Popular Posts
-
Sepekan sebelum Liga Super Indonesia (LSI) 2009/2010 digelar, Persija Jakarta belum juga mendapatkan kepastian home ground. Pasalnya, Stadio...
-
Persija Jakarta versi Bambang Sucipto yang tampil di Indonesian Premier League (IPL) memilih menjauh dari ibukota. Pilihan tersebut ditempu...
-
Partai Uji Coba 31 / 10 / 09 PERSIJA vs PERSITA Lap. Mabes TNI Cilangkap Persija.. Kebanggan Ibu Kota !!
3/20/2012
Djohar Arifin Tetap Legal Pimpin PSSI
Karena itu, dirinya menghimbau agar pemerintah mengakui kepengurusan PSSI yang dipimpin oleh Djohar Arifin dan kawan-kawan.
"Hanya ada satu PSSI yang merupakan induk olahraga sepak bola di Indonesia. Selama belum ada ketetapan lain dari FIFA, PSSI di bawah pimpinan Djohar Arifin Husin tetap sah ," kata Rudolf Yesayas, kepada para Bola.net, di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Selasa (20/3).
Menurut Rudolf, kewajiban pemerintah untuk hanya mengakui PSSI yang dipimpin oleh Djohar Arifin Husin karena telah dipilih sesuai aturan dan prosedural. Selain itu, FIFA sebagai federasi sepak bola tertinggi di dunia tidak mengenal organisasi selain PSSI.
"FIFA hanya memberikan mandatnya kepada PSSI di bawah pimpinan Djohar Arifin Husin. Karena itu, tidak benar jika ada pihak-pihak lain yang mengaku sebagai PSSI," tuturnya.
Pernyataan Rudolf tersebut, tidak lain menanggapi terpilihnya La Nyalla Mattalitti dan Rahim Soekasah selaku Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum melalui Kongres Luar Biasa (KLB) yang dihelat Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia , Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Minggu (18/3).
La Nyalla dan Rahim mengklaim telah dipilih oleh lebih dari setengah pemilik suara sah PSSI. Selain memilih keduanya, KLB-KPSI juga memilih sembilan anggota Komite Eksekutif (Exco). Diantaranya yakni Toni Aprilani, Erwin Dwi Budianto, Robertho Rouw, Zulfadli, Dzamal Aziz, Hardi Hasan, Ahmad Zaki Iskandar, Diza Ali dan La Siya
"Yang mengaku-aku sebagai anggota PSSI dan hadir di KLB KPSI sebagai voters, dipastikan tidak jelas asal usulnya. Misalnya saja, Pengurus Provinsi (Pengprov) PSSI asal Kalimantan Barat dan Pengurus Cabang (Pengcab) PSSI pontianak sebanyak 32 orang dan Pengprov PSSI Sulewesi Tenggara dihadiri 14 orang, ternyata jabatannya hanya sopir dan staf Pengprov. Tentunya, kualitas mereka sebagai voters sangat dipertanyakan keabsahannya," terangnya.
Bola.net
3/13/2012
PT LPIS Segera Gabungkan ISL-IPL
CEO PT LPIS, Widjajanto, mengaku bersikap legowo dengan mengedepankan opsi menggabungkan kompetisi Indonesian Premier League (IPL) dan Indonesia Super League (ISL).
"Idealnya, penggabungan kompetisi baru bisa terlaksana pada musim depan. Sekarang, biarkan kompetisi ini berjalan bersama. Kini, PT LPIS dan PSSI membuka pintu bagi semua pihak guna membangun formula yang tepat untuk kompetisi mendatang, termasuk membentuk pengelolanya," ungkap Widjajanto kepada Bola.net di kantor PSSI, Senayan, Jakarta.
PT LPIS, lanjut Widjajanto, sepakat agar kompetisi terus berjalan sampai akhir musim seraya menanti juara di masing-masing kompetisi, lalu akan diadu.
“Kami terus merangkul semua pihak untuk duduk bersama mencari format yang baik di masa depan. Kami tidak bolah melupakan pembinaan sepakbola indonesia, khususnya usia dini. Biarkan orang-orang yang memiliki kemampuan terbaik dan profesional agar mengelola kompetisi profesional," tutupnya.
Bola.net
3/06/2012
Sebelum Kalah 0-10, FIFA Sudah Ingatkan PSSI
FIFA melalui suratnya kepada Sekjen PSSI, Tri Gustoro, 16 Februari 2012 telah mengingatkan PSSI mengenai soal regulasi Piala Dunia 2014, utamanya pasal lima paragraf 4c, yakni menampilkan tim terbaik di semua laga. FIFA juga mengingatkan mengenai paragraf 4g mengenai penegakan fair play di setiap laga.
Namun PSSI justru membalas himbauan itu dengan menyatakan bahwa pemain-pemain yang bermain di ISL sudah dijatuhi sanksi sehingga dilarang memperkuat Tim Merah Putih saat bertemu Bahrain. Hal ini terungkap dalam balasan FIFA kepada VIVAbola, 24 Februari lalu.
