Popular Posts
-
Sepekan sebelum Liga Super Indonesia (LSI) 2009/2010 digelar, Persija Jakarta belum juga mendapatkan kepastian home ground. Pasalnya, Stadio...
-
Persija Jakarta versi Bambang Sucipto yang tampil di Indonesian Premier League (IPL) memilih menjauh dari ibukota. Pilihan tersebut ditempu...
-
Partai Uji Coba 31 / 10 / 09 PERSIJA vs PERSITA Lap. Mabes TNI Cilangkap Persija.. Kebanggan Ibu Kota !!
3/12/2012
Laga PSMS Vs Persija Diundur
Semula laga PSMS melawan Persija akan digelar pada 29 Maret, atau tiga hari setelah tim berjuluk Ayam Kinantan tersebut menjamu PSPS Pekanbaru di Stadion Teladan. Perubahan ini dilakukan karena dua laga kandang terakhir PSMS di putaran pertama ISL akan disiarkan langsung oleh ANTV.
"Jadi melawan PSPS akan dilaksanakan tetap tanggal 26 Maret, dan melawan Persija mundur sehari dari jadwal tanggal sebelumnya, tanggal 29. Diundur menjadi tanggal 30 Maret," ujar Manajer PSMS, Benny Tomasoa.
Biasanya laga kandang PSMS dilakukan malam hari jika tidak disiarkan langsung. Dengan demikian, pertandingan melawan PSPS dan Persija akan digelar sore hari.
Kepastian perubahan jadwal tersebut juga diutarakan Produser Eksekutif Sports ANTV Asdedy Mansyur. "Kedua laga kandang PSMS sudah pasti disiarkan live. Laga PSMS lawan PSPS 26 Maret dan kick-off jam 15.30 WIB. Sedangkan, PSMS lawan Persija 30 Maret, kick-off jam 16.00 WIB," papar Asdedy.
PSMS sendiri saat ini berada di peringkat 13 klasemen sementara ISL. Osas Saha dan kawan-kawan mendulang 17 poin dari 15 laga.
Vivanews.com
3/11/2012
FA Ingin Teknologi Garis Gawang Segera Digunakan
Hal tersebut kembali terjadi pada laga Bolton kontra Queens Park Ranger, Sabtu (10/3/2012). Pada laga tersebut, sundulan pemain QPR, Clint Hill sudah jelas melewati garis gawang. Namun hakim garis tidak menyatakannya sebagai gol.
Insiden-insiden tersebut membuat Asosiasi Sepak bola Inggris (FA) menginginkan teknologi garis gawang cepat digunakan, demi menghindari hal-hal seperti itu.
"Minggu lalu kami sudah bertemu dengan Asosiasi Petinggi Sepak bola Internasional (IFAB) untuk meminta agar teknologi garis gawang dapat mulai digunakan secepatnya," ungkap mereka.
FA sendiri mengaku sudah mendukung program tersebut sejak beberapa tahun lalu. Namun hingga sekarang, belum ada realisasinya.
"Kami akan terus berupaya agar teknologi ini dapat dipakai. Teknologi ini telah dites pada awal tahun ini. Kami berharap IFAB mau menggunakan teknologi ini, demi sepak bola yang lebih baik," pungkas mereka.
Vivanews.com
3/09/2012
Stadion Gelora Bung Karno Akan Diubah Demi Konser Lady Gaga
"Nanti akan seperti kastil, bukan stage biasa, karena ini memang bukan konser biasa," ujar Presiden Direktur Big Daddy, promotor konser tersebut, dalam jumpa pers di kawasan Senayan, Jakarta, Kamis (8/3/2012).
Kompas.com
3/06/2012
Sebelum Kalah 0-10, FIFA Sudah Ingatkan PSSI
FIFA melalui suratnya kepada Sekjen PSSI, Tri Gustoro, 16 Februari 2012 telah mengingatkan PSSI mengenai soal regulasi Piala Dunia 2014, utamanya pasal lima paragraf 4c, yakni menampilkan tim terbaik di semua laga. FIFA juga mengingatkan mengenai paragraf 4g mengenai penegakan fair play di setiap laga.
