kampung di Medan, dalam rangka liburan tahun baru, meminta kepada semua pihak tidak bertindak gegabah, yang nantinya justru berbuntut pada sanksi yang dijatuhkan untuk sepak bola Indonesia.
Sebagai sebuah organisasi, menurut Djohar, PSSI punya aturan main tersendiri yang wajib dipatuhi semua pihak. Apalagi, saat ini FIFA maupun AFC baru saja memerintahkan agar semua kompetisi harus di bawah kendali PSSI "Kita sedang berupaya agar klub di luar kompetisi resmi bisa ikut kompetisi PSSI. Selain itu, timnas kita bisa utuh seperti semula dan bukan sebaliknya," katanya.
Bola.net
12/26/2011
Rekonsiliasi Dimulai
Dalam jumpa pers di kantor PSSI, Jakarta, Jumat (23/12), Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin mengatakan, PSSI mulai Sabtu ini dan paling lambat Senin lusa mengirim surat, yang akan diantar langsung perwakilan PSSI, ke klub-klub Liga Super Indonesia (LSI). Selain ke klub-klub LSI, surat imbauan agar kembali ke kompetisi PSSI juga akan dikirimkan kepada ofisial pertandingan yang berkiprah di kompetisi luar PSSI.
”Surat tidak dikirim melalui pos, tetapi diantar langsung pengurus atau utusan PSSI agar bisa bertemu langsung dengan pengurus klub dan berdiskusi,” kata Djohar, didampingi pengurus lain, termasuk Wakil Ketua Umum PSSI Farid Rahman dan Sekjen PSSI Tri Goestoro.
Kompas.com
”Kami berharap, kita semua kembali ke rumah kita. Kita bangun dan kita benahi sepak bola Indonesia,” kata Djohar.
”Kami sepakat memberi kesempatan kepada klub-klub, yang selama ini bermain di kompetisi luar PSSI, dua pekan sejak besok (Sabtu ini, untuk kembali tampil di kompetisi PSSI),” ujarnya.
Kesempatan dua pekan yang diberikan PSSI bagi klub-klub LSI itu lebih panjang daripada contoh yang disebut FIFA dalam surat tertanggal 21 Desember 2011. Di surat itu, Sekjen FIFA Jerome Valcke dan Sekjen Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) Alex Soosay menyarankan PSSI memberi waktu yang pendek, misalnya satu pekan, bagi klub-klub LSI untuk meninggalkan kompetisi LSI dan kembali ke PSSI.
Djohar enggan menjelaskan format dan tawaran seperti apa yang disampaikan ke semua klub LSI agar kembali ke PSSI.
”Ibarat melamar anak orang, kami akan menyampaikan itu langsung ke orangtuanya. Tidak elok jika kami sampaikan itu ke tetangga,” katanya, menganalogikan upaya PSSI itu seperti melamar dalam perkawinan.
Setelah kepengurusan PSSI beralih dari era Nurdin Halid ke Djohar Arifin Husin melalui transisi tidak normal, sebanyak 18 klub menolak tampil di kompetisi resmi PSSI, yang dikelola PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS), untuk level profesional. Mereka memilih tampil pada LSI, di bawah PT Liga Indonesia yang dibentuk kepengurusan PSSI era Nurdin Halid.
Langkah itu sebagai protes klub-klub tersebut atas kebijakan PSSI terkait komposisi peserta kompetisi dan hal-hal lain penyelenggaraan liga. Beberapa klub mendapat sanksi dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Tentang hal itu, Djohar memberi sinyal, sanksi bagi klub-klub itu bisa dicabut tanpa harus melanggar aturan.
Terkait nasib pemain, Djohar mengatakan, PSSI juga akan menyurati para pemain, termasuk pemain asing, di klub-klub LSI agar tidak menjadi korban dalam konflik ini. Selain itu, PSSI akan menyurati federasi negara asal pemain asing di klub-klub LSI untuk menjelaskan situasi persepakbolaan di Indonesia.