"FIFA dan PSSI sudah berkomunikasi mengenai hal ini dan kami mencatat bahwa PSSI telah menghukum pemain-pemain yang berlaga di breakaway league untuk membela tim nasional," tulis FIFA menjawab pertanyaan mengenai nasib pemain ISL di Tim Merah Putih.
Qatar yang harus menghadapi Iran di laga terakhir kualifikasi Grup E juga sempat protes dengan keputusan PSSI merombak tim yang akan berhadapan dengan Bahrain. Namun PSSI bergeming dan tetap mengirimkan tim yang berbeda untuk menghadapi tuan rumah Bahrain.
Qatar sendiri punya kepentingan pada laga Bahrain vs Indonesia. sebab, bila Bahrain menang dengan selisih lebih dari 8 gol, maka Qatar yang menghuni posisi runner up Grup E dipastikan tidak lolos seandainya mereka juga kalah dari Iran di laga terakhir.
Kekhawatiran banyak pihak pun terbukti. Indonesia menyerah 0-10 oleh Bahrain. Ini merupakan kekalahan terburuk yang diderita timnas dalam kurun waktu 38 tahun terakhir. Namun Qatar tetap lolos ke babak berikutnya setelah imbang 1-1 lawan Iran.
Namun masalah kembali berlanjut karena FIFA memutuskan untuk melakukan investigasi terhadap duel Bahrain vs Indonesia. FIFA merasa janggal dengan skor kemenangan Bahrain vs Indonesia bila dibandingkan dengan rekor pertemuan kedua negara sebelumnya.
Vivanews.com
3/05/2012
Diminta SBY Introspeksi, Ini Jawaban PSSI
Menurut Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin imbauan ini tidak ditujukan kepada PSSI semata. Sebaliknya, Djohar beranggapan bahwa semua pihak juga harus menginstopeksi diri termasuk klub-klub yang masih berlaga di Liga Super Indonesia (ISL) 2011-12.
Pada kesempatan yang sama, Djohar juga menyindir kehadiran Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI). Menurut Djohar, hanya ada satu federasi sepak bola resmi di Indonesia, yakni PSSI.
"Jangan setiap ada kisruh bikin rumah lagi. Hanya satu federasi resmi yakni PSSI. Semua pihak harus berintospeksi termasuk klub-klub ISL agar semua pemain bisa masuk timnas," kata Djohar.
KPSI merupakan lembaga yang dibentuk anggota-anggota PSSI yang tidak setuju dengan kebijakan pengurus baru di bawah kendali Djohar Arifin. Mereka bahkan sudah melayangkan mosi tidak percaya kepada Djohar dan membentuk lembaga baru untuk mengambil alih fungsi PSSI. KPSI sendiri saat ini sedang bersiap-siap menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) untuk membentuk kepengutusan baru.
Sementara itu, SBY saat bertemu dengan wartawan di Istana Negara, siang tadi mengaku kecewa mendengar kekalahan timnas atas Bahrain. Meski tidak menyaksikan langsung pertandingan tersebut, SBY mendapat laporan bahwa tim tidak punya persiapan yang matang untuk menghadapi pertandingan tersebut. Selain itu, SBY juga mendapat laporan bahwa PSSI mempertanyakan kinerja wasit pada laga ini.
"Tim katanya tidak siap, ada perilaku wasit yang tidak baik. Silakan gunakan jalur FIFA. Kalo merasa keberatan, silakan," tegas SBY.
"Lakukan introspeksi mengapa (kita kalah telak) di Bahrain. Yang lainnya saya lihat bagus, luar biasa perjuangan anak-anak kita. Saya mendapat sms, tolong Pak SBY, pemerintah turun tangan."
Vivanews.com
http://bola.vivanews.com/news/read/293678-diminta-sby-introspeksi--ini-jawaban-pssi?utm_source=dlvr.it&utm_medium=facebook
3/02/2012
Timnas Dipermalukan, Djohar Diminta Mundur
Manajer PSMS Medan, Benny Tomasoa contohnya. Pria yang akrab disapa Bento itu menilai Djohar harus bertanggung jawab atas kekalahan 0-10 yang dialami tim Merah Putih dar Bahrain. Benny bahkan menyarankan agar Djohar kembali ke 'habitatnya', kampus.
Menurut Benny, sejak menjabat sebagai ketua umum PSSI, Djohar tidak menunjukkan niatnya untuk memajukan sepak bola nasional. Sebaliknya, mantan staf ahli Menpora itu menurutnya lebih banyak memicu perpecahan di kalangan stake holder sepak bola.
"Jadi dari pada lebih parah lagi Djohar sebaiknya menyerahkan posisinya itu kepada orang yang benar-benar punya kemampuan untuk membentuk tim nasional yang baik dan mampu menyatukan kalangan pesepakbola di Indonesia," kata Benny saat dihubungi VIVAbola.