Namun PSSI justru membalas himbauan itu dengan menyatakan bahwa pemain-pemain yang bermain di ISL sudah dijatuhi sanksi sehingga dilarang memperkuat Tim Merah Putih saat bertemu Bahrain. Hal ini terungkap dalam balasan FIFA kepada VIVAbola, 24 Februari lalu.
"FIFA dan PSSI sudah berkomunikasi mengenai hal ini dan kami mencatat bahwa PSSI telah menghukum pemain-pemain yang berlaga di breakaway league untuk membela tim nasional," tulis FIFA menjawab pertanyaan mengenai nasib pemain ISL di Tim Merah Putih.
Qatar yang harus menghadapi Iran di laga terakhir kualifikasi Grup E juga sempat protes dengan keputusan PSSI merombak tim yang akan berhadapan dengan Bahrain. Namun PSSI bergeming dan tetap mengirimkan tim yang berbeda untuk menghadapi tuan rumah Bahrain.
Qatar sendiri punya kepentingan pada laga Bahrain vs Indonesia. sebab, bila Bahrain menang dengan selisih lebih dari 8 gol, maka Qatar yang menghuni posisi runner up Grup E dipastikan tidak lolos seandainya mereka juga kalah dari Iran di laga terakhir.
Kekhawatiran banyak pihak pun terbukti. Indonesia menyerah 0-10 oleh Bahrain. Ini merupakan kekalahan terburuk yang diderita timnas dalam kurun waktu 38 tahun terakhir. Namun Qatar tetap lolos ke babak berikutnya setelah imbang 1-1 lawan Iran.
Namun masalah kembali berlanjut karena FIFA memutuskan untuk melakukan investigasi terhadap duel Bahrain vs Indonesia. FIFA merasa janggal dengan skor kemenangan Bahrain vs Indonesia bila dibandingkan dengan rekor pertemuan kedua negara sebelumnya.
Vivanews.com
3/05/2012
Diminta SBY Introspeksi, Ini Jawaban PSSI
Menurut Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin imbauan ini tidak ditujukan kepada PSSI semata. Sebaliknya, Djohar beranggapan bahwa semua pihak juga harus menginstopeksi diri termasuk klub-klub yang masih berlaga di Liga Super Indonesia (ISL) 2011-12.
Pada kesempatan yang sama, Djohar juga menyindir kehadiran Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI). Menurut Djohar, hanya ada satu federasi sepak bola resmi di Indonesia, yakni PSSI.
"Jangan setiap ada kisruh bikin rumah lagi. Hanya satu federasi resmi yakni PSSI. Semua pihak harus berintospeksi termasuk klub-klub ISL agar semua pemain bisa masuk timnas," kata Djohar.
KPSI merupakan lembaga yang dibentuk anggota-anggota PSSI yang tidak setuju dengan kebijakan pengurus baru di bawah kendali Djohar Arifin. Mereka bahkan sudah melayangkan mosi tidak percaya kepada Djohar dan membentuk lembaga baru untuk mengambil alih fungsi PSSI. KPSI sendiri saat ini sedang bersiap-siap menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) untuk membentuk kepengutusan baru.
Sementara itu, SBY saat bertemu dengan wartawan di Istana Negara, siang tadi mengaku kecewa mendengar kekalahan timnas atas Bahrain. Meski tidak menyaksikan langsung pertandingan tersebut, SBY mendapat laporan bahwa tim tidak punya persiapan yang matang untuk menghadapi pertandingan tersebut. Selain itu, SBY juga mendapat laporan bahwa PSSI mempertanyakan kinerja wasit pada laga ini.
"Tim katanya tidak siap, ada perilaku wasit yang tidak baik. Silakan gunakan jalur FIFA. Kalo merasa keberatan, silakan," tegas SBY.