Pakai hati nurani
Terkait persoalan sepak bola di Tanah Air belakangan ini, mantan Manajer Arema Malang Ovan Tobing mengatakan, PSSI harus mengutamakan rekonsiliasi daripada menjatuhkan sanksi bagi klub yang tergabung dalam LSI, walau tindakan itu dibenarkan FIFA.
Rekonsiliasi lebih memberikan harapan bagi masa depan persepakbolaan di Tanah Air. Kepada Kompas di Malang, Jumat, Ovan mengatakan, ancaman sanksi tidak akan efektif.
Menurut Ovan, sudah saatnya pihak-pihak yang berkonflik ini berbicara dengan hati nuraninya. Apa yang sebenarnya hendak diberikan kepada persepakbolaan nasional. Kini, semua berpegang pada egoisme masing-masing. Semua mengklaim berpegang pada statuta.
”Masyarakat bukan dipertontonkan dengan prestasi sepak bola kita, melainkan pertengkaran, saling tuduh, dan menyalahkan. Lama-lama masyarakat bisa apatis terhadap sepak bola,” kata Ovan tegas.
Mantan Pelatih Persebaya Surabaya yang juga pemain nasional era tahun 1960-an, Andy Slamet, berpendapat senada. Pihak yang terlibat konflik hanya mengedepankan egoisme masing-masing. Dia mengusulkan moratorium kompetisi
Pemerintah tolak KLB
Di Bogor, Menteri Pemuda dan Olahraga Andi A Mallarangeng menyarankan, polemik di tubuh PSSI diselesaikan melalui mekanisme arbitrase olahraga yang dimediasi KONI/KOI. Andi tidak sependapat jika polemik itu diselesaikan melalui Kongres Luara Biasa (KLB) PSSI.
”Mekanisme arbitrase olahraga ada di KONI/KOI, ada di FIFA. Kalau PSSI dianggap melakukan kesalahan, selesaikan dengan arbitrase, bukan ke KLB lalu mengganti kepengurusan. Ini (kepengurusan) baru tiga bulan, (KLB) tidak pas,” kata Andi.
Guna mempertemukan pihak yang berseberangan di PSSI, dia meminta Ketua KONI/KOI Tono Suratman untuk memediasi. Andi menolak pemerintah turut campur dalam penyelesaian konflik PSSI.
12/24/2011
Ditegur FIFA, PSSI Langsung Bertindak
"Ada enam poin yang tercantum dalam surat FIFA, yang umumnya membicarakan kompetisi profesional di negeri kita. Untuk itu, pengurus, sesuai dengan surat FIFA, akan mengambil tindakan dengan menghubungi semua klub yang berada di kompetisi luar PSSI, ISL. Kita akan surati dengan mengantarkan langsung ke klub bersangkutan untuk membicarakan hal-hal yang diperlukan atau ada pertanyaan dari klub," ujarnya kepada wartawan dalam konferensi pers di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Jumat (23/12/2011).
Djohar menyatakan, pihaknya akan berusaha sedekat mungkin dengan klub untuk membicarakan bersama persoalan ini. Dengan demikian, klub bisa menyampaikan langsung pertanyaan ataupun "unek-unek" mereka.
Dalam surat tertanggal 21 Desember tersebut, FIFA meminta PSSI untuk segera membawa kembali klub-klub yang bermain di ISL untuk kembali ke kompetisi yang berada di bawah naungan PSSI. FIFA juga meminta PSSI untuk segera menyelesaikan masalah ini. JJika tidak, FIFA akan membawa masalah ini ke rapat Komite Asosiasi FIFA dan sepak bola Indonesia akan terancam sanksi.
"Kami berharap agar jangan sampai masalah kita masuk ke sana. Untuk itu, kami pengurus sepakat akan memberikan tenggat waktu kepada klub selama dua minggu, terhitung mulai besok. Kami kirim besok dan diharapkan akan langsung diterima klub," ujarnya.