Hal senada diungkapkan pejabat KONI Medan, Azam Nasution. Menurutnya sebagai tokoh berpendidikan, Djohar seharusnya pintar memposisikan dirinya sebagai ketua umum PSSI. Menurutnya, Djohar yang juga berasal dari Medan sebaiknya legowo untuk mundur.
"Djohar kan seorang pengajar dengan predikat profesor, jadi dia harus sadar dengan posisinya itu bukan ngotot untuk tetap menjadi ketua umum PSSI," kata Azam.
"Seharusnya dia sadar sudah begitu banyak memintanya untuk mundur karena itu lebih baik dan menginjak usianya sekarang lebih memfokuskan diri sebagai pengajar. Itu adalah habitatnya.”
Kekalahan 0-10 atas Bahrain merupakan momen terburuk dalam sejarah sepak bola Indonesia. Kekalahan terburuk timnas sebelumnya adalah saat dibantai Denmark 0-9 pada sebuah laga persahabatan yang digelar di Copenhagen, 1974 lalu.
"Bila kekalahan yang paling besar yang diterima Indonesian ini tidak membuatnya sadar tidak punya kemampuan, maka paling tepat adalah dilakukannya Kongres Luar Biasa (KLB),” tambah Azam.
Vivanews.com
2/23/2012
Ahmad Riyadh Bulat Tinggalkan PSSI
Dalam jumpa pers di kantor PSSI sore tadi, Djohar mengatakan pihaknya menolak keputusan pengunduran diri Ahmad Riyadh. Alasannya, PSSI masih membutuhkan tenaga Riyadh. Djohar bahkan mengaku, PSSI telah berbicara dengan Riyadh, dan pengacara tersebut bersedia kembali bergabung.
"Soal saya mundur, kenapa dia harus menolak? Saya kira dia belum baca surat saya. Mungkin surat pengunduran diri saya belum sampai ke dia. Saya kemarin serahkan lewat sekjen PSSI. Yang pasti niat saya sudah bulat. Saya lebih baik mengurus klub dan SSB saja," kata Riyadh saat dihubungi, Rabu 22 Februari 2012.
Kepada VIVAbola, Riyadh mengaku memilih mengundurkan diri dari PSSI lantaran sudah tidak tahan dengan semerawutnya konflik sepakbola nasional. Terlepas dari itu semua, keputusannya untuk mundur juga didasari kekecewaanya terhadap kebijakan PSSI terkait Kongres Tahunan yang bakal digelar.
"Saya mau istirahat dulu. Saya tetap mundur dan menolak tawaran kembali ke PSSI. Tidak enjoy kerja di wilayah konflik," ujar Riyadh menambahkan.
Keputusan tersebut menurut Riyadh dinilainya merupakan jalan terbaik yang harus dilakukannya dalam kondisi PSSI yang seperti sekarang. Riyadh sendiri mengatakan, pilihannya untuk tetap berada di luar arena konflik merupakan salah satu sikap yang harus dihormati siapapun, termasuk oleh PSSI.
Riyadh sebelumnya telah mengirimkan surat pengunduran diri kepada Ketua Umum PSSI pada 21 Februari 2012 kemarin. Sebelum Riyadh, Ketua Badan Liga Indonesia (BLI), Harbiansyah Hanafiah, yang juga merupakan pentolan Kelompok 78, juga memilih mundur dari kepengurusan PSSI.
"Sepakbola ini kan seharusnya mencari teman, bukan mencari musuh. Kalau suasananya sudah kondisif lagi, saya siap kembali mengabdi untuk sepakbola Indonesia. Sungguh tidak enjoy bekerja di arena konflik seperti ini," tegas Riyadh.
Vivanews.com
2/07/2012
KPSI: Semua Pemain Berhak Perkuat Timnas
Ketua KPSI, Toniy Apriliani menyatakan semua pemain sepakbola yang berwarganegara Indonesia berhak menjadi pemain timnas. Ia bahkan mengklaim mendapatkan dukungan Menpora terkait hal tersebut.
Semua pemain mempunyai kesempatan yang sama untuk memperkuat timnas. Menpora juga mendukung. Jadi kami akan mengupayakannya," ujar Tony.
Seperti yang diketahui, saat ini PSSI melarang pemain ISL memperkuat timnas dan hanya memanggil pemain-pemain yang tampil di kompetisi Indonesian Premier League (IPL) guna memperkuat timnas di semua level usia yaitu timnas U-21, U-23 dan timnas senior.
Tony menilai pelarangan tersebut tidak berdasar, apalagi Malaysia masih tetap memanggil Safee Sali untuk memperkuat timnas mereka meskipun dia berstatus pemain Pelita Jaya yang berkompetisi di ISL.
"Seperti FAM (federasi sepak bola Malaysia) memanggil Safee Sali yang saat ini bermain di Pelita Jaya. Berarti tetap bisa memperkuat timnas. Yang jelas tidak ada kata terlambat bagi PSSI untuk memanggil pemain ISL," katanya.