"Lakukan introspeksi mengapa (kita kalah telak) di Bahrain. Yang lainnya saya lihat bagus, luar biasa perjuangan anak-anak kita. Saya mendapat sms, tolong Pak SBY, pemerintah turun tangan."
Vivanews.com
http://bola.vivanews.com/news/read/293678-diminta-sby-introspeksi--ini-jawaban-pssi?utm_source=dlvr.it&utm_medium=facebook
3/04/2012
Kemenangan Persija Buah Spekulasi Iwan Setiawan
Kemenangan Bambang Pamungkas cs tak lepas dari spekluasi sang pelatih, Iwan Setiawan, yang merubah pola permainan. Rencana Iwan pun ampuh. Setelah hanya bermain imbang dalam dua laga berturut-turut, Macan Kemayoran berhasil meraup angka penuh saat menghadapi Persiba. Mereka pun kini mengoleksi 23 poin dan bertengger di posisi 6 klasemen sementara ISL.
"Saya berspekulasi hari ini. Kami bermain dengan 4-4-2. Saya berhitung, Bepe biasanya main di second striker, jadi dia harus fokus holding midfielder lawan jika bertahan. Tapi hari ini saya tugaskan Bepe sebagai pencetak gol," katanya usai pertandingan, Minggu (4/3/2012).
"Dan ternyata spekulasinya berhasil. Alhamdulillah akhirnya dengan segala usaha dan kerja keras kami berhasil menggapai poin penuh, setelah dengan susah payah di dua pertandingan kami kehilangan empat poin," imbuhnya.
Perubahan dilakukan bukan tanpa alasan. Absennya Octavianus dan Precious memaksa Iwan untuk melakukan improvisasi permainan.
Meski menang besar, Iwan mengaku belum yakin formasi 4-4-2 kembali bisa dimainkan pada laga selanjutnya melawan Gresik United pada (12/3/2012) mendatang.
"Sebenarnya saya ketar-ketir karena menurut saya banyak celah. Seperti menit-menit awal, Persiba sebenarnya banyak peluang. Karena itu apakah ke depan kami akan mengambil formasi ini, kami akan pelajari dulu dalam rekaman pertandingan," beber Iwan.
"Kami masih punya delapan hari untuk melawan Gresik United," pungkasnya.
Dengan kemenangan ini, Persija menggeser Persib Bandung (21 poin) di posisi keenam klasemen sementara dengan 23 poin. Sementara Persiba Balikpapan tetap berada di urutan kedelapan dengan raihan 18 poin.
Tribunnews.com
Persija Mengamuk di GBK, Bantai Persiba 4-0
Persija memasuki babak kedua dengan unggul 2-0. Persija meraih dua gol pertama pada menit ke-29 dan 38. Kedua gol tersebut dicetak oleh Pedro Javier. Keunggulan 2-0 itu tampaknya cukup mempengaruhi jalannya pertandingan di babak kedua, di mana tim tuan rumah lebih sering membuat peluang yang mengancam gawang Persiba Balikpapan.
Dominasi Persija di babak kedua pun terbukti setelah Bambang Pamungkas menambah keunggulan Persija Jakarta pada menit ke-56. Bepe yang tak terkawal di kotak penalti Persiba menyongsong umpan Ismed Sofyan dan langsung menjebol gawang I Made Wirawan.
Fabiano Beltrame hampir saja menambah pundi-pundi gol Persija pada menit ke-61. Memanfaatkan sepak pojok, Fabiano menanduk bola ke arah gawang. Beruntung bagi Persiba, I Made Wirawan merespon dengan sigap dan menepis bola ke atas.
Rahmat Afandi membuang peluang emas Persija pada menit ke-72. Umpan silang yang dilepaskan Bambang Pamungkas dilewati oleh Pedro Javier yang dikawal pemain bertahan Persiba agar bisa dimaksimalkan oleh Rahmat. Sayang, tembakan Rahmat masih bisa dihalau dengan baik oleh I Made Wirawan.
