Popular Posts

12/31/2011

KPSI Sudah Sampaikan Mosi Tak Percaya ke FIFA dan AFC

Ketua Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) Toni Aprilani menyatakan telah secara lisan menyampaikan kepada FIFA dan AFC mosi tak percaya kepada kepemimpinan Ketua PSSI Djohar Arifin. Menurut Toni, apa yang disampaikan sesuai amanat pemilik suara di PSSI yang berpedoman pada hasil rapat di Jakarta belum lama ini.

"Secara lisan kami memang sudah menyampaikan amanat mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Djohar Arifin ke FIFA dan AFC. Saat ini kami tinggal mengirim berkas resminya. Paling lambat Minggu depan sudah kita kirim," jelas Toni, seperti dikutip Tribunnews, Jumat (30/12/2011).

Toni menyatakan, pihaknya sangat yakin dapat menjalankan amanat para pemilik suara di PSSI. Dia juga yakin kongres tahunan PSSI yang akan digelar di Kota bandung, sesuai hasil rapat KPSI, akan berjalan lancar.

"Sudah disepakati kongres tahunan digelar di Bandung pada 21 Januari 2012 nanti. Dan saya sendiri yang akan mengomandoi penyelenggaraan kongres itu. Saat ini kita masih dalam tahap persiapan," ujarnya.

Kompas.com

Djohar Tetap Yakin Kepemimpinannya Tetap Diakui FIFA-AFC

Ketua Umum PSSI Djohar Arifin tetap percaya bahwa kepemimpinannya di PSSI masih mendapat legitimasi dari AFC maupun FIFA.

"Jangan kacaukan keadaan. Semua harus berpikir untuk kepentingan bangsa. Kita harus berusaha agar bagaimana tetap berada dalam barisan FIFA maupun AFC. Jangan hanya ingin merebut kedudukan, 'Merah Putih' dikorbankan," kata Djohar dikutip dari Humas PSSI.

Menurut Djohar, pihaknya tidak begitu gusar dengan adanya "kudeta" yang dilancarkan Kelompok Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI), terhadap kepemimpinannya di induk organisasi sepak bola nasional.

Djohar yang saat ini tengah pulang kampung di Medan, dalam rangka liburan tahun baru, meminta kepada semua pihak tidak bertindak gegabah, yang nantinya justru berbuntut pada sanksi yang dijatuhkan untuk sepak bola Indonesia.

Sebagai sebuah organisasi, menurut Djohar, PSSI punya aturan main tersendiri yang wajib dipatuhi semua pihak. Apalagi, saat ini FIFA maupun AFC baru saja memerintahkan agar semua kompetisi harus di bawah kendali PSSI "Kita sedang berupaya agar klub di luar kompetisi resmi bisa ikut kompetisi PSSI. Selain itu, timnas kita bisa utuh seperti semula dan bukan sebaliknya," katanya.

Bola.net

12/30/2011

PT Liga Indonesia Mau Gugat PSSI

PT Liga Indonesia (LI) dalam waktu dekat akan mengajukan gugatan terhadap PSSI berkaitan dengan keinginan mereka mengurus proses penyerahan saham perusahaan ke departemen hukum dan hak asasi manusia (Depkumham).

CEO PT LI Joko Driyono mengungkapkan, gugatan ini masuk ke dalam sengketa bisnis. Gugatan itu dilakukan, karena PSSI sengaja menghadang langkah mereka untuk mengurus proses pengalihan saham.
“Kami tidak bisa mengurus dokumen penyerahan saham ke Depkumham, karena PSSI ternyata telah me-lock di sana, yang menyatakan tidak mengakui PT Liga Indonesia. Itu masalahnya. Di sini ada sengketa bisnis, tidak terkait dengan keolahragaan,” ujar Joko.

“PT Liga Indonesia berjalan mengacu kepada dua referensi, yakni perusahaan profesional, dan mengutamakan fungsi bisnis. Jadi, ada masalah bisnis di sini. Kami akan mengajukan gugatan ke pengadilan negeri.”

Ditambahkan, pada 2 Maret lalu, PSSI sebetulnya sudah melepaskan 99 persen saham ke klub-klub melalui rapat umum pemegang saham (RUPS). Hanya saja, mengingat kompetisi belum selesai, maka penyerahan saham ini tidak bisa dilakukan.

“Menjelang penyerahan saham, kami ingin melakukan pembicaraan dengan [wakil ketua umum PSSI] Farid Rahmad, tapi tidak pernah mendapatkan tanggapan. Tapi sekarang mereka malah me-lock di Depkumham,” ungkap Joko.


Goal.com

12/29/2011

Laga Persija-Mitra Kukar Urung Digelar di Jakarta

Pertandingan Mitra Kukar menghadapi tuan rumah Persija Jakarta pada lanjutan Indonesian Super Liga (ISL) pada 3 Januari 2012 di Stadion Lebak Bulus Jakarta, berpeluang berpindah tempat, karena tidak mendapatkan izin kepolisian setempat.

"Mungkin saja pindah, karena sampai saat ini kami belum mendapatkan kabar bahwa kita akan main di Jakarta," terang Manajer Mitra Kukar, Roni Fauzan.

Untuk mempersiapkan pertandingan melawan Persija, dikatakan Oni sapaan Roni Fauzan bahwa para pemainnya telah menjalani latihan di Jakarta.

"Paska liburan kemarin, para pemain tidak balik ke Tenggarong mereka langsung menjalani pemusatan di Jakarta, dengan pertimbangan pertandingan perdana yang kita lakoni dilaksanakan di Jakarta," papar Oni.

Namun dengan beredarnya wacana bahwa pertandingan melawan Persija bakal berpindah, tentu pihaknya harus memutar strategi baru.

"Memang dengan dipindahkan pertandingan ada plus minusnya bagi tim kami, karena tentunya akan menguras energi pemain yang saat ini sudah ada di Jakarta, sisi positifnya kita akan bermain melawan Persija bukan di kandangnya," urai Oni.

Secara terpisah asisten pelatih Persija Sudirman tidak menampik bahwa pertandingan melawan Mitra Kukar bakal berpindah lokasi.

"Sampai saat ini, informasinya, Panpel kami belum mendapatkan ijin menggelar pertandingan, maka dari itu bisa jadi pertandingan bakal berpindah tempat," tegas Sudirman.

Dari beberapa Informasi, Sudirman menyebutkan kemungkinan besar partai melawan Mitra Kukar dilaksanakan di Stadion Manahan Solo.

Bola.net

KPSI Bentuk Komdis-Komding, Tunjuk Sekjen dan Ketua BLAI

Setelah mengambil wewenang pengurus PSSI, Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) langsung menunjuk sekretaris jenderal yang akan mengurus administrasi. Mantan Ketua Komdis PSSI di era Nurdin Halid, Hinca Panjaitan, terpilih untuk membantu KPSI dalam hal surat-menyurat. Keputusan ini diambil dalam rapat anggota KPSI di Hotel Sultan, Rabu (28/12/2011).

"KPSI mengangkat sekjen yang bersifat profesional, Hinca Panjaitan. Kami akan bayar, kami kontrak, dan paling tidak bisa menyelesaikan permasalahan administrasi internal dan federasi-federasi lain di negara lain, termasuk ke instansi di negara kita, KONI/KOI, dan Menpora," ujar Tony.

Selain mengangkat sekjen, KPSI juga membentuk Komite Disiplin dan Komite Banding. Komdis akan diketuai oleh Alfred Simanjuntak dan beranggotakan Gusti Randa, Mahfudin Nigara, Viktor Sitanggang, dan Abidin. Sementara Komding akan diketuai oleh Irjen Erwin Tobing dan beranggotakan Syarifudin Suding, Ateri Dahlan, dan Ramli Ibrahim. KPSI juga menentukan Ketua Badan Liga Amatir Indonesia. Ketua Pengurus Provinsi Riau, Indra Mukhlis, disepakati anggota KPSI untuk menduduki posisi tersebut.

"Beliau akan mengurusi liga amatir yang selama ini kurang mendapatkan perhatian," ujar Tony.

Berikut hasil rapat KPSI, Rabu (28/12/2011):
1. Mengangkat Hinca Panjaitan sebagai Sekjen KPSI.
2. Membentuk Komisi Disiplin dengan susunan personel: Alfred Simanjuntak sebagai ketua dan Gusti Randa, M Nigara, Viktor Sitanggang, serta Abidin sebagai anggota.
3. Membentuk Komite Banding dengan susunan personel: Erwin Tobing selaku ketua dan Syarifudin Suding, Ateri Dahlan, serta Ramli Ibrahim sebagai anggotanya.
4. Kongres tahunan dilaksanakan pada 21 Januari 2012 di Bandung, Jawa Barat.
5. Kongres Luar Biasa (KLB) dilaksanakan pada 6 Maret 2012 di Surabaya, Jawa Timur.
6. Dokumen RASN dikirim ke AFC dan FIFA pada 29 Desember 2011.
7. Mengangkat Ketua Pengprov Riau Indra Mukhlis sebagai Ketua BLAI..

Kompas.com

KLB PSSI Digelar 6 Maret 2012

Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) memutuskan untuk segera menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) setelah menyatakan diri mengambilalih mandat kepengurusan PSSI. Rencananya kongres tersebut akan digelar di Surabaya, Jawa Timur, pada 6 Maret 2012.

Menurut Ketua KPSI, Tony Apriliani, pihaknya akan segera menjalankan roda organisasi PSSI setelah diberi amanat oleh 452 anggota PSSI dalam pertemuan di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu 28 Desember 2011. Sebanyak 452 anggota PSSI, baik dari klub maupun Pengprov, sepakat untuk mencabut mandat kepengurusan PSSI di bawah pimpinan Djohar Arifin Husin.

KPSI sebagai pengganti sementara kepengurusan PSSI akan menyiapkan sejumlah agenda, hingga sebelum KLB digelar. Rencananya KPSI akan menggelar Kongres Tahunan PSSI pada 21 Januari 2012 mendatang. Agenda pokok kongres tersebut adalah memilih Komite Pemilihan, serta Komite Banding Pemilihan.

"Tanggal 21 Januari 2012 kami akan menggelar Kongres Tahunan. Agenda utamanya adalah menentukan Komite Pemilihan dan Komite Banding. Rencananya, kongres akan dilaksanakan di Bandung," ujar Tony usai pertemuan di Hotel Sultan.

Setelah Kongres Tahunan, KLB dijadwalkan digelar 6 Maret 2012 di Surabaya, Jawa Timur. Menurut Tony, dari 452 anggota PSSi yang mencabut mandat kepengurusan Djohar, 76 anggota di antaranya merupakan pemilik suara sah PSSI.

Tony menilai langkah untuk menggelar KLB ini dilakukan setelah PSSI kepengurusan Djohar tidak menggubris aspirasi anggotanya yang dilakukan dalam Rapat Akbar Sepakbola Nasional (RASN).

"Pada 23 Desember kemarin, kami sudah sampaikan aspirasi kami. Kami hanya ingin tanggapan mereka. Tapi, ternyata sampai saat ini mereka tidak pernah mau mendengar anggotanya sendiri. Mereka sering bilang, mari bicara, kembali ke rumah dan lainnya. Tapi, telepon mereka semua dimatikan saat kami ingin ajak bicara," beber Tony.

Tony menambahkan, upaya berkomunikasi dengan PSSI juga terus dilakukan hingga sebelum ketuk palu penyerahan mandat dari mayoritas anggota PSSI kepada KPSI. Menurut Tony, seluruh pembesar PSSI saat ini justru terkesan lari dari persoalan.

"Kami mencoba berkomunikasi dengan mereka yang katanya ingin mengajak rekonsiliasi. Tapi, ternyata tidak ada tanggapan sama sekali dari PSSI. Saya coba telepon Sekjen PSSI (Tri Goestoro), tapi tidak diangkat. Lalu saya telepon lagi, ternyata nomornya sudah dimatikan," paparnya.

"Saya juga hubungi Direktur Organisasi PSSI, teleponnya mati juga. Bahkan nomor Ketua Umum PSSI (Djohar Arifin) juga mati. Jika kondisinya sudah seperti itu, kami kemudian sepakat untuk menganggap mereka tidak lagi kredibel sebagai pengurus PSSI. Anggota PSSI sudah tidak lagi mengakui mereka," tutup Tony.

Vivanews.

12/27/2011

PSSI Resmi Pecat Empat Anggota Exco

Empat anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI resmi dicopot dari jabatannya sesuai dengan keputusan Komite Etik PSSI dengan nomor 002/PTS/M-KE-PSSI/12/2011 tertanggal 26 Desember 2011.

Keempat anggota Exco yang dinilai telah melakukan pelanggaran oleh Komite Etik itu adalah La Nyalla Mattalitti, Erwin Dwi Budiawan, Roberto Rouw dan Tony Apriliani.

"Saya mendapatkan telepon dari Ketua Umum dan Ketua Komite Etik PSSI untuk mengumumkan hasil keputusan ini," kata Juru Bicara PSSI, Edi Elison .

Menurut dia, berdasarkan catatan yang dimiliki, keempat anggota Exco itu dinilai telah melanggar statuta PSSI pasal 36 dan 42. Selain itu dinilai telah melanggar Kode Etik Fair Play PSSI pasal 6, 9, 12 dan 18.

Adapun dasar untuk memutuskan sanksi bagi keempat anggota Exco PSSI periode 2011-2015 adalah Statuta PSSI, Kode Etik Fair Play PSSI, Statuta FIFA, Kode Etik FIFA, serta Surat Keputusan (SK) KONI tentang pengangkatan pengurus PSSI.

"Sesuai catatan saya, mereka selain dihentikan dari Exco juga dihentikan dari semua aktifitas sepak bola Indonesia secara permanen. Keputusan ini berlaku sejak ditetapkan," katanya menambahkan.