Selain klub, PSSI juga akan menyurati pemain dan ofisial pertandingan sebab FIFA juga meminta PSSI untuk menindak tegas perangkat pertandingan dan pemain. Untuk pemain asing, lanjutnya, pihaknya akan menyurati federasi negara masing-masing.
"Kami juga akan menyurati mereka semua. Pemain-pemain yang ikut kompetisi di luar sana tidak boleh memperkuat timnas. Itu dengan tegas adalah permintaan mereka, kami tidak ingin tentunya. Barangkali ada pemain yang mau menyelamatkan diri, tentu kami akan membantu, tapi akan sesuai aturan," tandas pria asal Medan tersebut.
Kompas.com
12/23/2011
Isi Surat FIFA kepada PSSI
Hal itu merupakan salah satu poin dari enam poin dari surat FIFA dan AFC yang dilayangkan kepada PSSI pada Kamis (22/12/2011). Surat itu merupakan konfirmasi dari hasil pertemuan Tokyo pada 15 Desember lalu.
Pertemuan Tokyo yang diikuti Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin, Wakil Ketua Umum PSSI Farid Rahman, Sekjen PSSI Tri Goestoro, Sekjen FIFA Jerome Valcke, Acting President AFC Zhang Jilong, dan Sekjen AFC Alex Soosay itu digelar untuk membicarakan situasi persepakbolaan yang terjadi di Indonesia, yakni dualisme kompetisi, Indonesia Super League dan Indonesia Premier League (IPL).
Berikut ini adalah konfirmasi FIFA dan AFC dalam surat yang ditandatangani Sekjen FIFA Jerome Valcke dan Sekjen AFC Alex Soosay itu:
Pertama, Statuta FIFA Pasal 18 butir satu menulis bahwa "Liga atau grup sepak bola lainnya yang berafilisasi sebagai anggota FIFA harus tunduk dan diakui sebagai anggota". Pasal ini juga dicerminkan dalam Pasal 16 butir 1 Statuta AFC yang menyatakan bahwa "Klub, liga, asosiasi regional, atau grup-grup lainnya dari stakeholder yang berafilasi ke anggota asosiasi harus tunduk kepada dan diakui sebagai anggota PSSI.
Kedua, ISL bukanlah anggota PSSI dan juga tidak dikenal oleh PSSI. Klub-klub yang bermain di ISL oleh karena tindakannya akan mengancam kapisitas PSSI untuk melaksanakan Statuta FIFA. Dengan demikian, ini merupakan sesuatu yang esensial bahwa PSSI akan mengambil suatu tindakan yang layak agar klub-klub ISL kembali di bawah kontrol PSSI. Apabila klub-klub tersebut tidak patuh akan segera dikenai sanksi.
Ketiga, permintaan tegas dari FIFA dan AFC bahwa tidak diperkenankan perangkat pertandingan PSSI, terutama wasit, untuk ikut serta dalam kegiatan ISL. Bagi mereka yang melanggar akan diberikan sanksi.
Keempat, pemain yang bermain di liga ISL tidak bisa ditransfer untuk bermain keluar negeri. TMS (transfer matching system) mereka akan dicabut. PSSI diminta menyampaikan kepada FIFA dan AFC daftar nama klub-klub yang ikut ISL.
Kelima, pemain-pemain ISL juga tidak diperkenankan bermain di timnas.
Keenam, apabila sampai 20 Maret situasi kekisruhan ini tidak juga berakhir, maka persoalan PSSI akan dilaporkan kepada Komite Asosiasi FIFA dan sanksi akan dikenakan kepada Indonesia.
