Popular Posts

Showing posts with label Viking. Show all posts
Showing posts with label Viking. Show all posts

6/03/2012

Soal Penangkapan, Ini Tanggapan Jakmania

Anggota Reserse Mobil Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya telah menangkap 7 orang tersangka pengeroyok yang menyebabkan korban tewas saat pertandingan Persija Jakarta vs Persib Bandung, 27 Mei lalu. Kepada polisi mereka mengaku sebagai pendukung Persija atau akrab disapa dengan The Jakmania.

"Para pelaku ini jumlahnya tujuh orang. Dulu katanya anggota Jakmania Korwil Ciputat, Cipete, dan Korwil Ragunan," kata Kasubdit Reserse Mobil Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP Herry Heryawan dalam jumpa pers siang tadi.

Selain yang terlibat langsung dalam pengeroyokan, satu tersangka yang ditangkap adalah IR, pengguna Facebook yang melakukan provokasi di dunia maya. "IR dikenakan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Toni Harmanto di Jakarta. IR sendiri kepada wartawan mengaku sebagai anggota Jakmania Korwil Cikeas.

Toni Harmanto juga mengatakan pihaknya akan memanggil perwakilan Jakmania untuk meminta keterangan lanjutan untuk pelaku bagi dua korban lain yang meninggal.

Dihubungi terpisah, Sekjen Jakmania, Richard Ahmad mengaku belum mengetahui banyak mengenai penangkapan ini. Menurutnya, pihak kepolisian belum menghubunginya terkait penangkapan para pelaku.

"Terakhir, polisi melayangkan surat untuk meminta data dari anggota korwil. Mengenai penangkapan ini belum ada panggilan atau pemberitahuan kepada kami," kata Richard saat dihubungi VIVAbola.

Richard menambahkan, pihaknya telah menyerahkan kasus ini kepada pihak kepolisian. Jakmania juga siap menindak tegas para anggotanya yang terlibat dalam pengeroyokan di GBK, Minggu lalu.

"Kami akan cek, kalau memang mereka anggota dan sudah ada vonis yang berkekuatan hukum maka kami akan memberikan hukuman terberat, yakni mencabut KTA (Kartu Tanda Anggota) yang bersangkutan karena sudah bertentangan dengan AD/ART organisasi."

Aksi kekerasan yang terjadi pada saat pertandingan Persija vs Persib, Minggu lalu telah menewaskan tiga orang. Salah satu korbannya adalah warga Jakarta, Lazuardi. Warga Menteng, Jakpus itu tewas setelah menjadi korban pengeroyokan di GBK, Senayan.

Selain Lazuardi, korban tewas lainnya adalah Dani Maulana dan Rangga Cipta Nugraha. Keduanya merupakan pendukung Persib Bandung. Polisi telah menangkap tujuh tersangka atas kasus ini. Dalam jumpa pers sore tadi, polisi juga membeberkan peran mereka.

Vivanews.com

5/31/2012

Ini Penjelasan Ketum Jakmania tentang Kematian 3 Suporter

Pascainsiden yang terjadi setelah pertandingan Persija vs Persib, Minggu (27/5/2012), Larico Ranggamone, Ketua Umum The Jakmania, memberikan pernyataannya.

“Kami sudah berusaha maksimal untuk mencegah hal yang tidak diinginkan selama dan sesudah pertandingan berlangsung. Kampanye damai dua minggu sebelum pertandingan sudah kami sosialisasikan terhadap Korwil (Koordinator Wilayah), Korlap (Koordinator Lapangan), dan semua anggota kami,“ ungkap Larico dalam sesi konfrensi pers di Kantor Persija pintu VIII SUGBK.

“Menyikapi banyak anggapan bahwa kami melakukan sweeping terhadap penonton, saya dengan tegas sudah mengingatkan seluruh suporter Persija untuk tidak melakukan hal tersebut. Namun karena keterbatasan personel korlap, The Jakmania tidak bisa mencangkup keseluruhan yang hadir di SUGBK,“ jelas Larico.

“Di dalam stadion selama 90 menit praktis tidak terjadi kerusuhan yang berarti. Hanya memang sempat terjadi insiden petasan mengenai wartawan yang bertugas di lapangan."

"Kami akan turut membantu bertanggung jawab terhadap korban insiden, termasuk untuk wartawan yang menjadi korban," pungkas Larico.