Goal.com
1/17/2012
Bambang Pamungkas: PSSI Mencederai Hakikat Kompetisi
Melalui laman pribadinya Bambang mengungkapkan, dirinya sempat berharap terjadi perubahan sepakbola nasional menuju arah yang lebih baik setelah tumbangnya kepengurusan Nurdin Halid. Namun seiring berjalannya waktu, berbagai keputusan PSSI, terutama terkait kompetisi, membuat sepakbola nasional kembali menjadi tidak kondusif.“Saya sangat setuju dengan reformasi di tubuh PSSI ketika itu. Tapi mari kita lakukan reformasi tersebut sesuai dengan koridor-koridor yang berlaku,” tulis Bambang.
Ditambahkan Bepe, sapaan Bambang, titik awal permasalahan muncul ketika berkaitan dengan kompetisi. Berawal dari jumlah kontestan yang mencapai 36 tim dengan sistem dua wilayah, kemudian dikurangi menjadi 24 tim memakai format satu wilayah.
Kondisi makin diperparah dengan proses verifikasi seadaanya, serta penyusunan jadwal yang amburadul. Akibatnya, situasi itu membuat tim-tim peserta merasa tidak puas atas kinerja penyelenggara kompetisi yang baru, dalam hal ini PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS).
“Disinilah menurut saya titik awal permasalahan yang sebenarnya. Setelah proses reformasi yang berjalan dengan sedemikian baiknya, maka tahap selanjutnya yang paling krusial adalah segera menjalankan roda kompetisi dengan baik, dan di sini lah bola salju itu mulai bergulir,” tambah Bepe.
“Hal tersebut diperparah dengan bersikerasnya PSSI memasukkan nama enam tim ke kasta tertinggi kompetisi di Indonesia. Tim-tim tersebut adalah Persibo Bojonegoro, PSM Makassar, Persebaya Surabaya, Persema Malang, PSMS dan Bontang FC.”
Menurut Bepe, semangat dan hakikat kompetisi adalah membuat sebuah iklim persaingan positif yang pada akhirnya akan menghasilkan siapa terbaik, pantas bertahan dan harus rela turun kasta.
“Menurut saya ini adalah pedoman dasar. Karena, tanpa menghasilkan tim juara, tim yang mampu bertahan dan tim yang harus terdegradasi, maka tensi dan kualitas kompetisi akan datar-datar saja dan tidak menarik sama sekali,” ucap Bepe.
“PSSI jelas mencederai hakikat dan semangat kompetisi. Karena di belahan dunia manapun, tidak ada sebuah tim promosi ke kasta tertinggi hanya berdasarkan catatan sejarah kebesaran klub tersebut, apalagi tim yang berstatus tim degradasi terbaik.”
“Jika tim yang berhasil bertahan setelah melalui tahapan play-off, mungkin masih dapat diterima. Tapi sebagai tim degradasi terbaik, tentu hal ini juga akan sangat sulit untuk diterima akal sehat.”
Goal.com
1/15/2012
Menpora: Pemerintah Tak Setujui KLB PSSI
"Pemerintah tidak sepakat dengan kongres luar biasa karena kami fokus pada pembinaan dan jangan sampai semuanya terjebak pada struktur pengurus yang berpolemik," ujar Andi Mallarangeng di kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Sabtu.
Ia mengatakan, pemerintah sudah lama mengurusi kepengurusan PSSI, maka dari itu dirinya menegaskan akan fokus pada pembinaan kepemudaan dan atlet-atlet yang meng harumkan nama bangsa ini.
Salah satu upaya yang ditempuh untuk menyelesaikan polemik di tubuh PSSI yakni dengan cara melakukan arbitrase.
Upaya itu dilakukan sesuai dengan Undang Undang Keolahragaan serta Sistem Keolahragaan Indonesia yakni arbitrase. Langkah tersebut ditempuh jika mediasi tidak kunjung membuahkan hasil.
"Biarlah kalau ada masalah di antara pengurus, itu diselesaikan lewat arbitrase sehingga kita fokus pada urusan olahraganya, sepak bolanya dan atletnya. Ini sesuai dengan Undang Undang Keolahragaan serta Sistem Keolahragaan Nasional (KSN)," katanya.
Dalam mekanisme arbitrase itu, lanjut Menpora, akan diketahui siapa yang salah dan siapa yang benar. Jika memang nanti ada kebijakan-kebijakan yang dianggap tidak memuaskan PSSI pasti akan diketahui dalam mekanisme arbitrase itu dan juga akan ada putusan-putusan yang mengikat dan harus diterima seluruh yang bertikai.
Sebelumnya, KPSI mencanangkan Kongres Luar Biasa PSSI pada 6 Maret 2012 dengan membawa permasalahan itu ke Komisi X DPR. Kalangan DPR sendiri menyampaikan kekhawatirannya terhadap kemungkinan konflik sepak bola dibawa ke wilayah politik.