"FIFA juga sangat mengharapkan agar ISL kembali ke PSSI. Namun, apabila tidak terjadi, maka PSSI diminta harus mengambil tindakan tegas untuk memastikan semua kegiatan sepak bola masih di bawah kontrol PSSI," kata juru bicara PSSI, Eddie Elison, Kamis (22/12/2011).
Eddie menyampaikan, PSSI siap berekonsiliasi demi menyelesaikan kisruh yang terjadi di sepak bola nasional. Menurut dia, persatuan akan membawa pada prestasi bagi Indonesia.
"Mari bersatu kembali. Dengan persatuanmaka prestasi yang diinginkan bisa tercapai," katanya.
Kompas.com
12/22/2011
FIFA: PSSI Bisa Ambil Tindakan Terhadap Superliga Indonesia
Dalam pernyataannya, seperti yang diterima GOAL.com Indonesia dari komite media PSSI, FIFA mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan petinggi PSSI dan konfederasi sepakbola Asia (AFC) mengenai situasi yang terjadi di Indonesia saat ini.Surat bersama FIFA dan AFC terkait masalah itu akan dikirim pada akhir pekan ini setelah melakukan analisa secara hati-hati terhadap situasi yang terjadi.
Seperti tercantum dalam artikel 18 Statuta FIFA, PSSI harus mengendalikan semua liga, dan bisa mengambil tindakan terhadap breakaway league seperti ISL.
Berikut surat departemen media FIFA:
FIFA had a meeting this week with PSSI leadership and AFC on the PSSI current situation. A joint FIFA and AFC letter will be sent by the end of this week containing our joint position after having carefully analyzed the situation.
As mentioned in art 18 of The FIFA statutes, PSSI must control all leagues and thus may/shall take action against breakaway leagues such as ISL.
We trust this information will be of use to you.
Best regards,
FIFA media department
Goal.com
12/21/2011
ISL Tak Diakui FIFA, Presdir PT. Liga Ngotot Jalan Terus
Hal itu dikatakan Presiden Direktur PT. Liga Indonesia, Syahril Taher, terkait beredarnya surat FIFA yang menegaskan bahwa ISL adalah sebuah" breakaway league". Surat itu dikirimkan oleh departemen media FIFA kepada harian Republika.
"Tidak percaya. Itu direkayasa, dibuat-buat. FIFA tidak akan mudah dan bodoh seperti itu menyatakan ISL ilegal," kata Syahril ketika dihubungi detikSport, Rabu (21/12/2011) sore.
"ISL tetap jalan. Kalau berhenti atau menunda, mundurlah persepakbolaan di Indonesia," sambungnya.
Sebelumnya, detiksport mencoba menghubungi CEO PT. Liga Indonesia Joko Driyono mengenai surat tersebut, namun telepon tidak diangkatnya.
Berikut ini salinan surat pernyataan FIFA tersebut, sebagaimana ditujukan kepada wartawan Republika, Abdullah Sammy:
Dear Abdullah,
Thank you for your e-mail.
FIFA had a meeting this week with PSSI leadership and AFC on the PSSI current situation.
A joint FIFA and AFC letter will be sent by the end of this week containing our joint position after having carefully analyzed the situation.
As mentioned in art 18 of The FIFA statutes, PSSI must control all leagues and thus may/shall take action against breakaway leagues such as ISL.
We trust this information will be of use to you.
Best regards,
FIFA media department
12/09/2011
PSSI: Timnas Tertutup untuk Pemain yang Main di ISL
"Acuan yang dipakai adalah Statuta FIFA Pasal 79. Bunyinya, pertandingan yang dilakukan oleh timnas, di mana pemainnya tidak berada dalam klub atau liga yang terafiliasi dengan anggota FIFA adalah dilarang," ujar Ketua Umum PSSI Djohar dalam pertemuan klub-klub Divisi Utama PT. Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Kamis (8/12/11).
Djohar menambahkan, kebijakan itu harus ditegaskan oleh PSSI karena telah diingatkan oleh FIFA melalui Direktur Pengembangan Organisasi dan Asosiasi, Thierry Regenass.