Tribunnews.com

Ketua Viking Ajak The Jakmania Berdamai

Duka tengah menyelimuti bobotoh, setelah salah satu anggota Viking Persib Club (PVC), Rangga Cipta Nugraha (22), meregang nyawa pada laga Persija Jakarta kontra Persib Bandung, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta, Minggu (27/5/2012) lalu.

Jatuhnya korban jiwa akibat pertikaian antara kedua kubu pendukung Persib dan Persija, menambah jumlah daftar korban yang meninggal, dari buntut permusuhan tersebut.

Ketua Viking, Heru Joko, mengaku prihatin dengan kejadian tersebut. Dia pun mengucap belasungkawa sedalam-dalamnya atas musibah tersebut. Agar tak lagi jatuh korban, Heru siap mengadakan pertemuan dengan ketua The Jakmania (pendukung Persija), untuk berdamai dan menghentikan permusuhan yang seakan tak ada habisnya.

"Saya sangat kaget saat mendengar kabar ini. Saya mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya, atas kejadian ini," kata Heru kepada wartawan di rumah duka, Jalan RE Edang Suanda (Pasirleutik), Selasa (29/5/2012).

Heru berharap tidak ada lagi Rangga kedua yang menjadi korban. Dia mengaku sangat setuju untuk melakukan perdamaian antara Viking dan The Jakmania. Heru pun mengaku
Sempat membicarakan soal perdamaian dengan pihak The Jak di Bandung.

Heru pun meminta semua pihak untuk membantu dan mendukung perdamian tersebut. Setelah melakukan pertemuan di Jakarta, dia berharap pertikaian tersebut dapat terhenti.

"Harus ada pertemuan dari kedua belah pihak dan semua pihak harus membantu. Bukan hanya suporter saja, tapi semua yang dapat berkaitan dengan masalah ini, termasuk PSSI," tandasnya.

Tribunnews.com

3/16/2011

Terlecut Faktor Pemain ke-12

Pertandingan ke-16 Indonesia Super League (ISL) 2010/2011 bagi tim Persija Jakarta dipastikan akan berbeda dari laga sebelumnya. Laga yang akan dilaksanakan Jumat (18/3), nanti Tim Macan Kemayoran akan dijamu Persib Bandung di Stadion Jalak Harupat, Bandung, Jawa Barat.

Mengapa laga ini berbeda dengan laga lainnya? Pecinta Persija pasti tahu jawabannya. Ya, itu karena Persija akan bertemu dengan musuh bebuyutan. Bukannya mengamini arti sebuah permusahan suporter, namun sudah bukan rahasia lagi kalau kedua suporter dua tim perserikatan The Jakmania (suporter Persija) dan Viking Persib Club (suporter Persib) itu sampai detik ini tidak memiliki hubungan yang harmonis.

Makanya bukan hal yang aneh, jika pemain Persija datang ke stadion kerap menggunakan tank atau kendaraan rantis kepolisian. Faktor pemain ke-12 itulah yang membuat laga yang akan dihelat itu sangat terasa panas.

“Saya memprediksi, kondisi di lapangan nanti akan berbeda karena kami main dengan dibayangi tuntutan suporter yang tidak ingin dipermalukan. Itu yang membuat motivasi kami akan lebih berbeda dari pertandingan-pertandingan lain,” jelas Rahmad Darmawan pelatih Persija kepada Indopos kemarin.

Perseteruan dua suporter yang berdekatan itu memang sudah terjadi sejak tahun 2003. Kendati ada niat baik perdamaian dari kedua petinggi suporter, namun hal itu tidak terealisasi di barisan bawah atau grassroot kerap bergesekan. Ketua Umum The Jakmania Lariko Ranggamone sudah terus berusaha mengadakan pertemuan dengan para petinggi Viking.

“Niat perdamaian sudah kami buka, namun sampai saat ini belum juga terjadi di lapisan bawah kami. Pameo di barisan suporter kami memang saat ini boleh kalah dari yang lain, asal jangan kalah dari Persib,” kata Lariko.

Sementara itu, Persib juga dibalut motivasi lain. Selain tuntutan suporter, kemenangan melawan Persija akan menjadi kado ulang tahun ke-78 yang jatuh Senin, 14 Maret 2011. Kendati Persib sukses mengalahkan Pelita Jaya dipertandingan sebelumnya, Manajer Persib Umuh Muchtar mengatakan pihaknya masih membutuhkan kado istimewa yang lebih ciamik.