Meski membacakan SK dari Komite Etik PSSI, juru bicara PSSI yang didampingi oleh Direktur Media Tomy Arif tidak bisa menunjukkan SK pemberhentian keempat anggota EXCO yang ditandatangani oleh Todung Mulya Lubis bersama enam anggota lainnya.

"Saya disini hanya membacakan. Jadi tidak ada tanya jawab," kata Edi Elison ketika ditanya berapa lama sanksi itu diberlakukan.

Keempat anggota EXCO PSSI berdasarkan SK Komite Etik nomor 001/PTS/M-KE-PSSI/12/2011 diharuskan melakukan minta maaf kepada PSSI, AFC dan FIFA dalam waktu 2X24 jam per tanggal 19 Desember lalu. Hanya saja hingga waktu yang ditetapkan keempatnya tidak melakukan minta maaf.

Bola.net

12/26/2011

FPP: Rekonsiliasi Timbulkan Masalah Baru

Ketua Forum Pengprov PSSI (FPP), Dwi Irianto, menilai rekonsoliasi yang dilakukan PSSI saat ini justru akan menimbulkan masalah baru. Ia menilai, upaya ini seharusnya dilakukan PSSI sejak jauh-jauh hari. Seperti diketahui, PSSI mulai bergerak untuk merangkul klub-klub Indonesia Super League untuk kembali ke kompetisi resmi. Tindakan ini sesuai dengan anjuran FIFA melalui surat tertanggal 21 Desember kemarin. Jika tidak, dalam surat tersebut, PSSI bisa dikenai sanksi oleh badan sepak bola tertinggi dunia tersebut.

"Persoalan lain yang harus dipikirkan PSSI, setelah merangkul 18 klub itu lalu mau diapakan. Saat ini ada dua kompetisi yang sedang berjalan. Jika klub-klub ISL dirangkul, nantinya mereka ditempatkan seperti apa di kompetisi (lain). Saya kira PSSI sudah terlambat jika berbicara rekonsiliasi," ujar Dwi di Jakarta, Senin (26/12/2011).

Dwi mengungkapkan, sudah banyak keputusan PSSI yang telah merugikan klub-klub ISL. Jadi, kata Dwi, langkah rekonsiliasi akan menjadi langkah sia-sia karena klub sudah merasa kecewa. Belum lagi keinginan bulat dari para klub yang sepakat untuk melakukan Kongres Luar Biasa.

"Saya mendengar banyak keluhan dari teman-teman klub. Mereka kemudian menunjuk kami sebagai forum untuk menyuarakan keinginan mereka tersebut. Kami sepakat, solusinya bukan rekonsiliasi yang ditawarkan PSSI saat ini," tutur Dwi.

"Kami sudah tidak bicara soal kompetisi lagi, tapi sudah bicara soal KLB. Tuntutan klub-klub tersebut saya kira sudah jelas," tambah Dwi.

Kompas.com

Rekonsiliasi Dimulai

PSSI mulai menjalankan perintah FIFA dengan menghubungi klub-klub Liga Super Indonesia, yang diberi waktu dua pekan, kembali ke ”rumah” PSSI. Tahapan ini diharapkan jadi ajang rekonsiliasi yang mengedepankan hati nurani demi kemajuan sepak bola Indonesia.

Dalam jumpa pers di kantor PSSI, Jakarta, Jumat (23/12), Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin mengatakan, PSSI mulai Sabtu ini dan paling lambat Senin lusa mengirim surat, yang akan diantar langsung perwakilan PSSI, ke klub-klub Liga Super Indonesia (LSI). Selain ke klub-klub LSI, surat imbauan agar kembali ke kompetisi PSSI juga akan dikirimkan kepada ofisial pertandingan yang berkiprah di kompetisi luar PSSI.

”Surat tidak dikirim melalui pos, tetapi diantar langsung pengurus atau utusan PSSI agar bisa bertemu langsung dengan pengurus klub dan berdiskusi,” kata Djohar, didampingi pengurus lain, termasuk Wakil Ketua Umum PSSI Farid Rahman dan Sekjen PSSI Tri Goestoro.

Kompas.com

”Kami berharap, kita semua kembali ke rumah kita. Kita bangun dan kita benahi sepak bola Indonesia,” kata Djohar.

”Kami sepakat memberi kesempatan kepada klub-klub, yang selama ini bermain di kompetisi luar PSSI, dua pekan sejak besok (Sabtu ini, untuk kembali tampil di kompetisi PSSI),” ujarnya.

Kesempatan dua pekan yang diberikan PSSI bagi klub-klub LSI itu lebih panjang daripada contoh yang disebut FIFA dalam surat tertanggal 21 Desember 2011. Di surat itu, Sekjen FIFA Jerome Valcke dan Sekjen Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) Alex Soosay menyarankan PSSI memberi waktu yang pendek, misalnya satu pekan, bagi klub-klub LSI untuk meninggalkan kompetisi LSI dan kembali ke PSSI.

Djohar enggan menjelaskan format dan tawaran seperti apa yang disampaikan ke semua klub LSI agar kembali ke PSSI.

”Ibarat melamar anak orang, kami akan menyampaikan itu langsung ke orangtuanya. Tidak elok jika kami sampaikan itu ke tetangga,” katanya, menganalogikan upaya PSSI itu seperti melamar dalam perkawinan.

Setelah kepengurusan PSSI beralih dari era Nurdin Halid ke Djohar Arifin Husin melalui transisi tidak normal, sebanyak 18 klub menolak tampil di kompetisi resmi PSSI, yang dikelola PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS), untuk level profesional. Mereka memilih tampil pada LSI, di bawah PT Liga Indonesia yang dibentuk kepengurusan PSSI era Nurdin Halid.

Langkah itu sebagai protes klub-klub tersebut atas kebijakan PSSI terkait komposisi peserta kompetisi dan hal-hal lain penyelenggaraan liga. Beberapa klub mendapat sanksi dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Tentang hal itu, Djohar memberi sinyal, sanksi bagi klub-klub itu bisa dicabut tanpa harus melanggar aturan.

Terkait nasib pemain, Djohar mengatakan, PSSI juga akan menyurati para pemain, termasuk pemain asing, di klub-klub LSI agar tidak menjadi korban dalam konflik ini. Selain itu, PSSI akan menyurati federasi negara asal pemain asing di klub-klub LSI untuk menjelaskan situasi persepakbolaan di Indonesia.

Pakai hati nurani
Terkait persoalan sepak bola di Tanah Air belakangan ini, mantan Manajer Arema Malang Ovan Tobing mengatakan, PSSI harus mengutamakan rekonsiliasi daripada menjatuhkan sanksi bagi klub yang tergabung dalam LSI, walau tindakan itu dibenarkan FIFA.

Rekonsiliasi lebih memberikan harapan bagi masa depan persepakbolaan di Tanah Air. Kepada Kompas di Malang, Jumat, Ovan mengatakan, ancaman sanksi tidak akan efektif.

Menurut Ovan, sudah saatnya pihak-pihak yang berkonflik ini berbicara dengan hati nuraninya. Apa yang sebenarnya hendak diberikan kepada persepakbolaan nasional. Kini, semua berpegang pada egoisme masing-masing. Semua mengklaim berpegang pada statuta.

”Masyarakat bukan dipertontonkan dengan prestasi sepak bola kita, melainkan pertengkaran, saling tuduh, dan menyalahkan. Lama-lama masyarakat bisa apatis terhadap sepak bola,” kata Ovan tegas.

Mantan Pelatih Persebaya Surabaya yang juga pemain nasional era tahun 1960-an, Andy Slamet, berpendapat senada. Pihak yang terlibat konflik hanya mengedepankan egoisme masing-masing. Dia mengusulkan moratorium kompetisi

Pemerintah tolak KLB
Di Bogor, Menteri Pemuda dan Olahraga Andi A Mallarangeng menyarankan, polemik di tubuh PSSI diselesaikan melalui mekanisme arbitrase olahraga yang dimediasi KONI/KOI. Andi tidak sependapat jika polemik itu diselesaikan melalui Kongres Luara Biasa (KLB) PSSI.

”Mekanisme arbitrase olahraga ada di KONI/KOI, ada di FIFA. Kalau PSSI dianggap melakukan kesalahan, selesaikan dengan arbitrase, bukan ke KLB lalu mengganti kepengurusan. Ini (kepengurusan) baru tiga bulan, (KLB) tidak pas,” kata Andi.

Guna mempertemukan pihak yang berseberangan di PSSI, dia meminta Ketua KONI/KOI Tono Suratman untuk memediasi. Andi menolak pemerintah turut campur dalam penyelesaian konflik PSSI.

12/25/2011

Besok, Persija Langsung Gelar Latihan

Para pemain Persija Jakarta tidak bisa istirahat terlalu lama. Sehari setelah hari Natal, Senin 26 Januari 2011, Bambang Pamungkas dan kawan-kawan sudah kembali menggelar latihan.

Pelatih Persija, Iwan Setiawan, memutuskan untuk tidak memberi anak asuhnya libur Natal terlalu lama. Tim berjuluk Macan Kemayoran tersebut sudah harus berlatih jelang menghadapi Mitra Kukar pada lanjutan Indonesia Super League (ISL), 3 Januari 2012.

"Tanggal 23-24 kemarin juga latihan, hari ini libur. Besok anak-anak sudah kumpul lagi. Tapi, ada dua pemain yang tidak ikut latihan, Andritany dan Hasyim Kipuw. Mereka dapat libur lebih karena sejak SEA Games kemarin tidak dapat libur," ujar Iwan saat dihubungi VIVAnews.com, Minggu 25 Desember 2011.

Kiper Andritany Adhyaksa dan dan bek Hasyim Kipuw memang dipastikan tidak bisa membela Persija saat menghadapi Mitra Kukar karena larangan bermain. Persija juga tidak akan diperkuat bek tengah Fabiano Beltrame. Andritany dan Fabiano mendapat kartu merah saat Persija dikalahkan Sriwijaya FC 1-2, sedangkan Kipuw terkena akumulasi kartu kuning.

"Kami bermain tanpa tiga pilar. Tapi, saya kira itu bukan alasan untuk tidak meraup poin penuh. Memang kami sedikit kehilangan, tapi saya rasa performa pemain lain juga sudah merata seperti yang kami harapkan. Tidak ada alasan gagal," papar Iwan.

Iwan sadar, meski berstatus tim promosi, Mitra Kukar memiliki tim yang hebat dengan dihuni pemain-pemain tim nasional Indonesia. Namun, Iwan tetap yakin dengan peluang anak asuhnya menundukkan Mitra Kukar.

"Secara teknis kami tidak memiliki masalah. Saya tahu menghadapi klub yang memiliki pemain-pemain bintang seperti Mitra Kukar, kami akan melakoni partai yang ketat. Tapi, jika kami bermain dengan hati, Insya Allah semuanya akan maksimal," pungkas Iwan.

Menjamu Mitra Kukar, Persija dipastikan tak bisa bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan. Hal ini disebabkan pengelola SUGBK masih melakukan renovasi rumput.

"Sampai saat ini kami masih menunggu kepastian dari manajemen klub. Belum ada kepastian di mana kami akan menjalani laga kandang kami. Kami berharap bisa main di Jakarta. Karena itu juga sedikit banyak berpengaruh terhadap penampilan anak-anak," tutup Iwan.

Vivanews.com

Persija Jakarta Siapkan Pengganti Fabiano Beltrame

Menjamu tim kuat Mitra Kukar, Persija Jakarta terpaksa kehilangan salah satu pemain andalan di lini belakang yaitu bek tengah Fabiano Beltrame yang harus absen karena mendapatkan kartu merah di laga sebelumnya.

Seperti yang diketahui, mantan pemain Persela Lamongan tersebut terlibat insiden dengan Keith Kayamba Gumbs sehingga keduanya mendapatkan kartu merah dari wasit yang memimpin laga antara Sriwijaya FC Palembang dengan Persija di stadion Jakabaring.
Oleh karena itu, seperti yang dilansir Indopos, pelatih Persija Iwan Setiawan akan mempersiapkan pengganti Fabiano yang harus absen saat pihaknya didatangi tim bertabur bintang, Mitra Kukar pada tanggal 3 Januari mendatang. Dan pilihan Iwan jatuh pada sosok Nana.

“Ketika kami turunkan melawan Sriwijaya lalu, Nana bermain seperti yang kami harapkan. Karena itu, kami masih memilihnya untuk menggantikan Fabiano,” ujar Iwan.

Goal.com

Jamu Mitra Kukar, Persija Tidak Dapat Gunakan GBK

Persija Jakarta versi Superliga Indonesia terpaksa menjadi tim musafir saat menjamu Mitra Kukar pada tanggal 3 Januari mendatang karena stadion Gelora Bung Karno tidak dapat digunakan, karena sedang dalam renovasi.

Dengan demikian, Persija terpaksa mencari stadion alternatif untuk menjamu Mitra Kukar. Stadion Manahan Solo, stadion Surajaya Lamongan, dan stadion Gajayana Malang adalah beberapa alternatif yang dimiliki tetapi hingga saat ini belum ada kepastian di mana pertandingan tersebut akan digelar.
“Proses perizinan masih kami ajukan. Kami belum tahu di mana yang akan dizinkan. Yang jelas, kami siap main di mana saja,” ujar ketua umum Persija Ferry Paulus kepada Indopos.

Masalah laga kandang memang bukan kali ini saja dialami oleh skuad Macan Kemayoran. Di kompetisi Superliga musim lalu, Persija juga kerap menjamu tim tamu di stadion Manahan Solo.

Goal.com

12/24/2011

Polresta Palembang Gelar Pra Rekonstruksi Tawuran Pemain

Polresta Palembang menggelar pra rekonstruksi kasus pengeroyokan dua pemain asing Sriwijaya FC, Thierry Gathuessi dan Hilton Moreira oleh belasan pemain Persija, di Hotel Swarna Dwipa, Palembang, Jumat (23/12).