Leo Saputra yang baru masuk menggantikan Rahmat Afandi pada menit ke-76, pun langsung mendapat peluang satu menit kemudian. Sayangnya tembakan Leo pun masih bisa ditahan oleh I Made Wirawan.
Persija akhirnya berhasil mengubah keunggulan menjadi 4-0 pada menit ke-83. Ramdani Lestaluhu mengoyak jala gawang Persiba setelah menerima umpan silang Hasyim Kipuw dari sisi kiri. Keunggulan 4-0 itu pun bertahan hingga pertandingan usai.
Kemenangan ini membuat Persija naik satu peringkat ke posisi enam klasemen Indonesia Super League (ISL), menggeser Persib Bandung. Persija sekarang mengumpulkan 23 poin dari 14 laga. Sementara Persiba, tetap di posisi kedelapan dengan 18 poin dari 13 laga.
Susunan pemain:
Persija: 1-Galih Sudaryono, 13-Hasyim Kipuw, 14-Ismed Sofyan, 15-Fabiano Beltrame, 28-Ngurah Nanak, 21-Amarzukih (17-Delton Stevano, 63'), 10-Robertino Pugliara, 7-Ramdani Lestaluhu, 27-Rahmat Afandi (23-Leo Saputra, 76'), 20-Bambang Pamungkas, 25-Pedro Javier (9-Rudi Setiawan, 88').
Cadangan: 26-Andritany, 35-Syahroni, 4-Reza Agamal, 19-Johan Juansyah.
Persiba: 15-I Made Wirawan, 19-Iqbal Samad, 26-Tomislav Labudavic (29-Hamdi Hamzah, 78'), 77-Rahmad Latief, 13-Saiful L, 39-Hery Susilo, 6-Asri Akbar, 8-A. Sembiring (22-Sultan Samma, 54'), 18-Matsunaga Shoei, 17-Aldo Baretto, 9-Kenji Adachihara.
Cadangan: 1-Yanuar, 2-Deni Joko, 23-M. Bahtiar, 28-Stevanus bungaran, 24-Eky Nurhakim.
Tribunnews.com
3/02/2012
Timnas Dipermalukan, Djohar Diminta Mundur
Manajer PSMS Medan, Benny Tomasoa contohnya. Pria yang akrab disapa Bento itu menilai Djohar harus bertanggung jawab atas kekalahan 0-10 yang dialami tim Merah Putih dar Bahrain. Benny bahkan menyarankan agar Djohar kembali ke 'habitatnya', kampus.
Menurut Benny, sejak menjabat sebagai ketua umum PSSI, Djohar tidak menunjukkan niatnya untuk memajukan sepak bola nasional. Sebaliknya, mantan staf ahli Menpora itu menurutnya lebih banyak memicu perpecahan di kalangan stake holder sepak bola.
"Jadi dari pada lebih parah lagi Djohar sebaiknya menyerahkan posisinya itu kepada orang yang benar-benar punya kemampuan untuk membentuk tim nasional yang baik dan mampu menyatukan kalangan pesepakbola di Indonesia," kata Benny saat dihubungi VIVAbola.
Hal senada diungkapkan pejabat KONI Medan, Azam Nasution. Menurutnya sebagai tokoh berpendidikan, Djohar seharusnya pintar memposisikan dirinya sebagai ketua umum PSSI. Menurutnya, Djohar yang juga berasal dari Medan sebaiknya legowo untuk mundur.
"Djohar kan seorang pengajar dengan predikat profesor, jadi dia harus sadar dengan posisinya itu bukan ngotot untuk tetap menjadi ketua umum PSSI," kata Azam.
"Seharusnya dia sadar sudah begitu banyak memintanya untuk mundur karena itu lebih baik dan menginjak usianya sekarang lebih memfokuskan diri sebagai pengajar. Itu adalah habitatnya.”