“Kami ingin kado yang lebih istimewa. Kemenangan lawan Persija menjadi kado yang lebih berharga dari kemenangan lawan Pelita,” ujar Umuh.

Sebagai sebuah tim, selama ini alur cerita Maung Bandung dinikmati oleh bobotoh. Memori kemenangan Persib di final Liga Indonesia 1994/1995, sampai sekarang masih menjadi kenangan yang diharapkan bisa kembali terulang.

“Saya turut bahagia. Apalagi suasananya Persib baru saja memperoleh kemenangan dari Pelita Jaya. Akan lebih lengkap rasanya jika nanti bisa meraih hasil serupa saat menghadapi Persija Jakarta,” kata Pelatih Persib Daniel Roekito.

Manajer Persib, Umuh Muchtar menyatakan, setelah mendapatkan kado kemenangan atas Pelita 2-1 akhir pekan lalu. Ia berharap para pemain bisa memberikan kado kemenangan kedua yang menurutnya bakal terasa lebih spesial.

Bolaindo.com

1/24/2011

Wasit Dipukuli Penonton di Siliwangi Bandung

Kontroversi kembali mewarnai laga Liga Super Indonesia, kali ini di Stadion Siliwangi Bandung, Minggu, 23 Januari 2011. Keputusan wasit Najamudin Aspiran, wasit yang memimpin laga Persib Bandung melawan Arema FC, yang tidak memberikan waktu tambahan memicu protes keras dari pemain dan ofisial Persib.

Bahkan wasit asal Balikpapan itu sempat mendapatkan beberapa pukulan dan tendangan dari sejumlah bobotoh yang berhasil menerobos ke lapangan pada pertandingan yang berakhir 1-1 itu. Petugas yang mengawal akhirnya berhasil menghentikan aksi kekerasan dan menjaga Najamudin di area dalam stadion.

Keputusan Najamudin yang menghentikan pertandingan serta wasit keempat, Olehadi yang tak memberikan aba-aba ada atau tidak ada waktu tambahan meski selama babak kedua terjadi beberapa momen yang membuat pertandingan terhenti memang cukup membuat kubu Maung Bandung geram.

“Ya kita cukup mempertanyakan keputusannya. Padahal ada sejumlah kejadian yang seharusnya membuat wasit memberikan tambahan waktu,” kata Asisten Pelatih Robby Darwis.

Momen-momen yang dimaksud Robby itu di antaranya ketika wasit harus menghentikan pertandingan pada menit 67, saat Wildansyah tergelatak di tengah lapangan akibat terkena sikutan Muhammad Ridhuan yang akhirnya membuat wasit mengusir pemain sayap Arema asal Singapura itu.

Kejadian pada menit 67 itu, bisa dikatakan mengawali suasana panas di Stadion Siliwangi. Bobotoh yang tak puas oleh kepemimpinan wasit menumpahkan emosi mereka dengan merusak sejumlah fasilitas Stadion seperti papan A-board dan terlibat aksi saling kejar dan lempar dengan petugas keamanan.

Bahkan striker Persib Pablo Frances yang berusaha menenangkan massa bobotoh yang mengamuk pun sempat terlibat salah paham dengan petugas dan makin membuat suasana menjadi kacau. Pablo sempat dikejar sejumlah petugas keamanan yang mencoba meringkusnya karena dianggap telah melakukan tindakan yang tidak pantas kepada petugas berpakaian preman.

“Soal Pablo hanya salah paham, dia menyangka petugas tersebut adalah bobotoh,” jelas Robby.

Akibat kejadian tersebut, tersebut Persib terancam menjalani laga usiran saat kembali menjalani laga kandang berikutnya melawan Pelita Jaya Karawang, 6 Februari 2011.

Ancaman tersebut bukan tanpa dasar, seperti diungkapkan Kasgar Tap II Marsekal Madya Wahyudin yang juga menjabat sebagai Ketua Panpel Persib, selain rusaknya sejumlah fasilitas stadion Siliwangi, ia pesimis pihak Polresta Kota Bandung memberikan izin keamanan untuk laga Persib selanjutnya.

“Kalaupun masih bisa digelar di Stadion Siliwangi, mungkin akan dilaksanakan tanpa penonton. Kejadian malam ini sangat kami sesali,” terang Wahyudin.

sumber : vivanews.com
-----------------------------------------------------------------
This Blog is @2008-2011 MULTI ETNIS Outlet Production

jakmania-utankayu.blogspot.com
Persija ampe mati..
-----------------------------------------------------------------