Bola.net
1/05/2012
Kisruh Tak Kunjung Usai, KONI Segera Bertemu PSSI
Ketua Umum KONI Tono Suratman mengatakan permasalahan yang terjadi di PSSI bisa diselesaikan jika semuanya patuh pada aturan (statuta) yang telah ada.
"Besok, Kamis (05/1), kami akan melakukan pertemuan dengan PSSI untuk membahas kondisi terakhir yang terjadi," katanya di sela persiapan Olimpiade 2012 di Kantor Kemenpora Jakarta.
Pihaknya menegaskan, PSSI saat ini bukanlah terjadi kisruh. Yang terjadi saat ini hanyalah kisruh dalam menjalankan program yang telah ditetapkan. Untuk itu KONI akan berusaha atau memediasi antara PSSI dengan pihaknya yang saat ini kurang mendukung kebijakan yang ada.
Menurut dia, KONI sangat tidak setuju dengan mosi tidak percaya yang diajukan oleh Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) yang merupakan bentukan anggota PSSI dalam Rapat Akbar Sepak Bola Nasional (RASN) beberapa waktu lalu.
"Semua itu ada mekanismenya. Dalam organisasi, keputusan tertinggi itu ada pada kongres," kata pria yang saat ini masih menjabat sebagai Komandan Satlak Prima itu.
Ia menjelaskan, jika melalui mekanisme kongres tidak bisa diselesaikan pihaknya menyarankan untuk membawa permasalahan yang ada ke pengadilan arbitrase atau CAS.
Hanya saja, kata dia, KONI selaku induk organisasi olahraga di Indonesia akan berusaha semaksimal mungkin agar permasalahan yang ada bisa secepatnya dilakukan. Bahkan KONI juga telah melakukan pertemuan dengan KPSI.
Dengan adanya kemelut dalam tubuh PSSI, persepakbolaan Indonesia terpecah menjadi dua termasuk dengan kompetisi tertinggi di Tanah Air. Jika permasalahan ini tidak segera diselesaikan pada terancam sanksi dan FIFA.
Bola.net
1/04/2012
Dahlan Iskan Soal Pencalonan Dirinya Jadi Ketum PSSI
"Belum dengar aku, belum dengar," sahut Dahlan Iskan saat ditanya soal kabar dirinya dimajukan oleh Pengprov Jawa Timur sebagai ketua umum PSSI.
"Begini, rasanya tidak mungkin kalau tidak diizinkan presiden. Tidak mungkinlah, artinya untuk jabatan ketua umum PSSI harus ada izin dari presiden, harus ada tugas dari presiden untuk saya karena saya kan menteri yang tugasnya di bidang yang berat sehingga tidak mungkin menyatakan menerima tanpa ada ijin dari presiden," papar dia.
Saat didesak wartawan soal kesediaan dirinya untuk dicalonkan, Dahlan tak menutup peluang tersebut. Namun dia punya syarat yang harus dipenuhi jika dirinya benar-benar duduk sebagai ketum PSSI.
"Mmhhhhh aku nggak bisa ngomong sama sekali. Juga ada syarat yang sangat khusus dan belum tentu mereka setuju. Misalnya pengurus PSSI semuanya harus di bawah umur 45, belum tentu mereka setuju."
"Kenapa di bawah 45? Supaya generasi yang konflik ini tidak terlibat lagi, tidak akan berlarut-larut terus. Ini kan sudah terlalu mendarah mendaging dan jangan dianggap enteng loh. Generasi baru di PSSI di sepakbola ini yang di bawah 45 tahun ini banyak yang bagus, termasuk untuk jd pengurus."
Detik.com
1/03/2012
KPSI & PSSI Berkantor di Gelora Bung Karno
Sebelumnya Anggota Komite Eksekutif PSSI, Roberto Rouw, mengatakan, KPSI akan mengambil alih kantor PSSI mulai Senin, 2 Januari 2012. Namun hal ini diklarifikasi oleh Toni.
"Siapa yang bilang begitu? Saya enggak pernah bilang seperti itu. Yang benar kami berkantor di wilayah di sekitar PSSI. Semua sudah siap," ujar Toni saat dihubungi wartawan.
KPSI sendiri rencananya mulai berkantor di Senayan hari ini. Selanjutnya, KPSI akan bekerja sesuai agenda, yakni mengambil alih peranan dan tugas PSSI sembari mempersiapkan digelarnya Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Surabaya, 6 Maret nanti.
Menurut Toni, pihaknya segera menjalankan roda organisasi sesuai amanat mayoritas anggota PSSI. Seperti diketahui, sebanyak 452 dari total 583 anggota PSSI, baik dari klub maupun Pengprov sepakat untuk mencabut mandat mereka dari kepengurusan PSSI Djohar Arifin Husin, dan menyerahkannya pada KPSI.
Setelah kepengurusan saat ini demisioner, KPSI sebagai pengganti sementara kepengurusan PSSI akan mempersiapkan Kongres Tahunan PSSI pada 21 Januari mendatang di Bandung, Jawa Barat. Agenda pokok kongres tersebut adalah memilih Komite Pemilihan, serta Komite Banding Pemilihan.