Kekalahan 0-10 atas Bahrain merupakan momen terburuk dalam sejarah sepak bola Indonesia. Kekalahan terburuk timnas sebelumnya adalah saat dibantai Denmark 0-9 pada sebuah laga persahabatan yang digelar di Copenhagen, 1974 lalu.
"Bila kekalahan yang paling besar yang diterima Indonesian ini tidak membuatnya sadar tidak punya kemampuan, maka paling tepat adalah dilakukannya Kongres Luar Biasa (KLB),” tambah Azam.
Vivanews.com
3/01/2012
Mitra Kukar Imbangi Persija Jakarta
Persija Jakarta yang bertindak sebagai tuan rumah langsung menggebrak pertahanan Mitra Kukar, memanfaatkan bola muntah Ramdani Lestaluhu melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti di menit kedelapan, sayang tembakannya tersebut berhasil ditepis oleh Joyce Sorongan.
Usai peluang tersebut, Persija tampak kesulitan mengembangkan permainan sehingga Mitra Kukar mampu mendominasi dan memperoleh peluang melalui bola-bola mati yang dieksekusi Ahmad Bustomi.
Pada menit ke-34, Persija berhasil memecahkan kebuntuan melalui gol yang dicetak oleh Bambang Pamungkas via titik putih. Tendangan penalti tersebut didapat setelah Pierre Njanka menghentikan akselerasi Octovianus dengan tekelnya.
Namun, tidak butuh waktu lama bagi tim Naga Mekes untuk menyamakan kedudukan. Akibat lengahnya pertahanan Persija, Jajang Mulyana berhasil membobol gawang Tim Macan Kemayoran lima menit usai gol Bambang, melalui tandukannya yang memanfaatkan umpan silang Saiji Kaneko.
Di awal babak kedua, kedua tim terlibat saling serang meskipun Mitra Kukar terlihat lebih menguasai permainan. Ramdani Lestaluhu kembali mengancam gawang tim tamu melalui tendangan jarak jauhnya, namun tembakannya di menit ke-57 masih dapat dihalau oleh Hamka Hamzah.
Tiga menit kemudian Mitra Kukar balik mengancam, berawal tusukan Jajang Mulyana di bagian kanan daerah pertahanan Persija, sontekan Fadil Sausu di kotak penalti memanfaatkan umpan mendatar Jajang masih dapat dihalau oleh lni pertahanan Persija.
Terus ditekan oleh Mitra Kukar, pelatih Iwan Setiawan memasukkan Rahmat Affandi untuk menambah daya gedor Persija. Pada menit ke-75, memanfaatkan umpan terobosan Octavianus, mantan pemain Arema Indonesia dan Persib Bandung tersebut berhasil lolos dari jebakan offside namun sayang tendangannya masih dapat dihalau oleh Hendro Kartiko.
Dua menit kemudian fans Persija bersorak kegirangan setelah melihat tendangan bebas Octovianus terlihat menggoyang jala Mitra Kukar, namun sayang ternyata bola masih meleset tipis di atas mistar gawang Hendro, sehingga kedudukan 1-1 masih belum berubah.
Hingga pertandingan berakhir, Persija dan Mitra Kukar gagal menambah gol mereka sehingga kedua tim harus puas berbagi satu poin. Dengan hasil imbang tersebut Persija tetap tertahan di posisi ketujuh, sementara Mitra Kukar menggeser Persela Lamongan di posisi empat besar.
Goal.com
2/27/2012
Manajemen Persija Coba Bujuk Iwan Setiawan
Ferry mengatakan bakal membicarakan kembali persoalan itu dengan Iwan. Menurut Ferry, putusan mengejutkan Iwan itu diambil saat ia dalam kondisi emosi. Ferry berharap semua persoalan bisa diselesaikan dengan kepala dingin.
"Saya pikir saya harus bicara dulu sama beliau. Karena memang suasananya masih kurang bagus, masih ada emosional segala macem. Kita tunggu saja," kata Ferry.