Pra rekonstruksi yang digelar sejak pukul 11.30 hingga 13.00 itu, untuk memperjelas keterangan para saksi terkait laporan dua korban (Thierry Gathuessi dan Hilton Moreira) yang mengalami pemukulan di lobi hingga lorong lantai III Hotel Swarna Dwipa, Minggu (18/12).

Dalam pra rekontruksi, Polresta menerjunkan tim gabungan Identifikasi dan Reskrim unit Pidum yang dipimpin Kanit Pidum Iptu Nanang Supriatna, SH.

Sebanyak 17 adegan yang diperankan petugas, serta pada adegan 11 hingga 17 diperankan langsung pemain SFC Thierry Gathuessi.

Pada adegan keempat yang diperankan petugas, terlihat Ismed Sofyan terlibat pembicaraan serius, kemudian memukul Hilton didekat tangga. Selanjutnya pada adegan kelima, Leo Saputra bersama pemain Persija lainnya yang melihat Ismed berkelahi langsung membantu dan mengeroyok Hilton.

Sedangkan pada adegan kesembilan, Hilton yang terjepit berusaha kabur dari kepungan para pemain Persija ke arah kamar dekat ruang lobi. Akhirnya, Hilton menjadi bulan-bulanan pukulan para pemain Persija di lobi itu.

Bambang Pamungkas Terlibat

Berdasarkan pengakuan saksi lainnya MK (24) yang melihat kejadian mengatakan, Hilton dipukul dengan tangan oleh Bambang Pamungkas serta pemain Persija lainnya.

Bukti keterlibatan Bambang Pamungkas "Bepe" juga diperkuat keterangan dua saksi, Duddy Parmawan dan Dedi Oktara.

Pada adegan ke-12, berdasarkan keterangan para saksi Duddy Parmawan dan Dedi Oktara serta MK, Thierry Gathuessi melihat Hilton dikeroyok, datang dan bermaksud menengahi perkelahian yang terjadi.

Namun Thierry, yang bermaksud melerai justu menjadi incaran, sehingga perkelahian tidak dapat dielakkan.

Pemain asal Prancis itu pun berupaya menghindar karena enggan menjadi bulan-bulanan dengan melarikan diri ke lantai dua hotel.

Namun di lantai II, sudah menunggu belasan pemain Persija. Saksi MK yang melihat Thierry, langsung membantu meloloskan diri ke lantai III. Namun, kembali dikejar para pemain Persija.

Dalam adegan inilah, Thierry kemudian mengalami luka di tangan kanan dan terjadi pada adegan ketiga belas. Disini terlihat jika Thierry yang lari ke lantai tiga langsung dihajar beramai-ramai oleh pemain Persija.

Thierry tetap menghindar dengan berusaha keluar melalui pintu samping yang ada tangga darurat. Naasnya, ketika berusaha keluar tangganya terjepit pintu, dan dia tetap ditarik oleh beberapa pemain Persija.

Akibatnya, kaca pintu samping itu pecah diamuk pemain Persija, kemudian tangan Thierry mengalami luka. Selanjutnya, pada adegan keenam belas, Thierry yang lari ke lobi dan tetap dikejar oleh pemain Persija.

Di sini Thierry di pukul dengan kayu untuk menjepit koran, papan serta kursi bahkan ada yang melemparkan racun api. Pemain Persija kemudian melemparkan kursi ke arah Thierry namun meleset dan beruntung kaca lobi hotel tidak pecah.

Namun kaca loby hotel itu akhirnya pecah juga akibat lemparan pemain Persija menggunakan tabung racun api yang digunakan memukul Thierry.

Karena merasa nyawanya terancam Thierry pun lari keluar dari hotel menuju jalan raya, hal ini ditunjukan pada adegan ketujuh belas. Di sini Thierry menghentikan pengendara motor yang kebetulan melintas dan langsung dilarikan menuju ke arah Bukit guna menghindari amukan para pemain Persija.

Sementara itu, Kapolresta Palembang Kombes Pol Drs Agus Sulistiyono melalui Kasat Reskrim Kompol Frido Situmorang membenarkan telah melakukan pra rekonstruksi, yakni melibatkan beberapa saksi dari pihak hotel yang melihat saat kejadian.

"Besok akan dilakukan pemanggilan saksi untuk di BAP," kata dia.

Bola.net

Hukuman untuk Klub-klub ISL Ada Kemungkinan Dicabut

Hukuman yang dijatuhkan Komisi Disiplin PSSI kepada 11 klub Indonesia Super League (ISL) ada kemungkinan dihapuskan. Hal ini berkaitan dengan rencana PSSI untuk merangkul klub-klub ISL agar kembali ke kompetisi resmi, seperti yang diminta dalam surat FIFA tertanggal 21 Desember 2011.

Djohar menyatakan, masalah ini akan dibicarakan lebih lanjut secara khusus oleh PSSI. Pria asal Medan ini berujar, hal ini harus melalui sebuah proses. Namun, ia tak mau menjelaskan secara detail bagaimana proses tersebut berjalan.

"Hukuman akan kita hormati, tapi niat baik klub untuk kembali ke kompetisi resmi juga akan kita hormati. Namun, kami harus bertindak secara prosedural. Soal ini, kami akan membicarakannya langsung dengan klub. Kami tentu tidak mau mereka mendengar masalah ini dari 'tetangga'. Masak kita mau lamar orang, tapi tidak bicara dengan sama orangtuanya," kata Djohar kepada wartawan dalam konferensi pers di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Jumat (23/12/2011).

Seperti yang diberitakan sebelumnya, 11 klub ISL dihukum diskualifikasi dan degradasi ke Divisi Utama karena menolak bermain di kompetisi yang diakui PSSI, Indonesian Premier League (IPL). Ke-11 klub tersebut adalah Sriwijaya FC, Persela Lamongan, Persiba Balikpapan, Pelita Jaya, Deltras Sidoarjo, Persisam Samarinda, PSPS Pekanbaru, Persidafon Dafonsoro, Persiwa Wamena, Persib Bandung, dan Mitra Kukar. Sementara Persipura masih terbebas dari sanksi karena masih terlibat dalam negosiasi dengan PSSI.

"Masalah ini dibahas langsung oleh pengurus kami yang akan bertemu langsung dengan pihak klub. Mereka sudah dibekali apa-apa yang harus dijelaskan kepada klub," ujarnya.

Djohar kemudian berharap masalah ini bisa cepat diselesaikan sebab, kata Djohar, masalah ini bisa membuat sepak bola Indonesia semakin rusak di mata dunia internasional.

"Karena sekarang nama kita sedang bagus-bagusnya setelah berperan aktif di pergaulan internasional. AFC dan FIFA membutuhkan kita dan meminta kita untuk sama-sama bangkit. Jadi, jangan masalah ini merugikan kita ke depannya," tutur Djohar.

Kompas.com

Ditegur FIFA, PSSI Langsung Bertindak

Federasi Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) langsung mengambil sikap menanggapi surat AFC dan FIFA terkait dengan dualisme kompetisi di Indonesia. Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin menyatakan, pihaknya akan segera melayangkan surat kepada klub yang dinilai "membelot" dari liga resmi.

"Ada enam poin yang tercantum dalam surat FIFA, yang umumnya membicarakan kompetisi profesional di negeri kita. Untuk itu, pengurus, sesuai dengan surat FIFA, akan mengambil tindakan dengan menghubungi semua klub yang berada di kompetisi luar PSSI, ISL. Kita akan surati dengan mengantarkan langsung ke klub bersangkutan untuk membicarakan hal-hal yang diperlukan atau ada pertanyaan dari klub," ujarnya kepada wartawan dalam konferensi pers di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Jumat (23/12/2011).

Djohar menyatakan, pihaknya akan berusaha sedekat mungkin dengan klub untuk membicarakan bersama persoalan ini. Dengan demikian, klub bisa menyampaikan langsung pertanyaan ataupun "unek-unek" mereka.

Dalam surat tertanggal 21 Desember tersebut, FIFA meminta PSSI untuk segera membawa kembali klub-klub yang bermain di ISL untuk kembali ke kompetisi yang berada di bawah naungan PSSI. FIFA juga meminta PSSI untuk segera menyelesaikan masalah ini. JJika tidak, FIFA akan membawa masalah ini ke rapat Komite Asosiasi FIFA dan sepak bola Indonesia akan terancam sanksi.

"Kami berharap agar jangan sampai masalah kita masuk ke sana. Untuk itu, kami pengurus sepakat akan memberikan tenggat waktu kepada klub selama dua minggu, terhitung mulai besok. Kami kirim besok dan diharapkan akan langsung diterima klub," ujarnya.

Selain klub, PSSI juga akan menyurati pemain dan ofisial pertandingan sebab FIFA juga meminta PSSI untuk menindak tegas perangkat pertandingan dan pemain. Untuk pemain asing, lanjutnya, pihaknya akan menyurati federasi negara masing-masing.

"Kami juga akan menyurati mereka semua. Pemain-pemain yang ikut kompetisi di luar sana tidak boleh memperkuat timnas. Itu dengan tegas adalah permintaan mereka, kami tidak ingin tentunya. Barangkali ada pemain yang mau menyelamatkan diri, tentu kami akan membantu, tapi akan sesuai aturan," tandas pria asal Medan tersebut.

Kompas.com

12/23/2011

Tim Indonesia Tak Jelas, PSV Batal ke Jakarta

Klub raksasa asal Belanda, PSV Eindhoven, dipastikan batal datang ke Jakarta Januari mendatang. Hal tersebut dikarenakan ketidakjelasan situasi dari tim Indonesia.

Sebelumnya, PSV akan melangsungkan pertandingan eksebisi dengan Indonesia Selection pada 9 Januari dan Jakarta Selection pada 12 Januari. Sepekan setelah laga terakhir, PSV akan berlaga melawan FC Utrecht di Eredivisie.

Karena PSV bakal menurunkan tim utama, mereka juga mengharapkan PSSI juga menyeleksi pemain terbaik untuk bermain dalam Indonesia Selection. Demikian juga dengan Jakarta Selection.

Namun, Saujana Media, selaku promotor, menyampaikan melalui surat elektronik bahwa PSV akhirnya batal datang. Ada beberapa alasan yang melandasinya. Tetapi, yang bisa digarisbawahi adalah soal ketidakjelasan siapa pemain top yang akan bermain untuk Indonesia Selection dan Jakarta Selection, menyusul krisis di tubuh PSSI belakangan ini.

"Saujana Media dengan sangat menyesal menyampaikan bahwa setelah berbicara dengan beberapa pihak terkait, telah memutuskan untuk menunda Jakarta Challenge untuk batas waktu yang tak ditentukan," demikian pernyataan mereka dalam rilis yang diterima detikSport, Jumat (23/12/2011) malam WIB.

"Krisis yang tengah membayangi federasi sepakbola seluruh Indonesia (PSSI) dan ketidakbisaan menghadirkan pemain-pemain top lokal membuat kami tak punya tim kredibel Indonesia lainnya untuk bermain di dalam kompetisi itu."

"Hal ini sangat disesalkan karena sementara kami menjanjikan pemain-pemain terbaik, seperti yang tertulis di kontrak, PSSI gagal melakukan hal yang sama."

Lebih jauh lagi, Saujana juga mengatakan bahwa masalah finansial juga menjadi salah satu faktor. Mereka ragu jika tiket yang dijual untuk pertandingan Jakarta Challenge bisa menutupi pengeluaran mereka untuk mendatangkan PSV.

"Menyelenggarakan turnamen saat ini akan menjadi risiko besar bagi kami secara finansial dan kami ingin membatasi kerugian kami untuk saat ini."

"Kami ragu jika penjualan tiket untuk Jakarta Challenge bisa membantu meringankan beban keuangan yang sudah dikeluarkan untuk membawa PSV ke Jakarta."

Detik.com

"Tujuan KLB Lengserkan Djohar Arifin"

Sekretaris PSSI Sumsel Augie Bunyamin mengatakan, dalam Rapat Akbar Sepakbola Nasional yang digelar Forum Pengprov PSSI (FPP), 18 Desember 2011, disepakati untuk menggelar KLB PSSI.

"KLB memiliki agenda utama untuk melengserkan kepengurusan PSSI di bawah pimpinan Djohar Arifin yang dianggap telah melakukan sejumlah pelanggaran Statuta PSSI," kata Augie.

Menurut dia, keputusan ini disepakati oleh mayoritas anggota PSSI yang hadir dari 27 pengurus tingkat provinsi, perwakilan pengurus 18 klub Indonesia Super League (ISL), perwakilan 23 klub Divisi Utama serta 360 klub Divisi 1, 2, dan 3.

"Hasil Rapat Akbar disepakati membentuk Komite Penyelamat Sepakbola Nasional (KPSN) yang diketuai Anggota Exco PSSI, Toni Apriliani. Tugas KPSN untuk mengawal tuntutan KLB yang disuarakan mayoritas anggota PSSI," kata dia.

Sebagian besar anggota PSSI telah menyatakan meminta diselenggarakan KLB PSSI dengan agenda pemilihan Ketum, Waketum dan Exco PSSI paling lambat 30 Maret 2012. Kemudian, meminta PSSI memberikan jawaban terhadap diselenggarakannya KLB PSSI paling lambat pada 23 Desember 2011.

Selanjutnya, membentuk Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia yang terdiri dari Toni Apriliani (ketua), La Nyalla Mattalitti, Roberto Rouw, Erwin Dwi Budiawan, Benhur Tommy Mano, M Farhan, Dody Reza Alex, FX Hadi Rudyatmo, Sumaryoto, Hardi, Benny Dolo.

"Apabila PSSI tidak bersedia menggelar KLB, maka Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia akan mengambil alih menyelenggarakan KLB PSSI sesuai Statuta PSSI," kata dia.