Sementara itu, puluhan orang berkaos hitam sudah terlihat berjaga di kantor PSSI sejak pagi tadi. Mereka mengaku berasal dari Tanah Abang. Pada baju yang dikenakan tertulis SATGAS
"Kami dari Tanah Abang. Ini semua anak-anak dari Tanah Abang. Kami pernah jaga di sini sebelum tahun baru dan sekarang diminta jaga di sini lagi. Belum tahu sampai kapan," ujar salah seorang di antaranya saat ditemui VIVAnews.
Vivanews.com
1/02/2012
KPSI Segera Tuntaskan Dualisme Persija
"Penyelesaian persoalan klub-klub itu memang menjadi konsen kami di KPSI. Saya sendiri menganggap persoalan dualisme di klub ini timbul lantaran hilangnya rasa keadilan dan kejujuran. Misalnya Persija, kita semua tahu Persija mana yang sejak tahun-tahun sebelumnya main di liga. Sekarang tiba-tiba ada Persija baru, dan itu yang dianggap sah. Ini kan aneh," ujar Tony, Minggu 1 Januari 2011.
Senada dengan Tony, anggota KPSI yang juga Ketua Pengprov PSSI DKI Jakarta, Hardi Hasan juga bertekad untuk segera menuntaskan persoalan tersebut. Hardi mengatakan, KPSI dalam kerangka pembentukannya adalah untuk meluruskan PSSI dari segala sesuatu yang dirasa melenceng akibat kepengurusan Djohar Arifin Husin.
"Soal Persija, kami akan kembalikan sesuai semula, menyerahkan pada kubu yang paling berhak. Persija yang ada Bambang Pamungkas, itu yang seharusnya diakui, bukan yang lain. Adanya pengakuan Persija lain tentu mencederai seluruh warga Jakarta. Kedepan, kami akan kembalikan kepada yang berhak," ujar Hardi.
Hardi menambahkan, kerangka berpikir KPSI saat ini adalah mengacu pada amanat Kongres PSSI Bali, dan akan membuat seluruhnya dikembalikan pada aturan. "Start awal adalah Kongres di Bali. Saat itu sudah jelas klubnya mana saja. Termasuk Persija yang mana yang ikut dalam kongres itu," tutupnya.
Perpecahan di tubuh Macan Kemayoran dipicu oleh dualisme kepemilikan yang muncul saat pendaftaran peserta liga level satu yang digelar PSSI beberapa waktu lalu. Saat itu ada dua kubu yang mengklaim sebagai pengelola sah Macan Kemayoran. Masing-masing adalah PT Persija Jaya Jakarta dan PT Persija Jaya. Belakangan PSSI memenangkan PT Persija Jaya.
PT Persija Jaya lalu membentuk tim yang berlaga di IPL. Sedangkan tim yang dikelola PT Persija Jaya Jakarta tetap dihuni sebagian besar pemain yang musim lalu memperkuat Persija, ikonnya Bambang Pamungkas. Dukungan fans Persija yang akrab disebut The Jakmania juga mengalir kepada tim ini. Dualisme kepemilikan ini kini bahkan sudah merambah ke ranah hukum.
Vivanews.com
12/31/2011
KPSI Sudah Sampaikan Mosi Tak Percaya ke FIFA dan AFC
"Secara lisan kami memang sudah menyampaikan amanat mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Djohar Arifin ke FIFA dan AFC. Saat ini kami tinggal mengirim berkas resminya. Paling lambat Minggu depan sudah kita kirim," jelas Toni, seperti dikutip Tribunnews, Jumat (30/12/2011).
Toni menyatakan, pihaknya sangat yakin dapat menjalankan amanat para pemilik suara di PSSI. Dia juga yakin kongres tahunan PSSI yang akan digelar di Kota bandung, sesuai hasil rapat KPSI, akan berjalan lancar.
"Sudah disepakati kongres tahunan digelar di Bandung pada 21 Januari 2012 nanti. Dan saya sendiri yang akan mengomandoi penyelenggaraan kongres itu. Saat ini kita masih dalam tahap persiapan," ujarnya.
Kompas.com
Djohar Tetap Yakin Kepemimpinannya Tetap Diakui FIFA-AFC
"Jangan kacaukan keadaan. Semua harus berpikir untuk kepentingan bangsa. Kita harus berusaha agar bagaimana tetap berada dalam barisan FIFA maupun AFC. Jangan hanya ingin merebut kedudukan, 'Merah Putih' dikorbankan," kata Djohar dikutip dari Humas PSSI.
Menurut Djohar, pihaknya tidak begitu gusar dengan adanya "kudeta" yang dilancarkan Kelompok Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI), terhadap kepemimpinannya di induk organisasi sepak bola nasional.