Ferry mengatakan, Iwan tidak pernah membicarakan putusan untuk mundur itu sebelumnya. Hubungan antar pelatih dan klub, juga diakui Ferry tidak pernah ada masalah. Ferry bahkan mengaku puas dengan kinerja pelatih asal Aceh itu.
"Manajemen tentunya masih ingin mempertahankan Iwan. Kalau kita melihat perjalanan Persija di bawah Iwan sekarang, itu masih oke.
Vivanews.com
Emosi, Pelatih Persija Tantang Wasit Berduel
Kejadian ini terjadi saat keduanya berpapasan di lorong menuju pintu keluar Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Minggu malam, usai Persija ditahan imbang tamunya, Persisam Putra Samarinda.
Menganggap wasit tidak adil dalam memimpin pertandingan, pelatih Persija itu lantas mengejar Djumadi hingga sang wasit masuk ke mobil. Iwan lantas mencoba untuk ikut masuk ke dalam mobil yang akan membawa rombongan wasit ke hotel tempat mereka menginap.
Sambil kembali mempertanyakan kinerja sang wasit, pelatih yang sempat menimba ilmu di Belanda itu berusaha mengajak Djumadi keluar mobil. "Djum sini kamu, keluar! Kita buka baju, kita berantem secara jantan," teriak Iwan sambil mencoba masuk ke dalam mobil.
Upaya Iwan tersebut lantas dilerai sejumlah orang, termasuk Sekretaris Tim Persija, Fery Indra Syarief, pelatih kiper, Haryono, dan beberapa official Persija.
Iwan memang sedang kesal dengan kepemimpinan Djumadi yang memimpin laga Persija Jakarta vs Persisam Samarinda, Minggu 26 Februari 2012. Wasit asal Malang, Jawa Timur itu dianggap Iwan tidak berlaku adil. Iwan bahkan menuduh praktik mafia wasit di kancah Indonesia Super League (ISL) masih berjalan.
Pelatih yang memutuskan mundur dari Persija tersebut semakin emosi setelah beberapa orang melerainya untuk tidak berbuat nekad. Meski telah dipegangi dan dilerai beberapa orang, namun Iwan tetap merangsek dan berupaya menggapai Djumadi yang berada di dalam mobil.
Meski mobil yang membawa Djumadi akhirnya meluncur, namun Iwan sendiri tetap memaksa untuk mengejar. Aksi emosional Iwan tersebut disaksikan sejumlah wartawan media cetak dan televisi. "Sudah bang Iwan, istighfar. Tidak enak ada kamera," ujar salah seorang yang ikut melerai dan menenangkan Iwan.
"Biar saja semua orang melihat kejadian ini. Biar semua orang tahu mafia wasit masih ada. Coba nanti kita lihat apa yang dilakukan PT Liga," teriak Iwan sembari berusaha keluar dari sergapan beberapa temannya yang melerai.
Atur Skor
Sebelum kejadian di pintu merah, tempat para pemain keluar stadion tersebut, Iwan sempat bercerita ke beberapa media mengenai kekecewaannya terhadap kinerja wasit. Iwan mengatakan, saat ini kompetisi sepakbola tak jauh berbeda dengan masa lalu. Pengaturan skor maupun suap wasit, masih terjadi."Pada saat saya melatih Persikabo, dan main di Bekasi, wasit Djumadi ini yang kurang ajar. Pada saat itu waktu tambahan harusnya 4 menit, ternyata sampai 12 menit baru pertandingan di hentikan," ujar Iwan dengan nada kecewa.
Vivanews.com
2/26/2012
Iwan Mundur dari Pelatih Persija Karena Merasa Dicurangi
Kepada wartawan ia menegaskan, sikap yang diambil tak lepas dari anggapannya di mana sepak bola Indonesia masih diiringi oleh sikap ketidakjujuran. "Hari ini dengan berat hati saya akan mundur dari pelatih Persija karena ada ketidakjujuran dalam sepak bola di Indonesia," katanya lalu bergegas meninggalkan ruangan konferensi pers, Minggu.