Dia melanjutkan, KPSN juga bertugas menjalankan roda organisasi PSSI sesuai hasil Kongres II di Bali termasuk memproteksi kredibilitas dan integritas PSSI dan anggotanya sampai dengan terpilihnya Exco PSSI yang baru.

Bola.net

Isi Surat FIFA kepada PSSI

FIFA menilai klub-klub yang bermain di Indonesia Super League (ISL) mengancam kapasitas PSSI untuk melaksanakan Statuta FIFA karena ISL bukanlah anggota PSSI. Oleh karena itu, FIFA meminta PSSI segera mengambil tindakan yang tepat agar klub-klub yang bermain di ISL kembali di bawah kontrol PSSI.

Hal itu merupakan salah satu poin dari enam poin dari surat FIFA dan AFC yang dilayangkan kepada PSSI pada Kamis (22/12/2011). Surat itu merupakan konfirmasi dari hasil pertemuan Tokyo pada 15 Desember lalu.

Pertemuan Tokyo yang diikuti Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin, Wakil Ketua Umum PSSI Farid Rahman, Sekjen PSSI Tri Goestoro, Sekjen FIFA Jerome Valcke, Acting President AFC Zhang Jilong, dan Sekjen AFC Alex Soosay itu digelar untuk membicarakan situasi persepakbolaan yang terjadi di Indonesia, yakni dualisme kompetisi, Indonesia Super League dan Indonesia Premier League (IPL).

Berikut ini adalah konfirmasi FIFA dan AFC dalam surat yang ditandatangani Sekjen FIFA Jerome Valcke dan Sekjen AFC Alex Soosay itu:

Pertama, Statuta FIFA Pasal 18 butir satu menulis bahwa "Liga atau grup sepak bola lainnya yang berafilisasi sebagai anggota FIFA harus tunduk dan diakui sebagai anggota". Pasal ini juga dicerminkan dalam Pasal 16 butir 1 Statuta AFC yang menyatakan bahwa "Klub, liga, asosiasi regional, atau grup-grup lainnya dari stakeholder yang berafilasi ke anggota asosiasi harus tunduk kepada dan diakui sebagai anggota PSSI.

Kedua, ISL bukanlah anggota PSSI dan juga tidak dikenal oleh PSSI. Klub-klub yang bermain di ISL oleh karena tindakannya akan mengancam kapisitas PSSI untuk melaksanakan Statuta FIFA. Dengan demikian, ini merupakan sesuatu yang esensial bahwa PSSI akan mengambil suatu tindakan yang layak agar klub-klub ISL kembali di bawah kontrol PSSI. Apabila klub-klub tersebut tidak patuh akan segera dikenai sanksi.

Ketiga, permintaan tegas dari FIFA dan AFC bahwa tidak diperkenankan perangkat pertandingan PSSI, terutama wasit, untuk ikut serta dalam kegiatan ISL. Bagi mereka yang melanggar akan diberikan sanksi.

Keempat, pemain yang bermain di liga ISL tidak bisa ditransfer untuk bermain keluar negeri. TMS (transfer matching system) mereka akan dicabut. PSSI diminta menyampaikan kepada FIFA dan AFC daftar nama klub-klub yang ikut ISL.

Kelima, pemain-pemain ISL juga tidak diperkenankan bermain di timnas.

Keenam, apabila sampai 20 Maret situasi kekisruhan ini tidak juga berakhir, maka persoalan PSSI akan dilaporkan kepada Komite Asosiasi FIFA dan sanksi akan dikenakan kepada Indonesia.

"FIFA juga sangat mengharapkan agar ISL kembali ke PSSI. Namun, apabila tidak terjadi, maka PSSI diminta harus mengambil tindakan tegas untuk memastikan semua kegiatan sepak bola masih di bawah kontrol PSSI," kata juru bicara PSSI, Eddie Elison, Kamis (22/12/2011).

Eddie menyampaikan, PSSI siap berekonsiliasi demi menyelesaikan kisruh yang terjadi di sepak bola nasional. Menurut dia, persatuan akan membawa pada prestasi bagi Indonesia.

"Mari bersatu kembali. Dengan persatuanmaka prestasi yang diinginkan bisa tercapai," katanya.

Kompas.com

12/22/2011

FIFA: PSSI Bisa Ambil Tindakan Terhadap Superliga Indonesia

Departemen media FIFA mengungkapkan, Superliga Indonesia (ISL) sebagai breakaway league, dan PSSI bisa mengambil tindakan terhadap kompetisi tersebut.

Dalam pernyataannya, seperti yang diterima GOAL.com Indonesia dari komite media PSSI, FIFA mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan petinggi PSSI dan konfederasi sepakbola Asia (AFC) mengenai situasi yang terjadi di Indonesia saat ini.
Surat bersama FIFA dan AFC terkait masalah itu akan dikirim pada akhir pekan ini setelah melakukan analisa secara hati-hati terhadap situasi yang terjadi.

Seperti tercantum dalam artikel 18 Statuta FIFA, PSSI harus mengendalikan semua liga, dan bisa mengambil tindakan terhadap breakaway league seperti ISL.

Berikut surat departemen media FIFA:

FIFA had a meeting this week with PSSI leadership and AFC on the PSSI current situation. A joint FIFA and AFC letter will be sent by the end of this week containing our joint position after having carefully analyzed the situation.

As mentioned in art 18 of The FIFA statutes, PSSI must control all leagues and thus may/shall take action against breakaway leagues such as ISL.

We trust this information will be of use to you.



Best regards,

FIFA media department

Goal.com

12/21/2011

ISL Tak Diakui FIFA, Presdir PT. Liga Ngotot Jalan Terus

Meski FIFA telah menyatakan secara resmi hanya mengakui Indonesian Premier League (IPL) sebagai kompetisi di Indonesia, pihak PT. Liga Indonesia ngotot akan menjalankan Indonesian Super League (ISL).

Hal itu dikatakan Presiden Direktur PT. Liga Indonesia, Syahril Taher, terkait beredarnya surat FIFA yang menegaskan bahwa ISL adalah sebuah" breakaway league". Surat itu dikirimkan oleh departemen media FIFA kepada harian Republika.

"Tidak percaya. Itu direkayasa, dibuat-buat. FIFA tidak akan mudah dan bodoh seperti itu menyatakan ISL ilegal," kata Syahril ketika dihubungi detikSport, Rabu (21/12/2011) sore.

"ISL tetap jalan. Kalau berhenti atau menunda, mundurlah persepakbolaan di Indonesia," sambungnya.

Sebelumnya, detiksport mencoba menghubungi CEO PT. Liga Indonesia Joko Driyono mengenai surat tersebut, namun telepon tidak diangkatnya.

Berikut ini salinan surat pernyataan FIFA tersebut, sebagaimana ditujukan kepada wartawan Republika, Abdullah Sammy:

Dear Abdullah,
Thank you for your e-mail.

FIFA had a meeting this week with PSSI leadership and AFC on the PSSI current situation.

A joint FIFA and AFC letter will be sent by the end of this week containing our joint position after having carefully analyzed the situation.

As mentioned in art 18 of The FIFA statutes, PSSI must control all leagues and thus may/shall take action against breakaway leagues such as ISL.

We trust this information will be of use to you.

Best regards,
FIFA media department

Ferry Paulus: Kasus Persija Jakarta & Sriwijaya FC Sudah Selesai

Ketua umum Persija Jakarta Ferry Paulus mengungkapkan, pihaknya dan Sriwijaya FC sudah tidak memperpanjang masalah dalam kasus perkelahian yang melibatkan pemain kedua tim beberapa waktu lalu.

“Kasus sudah selesai, dan kedua belah pihak serta pemain sudah sepakat berdamai, dan tidak melanjutkan ke kantor polisi atau apa pun. Kedua belah pihak sama-sama mengalami kerugian,” ujar Ferry.
“Ismed [Sofyan] terluka, dan dioperasi delapan jahitan, Thierry [Gathuessy] juga terluka. Jadi kami tidak ingin memperpanjang lagi masalah ini. Hubungan Sriwijaya dan Persija juga baik-baik saja.”

Kendati demikian, bila ada pemanggilan dari pihak kepolisian, maka proses akan tetap berjalan. Hal ini disebabkan berita acara pemeriksaan [BAP] sudah terlanjur diproses. Namun Ferry menegaskan, kedua belah pihak tetap menganggap kasus ini selesai, dan telah tercipta perdamaian.

Seperti diketahui, sejumlah pemain Persija melakukan pengeroyokan kepada Hilton Moreira dan Thierry di Hotel Swarna Dwipa, Palembang, usai laga kedua tim di Superliga Indonesia (ISL) 2011/12, Minggu (18/12).

Goal.com

#4th ANNIVERSARY The Jakmania Utan Kayu



12/20/2011

Masih Ada Beberapa Prosedur Untuk Menggelar KLB PSSI

Tuntutan klub-klub anggota Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) tidak bakal bisa serta merta bisa menjadi kenyataan. Pasalnya, masih ada beberapa langkah yang harus dilakukan sebelum usulan KLB itu bisa dilaksanakan.

"Masih ada beberapa langkah yang harus dilakukan sebelum usulan dari anggota tersebut bisa disetujui oleh Komite Eksekutif (Exco) PSSI," ungkap Wakil Sekretaris Jenderal PSSI, Tondo Widodo, pada Bola.net.

Lebih lanjut, menurut Tondo, langkah pertama yang akan dilakukan adalah melakukan klarifikasi pada pihak-pihak yang mengusulkan KLB.

"Kami akan memverifikasi apakah pihak-pihak yang mengusulkan tersebut adalah benar-benar merupakan anggota PSSI. Setelah itu, kami akan memverifikasi apakah tuntutan tersebut benar-benar ditandatangani oleh Ketua dan Sekretaris Umum."

"Yang terakhir, akan kita verifikasi apakah tuntutan yang selama ini berkembang itu benar," paparnya. "Setelah itu, baru Exco akan merapatkan untuk menentukan apakah tuntutan ini bisa dilaksanakan atau tidak," sambungnya.

Sementara itu, Tondo sendiri mengaku tidak tahu kapan langkah-langkah itu akan mulai dilakukan. Pasalnya, sejauh ini, tuntutan KLB tersebut masih belum sampai ke tangan mereka. "Sejauh ini belum. Namun, saya dengar hari ini kemungkinan bakal diserahkan ke kami," tandasnya.

Bola.net

Sikap PSSI terhadap Persija Dinilai Semena-mena

Ketua Pengurus Provinsi PSSI DKI Jakarta Hardi menilai, PSSI pusat bersikap sewenang-wenang dengan tidak mengakui Persija Jakarta sebagai anggota. Hal itu disampaikan Hardi dalam acara pelantikan Pengcab PSSI Jakarta Pusat yang dilaksanakan di Aula Gedung Wali Kota Jakarta Pusat, Selasa (20/12/2011).

"Bagaimana mungkin Persija yang sudah 83 tahun dan tim Persija yang sudah 10 tahun ditendang dan dibandingkan dengan Jakarta FC yang baru," kata Hardi.

Hal senada disampaikan Wali Kota Jakarta Pusat DR H Saefullah, M,Pd. Dia meminta PSSI untuk membangun sepak bola dengan logika yang benar.

"Sepak bola bukanlah berbicara hanya tentang prestasi. Mari sama-sama bangun olahraga ini dengan logika yang benar dan sesuai dengan aturan, dalam hal ini adalah statuta. Semangat yang dibangun haruslah semangat sportivitas," ujarnya.

Hardi hadir untuk mengukuhkan pelantikan Pengcab PSSI Cabang Jakarta Pusat Periode 2011-2015 yang disahkan melalui Surat Keputusan Nomor SKEP/04/H/XII/2011 tertanggal 20 Desember. H Kusheri Hafsari terpilih sebagai Ketua Pengcab PSSI Cabang Jakarta Pusat.

Mereka terpilih melalui Musyawarah PSSI Cabang Jakarta Pusat yang dilaksanakan 11 Desember 2011. Pengurus akan efektif bekerja per hari ini hingga empat tahun ke depan. Kusheri berjanji akan menjalankan amanah dengan baik.

"Kami berharap dapat melaksanakan tugas dengan baik dalam situasi yang sekarang ini dan membuktikan bahwa kami mampu bekerja dengan baik," katanya.

Kompas.com

Exco PSSI Tantang Desakan Gelar Kongres Luar Biasa

Salah satu anggota komite eksekutif (Exco) PSSI Mawardy Nurdin menantang pihak-pihak yang ingin menggelar kongres luar biasa (KLB) agar memperlihatkan pelanggaran yang telah dilakukan kepengurusan Djohar Arifin Husein.

Menurut wali kota Banda Aceh itu, desakan menggelar KLB yang disampaikan sejumlah anggota Exco PSSI, pengurus provinsi (Pengprov), serta klub tidak memiliki dasar, dan dianggap inkonstitusional.
“Tidak ada dasar untuk dapat melakukan KLB. Tidak ada kesalahan dan pelanggaran statuta organisasi yang dilakukan pengurus. Silahkan buktikan pasal dalam aturan organisasi dan statuta PSSI yang dilanggar,” tegas Mawardy, yang juga ketua umum Partai Demokrat Aceh.

“Proses pembuktian pelanggaran untuk mengajukan KLB juga harus dibuktikan oleh unsur independen di luar PSSI. Tim independen ini nantinya bekerja untuk mengusut dan membuktikan kepengurus Djohar Arifin Husein telah melakukan pelanggaran statuta dan hasil kongres Bali.”

“Lagipula, tidak semua anggota Exco PSSI meminta KLB. Dari 11 anggota, hanya empat orang yang mengusulkan. Sementara tujuh lainnya mendukung ketua umum sekarang. Kami juga mendapat dukungan dari pemerintah.”