"Kita maunya semua ke timnas, asalkan prestasinya bagus. Tapi ini FIFA yang mengingatkan, bukan Djohar," tukas Djohar.
"PSSI siap dengan kondisi yang ada. Salahkan klub dan pengurus lama yang bergerak di PT. Liga Indonesia," lanjut dia.
"Yang memecah belah bangsa, hentikanlah. Yang hancurkan timnas bukan kami, tapi mereka. Makanya kita kerja keras lagi bangun timnas, karena tidak mau dihukum FIFA."
Ketua Komite Kompetisi PSSI Sihar Sitorus juga menghimbau kalangan pemain untuk berpikir rasional dan bijak mengenai hal ini. Namun ia juga mengatakan tidak merasa khawatir, karena dengan adanya kompetisi-kompetisi yang dibuat PSSI, pemain yang berprospek bagus tetap akan bisa dipantau dan ditemukan.
"Semua ada konsekuensinya. Ini bukan sesuatu yang baru, karena semua sudah dituliskan dalam statuta FIFA," tandasnya.
36 klub Ikut Divisi Utama
Sementara itu, kompetisi DivisiUtama yang dikelola PT. LPIS akan bergulir mulai 10 Desember. Sebanyak 36 klub akan ikut ambil bagian. PSIS Semarang kontra Persik Kediri menjadi partai pembuka pada hari Sabtu di Semarang.
"Sebanyak 36 klub resmi mendaftar di Divisi Utama, 21 hadir, yang lain berhalangan, tapi sampai sekarang tidak ada yang mundur," terang Djohar.
Kepada klub-klub peserta diberikan dana subsidi sebesar Rp 500 juta untuk kegiatan kompetisi.
''Kita konfirmasi sponsor dua hari yang lalu. Makanya kita baru berani untuk menyerahkan uang hari ini," terang Djohar.
Ke-36 klub Divisi Utama tersebut adalah PSLS Lhokseumawe, PSBL Langsa, PSSB Bireun, Persih Tembilahan, PS Bengkulu, Persitara Jakarta Utara, Persikabo Bogor, Produta FC, Gresik United, PSCS Cilacap, PPSM Magelang, PSS Sleman, PSIS Semarang, Persikab Kabupaten Bandung, Persepar Kalteng Putra, Persires Rengat Bali Devata, Persewangi Banyuwangi, Persid Jember, Persis Solo, PSBI Blitar, Persipasi Kota Bekasi, PSP Padang, Persikota Tangerang, PSIM Yogyakarta, PS Barito Putra, Persik Kediri, PSIR Rembang, Persiku Kudus, Persip Kota Pekalongan, Perseman Manokwari, PS Sumbawa Barat, PSBS Biak, Madiun Putra FC, Persemalra Langgur, Persepam Madura United, Persipro Bondowoso, dan Persebul Buol.
Kemarin, PT. Liga Indonesia juga telah mengumumkan peserta kompetisi Divisi Utama versi mereka, yang akan kickoff 15 Desember. Pesertanya 30 klub, formatnya dua wilayah, Barat dan Timur, masing-masing terdiri dari 15 tim. Subsidi buat setiap klub juga Rp 500 juta.
Detik.com
2/05/2011
Pengamat: LPI Bisa Menjadi Kompetisi Kasta Kedua Menggantikan Divisi Utama
Menurut pengamat sepakbola dari Sulawasi Selatan, Yopie Lumoindong, Superliga merupakan produk resmi dari FIFA dan AFC, sehingga status Superliga sebagai kompetisi tertinggi di tanah air tidak dapat tergantikan.
"Banyak orang mengira LSI itu merupakan kompetisi bentukan PSSI, sehingga bisa saja diubah jika kepemimpinan berubah. Hal itu tentu tidak benar karena LSI merupakan produk dari AFC dan FIFA," jelasnya.