Ia mengatakan, hal yang paling disoroti adalah kepemimponan wasit Jumadi dalam laga Persija kontra Persisam. Menurutnya, Jumadi dinilai tidak jujur.
Sejak babak pertama, Iwan menengarai kepemimpinan Jumadi menunjukkan sikap tidak sportif."Bahkan usai babak pertama saya menemui wasit Jumadi dan saya meminta agar dia jujur. Tapi sampai pertandingan selesai Jumadi tidak jujur," ujarnya.
Iwan awalnya bukanlah pelatih Persija. Dia diangkat menjadi Direktur Tehnik di Persija (PT Persija Jakarta Jaya). Alhasil, saat itu, ia pun terbang ke Singapura untuk menemui Dejan Glucevic dan meminta untuk melatih Persija. Akan tetapi, ia menolak karena adanya dualisme kompetisi di Indonesia, yakni ISL dan IPL.
Mendapat kenyataan tersebut. Ferry Paulus selaku Ketua Umum Persija langsung meminta kepada Iwan agar mengarsiteki Bambang Pamungkas cs. Akan tetapi, awalnya Iwan menolak permintaan tersebut karena ingin berkonsentrasi sebagai Direktur Tehnik karena masih trauma dengan sikap "kotor" dalam persepakbolaan Indonesia itu.
Namun belakangan Iwan mau menerima tawaran tersebut karena kondisi tim yang belum mendapat pelatih. Terlebih Ferry Paulus mengatakan kompetisi musim ini akan lebih jujur.
"Dan karena saya juga merupakan bagian dari Persija, akhirnya saya menerima," ungkap Iwan.
"Apa yang menjadi kendala di bawah PT Liga Indonesia adalah ketidakjujuran seperti pengaturan skor dan saya yakin tahun ini tidak ada," tandasnya.
"Tapi hari ini saya sangat kecewa. Bahkan saya mengatakan kepada Jumadi jika saya yang salah saat menyaksikan tayangan ulang di TV, saya akan langsung telepon dia dan meminta maaf. Tapi sampai akhir pertandingan beliau tidak jujur. Itu sudah merusak cita-cita orang yang ingin menegakkan kejujuran dalam persepakbolaan Indonesia," tegasnya.
Lebih lanjut Iwan mengaku kerap membuat sensasi. Misalnya, salah satu pelatih yang paling sering dikena skorsing. Atau pelatih yang selalu menggunakan baju koko (taqwa) setiap memimpin laga Persija.
"Walaupun saya orang kecil, mudah-mudahan bisa membawa perubahan di sepak bola, dalam kompetisi ini mungkin saya paling banyak pake baju koko. Kenapa, saya mau sepak bola jujur, malu kalau tidak jujur. Ini baju buat Sholat," sergah Iwan yang telah memegang Lisesnsi A kepelatihan sejak usia 28 tahun dan pernah belajar di KNVB itu.
Tribunnews.com
Persija Gagal Taklukkan Persisam di GBK
Para pemain Persija dibuat frustrasi dengan penampilan apik kiper Persisam Agung Prasetyo di laga ini. Kiper 34 tahun tersebut menjadi pertahanan terakhir Persisam yang tidak mampu dilewati para pemain tim Macan Kemayoran.
Di babak pertama, Persisam mampu meladeni permainan cepat Persija. Pada 45 menit babak pertama, permainan lebih terbuka, dan kedua tim jual-beli serangan. Sayang, hingga turun minum kedudukan imbang tanpa gol tetap bertahan.
Di babak kedua, Persija lebih mendominasi serangan dan mendapat sejumlah peluang emas untuk mencetak gol. Menit ke-59, sebuah sundulan Fabiano memanfaatkan tendangan bebas Ismed Sofyan masih bisa diblok Agung.