Goal.com

FPP Beri Batas Waktu PSSI Tanggapi Deklarasi Jakarta

Forum Pengprov PSSI (FPP) memberi batas waktu kepada ketua umum PSSI Djohar Arifin Husein hingga 23 Desember nanti untuk menanggapi Deklarasi Jakarta yang dilahirkan melalui rapat akbar sepakbola nasional (RASN).

Sejumlah perwakilan FPP hari ini mendatangi sekretariat PSSI di kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno untuk menyerahkan deklarasi tersebut. Namun, Djohar dan Sekjen PSSI Tri Goestoro tidak berada di tempat.
Selama beberapa hari terakhir, sejak adanya aksi unjuk rasa suporter Persipura Jayapura, petinggi PSSI nyaris tidak memperlihatkan batang hidungnya.

RASN yang berlangsung kemarin dihadiri 453 pemilik suara, serta 27 Pengprov PSSI. Dalam rapat tersebut, ditelurkan sejumlah poin yang ditujukan kepada PSSI, termasuk mosi tidak percaya.

“Kami sebenarnya ingin memberikan langsung amanat pemilik suara ini. Tapi karena ketua umum dan sekjen tidak ada, kami bawa lagi. Kami tidak mau menyerahkannya kepada pengurus lain, harus ketua umum atau sekjen. Ini berkas penting,” ujar sekretaris FPP Johar Ling Eng.

“Sesuai hasil rapat akbar, PSSI harus secepatnya menanggapi Deklarasi Jakarta. Kami memberi batas waktu maksimal 23 Desember. Kami akan terus memantau dan mengawal Deklarasi Jakarta ini. Ini merupakan keputusan 2/3 anggota PSSI.”

Goal.com

12/19/2011

Persija dan Sriwijaya FC Akhirnya Berdamai

Setelah para pemainnya terlibat adu jotos, manajemen Sriwijaya FC dan Persija Jakarta akhirnya memutuskan untuk berdamai. Pemain kedua tim terlibat adu jotos di Hotel Swarna Dwipa Palembang usai pertandingan yang berlangsung Minggu 18 Desember 2011.

Menanggapi insiden yang terjadi, Ketua Umum Persija Jakarta Ferry Paulus menyatakan bahwa kasus sudah selesai dan kedua belah pihak pemain sudah sepakat berdamai dan tidak melanjutkan ke kantor polisi atau apapun.

“Masalah ini sudah clear. Baik dari manajemen Sriwijaya maupun Persija menganggap masalah ini sudah selesai,” kata Ferry Paulus saat dihubungi VIVAnews, Senin 19 Desember 2011.

Ferry lalu mengatakan masalah yang terjadi hanya karena kesalahpahaman antar pemain saja dan semuanya sudah selesai.

“Sebenarnya ini hanya karena salah paham antar pemain. Awal keributan di dalam lapangan berlanjut di dalam hotel. Para pemain ngotot-ngototan, lalu dorongan-dorongan, setelah itu terjadilah sebuah insiden,” jelas Ferry.

Permasalahan berawal dari cek-cok antara striker Sriwijaya FC, Hilton Moreira, dengan bek Persija Ismed Sofyan sekitar pukul 22.00 WIB di lobi Hotel Swarna Dwipa tempat pemain Persija menginap selama di Palembang dan tempat pemain asing Sriwijaya FC menetap.

Tidak lama berselang, bek Sriwijaya FC Thierry Gathussi datang dan memukul wajah Ismed hingga pelipis matanya luka. Para pemain Persija yang mengetahui Ismed terluka langsung mencari Gathussi di lantai tiga hotel. Gathussi langsung dikeroyok beberapa pemain dan ofisial Persija di lorong kamar hotel sebelum akhirnya mampu melarikan diri lewat tangga darurat dan keluar hotel.

Sementara itu, manajer Sriwijaya FC, Henri Zaenuddin sampai saat ini belum bisa dihubungi untuk dimintai keterangan mengenai kelanjutan insiden ini.

Vivanews.com

#14th ANNIVERSARY The Jakmania

#14th ANNIVERSARY

THE JAKMANIA.. !!

Tergerak,, Bersatu,, dan Bergerak !!

Pemain SFC & Persija Tawuran di Hotel, Polisi Turun Tangan

Insiden perkelahian pemain Sriwijaya FC dan Persija Jakarta di hotel setelah mereka bertanding kemungkinan besar akan dibawa ke ranah hukum. Manajemen Sriwijaya FC akan melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian.

Peristiwa itu terjadi hari Minggu (18/12/2011), setelah kedua tim berduel di lapangan dalam lanjutan Indonesian Super League (ISL) di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang, yang berkesudahan 2-1 untuk tuan rumah.

Seusai pertandingan, di Hotel Swarna Dwipa, Jln. Tasik, Palembang, terjadi pertikaian antarpemain. Menurut informasi, sempat terjadi cekcok antara pemain SFC Hilton Moreira dengan pemain Persija Ismed Sofyan di lantai lobi hotel. Pemain SFC yang lain, Thierry Gathuessi, datang untuk melerai, tapi diduga melakukan pemukulan terhadap Ismed.

Ismed lalu melapor pada rekan-rekannya, dan kemudian mengeroyok Gathuessi di lantai tiga. Ofisial Persija dilaporkan turut terlibat dalam perkelahian yang membuat geger sekaligus ketakutan, penghuni lain hotel tersebut.

Versi lain dari saksi mata bernama Ozi Maulana, penyanyi kafe hotel, ia melihat Ismed dan Hilton bertengkar di lobi, lalu beradu jotos. Ofisial dan pemain Persija lain yang melihat kejadian itu pun membantu Ismed memukuli Hilton.

Menyaksikan temannya dikeroyok, Keith Kayamba Gumbs dan Gathuessi datang mencoba melerai, tapi kemudian terbawa arus tawuran. Para pemain Persija lalu mengejar-ngejar pemain SFC sampai ke lantai tiga. Kaca pintu darurat lantai tiga pecah karena terkena pelemparan yang dilakukan ofisial Persija.

Dari tawuran yang liar itu Ismed dilaporkan mengalami luka di pipinya, sedangkan Hilton di bagian wajah. Manajer SFC, Hendri Zainuddin, berniat melapor ke Polrestabes Palembang, karena merasa pemainnya dikeroyok.

"Kita akan melaporkan kejadian ini ke Polresta. Kalau ada yang bersalah, kasus ini akan dibawa ke ranah hukum," demikian Hendri saat dihubungi wartawan, Minggu malam.

Sementara itu Kasat Reskrim Polresta Palembang, Frido Situmorang, mengatakan, pihaknya sedang menyelidiki kejadian tersebut. Untuk sementara, diduga motifnya berawal dari lapangan saat kedua tim bertanding.

Untuk diketahui, partai itu dimenangkan SFC dengan skor 2-1, diwarnai tiga kartu merah: dua untuk Persija dan satu untu tim tuan rumah. Bek Persija Fabiano dan Kayamba Gumbs diusir wasit karena sempat saling dorong dan nyaris berkelahi.

"Kita masih menyelidiki kejadian ini," ujar Frido Situmorang. "Berdasarkan olah TKP, kaca di lantai2 pintu darurat hotel pecah akibat lemparan benda tumpul."

Sementara itu Pelatih Persija Iwan Setiawan mengaku tidak melihat kejadian tersebut, tapi berharap ada penyelesaian secara baik-baik di antara orang-orang yang terlibat.

12/18/2011

Hujan Kartu Merah, Sriwijaya FC Bekap Persija Jakarta

Sriwijaya FC berhasil meraih kemenangan dalam lanjutan Superliga Indonesia (ISL) 2011/12 setelah menundukkan Persija Jakarta 2-1 di Stadion Gelora Jakabaring, Minggu (18/12) malam WIB.

Walau mencatat kemenangan, Sriwijaya FC gagal memuncaki klasemen sementara yang saat ini dipegang Persisam Samarinda. Raihan sembilan poin Sriwijaya FC sama dengan Persisam, namun kalah selisih gol.

Sedangkan bagi Persija, ini merupakan kekalahan pertama dari empat laga yang telah dilalui. Selain itu, gawang tim Macan Kemayoran akhirnya kebobolan. Hasil ini membuat Persija menempati peringkat empat klasemen sementara dengan nilai tujuh.

Sriwijaya FC dan Persija memperagakan permainan terbuka di pertandingan ini. Laskar Wong Kito terlebih dahulu mendapatkan peluang pada menit ke-19. Namun tendangan Hilton Moreira dapat ditepis kiper Andritani Ardhiyasa.
<script type="text/javascript" src="http://ad.doubleclick.net/adj/gna.id/level2;tile=3;sz=160x600;ord=917084?area=2l&pos=2&ord=917084"></script>
Pada menit ke-24, Persija terpaksa bermain dengan sepuluh orang setelah Andritani diganjar kartu merah, karena sengaja menahan bola dengan tangannya di luar kotak penalti. Pelatih Iwan Setiawan memasukkan Galih Sudaryono, dan menarik keluar Johan Juansyah.

Tensi pertandingan antara Sriwijaya FC dan Persija makin memanas. Puncaknya, pada menit ke-32 kedua tim harus kehilangan pemainnya, karena diganjar kartu merah, setelah gelandang Sriwijaya FC Keith Kayamba Gumbs dan Fabiano Beltrame terlibat adu jotos di tepi lapangan.

Unggul jumlah pemain dimanfaatkan secara maksimal oleh Sriwijaya FC untuk menekan pertahanan Persija di babak kedua. Publik tuan rumah akhirnya bersorak kegirangan setelah tendangan bebas Hilton tidak bisa dibendung Galih di menit ke-56.

Pemain tuan rumah makin termotivasi untuk menggandakan keunggulannya. Pada menit ke-63, Sriwijaya FC mendapatkan peluang, tapi tandukan Hilton masih bisa digagalkan Galih.

Keasyikan menyerang, pertahanan Sriwijaya FC lengah, sehingga barisan pertahanan melakukan pelanggaran di depan kotak penalti. Tendangan bebas Pedro Javier pun berhasil menyamakan kedudukan di menit ke-78.

Sriwijaya FC akhirnya mengemas poin penuh setelah Hilton memanfaatkan kesalahan pemain belakang Persija mengantisipasi umpan Thierry Gathusi untuk menjebol gawang Persija pada menit ke-83.

Goal.com

12/16/2011

Kisruh PSSI Berimbas Pada Kompetisi & Pembinaan

Direktur Akademi Sepakbola Emsyk Kota Jayapura Benny Pepuho sangat menyayangkan kisruh yang terjadi di kalangan PSSI hingga melahirkan dua kompetisi di Indonesia.

Mestinya ada penyelesaian yang menyeluruh dan konsisten untuk membangun masa depan sepakbola di Indonesia yang lebih arif dan bijaksana.
"Saya melihat kisruhnya sepakbola tidak berujung pada pembangunan olahraga tetapi karena mempertahankan kepentingan masing-masing hingga menjurus pada rusaknya kompetisi," tutur Pepuho kepada GOAL.com Indonesia di Jayapura, Kamis (15/12).

Dia menambahkan kalau PSSI berpikir untuk memajukan sepakbola sudah pasti merangkul semua klub guna membahas dan mencari solusi terbaik.

"Apabila kisruh ini berlanjut sudah pasti akan mematikan masa depan sepakbola khususnya anak-anak muda yang kini melihat sepakbola sebagai profesi yang menjanjikan," lanjut Pepuho.

Pepuho lalu menyoal kerjasama antara Emsyk dan Yayasan Real Madrid sudah bisa memacu semangat mereka untuk terus berlatih sepakbola bagi masa depan. Namun sebaliknya jika kisruh ini berlanjut sudah tentu akan memakan banyak korban termasuk pembinaan usia dini.

"Saya berharap kisruh ini bisa selesai secepatnya karena sudah pasti akan merugikan semua pihak terutama pengurus klub yang bekerja membina anak-anak usia dini," tutup Pepuho.

Goal.com

12/15/2011

RD: Sepakbola Jangan Saling Menyakiti

Rahmad Darmawan mengaku tidak setuju dengan adanya kontroversi kompetisi yang terjadi saat ini. Ia berharap sepakbola Indonesia bisa kembali ke jalur yang semestinya, tanpa ada sesuatu yang saling menyakiti.

Pelatih yang baru-baru ini mengundurkan diri sebagai arsitek timnas U-23 itu menyayangkan kesemrawutan sepakbola di tanah air saat ini, termasuk soal adanya lebih dari satu kompetisi, yakni Indonesian Premier League (IPL) dan Indonesian Super League (ISL).

"Jujur, saya kurang setuju. Saya berharap ke depan harus ada sesuatu untuk mengembalikan sepakbola Indonesia, yang bisa diikuti dengan baik tanpa menyakiti," ujarnya dalam jumpa pers di restoran Pulau Dua, Jakarta, Kamis (15/12/2011).

RD menyinggung soal itu karena ia mengaku terkena "imbas" dari situasi yang semrawut itu. Keputusannya mundur juga lantaran tidak nyaman dengan kebijakan PSSI yang melarang pemain klub ISL masuk tim nasional. (Baca beritanya di sini).

Ditanya soal isu sebagian orang menginginkan adanya Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI, ia menolak menanggapi.

"Itu bukan wilayah saya. Tolong hargai saya. Sebagai manusia biasa, saya punya hak jika merasa tidak cocok bekerja di suatu tempat tertentu. Dan saya tidak mau melibatkan pemain, saya tidak mau mereka ada di belakang saya. Ini murni hak saya," tukasnya.

Detik.com

Pengakuan Resmi RD soal Pengunduran Diri

Untuk pertama kalinya, Rahmad Darmawan memberikan keterangan resmi kepada media terkait pengunduran dirinya dari jabatan pelatih timnas U-23 Indonesia. Rahmad pun berharap dengan pernyataan resminya ini tak akan ada lagi spekulasi yang muncul mengenai keputusannya tersebut.