Djohar yang saat ini tengah pulang kampung di Medan, dalam rangka liburan tahun baru, meminta kepada semua pihak tidak bertindak gegabah, yang nantinya justru berbuntut pada sanksi yang dijatuhkan untuk sepak bola Indonesia.
Sebagai sebuah organisasi, menurut Djohar, PSSI punya aturan main tersendiri yang wajib dipatuhi semua pihak. Apalagi, saat ini FIFA maupun AFC baru saja memerintahkan agar semua kompetisi harus di bawah kendali PSSI "Kita sedang berupaya agar klub di luar kompetisi resmi bisa ikut kompetisi PSSI. Selain itu, timnas kita bisa utuh seperti semula dan bukan sebaliknya," katanya.
Bola.net
12/30/2011
PT Liga Indonesia Mau Gugat PSSI
CEO PT LI Joko Driyono mengungkapkan, gugatan ini masuk ke dalam sengketa bisnis. Gugatan itu dilakukan, karena PSSI sengaja menghadang langkah mereka untuk mengurus proses pengalihan saham.“Kami tidak bisa mengurus dokumen penyerahan saham ke Depkumham, karena PSSI ternyata telah me-lock di sana, yang menyatakan tidak mengakui PT Liga Indonesia. Itu masalahnya. Di sini ada sengketa bisnis, tidak terkait dengan keolahragaan,” ujar Joko.
“PT Liga Indonesia berjalan mengacu kepada dua referensi, yakni perusahaan profesional, dan mengutamakan fungsi bisnis. Jadi, ada masalah bisnis di sini. Kami akan mengajukan gugatan ke pengadilan negeri.”
Ditambahkan, pada 2 Maret lalu, PSSI sebetulnya sudah melepaskan 99 persen saham ke klub-klub melalui rapat umum pemegang saham (RUPS). Hanya saja, mengingat kompetisi belum selesai, maka penyerahan saham ini tidak bisa dilakukan.
“Menjelang penyerahan saham, kami ingin melakukan pembicaraan dengan [wakil ketua umum PSSI] Farid Rahmad, tapi tidak pernah mendapatkan tanggapan. Tapi sekarang mereka malah me-lock di Depkumham,” ungkap Joko.
Goal.com
12/29/2011
KPSI Bentuk Komdis-Komding, Tunjuk Sekjen dan Ketua BLAI
"KPSI mengangkat sekjen yang bersifat profesional, Hinca Panjaitan. Kami akan bayar, kami kontrak, dan paling tidak bisa menyelesaikan permasalahan administrasi internal dan federasi-federasi lain di negara lain, termasuk ke instansi di negara kita, KONI/KOI, dan Menpora," ujar Tony.
Selain mengangkat sekjen, KPSI juga membentuk Komite Disiplin dan Komite Banding. Komdis akan diketuai oleh Alfred Simanjuntak dan beranggotakan Gusti Randa, Mahfudin Nigara, Viktor Sitanggang, dan Abidin. Sementara Komding akan diketuai oleh Irjen Erwin Tobing dan beranggotakan Syarifudin Suding, Ateri Dahlan, dan Ramli Ibrahim. KPSI juga menentukan Ketua Badan Liga Amatir Indonesia. Ketua Pengurus Provinsi Riau, Indra Mukhlis, disepakati anggota KPSI untuk menduduki posisi tersebut.
"Beliau akan mengurusi liga amatir yang selama ini kurang mendapatkan perhatian," ujar Tony.
Berikut hasil rapat KPSI, Rabu (28/12/2011):
1. Mengangkat Hinca Panjaitan sebagai Sekjen KPSI.
2. Membentuk Komisi Disiplin dengan susunan personel: Alfred Simanjuntak sebagai ketua dan Gusti Randa, M Nigara, Viktor Sitanggang, serta Abidin sebagai anggota.
3. Membentuk Komite Banding dengan susunan personel: Erwin Tobing selaku ketua dan Syarifudin Suding, Ateri Dahlan, serta Ramli Ibrahim sebagai anggotanya.
4. Kongres tahunan dilaksanakan pada 21 Januari 2012 di Bandung, Jawa Barat.
5. Kongres Luar Biasa (KLB) dilaksanakan pada 6 Maret 2012 di Surabaya, Jawa Timur.
6. Dokumen RASN dikirim ke AFC dan FIFA pada 29 Desember 2011.
7. Mengangkat Ketua Pengprov Riau Indra Mukhlis sebagai Ketua BLAI..
Kompas.com
KLB PSSI Digelar 6 Maret 2012
Menurut Ketua KPSI, Tony Apriliani, pihaknya akan segera menjalankan roda organisasi PSSI setelah diberi amanat oleh 452 anggota PSSI dalam pertemuan di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu 28 Desember 2011. Sebanyak 452 anggota PSSI, baik dari klub maupun Pengprov, sepakat untuk mencabut mandat kepengurusan PSSI di bawah pimpinan Djohar Arifin Husin.