Yopie menjelaskan bahwa Liga Primer Indonesia (LPI) yang digagas oleh Arifin Panigoro tidak mungkin menjadi pengganti Superliga. Yopie beralasan bahwa untuk menyelenggarakan sebuah kompetisi profesional, yang diperlukan bukan hanya sportifitas tetapi juga membutuhkan legalitas.
Tetapi Yopie menambahkan bahwa status ilegal yang sekarang disandang kompetisi LPI dapat berubah menjadi legal setelah kepengurusan PSSI berganti. Hanya saja, kompetisi tersebut tetap tidak dapat menggantikan kompetisi Superliga saat ini, tetapi untuk menjadi kasta kedua menggantikan Divisi Utama masih memungkinkan.
"LPI bisa saja mengganti kompetisi Divisi Utama yang merupakan kompetisi kasta kedua. Peluang itu bisa terjadi jika sosok yang didukung pihak LPI pada kongres PSSI berhasil menjadi Ketua Umum PSSI yang baru," katanya.
Goal.com
1/26/2011
Arifin Siap Maju ke Bursa Ketua Umum PSSI
Hal itu diungkapkan Arifin saat menghadiri pameran dan diskusi dengan tema "Menjaga Tepian Tanah Air' di Gedung Indonesia Menggugat, Jalan Merdeka, Bandung, Rabu, 26 Januari 2011.
"Saya siap (pimpin PSSI) jika dipercaya. Tapi siapapun orangnya saya tegaskan dia harus bisa memimpin PSSI secara profesional," ujar Arifin kepada wartawan.
Menurut dia, siapapun yang menjadi Ketua Umum PSSI, dia dituntut harus bisa menyelesaikan segala persoalan yang selama ini belum terselesaikan, salah satunya adalah kualitas wasit.
Arifin menyatakan dia tetap mengakui PSSI sebagai organisasi sepakbola yang sah yang diakui FIFA maupun AFC (Konfederasi Sepakbola Asia) sebagai organisasi sepakbola yang menaungi langsung roda keorganisasian sepakbola Indonesia.vivanews.
1/23/2011
RESMI: Persema & Persibo Dipecat Dari Anggota PSSI
Menurut Nurdin, kedua klub tersebut dianggap telah melanggara statuta PSSI pasal 85 dengan mengikuti kompetisi di wilayah yang berada di bawah kewenangan asosiasi tanpa izin PSSI dan FIFA.
Ditambahkan, kedua klub itu sudah diberikan kesempatan untuk melakukan pembelaan secara tertulis sebelum berlangsungnya kongres. Namun hingga kongres berlangsung, PSSI belum pernah menerima surat tersebut.
“Terhitung mulai hari ini, Persema dan Persibo beserta klub anggotanya tidak ada hubungan lagi dengan PSSI. Keputusan ini dikeluarkan Exco PSSI dan disetujui seluruh peserta kongres,” ungkap Nurdin.
Mengenai nasib PSM Makassar yang juga memilih bergabung ke LPI, Nurdin menyatakan, keputusan pemecatan diberlakukan setelah tim Juku Eja melakoni pertandingan melawan Persema hari ini.
“Jika PSM bermain melawan Persema pada tanggal 22 Januari ini, maka PSM juga dipecat keanggotaannya dari PSSI. PSM masih diberi kesempatan untuk melakukan pembelaan tertulis hingga sebelum berlangsungnya kongres PSSI pada 19 Maret,” jelas Nurdin.
sumber : goal.com
1/13/2011
PSSI berupaya menjegal duo Filipino
kali ini si Nurdin cs berupaya menjegal duo Filipino, Philip dan James Younghusband untuk merumput di Liga Primer Indonesia (LPI).
Seperti dikabarkan sebelumnya, Philip dan James rencananya dalam waktu dekat akan bergabung dengan Jakarta 1928, namun sepertinya hal ini tidak disukai oleh PSSI.