RD, begitu Rahmad kerap dipanggil, menjelaskan, keputusannya ini berawal ketika timnas U-23 yang ia pimpin selesai bertanding melawan Malaysia di final SEA Games XXVI dan kalah adu penalti. Saat itu muncul dalam hati kecilnya niat untuk mundur sebagai pertanggungjawabannya karena gagal mencapai misi meraih medali emas.

"Namun, saat respons dari masyarakat yang justru luar biasa dan membuat saya sempat berubah pikiran. Tetapi, keinginan ini kembali muncul saat saya melihat Presiden memberikan penghargaan kepada atlet yang mendapatkan emas, saya sedih. Mereka yang minim publisitas bisa memberikan emas, sementara sepak bola yang begitu mendapat perhatian justru gagal," kata Rahmad kepada wartawan di Jakarta, Kamis (15/12/2011).

Sampai suatu ketika, ia kembali merasa kecewa karena ada pernyataan bahwa pemain ISL tidak boleh bermain di timnas. Hal ini pun mendorong kembali niatnya untuk mundur. RD mengaku sempat merenung beberapa saat untuk memikirkan hal ini, dan keinginan itu pun muncul lagi.

"Saya sebenarnya ingin menyelesaikan masalah ini dalam rapat terakhir pengurus dengan pelatih timnas. Namun, sampai akhir rapat tidak ada keputusan yang membuat saya bisa nyaman. Malam harinya, saya dengan bismillah, tanpa mengurangi rasa hormat saya pada siapa pun, saya sebagai manusia biasa yang ada kesalahan dan kekurangan, memutuskan untuk mengundurkan diri," tutur pria berusia 45 tahun tersebut.

"Keputusan ini murni dari lubuk hati saya yang paling dalam setelah merenung beberapa saat. Ketika pekerjaan sudah tidak sesuai dengan pikiran dan hati saya, maka menjadi sesuatu hal yang wajar jika saya ingin mengundurkan diri, tidak ada yang lain," sambungnya.

Kompas.com

Pengprov PSSI Mau Gelar Rapat Akbar

Puluhan pengurus provinsi (Pengprov) yang tergabung dalam Forun Pengprov PSSI (FPP) akan menggelar rapat akbar sepakbola nasional di Jakarta pada 18 Desember nanti untuk menyelamatkan induk organisasi sepakbola nasional tersebut.

Ketua FPP yang juga menjadi ketua Pengprov PSSI DI Yogyakarta Dwi Irianto mengatakan, rapat akbar itu disiapkan oleh sebuah tim kecil beranggotakan sembilan Pengprov PSSI.
FPP dibentuk dari hasil pertemuan di Surabaya beberapa waktu lalu. FPP pernah mencoba menemui ketua umum PSSI Djohar Arifin Husein selama dua hari, namun tidak mendapatkan tanggapan.

“Forum ini dibentuk atas dasar keprihatinan bersama dengan kondisi sepakbola di tanah air. Sejak dua minggu lalu kami berupaya menemui ketua umum PSSI untuk mengingatkan agar kembali ke jalan yang benar, setelah PSSI banyak mengeluarkan kebijakan yang melanggar statuta,” ujar Dwi.

“Tapi tampaknya ketua umum PSSI tidak mau menerima kami seperti yang terjadi pada Senin dan Selasa lalu. Karena itu, kami dari FPP siap menggelar rapat akbar sepakbola nasional.”

“Sebanyak 29 Pengprov dari seluruh Indonesia akan hadir. Insya Allah, dalam rapat akbar nanti setidaknya 496 anggota PSSI juga akan hadir.”

Goal.com

12/14/2011

Pengprov PSSI DKI: Djohar Harus Mundur

Ketua Pengprov PSSI DKI Jakarta Hardi Hasan SE menyebut bahwa kepemimpinan Djohar Arifin sudah tak dapat dilanjutkan lagi, karena telah banyak menyalahi aturan.

"Selama empat bulan memimpin PSSI, banyak keputusan Ketua Umum PSSI yang tidak sesuai dengan Statuta FIFA. Dia lebih banyak melindungi kelompok tertentu. Dia sudah tidak bisa dipertahankan lagi karena sudah menciderai amanat kongres PSSI," ujar Hardi.

Hardi menuturkan, Djohar sudah berulangkali diperingatkan oleh sejumlah pihak, akan tetapi banyak mengeluarkan keputusan atau melakukan hal-hal yang bertentangan dengan statuta sehingga persoalan di persepakbolaan nasional justru semakin pelik.

Hardi mengakui, saat Kelompok 78 beramai-ramai menuntut dilakukannya reformasi di tubuh PSSI, ia juga berada dalam kelompok tersebut. Dan dirinya pun mendukung nama Djohar setelah muncul sebagai figur "penengah" dalam pertarungan perebutan posisi Ketum PSSI.

"Tetapi hari ini saya katakan, Djohar Arifin tidak amanah. Contohnya, dulu kami sudah ingatkan agar klub Liga Primer Indonesia jangan sampai disatukan dengan ISL. Tetapi yang benar dikatakan salah dan yang salah dikatakan benar. Ini sangat fatal. Salah satu contohnya adalah kasus Persija. Kok setelah dia memimpin malah Jakarta FC yang tadinya merupakan klub Liga Primer yang diakui,".

"Kalau sudah tidak amanah, ketua umum PSSI harus segera sadar untuk mengundurkan diri. Yang dia pikirkan hanyalah menyelamatkan kepentingan kelompok tertentu. Karena itu Djohar Arifin harus mundur," tegasnya.

Hardi juga mengindikasikan bukan sebuah mimpi jika Kongres Luar Biasa (KLB) harus digelar oleh anggota PSSI guna mencari figur baru pemimpin PSSI.

"Tidak susah kok menggelar KLB. KLB adalah hak untuk menyatakan pendapat. KLB adalah sarana untuk menilai mana yang salah dan mana yang benar demi menegakkan kebaikan ke depannya. KLB juga bukan makar atau fitnah," tandas Hardi.

IFW Nilai PSSI Salahi Aturan

Indonesia Football Watch (IFW), organisasi yang dibentuk oleh sekelompok wartawan karena kepeduliannya terhadap sepak bola nasional, menyampaikan komentarnya terhadap kisruh Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang tengah bergulir saat ini.

IFW menyatakan, PSSI di bawah pimpinan Ketua Umum Djohar Arifin Husin harus segera kembali ke aturan yang ada. Ketua IFW, Sumaryoto, menjelaskan, salah satu keputusan Djohar yang tidak sesuai aturan adalah melegalkan Indonesian Premier League (IPL) dan justru mengharamkan Indonesia Super League (ISL).

"Ketika PSSI masih dipegang oleh Komite Normalisasi, sudah ada MOU (memorandum of understanding) antara KN, pihak LPI, dengan FIFA. Ada empat butir kesepakatan dalam MOU tersebut. Salah satunya adalah menyebut IPL harus tetap di luar kompetisi PSSI," ujar Sumaryoto kepada wartawan dalam diskusi sepak bola nasional di Jakarta, Rabu (14/12/2011).

Pria yang dulu menjabat sebagai salah satu anggota KN tersebut kemudian menyatakan bahwa pihaknya akan mendukung PSSI jika Djohar kembali pada statuta yang ada.

"Tetapi kalau sebaliknya, selalu terjadi konflik, maka harus ada pemilihan ketum baru. Namun, kami berharap bisa bicara bersama agar semua kembali kepada aturan," lanjut Sumaryoto.

IFW juga berharap niatan untuk melaksanakan Kongres Luar Biasa (KLB) memang datang dari para anggota PSSI, bukan atas dukungan dari luar. Sebab, lanjutnya, jika ada pengaruh dari luar PSSI maka akan memicu munculnya kudeta lain ke depan.

Kompas.com

IFW Menilai PSSI Ciptakan Konflik

Sepakbola Indonesia dirasakan masuk periode semrawut lagi. PSSI sebagai induk organisasi semestinya kembali ke tugas awal dan tidak terus memunculkan manajemen konflik.

Demikian antara lain isi diskusi sepakbola yang digelar Indonesian Football Watch (IFW) bersama sejumlah wartawan di Restoran Pulau Nusa Dua, Jakarta, Rabu (14/12/2011) siang WIB.

Ketua IFW Sumaryoto mengatakan, selama pengurus baru terbentuk, PSSI dinilai belum menjalankan tugas-tugasnya yang sesuai dengan aturan.

"Maka saya menginginkan IFW mendukung adanya pembinaan yang baru, yang amanah. Kepemimpinan sekarang kalau bisa menjalankan amanah. Mohon maaf, tapi 6 bulan tidak memanfaatkan ilmunya Ken Arok," ujarnya.

Sumaryoto yang pernah menjadi anggota Komite Normalisasi (KN) itu menilai langkah-langkah pengurus PSSI sekarang bertentangan dengan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MOU) yang di tanda tangani oleh (mantan) Ketua KN Agum Gumelar, dan pengelola Liga Primer Indonesia (LPI) yang diwakili Widjajanto, sesaat sebelum pembukaan Kongres Luar Biasa PSSI di Solo pada 9 Juli.

"Kita tidak setuju, ketua umum menciptakan manajemen konflik, konflik terus. Statuta menjadi konflik awal, kejadian kemarin diulang kembali. Manajemen baru yang lama sama saja," ujarnya.

IFW sebagai lembaga kemudian menghimbau ketua umum PSSI untuk bisa mengembalikan tugas seperti awal,

"Keadaannya kembali tidak normal. IFW ingin mengajak memikirkan kembali. Ketum ini masih bisa mengembalikan tugas seperti awal, atau harusnya diadakan pemililan lagi, kongres lagi," sambungnya.

"Tetapi kongres yang berbudaya dan tidak pragamatis, melalui tahapan pembicaraan langsung oleh ketua umum, yang diwakilkan oleh klub-klub. Jangan ada gerakan dari luar, apalagi ada sponsor yang membiayai kongres."

Detik.com

12/13/2011

Asosiasi Pemain Ajukan 3 Tuntutan Kepada PSSI

Asosiasi Pemain Sepakbola Profesional Indonesia (APPI) melayangkan tiga tuntutan kepada Federasi Sepakbola Indonesia (PSSI). Tuntutan ini disampaikan menyikapi larangan PSSI terhadap para pemain yang merumput di ISL untuk memperkuat timnas Indonesia.

Presiden APPI, Ponaryo Astaman menegaskan bahwa larangan PSSI itu meresahkan dan merugikan para pemain karena dilanda ketidakpastian dalam bermain. Harapan pemain yang ingin memperkuat timnas pun harus pupus karena perbuatan yang tidak dilakukan oleh pemain.

Itu sebabnya para pemain sepakbola ini melayangkan tiga tuntutan terhadap PSSI. Tuntutan ini telah disampaikan dalam pertemuan bersama antara APPI dengan Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin di Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa 13 Desember 2011.

"Kami menilai masih ada celah yang dapat dilakukan PSSI untuk memanggil pemain di luar kompetisi IPL. Kami pun telah mengajukan tiga poin usulan kepada PSSI," ujar Ponaryo Astaman dalam jumpa pers.

Pertama, pelatih timnas diberikan kebebasan untuk memilih pemain terbaik yang akan dipanggil ke tim nasional. Tanpa harus melakukan pengkotakan antara pemain ISL dan IPL.

Kedua, nama pemain di luar kompetisi IPL yang diseleksi pelatih timnas selanjutnya dimasukkan dalam surat permohonan khusus kepada FIFA dengan alasan yang tepat untuk dapat memperkuat timnas agar mendapat persetujuan dari FIFA.

"Hal ini sesuai dengan Statuta FIFA Pasal 79 yang menyatakan bahwa tanpa persetujuan FIFA, pemain atau klub dalam naungan federasi yang diakui FIFA tidak diizinkan untuk menjalin hubungan olahraga dengan pemain yang tidak berada dalam naungan federasi," papar Ponaryo.

Ketiga, PSSI dapat mengumumkan dan memberikan salinan keputusan dari FIFA kepada APPI. "Sehingga APPI dapat menjelaskan kepada para pemain apapun keputusan yang diberikan oleh FIFA," ujar Ponaryo

"Dan dalam pertemuan tadi, Ketua Umum PSSI berjanji akan melaksanakan usulan yang telah kami sampaikan," pungkas Ponaryo.

• VIVAnews

Komisi Disiplin PSSI Hukum 8 Klub ISL

Komite Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sanksi bagi 8 klub yang memilih tampil di Liga Super Indonesia (ISL) 2011-12. Selain turun satu kasta ke Divisi Utama, klub-klub anggota PSSI itu juga diminta untuk membayar denda.

Menurut Wakil Ketua Komdis PSSI, kedelapan klub itu adalah Persib Bandung, Mitra Kukar, Persisam Samarinda, Persela Lamongan, Persiba Balikpapan, PSPS Pekanbaru, Deltras Sidoarjo, dan Pelita Jaya FC. Kedelapan klub ini didiskualifikasi dari liga musim ini dan dilarang melakukan transfer pemain asing, dan segala macam kegiatan di TMS (Transfer Matching System).

"Kami telah bersidang menyangkut klub-klub yang mundur dari IPL. Mereka kami kenakan pasal kode disiplin, pasal 57 ayat 1, dan ayat 2. Juga Junto pasal 32, dan Junto pasal 23. Setelah ada putusan ini, mereka mempunyai 3 hari untuk menyatakan banding, dan 7 hari waktu menyiapkan materi banding," ujar Catur dalam jumpa pers di kantor PSSI, Senayan, Selasa, 13 Desember 2011.

Catur menambahkan, keputusan Komdis PSSI kali ini terbagi dalam dua kategori, yakni bagi yang mundur sebelum IPL bergulir dan yang mundur di tengah jalan. Bagi yang mundur di tengah jalan, akan diminta mengembalikan revenue sharing.