Tiga menit kemudian, Persija sebenarnya mampu membobol gawang Persisam melalui tendangan Fabiano. Namun, gol itu dianulir wasit karena Fabiano berada dalam posisi offside ketika menerima umpan Pedro Javier.
Menit ke-66, Yongki Aribowo mendapat peluang emas untuk membuat Persisam memimpin. Berawal dari tusukan di sisi kiri pertahanan Persija, Supriyono melepaskan umpan silang mendatar ke mulut gawang Persija. Namun, tendangan Yongki masih melambung, meski sudah di depan gawang.
Kiper Agung Prasetyo benar-benar menjadi pahlawan Persisam di laga ini. Agung sukses menepis tendangan Bambang Pamungkas pada menit ke-81 menggunakan kaki kanan dan hanya menghasilkan sepak pojok. Dua menit kemudian giliran sundulan Fabiano yang mampu ditepis Agung.
Persija berusaha keras untuk mencetak gol kemenangan. Namun, tim besutan Iwan Setiawan itu gagal membobol gawang Persisam hingga laga usai.
Dengan hasil ini, Persija tetap di peringkat ketujuh klasemen sementara ISL dengan torehan 19 poin dari 12 laga. Sementara itu, Persisam naik satu peringkat ke posisi sembilan dengan 17 poin dari 13 pertandingan.
Susunan Pemain
Persija: Andritany Ardhiyasa; Ismed Sofyan, Fabiano Beltrame, Precious Emuejeraye, Leo Saputra; Johan Juansyah (Amarzukih, 38'), Hasim Kipuw (Rudi Setiawan, 63'), Robertino Pugliara, Ramdani Lestaluhu (Rahmat Affandi, 86'); Bambang Pamungkas, Pedro Javier.
Persisam: Agung Prasetyo; M Robby, Luc Owana Zoa, Supriyono, Diaz Angga (Arifiki Eka Putra, 76'); Akbar Rasid, Eka Ramdani, Fandi Mochtar; Yongky Aribowo (Srdjan Lopicic, 67'), Jerry Boima Karpeh, Christian Gonzales (Fajar Legian, 95').
Vivanews.
2/23/2012
Lini Depan Persija Terancam Tumpul
Pedro mengalami cedera saat membela Persija menghadapi Arema Indonesia, pekan lalu. Pagi tadi, pemain asal Paraguay itu bahkan harus dibawa ke rumah sakit untuk memeriksa kondisinya.
Pelatih Persija, Iwan Setiawan sangat mengkhawatirkan Pedro. Sebab, menurutnya, absennya Pedro cukup merugikan timnya saat menjamu Elang Borneo di Stadion Utama Gelora Bung Karno nanti.
"Dia absen latihan. Hari ini Pedro dibawa ke rumah sakit lantaran cederanya saat lawan Arema. Kami belum tahu bagaimana perkembangannya. Kata dokter dia cedera ligamen," kata Iwan.
Pedro merupakan salah satu striker andalan Persija saat ini. Bersama ikon Persija, Bambang Pamungkas, Pedro kerap menebar ancaman bagi barisan pertahanan lawan. Karena itu, absennya Pedro tentu menjadi kerugian yang bagi Macan Kemayoran meski masih memiliki stok striker seperti Rahmat Afandi dan Alan Marta.
"Kami akan lihat siapa yang paling siap untuk diturunkan melawan Persisam nanti. Tapi kami dari tim pelatih berharap Pedro bisa main pada saat laga kandang kami di Jakarta nanti," beber Iwan.
Persija bakal menjamu Persisam di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, saat kedua tim bertemu dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL) 2011-12. Laga yang renananya disiarkan langsung ANTV tersebut diprediksi bakal berjalan alot.
Vivanews.com
This Blog is @2008-2011 MULTI ETNIS Outlet Production
jakmania-utankayu.blogspot.com
Persija ampe mati..
-----------------------------------------------------------------