Sekjen PSSI, Nugraha Besoes :
ia telah menghubungi presiden organisasi sepakbola Filipina. Besoes meminta agar kedua pemain jebolan akademi Chelsea itu tak dizinkan bermain di LPI. “Ini bisa membahayakan bagi PSSI dan organisasi sepakbola Filipina,” katanya.
Besoes menambahkan, sanksi berat akan dijatuhkan FIFA bila izinnya dikeluarkan. Ini dikarenakan kompetisi LPI telah dinyatakan terlarang oleh FIFA. “Ini memang aturan FIFA dan tak ada konco-koncoan,” tegasnya.
Surat FIFA di Tangan, PSSI Tebar Ancaman
“Ini menjadi pegangan hukum dan kepastian untuk melakukan law enforcement agar persepakbolaan kita tidak diacak-acak,” tegas Sekjen PSSI, Nugraha Besoes dalam jumpa pers di Hotel Atlet Century, Kamis (13/1).
Menurutnya, persoalan LPI ini secara langsung juga telah disampaikan Ketua Umum PSSI Nurdin Halid kepada Valken saat bertemu di Qatar, belum lama ini. Saat itu, Valken langsung menegaskan kalau LPI tak akan diterima FIFA. “Tapi kami butuh tak hanya sekedar ucapan sehingga dikirmkan surat resmi dan dibalas 10 Januari lalu,” jelasnya.
Dalam surat itu, beber Besoes, FIFA memperingatkan agar LPI ditindak tegas. Bila tidak, FIFA yang akan melakukan sidang terhadap masalah ini 21 Maret 2011 mendatang. “Daripada disidangkan FIFA lebih baik PSSI yang bertindak tegas,” ujarnya.
Dikatakan pula, FIFA mengawasi persoalan di jagad sepakbola nasional ini dengan ketat. PSSI juga diingatkan untuk melaporkan seluruh perkembangan masalah LPI ke FIFA.
Besoen pun juga menyebut LPI bukan liga profesional. “Menyebut profesional terhadap LPI itu ada aturan mainnya. ISL adalah kompetisi profesional karena dikelola PT Liga Indonesia dan mendapat pengakuan AFC serta FIFA,” katanya.
Besoes menambahkan, yang menetapkan standar terhadap kompetisi profesional di Indonesia adalah FIFA dan AFC. “Kalau LPI siapa yang megakui mereka profesional? Boro-boro FIFA, AFC saja tidak mengakui,” tegasnya.
Besoes juga menegaskan, sebagian pengurus PSSI yang tidak sejalan lagi akan dikenakan sanksi. Bahkan atas instruksi FIFA, agen pemain yang memasok pemain ke LPI akan dicabut lisensinya. “Kalau klub Persema dan Persibo sudah kena sanksi, dan mungkin PSM juga nanti. Bagi pelatih akan dicabut lisensi dan wasit dicabut sertifikatnya,” jelasnya.
Besoes juga menegaskan, izin penyelenggaran kompetisi sepakbola profesional juga hanya dari PSSI, bukan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI). “Kami tidak mengenal BOPI. Bagaimana kalau nanti mau ada yang mau bikin kompetisi seperti itu lagi, BOPI kasih ijin?” sergah Besoes dalam jumpa pers yang juga dihadiri Ketua Harian BOPI, Haryo Yuniarto.
Menariknya, Yuniarto sendiri menegaskan bahwa menyangkut ijin penyelengaraan kompetisi profesional hanya PSSI yang berhak memberikannya. “Memang benar resminya dalam aturan FIFA hanya PSSI yang diakui. BOPI tak bisa mengambil alih peran PSSI,” katanya.
sumber : bolaindo.com
This Blog is @2008-2011 MULTI ETNIS Outlet Production
jakmania-utankayu.blogspot.com
Persija ampe mati..
-----------------------------------------------------------------