"Persib Bandung hukumannya sedikit berbeda dengan lainnya. Itu karena mereka sudah mengikuti IPL, lalu mengundurkan diri. Ada tambahan denda yang dibebankan karena menyangkut pengembalian revenue sharing," kata Catur.

Lima Poin Hukuman 8 klub ISL
1. Otomatis didiskualifikasi dari liga musim 2011-12 (IPL). 2. 2. Delapan klub tersebut mulai musim kompetisi 2012-13 terdegradasi ke Divisi Utama PSSI.
3. klub diwajibkan membayar denda kepada PSSI. Persib Bandung: Rp1 Miliar. Tujuh tim lainnya: Rp500 juta.
4. Larangan transfer pemain asing untuk musim ini.
5. Mengembalikan semua yang sudah diberikan PSSI kepada klub sepanjang musim ini.

Vivanews.com

12/11/2011

6 Gol Persija Benamkan Persiram

Persiram Raja Ampat menjamu Persija Jakarta dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL) di Stadion Surajaya, Lamongan, Minggu (11/12) malam. Kubu Persiram benar-benar dibuat tak berkutik. Persija melesakkan 6 gol tanpa balas ke gawang mereka.

Persija mengancam gawang Persiram pada menit ke 7. Daniel Saluhu berhasil melakukan aksi gemilang dengan menerobos pertahanan Persiram. Ia berhasil mengecoh pertahanan Persiram dan tinggal berhadapan dengan kiper Persiram. Bola hasil tendangan kerasnya berhasil ditepis kiper Persiram, Herman Batak.

Kiper Persiram, Herman Batak membuat kesalahan fatal pada menit 18. Ia gagal mengantisipasi umpan lambung dari pemain Persija. Bola terlepas dari tangannya hingga akhirnya pemain Persija, Robertino berhasil memanfaatkan bola tersebut. Gol pertama Persija tercipta. Kedudukan 0-1 untuk keunggulan Persija.

Persija kian menambah keunggulannya pada menit 21. Bambang Pamungkas berhasil menerima umpan lambung dari Rahmat Afandi yang berlari dari sektor kiri Persija. Kiper Herman Batak tak berhasil menangkap umpan tersebut. Bambang Pamungkas dengan mudah memasukkan bola tersebut ke gawang Persiram. Persija memimpin dua gol tanpa balas.

Persija membuat kubu Persiram kian tertunduk. Kerjasama antara Johan Juansyah dan Robertino berhasil menambah pundi-pundi gol bagi Persija pada menit 24. Robertino berhasil mengecoh pertahanan Persiram hingga ia mengirimkan umpan terobosan kepada Johan Juansyah. Umpan tersebut berhasil dimaksimalkannya hingga tercipta gol ketiga bagi Persija. Kedudukan menjadi 0-3 untuk keunggulan Persija.

Pemain Persija, Rahmat Afandi menyia-nyiakan peluang emas untuk mencetak gol keempat bagi timnya. Ia berhasil mendapatkan umpan terobosan pada menit 38. Pertahanan Persiram tak menyadari umpan tersebut sehingga Rahmat Afandi tinggal berhadapan dengan kiper Herman Batak. Sayangnya ia membuang peluang tersebut setelah tendangannya melenceng jauh dari gawang Persiram.

Johan Juansyah bermain gemilang pada permainan ini. Ia berhasil mengecoh pertahanan Persiram hingga berhasil memberikan umpan matang ke depan gawang Persiram pada menit 56. Pemain Persija, Ramdani tak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Ia berhasil menanduknya ke gawang Persiram tanpa mampu dihalau kiper Herman Batak. Persija memimpin 4 gol tanpa balas.

Persija kian menunjukkan ketangguhannya. Gol kelima Persija tercipta lewat tendangan bebas pada menit 62. Pemain Persija, Ismed Sofyan berhasil memaksimalkannya. Kedudukan menjadi 0-5 untuk Persija.

Persiram benar-benar dibuat tak berdaya oleh Persija. Rahmat Afandi berhasil mencetak gol keenam bagi Persija pada menit 82. Ia berhasil melepaskan tendangan dari sudut sempit meski terus dikawal oleh Frans Freno. Bola meluncur deras ke sudut kanan gawang tanpa mampu dihadang kiper Herman Batak.

Persija terus menekan pertahanan Persiram. Tim lawan terus bertahan. Kedudukan tetap 0-6 bagi keunggulan Persija hingga peluit akhir pertandingan dibunyikan.

Susunan pemain
Susunan pemain

Persiram Raja Ampat: Herman Batak (gk), Didi G. Paroy, Sa Anun Al Qadry, Kubay Quaiyan, Frans Freno Sauyai, Pello Benson, Tomoyuki Sakai, Yan D. Ruatakurey, Nasution Karubaba, Marthen Tao, Jean Boumsong.

Persija Jakarta: Andritany Ardhiyasa, Leo Saputra, Fabiano Beltrame, Precious Emuejeraye, Ismed Sofyan, Robertino Pugliara, Hasyim Kipuw, Johan Juansyah, Bambang Pamungkas, Rizki Ramdani Lestaluhu, Rahmat Affandi.

Bola.net

Setengah Lusin..

PERSIRAM 0 - 6 PERSIJA

Klub-klub Anggota PSSI Serukan KLB

Sebanyak 40 klub anggota PSSI di Jawa Timur mendukung digelarnya Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI. Langkah ini dianggap penting melihat banyaknya kebijakan PSSI pusat yang melenceng dari aturan organisasi.

Keinginan menggelar KLB ini muncul dalam rapat Pengprov PSSI Jatim di Hotel Elmi Surabaya, Jawa Timur, Minggu, 11 Desember 2011. Dalam rapat ini juga tercetus keinginan membentuk Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI).

"Bukannya kami mendukung salah satu pihak. Tetapi ini upaya untuk selamatkan sepakbola nasional agar tidak semakin melenceng dari statuta PSSI maupun FIFA,” kata  R Abdul Mukti dari Persepam Pamekasan usai rapat.

Rapat dihadiri 40 perwakilan klub dari level ISL sampai Divisi III. Hampir semua peserta mendukung untuk segera mengadakan KLB. Hal itu terlihat dari surat pernyataan yang diedarkan.

"Surat pernyataan ini bisa diserahkan ke Korwil Barat, Timur dan Selatan," ujar Rosid Mardani dari PSSI Jatim.

Menurut Rosid, perwakilan klub terdiri dari sekretaris dan ketua. Bila tidak bisa hadir, maka yang diutus harus memiliki surat mandat. Ini untuk menjaga legalitas peserta rapat. "Surat itu sebagai bukti dalam rapat akbar di Jakarta 17-19 Desember nanti,” sambungnya.

Ketua PSSI Jatim yang sekaligus anggota Exco PSSI, La Nyalla M Mattalitti menjelaskan, rapat akbar akan digelar di Istora, Senayan, Jakarta. Ada tiga agenda penting yang akan dibahas, yakni permintaan agar Djohar Arifin melakukan rekonsiliasi.

Kedua adalah pelanggaran statuta yang dilakukan PSSI selama ini harus diakhiri. Sedangkan yang ketiga adalah seruan KLB. "Jika PSSI tetap menolak menggelar KLB untuk membahas perubahan statuta, tak ada jalan lain kecuali meminta FIFA untuk membentuk Komisi Normalisasi (KN). Bukan mustahil agenda KLB akan menjadi ajang melengserkan ketua umum PSSI," jelasnya.

Rencananya rapat akbar ini akan dihadiri oleh 493 perwakilan klub anggota PSSI. Lewat rapat ini, klub-klub anggota akan mendesak PSSI untuk menggelar KLB dan mengubah statuta PSSI.

Nyalla tidak berjuang sendirian dalam memperjuangkan usulan ini. Bersama tiga anggota Exco PSSI lainnya, Robertho Rouw, Erwin Dwi Budiawan, dan Tony Apriliani, La Nyalla mengaku siap berkorban bagi terwujudnya KLB nanti. 

"Kami siap pasang badan demi memperjuangkan kebenaran dan menyelamatkan PSSI,” tegas Nyalla. Mengenai keinginan untuk melibatkan FIFA, La Nyalla menyebutnya sebagai salah satu solusi. Namun La Nyalla tidak ingin induk organisasi sepak bola dunia itu terlalu cepat mengintervensi permasalahan yang kini sedang melanda sepak bola Indonesia.

Menurutnya, langkah awal KLB harus datang dari seluruh stake holder di Indonesia, termasuk anggota DPR RI. Sebagai langkah awal, pihaknya akan mengadukan permasalahan yang menimpa sepak bola nasional ke komisi X DPR RI, 14-15 Desember. 

"Semua kebobrokan kepemimpinan Johar Arifin akan saya beberkan ke DPR. Termasuk, bagaimana PSSI menggelar kompetisi Liga Prima Indonesia (LPI) dengan jumlah peserta 24 klub yang melanggar statuta,” kata La Nyalla.

Nyalla berharap hearing dengan Komisi X DPRI RI akan menghasilkan terbaik demi kemajuan persepakbolaal nasional. "Saya berharap PSSI mau kembali ke Kongres PSSI di Bali. Dimana produk-produk yang dihasilkan kongres Bali dilanggar sendiri oleh Djohar Arifin dkk. Itu saja tuntutan kita,” ungkapnya.
Daftar Klub Jatim Pendukung KLB
ISL : Persela, Arema, Deltras
Divisi Utama: PSMP, Persid, Persekam Metro FC, PSBI, PSBK, Persebaya, Persepam
Divisi I: Persekabpas, Persekap, Perseba Super, PSID, Persedikab, Persida
Divisi II: Mitra Bola Utama, Persikapro, Persinga, Persatu, Persebo, Persesa, Perseta
Divisi III: Persem, PSIL Lumajang, Jember United, Banyuwangi Putra, Persepon, Suryanaga Connection, Persemag, PSM Madiun, Persigp Trengalek, Perssu Sumenep, PSSS

Vivanews.com

Djohar: Klub Pembangkang Turun ke Level Bawah

Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, mengeluarkan peringatan keras kepada klub-klub yang membangkang. Djohar mengatakan, pihaknya siap menurunkan klub-klub tersebut ke level bawah.

"Bagi mereka yang tidak ikut kompetisi dan mbalelo, statuta jelas bahwa tim yang tidak ikut kompetisi resmi, otomatis degradasi ke level bawahnya. Yang rugi siapa? Kita semuanya. Juga masyarakat yang mendukung timnya masing-masing. Tentu mereka dirugikan oleh perbuatan mereka yang tidak menaati aturan main di PSSI," jelas Djohar Arifin usai menyaksikan pertandingan pembuka Divisi Utama di Stadion Jatidiri, Semarang, Sabtu (10/12/2011).

Djohar lantas mengatakan bahwa pihaknya tak mau melakukan intervensi kepada Komite Etika, Disiplin, dan Fair Play yang akan menyelesaikan masalah ini. Ia meminta mereka tetap bekerja dengan menganalisa semua masalah secara objektif.

"Biarkan mereka menentukan sesuai dengan statuta. Jadi seandainya ada hukuman, itu bukan hukuman kami dari PSSI tapi perintah dari statuta," kata Djohar.

Ia pun kembali menyatakan, belum akan melaporkan masalah ini ke AFC karena tak ingin para klub tersebut merugi. "Tapi kalau mereka tidak berkompetisi, ujungnya mau ke mana. Ini kan sia-sia. Tenaga yang besar dikeluarkan, dana juga tidak sedikit, dukungan penonton, tapi tidak ada hasilnya. Berilah kesempatan kepada kami. Hasil kongres kami diberi amanat empat tahun. Ini baru beberapa bulan sudah diganggu terus. Kapan mau bekerja, kapan mau berprestasi," sambungnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, ada beberapa klub yang menolak mematuhi PSSI dan ikut kompetisi Indonesia Super League (ISL). Diantara klub tersebut ada beberapa klub papan atas Indonesia seperti Sriwijaya FC, Persipura Jayapura, Pelita Jaya Karawang dan Persiba Balikpapan.

Kompas.com

12/10/2011

Pedro Dikabarkan Sudah Bisa Perkuat Persija

Di tengah pencarian sosok ideal yang bisa menjamin gol demi gol Persija Jakarta, proses International Transfer Certivicate (ITC) Pedro Javier Velazquez, dikabarkan sudah selesai.

Bomber asal Paraguay tersebut dikabarkan sudah dapat tampil memperkuat Macan Kemayoran setelah absen pada dua pertandingan awal.

"Informasi tersebut saya dapatkan dari manajemen, dalam hal ini Ketua Umum Persija, Ferry Paulus. Disebutkan bahwa besar kemungkinan Pedro bisa main lawan Persiram Raja Ampat," terang pelatih Persija Jakarta, Iwan Setiawan, kepada Bola.net.

Persija memang akan melakoni laga tandang di lanjutan Indonesia Super League (ISL) kontra Persiram di Stadion Surajaya, Lamongan, Minggu (11/12).

Jika ITC Pedro benar beres, tentu ini menjadi modal berharga bagi Iwan Setiawan. Maklum, sosok Pedro dan Bambang Pamungkas jadi tumpuan utama Iwan dalam urusan mencetak gol pada musim ini.

Dengan demikian, Robertino Pugliara yang sebelumnya diplot sebagai gelandang serang, bisa kembali ke posisi aslinya sebagai gelandang yang beroperasi lebih banyak di tengah. Posisi tersebut dianggap Iwan merupakan pos yang ideal bagi Robertino.