KPSI sebagai pengganti sementara kepengurusan PSSI akan menyiapkan sejumlah agenda, hingga sebelum KLB digelar. Rencananya KPSI akan menggelar Kongres Tahunan PSSI pada 21 Januari 2012 mendatang. Agenda pokok kongres tersebut adalah memilih Komite Pemilihan, serta Komite Banding Pemilihan.
"Tanggal 21 Januari 2012 kami akan menggelar Kongres Tahunan. Agenda utamanya adalah menentukan Komite Pemilihan dan Komite Banding. Rencananya, kongres akan dilaksanakan di Bandung," ujar Tony usai pertemuan di Hotel Sultan.
Setelah Kongres Tahunan, KLB dijadwalkan digelar 6 Maret 2012 di Surabaya, Jawa Timur. Menurut Tony, dari 452 anggota PSSi yang mencabut mandat kepengurusan Djohar, 76 anggota di antaranya merupakan pemilik suara sah PSSI.
Tony menilai langkah untuk menggelar KLB ini dilakukan setelah PSSI kepengurusan Djohar tidak menggubris aspirasi anggotanya yang dilakukan dalam Rapat Akbar Sepakbola Nasional (RASN).
"Pada 23 Desember kemarin, kami sudah sampaikan aspirasi kami. Kami hanya ingin tanggapan mereka. Tapi, ternyata sampai saat ini mereka tidak pernah mau mendengar anggotanya sendiri. Mereka sering bilang, mari bicara, kembali ke rumah dan lainnya. Tapi, telepon mereka semua dimatikan saat kami ingin ajak bicara," beber Tony.
Tony menambahkan, upaya berkomunikasi dengan PSSI juga terus dilakukan hingga sebelum ketuk palu penyerahan mandat dari mayoritas anggota PSSI kepada KPSI. Menurut Tony, seluruh pembesar PSSI saat ini justru terkesan lari dari persoalan.
"Kami mencoba berkomunikasi dengan mereka yang katanya ingin mengajak rekonsiliasi. Tapi, ternyata tidak ada tanggapan sama sekali dari PSSI. Saya coba telepon Sekjen PSSI (Tri Goestoro), tapi tidak diangkat. Lalu saya telepon lagi, ternyata nomornya sudah dimatikan," paparnya.
"Saya juga hubungi Direktur Organisasi PSSI, teleponnya mati juga. Bahkan nomor Ketua Umum PSSI (Djohar Arifin) juga mati. Jika kondisinya sudah seperti itu, kami kemudian sepakat untuk menganggap mereka tidak lagi kredibel sebagai pengurus PSSI. Anggota PSSI sudah tidak lagi mengakui mereka," tutup Tony.
Vivanews.
12/27/2011
PSSI Resmi Pecat Empat Anggota Exco
Keempat anggota Exco yang dinilai telah melakukan pelanggaran oleh Komite Etik itu adalah La Nyalla Mattalitti, Erwin Dwi Budiawan, Roberto Rouw dan Tony Apriliani.
"Saya mendapatkan telepon dari Ketua Umum dan Ketua Komite Etik PSSI untuk mengumumkan hasil keputusan ini," kata Juru Bicara PSSI, Edi Elison .
Menurut dia, berdasarkan catatan yang dimiliki, keempat anggota Exco itu dinilai telah melanggar statuta PSSI pasal 36 dan 42. Selain itu dinilai telah melanggar Kode Etik Fair Play PSSI pasal 6, 9, 12 dan 18.
Adapun dasar untuk memutuskan sanksi bagi keempat anggota Exco PSSI periode 2011-2015 adalah Statuta PSSI, Kode Etik Fair Play PSSI, Statuta FIFA, Kode Etik FIFA, serta Surat Keputusan (SK) KONI tentang pengangkatan pengurus PSSI.
"Sesuai catatan saya, mereka selain dihentikan dari Exco juga dihentikan dari semua aktifitas sepak bola Indonesia secara permanen. Keputusan ini berlaku sejak ditetapkan," katanya menambahkan.
Meski membacakan SK dari Komite Etik PSSI, juru bicara PSSI yang didampingi oleh Direktur Media Tomy Arif tidak bisa menunjukkan SK pemberhentian keempat anggota EXCO yang ditandatangani oleh Todung Mulya Lubis bersama enam anggota lainnya.
"Saya disini hanya membacakan. Jadi tidak ada tanya jawab," kata Edi Elison ketika ditanya berapa lama sanksi itu diberlakukan.
Keempat anggota EXCO PSSI berdasarkan SK Komite Etik nomor 001/PTS/M-KE-PSSI/12/2011 diharuskan melakukan minta maaf kepada PSSI, AFC dan FIFA dalam waktu 2X24 jam per tanggal 19 Desember lalu. Hanya saja hingga waktu yang ditetapkan keempatnya tidak melakukan minta maaf.
Bola.net
This Blog is @2008-2011 MULTI ETNIS Outlet Production
jakmania-utankayu.blogspot.com
Persija ampe mati..
-----------------------------------------------------------------