Biodata Pedro Javier Velazquez:
  • Kelahiran: Paraguari, Paraguay, 13 Mei 1983
  • Tinggi/Berat:180 cm/85 kg
  • Posisi: striker
  • Karier klub: Libertad 2000/2003, CS Columbia, Guarani, Sol De America, Persiba Bantul (2006), PSDS (2006), Persibom (2007), Deportes Puerto Montt (2008), Deportes Iquique (2008/2009), Sportivo Luqueno (2009/2010), Guabira (2010), Univ De Sucre (2011), The Strongest (2011), Persija (2011)

Bola.net

Pemain Timnas Bukan Kewenangan PSSI?

Penentuan pemain tim nasional dinilai bukan menjadi kewenangan PSSI. Presiden Kehormatan Arema Indonesia, Rendra Kresna, menilai penentuan merupakan kewenangan pelatih.

"PSSI hanya sebagai wadah dan organisasi dalam memajukan prestasi Indonesia dalam bidang sepak bola, sehingga yang berhak menentukan pemain untuk memperkuat Timnas adalah pelatih," katanya di Malang, Sabtu (10/12/2011).

Pelatih yang berwenang memilih, lanjutnya, juga harus mempertimbangkan penilaian masyarakat terhadap kualitas pemain. Menurutnya, kualitas pemain harus lebih dijunjung tinggi daripada pertimbangan bermain di Indonesian Premier League (IPL) atau Indonesia Super League (ISL).

Menurut Rendra, pemain timnas yang saat ini berlaga di ISL juga tidak akan serta merta pindah klub di IPL hanya karena ingin bermain di timnas sesuai dengan keinginan PSSI. Mereka, lanjutnya, juga menikmati bermain di ISL.

Rendra menambahkan, PSSI juga harus melihat bahwa sebagian besar pemain timnas berlaga di ISL, antara lain Bambang Pamungkas, Christian Gonzales, Firman Utina, Diego Michiels, Yongki Aribowo, Achmad Bustomi, Zulkifli Syukur, Titus Bonai, Patrich Wanggai dan Egi Melgiansyah. Sementara yang berlaga di IPL, antara lain Kurnia Meiga, Irfan Bachdim dan Andik Vermansyah.

Oleh karena itu, Rendra meminta PSSI segera berbenah diri. Pasalnya, dia menilai bahwa persoalan seriusnya terletak di internal PSSI sendiri. Ketidakjelasan kebijakan dan sikap membuat arah pembinaan timnas juga menjadi tak jelas.

"Saya rasa tidak ada pengaruhnya bagi pemain, kalau PSSI menentukan kebijakan tersebut. Apalagi kompetisi LSI sudah bergulir dan sesuai hasil kongres PSSI di Bali," tandasnya.

Pelarangan pemain liga lain juga pernah diterapkan di masa kepemimpinan Nurdin Halid. Kala itu, pengurus melarang pemain yang berlaga di IPL untuk memperkuat timnas. Kebijakan ini pun dinilai pengurus baru di bawah kepemimpinan Djohar Arifin Husin sebagai kebijakan diskriminatif. Namun, kini kebijakan semacam itu kembali diterapkan.

Kompas.com

Garap Pemasaran Timnas, PSSI Libatkan Pihak Swasta

PSSI mencoba untuk menggarap aspek pemasaran tim nasional Indonesia secara lebih serius. Sebagai salah satu implementasinya, mereka menggandeng pihak swasta sebagai rekanan.

Rekanan yang ditunjuk oleh PSSI untuk memasarkan timnas adalah PT Samudera Wisesa. Perusahaan tersebut diminta untuk menjalankan berbagai program dan menyusun strategi yang mendukung pemasaran timnas.

Berbagai kegiatan pemasaran yang nantinya akan dikelola oleh PT. Samudera Wisesa adalah sponsorship, trading card tim nasional, partnership, dan lisensi merchandise. Mereka juga akan mengelola aspek komersial dengan mengemas citra timnas Indonesia mulai level senior hingga usia dini.

Dengan adanya kerja sama dengan pihak swasta ini, PSSI berharap bisa lebih fokus ke pengelolaan sistem persepakbolaan nasional.

"PSSI akan lebih fokus memperbaiki sistem sepakbola dan persepakbolaan Indonesia. Harapan PSSI, jika profesional yang ahli di bidangnya yang mengerjakan, hasilnya akan lebih baik," terang Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, di The Sultan Hotel, Jumat (9/12/2011).

Detik.com

RD: Dualisme Kompetisi, Kasihan Pemain

Rahmad Darmawan berharap konflik yang terjadi di tubuh sepakbola nasional segera terselesaikan. Kondisi tersebut dikatakan pelatih timnas U-23 itu menjadikan pemain sebagai korban.

Demikian diungkapkan RD saat dimintai komentarnya terkait ketegasan PSSI untuk tidak memanggil masuk timnas pemain-pemain yang klubnya berlaga di ISL. Menurut mantan pelatih Persija Jakarta dan Sriwijaya FC, pemainlah yang menjadi korban dari konflik yang terjadi saat ini.

"Saya tidak terima, ini menyakitkan. Yang terjadi saat ini bukan salah pemain, karena anak-anak tidak tahu apa-apa," sahut RD dalam perbincangan dengan detiksport melalui sambungan telepon.

PSSI, berdasarkan statuta FIFA pasal 79, menutup pintu masuk timnas buat pemain yang timnya berlaga di Indonesia Super League. Kompetisi besutan PT Liga Indonesia itu sudah dinyatakan ilegal oleh Djohar Arifin Husin.

"Acuan yang dipakai adalah Statuta FIFA Pasal 79. Bunyinya, pertandingan yang dilakukan oleh timnas, di mana pemainnya tidak berada dalam klub atau liga yang terafiliasi dengan anggota FIFA adalah dilarang," sahut Djohar malam tadi.

Keharusan mematuhi aturan FIFA tersebut akan membuat timnas Indonesia kehilangan hampir seluruh pemain intinya. Untuk timnas U-23 saja, nama-nama yang menjadi bintang di SEA Games XXVI lalu, seperti Okto Maniani, Patrich Wanggai, Diego Michiels, Titus Bonai saat ini bermain di ISL.

Kondisi tersebut diakui RD sangat menyulitkan dalam membentuk skuad karena pilihan yang jadi sangat terbatas. Karenanya dia berharap kisruh yang terjadi di sepakbola nasional saat ini segera diselesaikan karena pemain menjadi salah satu korban lantaran tak bisa tampil di timnas.

Pemain juga menjadi korban terkait perpecahan yang melanda beberapa klub. Sebagaimana diketahui Persija dan Arema Malang saat ini terpecah dengan masing-masing ada yang berlaga di ISL dan IPL.

''Saya berharap pemain supaya ada payung hukum yang jelas. Kasihan mereka. Bagaimana saya bisa melihat pemain yang berbakat lainnya."

''Saya berharap segera diselesaikan. Sebenarnya masalah ini bukan (masalah) pemainnya, banyak konflik yang lebih urgent (untuk diselesaikan). Kenapa sampai ada dua kompetisi," tuntas dia.

Detik.com

12/09/2011

Prepare For #4th Anniversary JAKMANIA UTAN KAYU

Soon..

Muncul Tiga Arema

Perkembangan yang terjadi dalam tubuh Arema sebagai sebuah nama klub sepak bola di Malang kian ruwet. Banyak klub sepak bola tentu tidak masalah, dan bahkan baik, tapi di Malang semua klub sepak bola menggunakan nama Arema. Warga Malang menyebutnya pecah, sehingga Arema kini disebut pecah menjadi tiga. Bagi sebagian warga, ini keadaan yang dianggap ruwet dan malah memprihatinkan.

Pada musim kompetisi Liga Super Indonesia (ISL) tahun lalu (2010), dan bertahun-tahun sebelumnya, ada satu nama klub sepak bola yang menimbulkan fanatisme, atau kecintaan yang luar biasa dari penggemarnya, yakni klub Arema.

Kemudian tahun ini, bersamaan dengan perpecahan dalam organisasi PSSI, yang menimbulkan dua kompetisi nasional sepak bola Liga Super Indonesia (LSI) dan Liga Primer Indonesia (LPI), Arema terpecah menjadi Arema ISL dan Arema IPL.

Sesuai dengan nama pengurusnya masing-masing, Arema ISL disebut Arema versi Rendra Kresna, yang kini duduk sebagai Bupati di Kabupaten Malang. Rendra Kresna tahun lalu duduk sebagai pengurus bersama satu tokoh birokrasi juga, HM Nur, saat LSI 2010 berjalan. HM Nur adalah mantan Sekretaris Pemerintah Kota Malang.

Ketika LPI muncul, muncul pula Arema LPI. Arema yang kedua ini, dipimpin oleh HM Nur itu, yang semula kawan berorganisasi Rendra Kresna. Lalu kini kabar terbaru, hari Kamis (8/12/2011) Arema LPI ini para pengurusnya memisahkan diri, memunculkan sebuah klub baru lagi, yang juga bernama Arema. Masyarakat Malang, setidaknya media lokal menyebutnya Arema versi Cak Ikul.

Cak Ikul adalah nama julukan untuk Lucky, warga Kota Malang yang dianggap sebagai tokoh Arema. Lucky bisa disebut sebagai perintis semangat Aremania dengan Arema di tahun 1980-an, saat Arema pertama kali muncul sebagai klub sepak bola. Warga Malang terbiasa memanggil nama orang dengan sebutan terbalik huruf-hurufnya sehingga Lucky disebut Ikul.

Berbagai komplikasi muncul semenjak itu, terhadap status masing-masing dalam arena persepakolaan dunia di bawah FIFA. Humas Arema versi Rendra Kresna, Sudarmaji, yang duduk dalam kepengurusan satu kubu itu, mengatakan biarlah masyarakat saja yang memutuskan, mana yang Arema dan yang mana yang Arema.

Kompas.com

PSSI: Timnas Tertutup untuk Pemain yang Main di ISL

PSSI menegaskan, bahwa mengacu dari Statuta FIFA, tim nasional Indonesia tertutup bagi pemain yang bermain di kompetisi Indonesian Super League (ISL). PT. Liga Indonesia dinilai sebagai penyebabnya.

"Acuan yang dipakai adalah Statuta FIFA Pasal 79. Bunyinya, pertandingan yang dilakukan oleh timnas, di mana pemainnya tidak berada dalam klub atau liga yang terafiliasi dengan anggota FIFA adalah dilarang," ujar Ketua Umum PSSI Djohar dalam pertemuan klub-klub Divisi Utama PT. Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Kamis (8/12/11).

Djohar menambahkan, kebijakan itu harus ditegaskan oleh PSSI karena telah diingatkan oleh FIFA melalui Direktur Pengembangan Organisasi dan Asosiasi, Thierry Regenass.

"Kita maunya semua ke timnas, asalkan prestasinya bagus. Tapi ini FIFA yang mengingatkan, bukan Djohar," tukas Djohar.

"PSSI siap dengan kondisi yang ada. Salahkan klub dan pengurus lama yang bergerak di PT. Liga Indonesia," lanjut dia.

"Yang memecah belah bangsa, hentikanlah. Yang hancurkan timnas bukan kami, tapi mereka. Makanya kita kerja keras lagi bangun timnas, karena tidak mau dihukum FIFA."

Ketua Komite Kompetisi PSSI Sihar Sitorus juga menghimbau kalangan pemain untuk berpikir rasional dan bijak mengenai hal ini. Namun ia juga mengatakan tidak merasa khawatir, karena dengan adanya kompetisi-kompetisi yang dibuat PSSI, pemain yang berprospek bagus tetap akan bisa dipantau dan ditemukan.

"Semua ada konsekuensinya. Ini bukan sesuatu yang baru, karena semua sudah dituliskan dalam statuta FIFA," tandasnya.

36 klub Ikut Divisi Utama

Sementara itu, kompetisi DivisiUtama yang dikelola PT. LPIS akan bergulir mulai 10 Desember. Sebanyak 36 klub akan ikut ambil bagian. PSIS Semarang kontra Persik Kediri menjadi partai pembuka pada hari Sabtu di Semarang.

"Sebanyak 36 klub resmi mendaftar di Divisi Utama, 21 hadir, yang lain berhalangan, tapi sampai sekarang tidak ada yang mundur," terang Djohar.

Kepada klub-klub peserta diberikan dana subsidi sebesar Rp 500 juta untuk kegiatan kompetisi.

''Kita konfirmasi sponsor dua hari yang lalu. Makanya kita baru berani untuk menyerahkan uang hari ini," terang Djohar.

Ke-36 klub Divisi Utama tersebut adalah PSLS Lhokseumawe, PSBL Langsa, PSSB Bireun, Persih Tembilahan, PS Bengkulu, Persitara Jakarta Utara, Persikabo Bogor, Produta FC, Gresik United, PSCS Cilacap, PPSM Magelang, PSS Sleman, PSIS Semarang, Persikab Kabupaten Bandung, Persepar Kalteng Putra, Persires Rengat Bali Devata, Persewangi Banyuwangi, Persid Jember, Persis Solo, PSBI Blitar, Persipasi Kota Bekasi, PSP Padang, Persikota Tangerang, PSIM Yogyakarta, PS Barito Putra, Persik Kediri, PSIR Rembang, Persiku Kudus, Persip Kota Pekalongan, Perseman Manokwari, PS Sumbawa Barat, PSBS Biak, Madiun Putra FC, Persemalra Langgur, Persepam Madura United, Persipro Bondowoso, dan Persebul Buol.

Kemarin, PT. Liga Indonesia juga telah mengumumkan peserta kompetisi Divisi Utama versi mereka, yang akan kickoff 15 Desember. Pesertanya 30 klub, formatnya dua wilayah, Barat dan Timur, masing-masing terdiri dari 15 tim. Subsidi buat setiap klub juga Rp 500 juta.

Detik.com
-----------------------------------------------------------------
This Blog is @2008-2011 MULTI ETNIS Outlet Production

jakmania-utankayu.blogspot.com
Persija ampe mati..
-----------------------------------------------------------------